Pemahaman Alkitab

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

(Rungkut Megah Raya, blok D no 16)

Rabu, tanggal 8 Mei 2013, pk 19.00

Pdt. Budi Asali, M. Div.

(7064-1331 / 6050-1331 / 0819-455-888-55)

buas22@yahoo.com

 

II Timotius 2:1-26(7)

 

Ay 10: Karena itu aku sabar menanggung semuanya itu bagi orang-orang pilihan Allah, supaya mereka juga mendapat keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal..

 

Saya berpendapat bahwa ayat ini merupakan ayat yang menarik, khususnya dalam pertentangan antara Calvinisme dan Arminianisme. Paulus mengatakan bahwa ia sabar menanggung semuanya itu (penderitaan, masuk penjara dsb) bagi orang-orang pilihan Allah! Ia memang tak tahu yang mana yang orang pilihan dan yang mana yang bukan. Tetapi ia mengatakan bahwa ia sabar menanggung semua itu untuk orang-orang pilihan Allah! Mengapa tidak / bukan untuk orang-orang non pilihan? Jelas karena tak ada gunanya! Bagaimanapun ia berusaha, mereka tidak mungkin bisa diselamatkan!

Bdk. Kis 13:48 - “Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan firman Tuhan; dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya.”.

Paulus memberitakan Injil kepada banyak orang, tetapi yang percaya hanyalah orang-orang pilihan saja!

 

Kata-kata Paulus dalam 2Tim 2:10 ini searah dengan Yoh 17:9,20 yang menunjukkan bahwa Yesuspun berdoa hanya untuk orang-orang pilihan Allah!

Yoh 17:9,20 - “(9) Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepadaKu, sebab mereka adalah milikMu ... (20) Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepadaKu oleh pemberitaan mereka;”.

 

Sekarang mari kita melihat bagaimana tafsiran dari orang-orang Arminian seperti Adam Clarke dan Lenski tentang 2Tim 2:10 ini.

 

Adam Clarke: “‘For the elect’s sake.’ For the sake of the Gentiles, elected by God’s goodness to enjoy every privilege formerly possessed by the Jews, and, in addition to these, all the blessings of the Gospel; the salvation of Christ here, and eternal glory hereafter.” (= ‘Bagi / demi orang-orang pilihan’. Demi orang-orang non Yahudi, dipilih oleh kebaikan Allah untuk menikmati setiap hak yang dulu dimiliki oleh orang-orang Yahudi, dan, sebagai tambahan pada hal-hal ini, semua berkat-berkat dari Injil; keselamatan dari Kristus di sini, dan kemuliaan kekal sesudah ini / di alam baka.).

 

Tanggapan saya: penafsiran yang konyol! Saya tak pernah tahu ada ayat manapun dimana istilah ‘orang-orang pilihan Allah’ bisa diartikan sebagai ‘orang-orang non Yahudi’! Kalau kata-kata Clarke ini benar, maka pertanyaannya adalah:

1.   Apakah Paulus menanggung semua ini juga bagi orang-orang non Yahudi yang bukan pilihan Allah?

2.   Apakah Paulus tidak menanggung semua ini bagi orang-orang Yahudi yang adalah orang pilihan Allah?

Kesimpulan saya: Clarke jelas membengkokkan ayat ini supaya jangan menabrak pemikiran Arminiannya!

 

Lenski: “‘The elect’ are not such in the Calvinistic sense, a fixed number chosen by a mysterious, absolute decree, for whom Christ made his limited atonement, who alone receive the serious call, whom an irresistible grace then saves. In the Biblical sense they are the saints and believers chosen as such in Christ, all of whom must make their calling and election sure (2 Pet. 1:10). When we consider election, the idea of eternity should not be stressed over against that of time, in which the elect live; or the reverse, time over against eternity. Eternity is timelessness and is wholly inconceivable to our finite minds. C. Tr. 1085, 66: ‘The entire Holy Trinity, God Father, Son, and Holy Ghost, directs all men to Christ, as the Book of Life, in whom they should seek the eternal election of the Father.’ ‘They should hear Christ, who is the Book of Life and God’s eternal election of all God’s children to eternal life: He testifies to all men without distinction that it is God’s will that all men should come to him, who labor and are heavy laden with sin, in order that he may give them rest and save them, Matt. 11:28’ (70). The election of the elect must ever be viewed thus, in the connection in which 2 Thess. 2:13 places it. [= ‘Orang-orang pilihan’ bukanlah dalam arti Calvinistik sedemikian rupa, suatu jumlah yang pasti / tertentu yang dipilih oleh suatu ketetapan yang mutlak dan misterius, untuk siapa Kristus membuat penebusan terbatasNya, yang menerima suatu panggilan yang serius, yang lalu diselamatkan oleh kasih karunia yang tidak bisa ditolak. Dalam arti yang Alkitabiah mereka adalah orang-orang kudus dan orang-orang percaya yang dipilih di dalam Kristus, yang semuanya harus membuat panggilan dan pilihan mereka pasti (2Pet 1:10). Pada waktu kita mempertimbangkan pemilihan, gagasan tentang kekekalan harus ditekankan dalam kontras dengan gagasan dari waktu; atau sebaliknya, waktu dalam kontras dengan kekekalan. Kekekalan adalah ketiadaan waktu dan seluruhnya tidak bisa dimengerti bagi pikiran kita yang terbatas. C. Tr. 1085, 66: ‘Seluruh Tritunggal yang Kudus, Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus, mengarahkan semua manusia kepada Kristus, seperti kitab kehidupan, dalam siapa mereka harus mencari pemilihan kekal dari Bapa’. ‘Mereka harus mendengar Kristus, yang adalah kitab kehidupan dan pemilihan kekal Allah terhadap semua anak-anak Allah kepada kehidupan kekal: Ia menyaksikan kepada semