Pemahaman Alkitab

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

(Rungkut Megah Raya, blok D no 16)

Kamis, tanggal 6 Januari 2011, pk 19.00

Pdt. Budi Asali, M. Div.

(7064-1331 / 6050-1331)

buas22@yahoo.com

 

II Petrus 2:1-22(3)

 

Ay 1: Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.

 

d)   Dalam arti bagaimana para guru palsu itu ‘menyangkal’ Kristus?

 

1.   Ada yang menganggap bahwa mereka menyangkal Kristus melalui ajaran / doktrin mereka. Albert Barnes adalah salah satu dari orang-orang yang memegang kepercayaan ini.

 

Barnes’ Notes: “‘Even denying the Lord that bought them.’ This must mean that they held doctrines which were IN FACT a denial of the Lord, or the tendency of which would be a denial of the Lord, for it cannot be supposed that, while they professed to be Christians, they would openly and avowedly deny him. To ‘deny the Lord’ may be either to deny his existence, his claims, or his attributes; it is to withhold from him, in our belief and profession, anything which is essential to a proper conception of him. The particular thing, however, which is mentioned here as entering into that self-denial, is something connected with the fact that he had ‘bought’ them. It was such a denial of the Lord ‘as having bought them,’ as to be in fact a renunciation of the uniqueness of the Christian religion” [= ‘Bahkan menyangkal Tuhan / Penguasa yang telah membeli mereka’. Ini harus berarti bahwa mereka memegang / mempercayai doktrin-doktrin yang dalam faktanya merupakan suatu penyangkalan terhadap Tuhan, atau yang kecenderungannya akan merupakan suatu penyangkalan terhadap Tuhan, karena tidak bisa dianggap bahwa, sementara mereka mengaku sebagai orang-orang Kristen, mereka secara terang-terangan dan terbuka menyangkal Dia. ‘Menyangkal Tuhan’ bisa berarti menyangkal keberadaanNya, claim-claimNya, atau sifat-sifat dasarNya; itu adalah menahan dari Dia, dalam kepercayaan dan pengakuan kita, apapun yang merupakan sesuatu yang hakiki bagi suatu pengertian yang benar tentang Dia. Tetapi hal khusus yang disebutkan di sini sebagai termasuk di dalam penyangkalan itu, adalah sesuatu yang berhubungan dengan fakta bahwa Ia telah ‘membeli’ mereka. Itu merupakan suatu penyangkalan sedemikian rupa tentang Tuhan ‘sebagai telah membeli mereka’, sehingga dalam faktanya merupakan suatu penolakan / pembuangan tentang keunikan dari agama Kristen].

 

Barnes’ Notes: “he meant to say that the false teachers mentioned held doctrines which were in fact a ‘denial’ of that Saviour. He does not specify particularly what constituted such a denial; but it is plain that any doctrine which represented him, his person, or his work, as essentially different from what was the truth, would amount to such a denial. If he were Divine, and that fact was denied, making him wholly a different being; if he actually made an expiatory sacrifice by his death, and that fact was denied, and he was held to be a mere religious teacher, changing essentially the character of the work which he came to perform; if he, in some proper sense, ‘bought’ them with his blood, and that fact was denied in such a way that according to their views it was not strictly proper to speak of him as having bought them at all, which would be the case if he were a mere prophet or religious teacher, then it is clear that such a representation would be in fact a denial of his true nature and work. That some of these views entered into their denial of him is clear, for it was with reference to the fact that he had bought them, or redeemed them, that they denied him” (= ia bermaksud untuk mengatakan bahwa guru-guru palsu yang disebutkan memegang / mempercayai doktrin-doktrin yang dalam faktanya merupakan suatu penyangkalan tentang Juruselamat itu. Ia tidak menyebutkan secara khusus apa yang membentuk penyangkalan seperti itu; tetapi adalah jelas bahwa doktrin apapun yang menggambarkan Dia, pribadiNya, atau pekerjaanNya, sebagai berbeda secara hakiki dari apa yang merupakan kebenaran, sama dengan penyangkalan seperti itu. Jika Ia adalah Ilahi / Allah, dan fakta itu disangkal, membuatNya seseorang / suatu makhluk yang sepenuhnya berbeda; jika Ia sungguh-sungguh membuat suatu korban penebusan oleh kematianNya, dan fakta itu disangkal, dan Ia dipercayai semata-mata sebagai seorang guru agamawi, mengubah secara hakiki karakter dari pekerjaan yang Ia laksanakan dengan kedatanganNya; jika Ia, dalam arti yang benar, ‘membeli’ mereka dengan darahNya, dan fakta itu disangkal dengan suatu cara sehingga sesuai dengan pandangan mereka adalah sama sekali tidak benar untuk berbicara tentang Dia sebagai telah membeli mereka, yang adalah kasusnya seandainya Ia semata-mata adalah seorang nabi atau guru agamawi, maka adalah jelas bahwa penggambaran seperti itu dalam faktanya merupakan suatu penyangkalan terhadap hakekat / sifat dasar dan pekerjaanNya. Bahwa sebagian dari pandangan-pandangan ini masuk ke dalam penyangkalan mereka adalah jelas, karena dalam hubungannya dengan fakta bahwa Ia telah membeli mereka, atau menebus mereka, mereka menyangkal Dia).

 

Kalau berdasarkan pandangan Barnes ini maka jelas bahwa semua sekte dan ajaran sesat, tercakup di sini. Misalnya Saksi-Saksi Yehuwa, Gereja Orthodox Syria, gerakan pria sejati, dan sebagainya.

 

Ini menunjukkan betapa pentingnya belajar tentang doktrin. Karena itu jangan ikuti gereja yang tidak pernah / sangat jarang mengajar doktrin! Dan jadilah orang Kristen yang senang belajar doktrin!

 

2.         Mereka menyangkal Kristus melalui kehidupan mereka yang brengsek.

 

Calvin: Though Christ may be denied in various ways, yet Peter, as I think, refers here to what is expressed by Jude, that is, when the grace of God is turned into lasciviousness; for Christ redeemed us, that he might have a people separated from all the pollutions of the world, and devoted to holiness, and innocency. They, then, who throw off the bridle, and give themselves up to all kinds of licentiousness, are not unjustly said to deny Christ by whom they have been redeemed. Hence, that the doctrine of the gospel may remain whole and complete among us, let this be fixed in our minds, that we have been redeemed by Christ, that he may be the Lord of our life and of our death, and that our main object ought to be, to live to him and to die to him [= Sekalipun Kristus bisa disangkal dalam berbagai cara, tetapi Petrus, seperti yang saya pikir / kira, di sini menunjuk kepada apa yang dinyatakan oleh Yudas (penulis surat Yudas), yaitu, pada waktu kasih karunia Allah dibalikkan menjadi pemuasan nafsu; karena Kristus menebus kita, supaya Ia bisa mempunyai umat yang terpisah dari semua polusi dari dunia, dan dibaktikan / diserahkan pada kekudusan, dan ketidak-bersalahan. Maka mereka, yang membuang kekang, dan memberikan diri mereka sendiri kepada semua jenis pemuasan nafsu, bukanlah secara tidak benar dikatakan menyangkal Kristus oleh siapa mereka telah ditebus. Karena itu, supaya doktrin / ajaran dari injil bisa tetap utuh dan lengkap di antara kita, hendaklah hal ini dicamkan dalam pikiran kita, bahwa kita telah ditebus oleh Kristus, supaya Ia bisa menjadi Tuhan dari kehidupan kita dan dari kematian kita, dan bahwa tujuan utama kita seharusnya adalah hidup bagi Dia dan mati bagi Dia].

Yudas 4 - “Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.

Bdk. 2Kor 5:15 - “Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.

 

Pulpit Commentary: The denial referred to may have been doctrinal or practical; most of the ancient forms of heresy involved some grave error as to the Person of Christ; and the germs of these errors appeared very early in the Church (see 1 John 2:22,23), denying sometimes the Godhead of our Lord, sometimes the truth of his humanity. But St. Peter may mean the practical denial of Christ evinced in an ungodly and licentious life. The latter form of denial appears most prominent in this chapter; probably the apostle intended to warn his readers against both [= Penyangkalan yang ditunjuk mungkin bersifat doktrin ataupun praktis; kebanyakan dari bentuk-bentuk kuno dari bidat melibatkan beberapa kesalahan penting berkenaan dengan Pribadi Kristus; dan kuman-kuman dari kesalahan-kesalahan ini terlihat / muncul sangat awal dari Gereja (lihat 1Yoh 2:22,23), kadang-kadang menyangkal KeAllahan dari Tuhan kita, kadang-kadang kebenaran dari kemanusiaanNya. Tetapi Santo Petrus mungkin memaksudkan penyangkalan praktis tentang Kristus yang ditunjukkan secara jelas dalam suatu kehidupan yang jahat / tidak saleh dan tidak bermoral. Bentuk penyangkalan yang terakhir muncul paling menonjol dalam pasal ini; mungkin sang rasul bermaksud untuk memperingati para pembacanya terhadap kedua penyangkalan ini].

1Yoh 2:22-23 - “(22) Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak. (23) Sebab barangsiapa menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa”.

 

Pulpit Commentary: “Some deny Christ by practically disobeying his precepts. To such as these Jesus referred when he asked, ‘Why call ye me, Lord, Lord, and do not the things which I say?’” (= Beberapa orang / sebagian orang menyangkal Kristus secara praktis dengan tidak mentaati ajaran / perintahNya. Kepada orang-orang seperti itulah Yesus menunjuk pada waktu Ia bertanya, ‘Mengapa kamu berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?’).

Luk 6:46 - “‘Mengapa kamu berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?”.

 

Adalah mungkin bagi seseorang untuk mempunyai pengertian yang baik, Alkitabiah, Injili, dan bahkan yang Reformed, tetapi mempunyai kehidupan yang betul-betul brengsek! Ini merupakan penyangkalan praktis terhadap Tuhan yang telah membeli / menebus dia!

 

e)   Perbandingan 2Pet 2:1 ini dengan Yudas 4.

Merupakan suatu fakta bahwa 2Pet 2 sangat mirip dengan surat Yudas!

Sekarang mari kita bandingkan 2Pet 2:1 ini dengan Yudas 4.

2Pet 2:1 - “Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka”.

Yudas 4 - “Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.

Dengan membandingkan 2 ayat ini, jelas bahwa kedua ayat ini memaksudkan bahwa Yesus adalah satu-satunya Penguasa.

 

Tetapi ada 4 problem dengan Yudas 4 ini, yaitu:

 

1.         Terjemahan KJV tentang Yudas 4.

KJV: ‘and denying the only Lord God, and our Lord Jesus Christ (= dan menyangkal satu-satunya Tuhan Allah, dan Tuhan kita Yesus Kristus).

RSV/NASB: ‘and deny our only Master and Lord, Jesus Christ (= dan menyangkal satu-satunya Tuan dan Tuhan kita, Yesus Kristus).

NIV: and deny Jesus Christ our only Sovereign and Lord (= dan menyangkal Yesus Kristus satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita).

Jadi, KJV lain sendiri, karena KJV menterjemahkan dari manuscript yang salah.

 

Vincent: “‘God’ is omitted in the best texts” (= ‘Allah’ dihapuskan dalam text-text yang terbaik).

 

Adam Clarke: “‘The only Lord God, and our Lord Jesus Christ.’ ... But Theon, ‘GOD,’ is omitted by ABC, sixteen others, with Erpen’s Arabic, the Coptic, AEthiopic, Armenian, and Vulgate, and by many of the fathers. It is very likely that it was originally inserted as a gloss, to ascertain to whom the title of ton monon Despoteen, ‘the only Sovereign,’ belonged; and thus make two persons where only one seems to be intended. The passage I believe belongs solely to Jesus Christ, and may be read thus: Denying the only sovereign Ruler, even our Lord Jesus Christ” (= ‘satu-satunya Tuhan Allah, dan Tuhan kita Yesus Kristus’. ... Tetapi kata THEON, ‘Allah’, dihapuskan oleh ABC, 16 manuscript yang lain, bersama-sama dengan Arab Erpen, Koptik, Ethiopia, Armenian, dan Vulgate / Latin, dan oleh banyak dari bapa-bapa gereja. Adalah sangat mungkin bahwa itu pada mulanya dimasukkan sebagai suatu komentar / keterangan, untuk menegaskan milik siapa gelar ton monon Despoteen, ‘satu-satunya Penguasa’; dan dengan demikian membuat dua pribadi dimana hanya satu pribadi yang kelihatannya dimaksudkan. Text ini saya percaya berlaku hanya untuk Yesus Kristus, dan bisa dibaca demikian: Menyangkal satu-satunya Penguasa yang berdaulat, yaitu Tuhan kita Yesus Kristus).

 

Barnes’ Notes: “The word GOD (Theon) is missing in many manuscripts, and in the Vulgate and Coptic versions, and Mill, Hammond, and Bengel suppose it should be omitted. It is also wanting in the editions of Tittman, Griesbach, and Hahn. The amount of authority seems to be against it. ... If the word ‘God’ is to be omitted in this place, the passage would be wholly applicable, beyond question, to the Lord Jesus, and would mean, ‘denying our only Sovereign and Lord, Jesus Christ.’” [= Kata ‘Allah’ (THEON) tidak ada dalam banyak manuscript-manuscript, dan dalam versi Vulgate dan Koptik, dan Mill, Hammond, dan Bengel menganggapnya harus dihapuskan. Kata itu juga tidak ada dalam edisi-edisi dari Tittman, Griesbach, dan Hahn. Jumlah otoritas kelihatannya menentangnya. ... Jika kata ‘Allah’ harus dihapuskan di tempat ini, text ini akan sepenuhnya cocok, tanpa keraguan, kepada Tuhan Yesus, dan akan berarti, ‘menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus’].

 

2.   Ada satu masalah lagi dengan kalimat ‘dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus’ ini. Mengapa? Karena kalimat ini bisa dibaca dengan 2 cara:

a.   ‘Dan yang menyangkal (satu-satunya Penguasa) dan (Tuhan kita, Yesus Kristus)’ ® Kalau dibaca seperti ini, maka ayat ini berbicara tentang 2 pribadi, dan tidak menunjukkan Yesus sebagai satu-satunya Penguasa.

b.   ‘Dan yang menyangkal (satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita), Yesus Kristus’ ® Kalau dibaca seperti ini maka ayat ini berbicara tentang 1 pribadi, dan menunjukkan Yesus sebagai satu-satunya Penguasa.

 

Dalam Yudas 4 ini kata-kata ‘penguasa dan Tuhan’ menunjuk kepada satu pribadi, yaitu Yesus Kristus, karena di sini berlaku suatu hukum bahasa Yunani, yang sudah berkali-kali saya bahas.

 

Hukum bahasa Yunani ini berkata bahwa:

(1)  Kalau ada 2 kata benda dengan case / kasus yang sama. ‘case’ / ‘kasus’ merupakan suatu istilah dalam gramatika bahasa Yunani. Penerapan dari hukum bahasa Yunani ini mensyaratkan case / kasus yang sama dari kedua kata benda tersebut. Case / kasusnya sama atau tidak, bisa terlihat dari bentuk kata itu dalam bahasa Yunaninya.

(2)  Kedua kata benda itu dihubungkan oleh kata penghubung KAI (= dan).

(3)  Kata benda pertama didahului oleh definite article, sedangkan kata benda kedua tidak.

maka kedua kata benda itu menunjuk / membicarakan 1 pribadi.

 

Dalam Yudas 4 itu kata-kata ‘satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita’ dalam bahasa Yunaninya adalah:

 

ton     monon        despothn        kai     kurion       h[mwn

 

TON   MONON   DESPOTEN   KAI   KURION   HEMON

 

 the      only          Master         and     Lord        of  us

               
   
     
 
 

 


                                                         kb1                                          kb2

 

 

 

definite article                                           kata penghubung

 

Ini memenuhi semua syarat dari hukum bahasa Yunani di atas, karena:

(1)  Kedua kata benda (DESPOTEN dan KURION) mempunyai case yang sama, yaitu Accusative Case.

(2)  Kedua kata benda dihubungkan oleh kata Yunani KAI (= dan).

(3)  Kata benda pertama menggunakan definite article / kata sandang tertentu (TON / the), sedangkan kata benda kedua tidak menggunakannya.

 

Dan ini berarti bahwa kata-kata ‘satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita’ menunjuk kepada satu pribadi, yaitu Yesus Kristus.

Jadi, jelas bahwa kata-kata Yudas 4 itu tidak boleh diterjemahkan: ‘dan yang menyangkal (satu-satunya Penguasa) dan (Tuhan kita, Yesus Kristus). ® 2 pribadi.

Tetapi harus diterjemahkan ‘dan yang menyangkal (satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita), Yesus Kristus. ® 1 pribadi.

 

Dan ini menunjukkan bahwa Yesus adalah satu-satunya Penguasa dan Tuhan! Itu menunjukkan bahwa Dia adalah Allah!

 

3.   Problem yang ketiga dengan Yudas 4 ini adalah: dari ayat-ayat lain terlihat bahwa Bapa juga disebut dengan istilah DESPOTES!

 

Dalam Yudas 4 ini Yesus disebut sebagai satu-satunya Penguasa / DESPOTES, tetapi ternyata Bapa juga disebut sebagai Penguasa / DESPOTES dalam Luk 2:29  Kis 4:24  Wah 6:10!

Luk 2:29 - “‘Sekarang, Tuhan (DESPOTES), biarkanlah hambaMu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firmanMu”.

Kis 4:24 - “Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: ‘Ya Tuhan (DESPOTES), Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya”.

Wah 6:10 - “Dan mereka berseru dengan suara nyaring, katanya: ‘Berapa lamakah lagi, ya Penguasa (DESPOTES) yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi?’”.

 

Bagaimana mungkin Yesus adalah satu-satunya Penguasa (DESPOTES), tetapi Bapa juga adalah Penguasa (DESPOTES)????

 

Bagi Unitarianisme / Saksi Yehuwa, ayat-ayat Kitab Suci yang menyatakan Yesus sebagai satu-satunya Penguasa, dan Bapa juga sebagai Penguasa, menimbulkan problem yang tak terpecahkan, karena mereka mempercayai Bapa dan Yesus adalah 2 pribadi yang terpisah total. Tetapi bagi Trinitarian, ini tidak menjadi problem, karena Trinitarian percaya Yesus dan Bapa adalah satu (Yoh 10:30).

 

4.   Problem ke 4 dari text ini adalah bahwa dalam 1Tim 6:1,2  Tit 2:9  1Pet 2:18 kata DESPOTES digunakan untuk tuan dari budak.

1Tim 6:1-2 - “(1) Semua orang yang menanggung beban perbudakan hendaknya menganggap tuan (DESPOTAS) mereka layak mendapat segala penghormatan, agar nama Allah dan ajaran kita jangan dihujat orang. (2) Jika tuan (DESPOTAS) mereka seorang percaya, janganlah ia kurang disegani karena bersaudara dalam Kristus, melainkan hendaklah ia dilayani mereka dengan lebih baik lagi, karena tuan yang menerima berkat pelayanan mereka ialah saudara yang percaya dan yang kekasih”.

Tit 2:9 - “Hamba-hamba hendaklah taat kepada tuannya  (DESPOTAIS) dalam segala hal dan berkenan kepada mereka, jangan membantah”.

1Pet 2:18 - “Hai kamu, hamba-hamba, tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu (DESPOTAIS), bukan saja kepada yang baik dan peramah, tetapi juga kepada yang bengis”.

Catatan: dalam semua ayat di atas ini yang muncul adalah bentuk jamak dari kata Yunani DESPOTES.

 

Dari ayat yang mengatakan bahwa Yesus adalah satu-satunya DESPOTES, dan ayat-ayat yang mengatakan bahwa kata DESPOTES bisa digunakan untuk manusia / tuan dari budak, maka harus disimpulkan bahwa sama seperti kata ADONAY / KURIOS bisa menunjuk kepada ‘Tuhan yang sungguh-sungguh’ atau ‘non-Tuhan’, dan kata ELOHIM / THEOS juga bisa menunjuk kepada ‘Allah yang sungguh-sungguh’ atau ‘non-Allah’, maka demikian juga dengan kata Yunani DESPOTES ini. Pada waktu kata ini digunakan untuk Yesus / Bapa, maka ini menunjukkan keilahian dan kedaulatan mutlak.

 

4)         dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.

Bagian ini menunjukkan bahwa pengajar-pengajar sesat itu, dengan mengajarkan / menyebarkan kesesatan mereka, sebetulnya juga menghancurkan diri mereka sendiri.

 

Matthew Henry: “Those who bring in errors destructive to others bring swift (and therefore sure) destruction upon themselves. Self-destroyers are soon destroyed; and those who are so hardened as to propagate errors destructive to others shall surely and suddenly be destroyed, and that without remedy” [= Mereka yang membawa masuk kesalahan-kesalahan yang bersifat menghancurkan kepada orang-orang lain membawa kehancuran yang cepat (dan karena itu pasti) kepada diri mereka sendiri. Penghancur-penghancur diri sendiri segera / cepat dihancurkan; dan mereka yang begitu dikeraskan sehingga menyebarkan kesalahan-kesalahan yang bersifat menghancurkan kepada orang-orang lain akan dengan pasti dan dengan tiba-tiba dihancurkan, dan itu terjadi tanpa ada obatnya / pencegahnya].

 

Barnes’ Notes: “People bring destruction ‘on themselves.’ No one compels them to deny the Lord that bought them; no one forces them to embrace any dangerous error. If people perish, they perish by their own fault, for: (a) ample provision was made for their salvation as well as for others; (b) they were freely invited to be saved; (c) it was, in itself, just as easy for them to embrace the truth as it was for others; and (d) it was as easy to embrace the truth as to embrace error” [= Orang-orang membawa kehancuran ‘kepada diri mereka sendiri’. Tak seorangpun memaksa mereka untuk menyangkal Tuhan yang telah membeli mereka; tak seorangpun memaksa mereka untuk mempercayai kesalahan berbahaya yang manapun. Jika orang-orang binasa, mereka binasa oleh kesalahan mereka sendiri, karena (a) cukup persediaan telah dibuat untuk keselamatan mereka maupun untuk orang-orang lain; (b) mereka telah diundang dengan cuma-cuma untuk diselamatkan; (c) dalam dirinya sendiri, adalah sama mudahnya bagi mereka untuk mempercayai kebenaran seperti bagi orang-orang lain; dan (d) adalah sama mudahnya untuk mempercayai kebenaran seperti mempercayai kesalahan].

Catatan: point a, c, dan d jelas merupakan ajaran Arminian, dan menurut saya merupakan sesuatu yang salah. Bandingkan dengan ayat-ayat di bawah ini:

 

a)   Mat 11:20-24 - “(20) Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizatNya: (21) ‘Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. (22) Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu. (23) Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini. (24) Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.’”.

 

Adam Clarke (tentang Mat 11:20): “If our Blessed Lord had not done everything that was necessary for the salvation of these people, he could not have reproached them for their impenitence” (= Seandainya Tuhan kita yang terpuji tidak / belum melakukan segala sesuatu yang perlu untuk keselamatan dari orang-orang ini, Ia tidak bisa telah mencela mereka untuk tidak bertobatnya mereka).

Betul-betul mengherankan bahwa Clarke bisa berkata seperti itu, mengingat bahwa Tuhan tidak memberikan mujijat-mujijat untuk kota-kota Sidon, Tirus, dan Sodom, yang seandainya diberikan, akan mempertobatkan mereka.

 

b)   Mat 13:10-15 - “(10) Maka datanglah murid-muridNya dan bertanya kepadaNya: ‘Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?’ (11) Jawab Yesus: ‘Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. (12) Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. (13) Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. (14) Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. (15) Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.

 

c)   Yoh 6:44,65 - “(44) Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepadaKu, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. ... (65) Lalu Ia berkata: ‘Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat datang kepadaKu, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.’”.

 

-bersambung-

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : buas22@yahoo.com

e-mail us at golgotha_ministry0@yahoo.com

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali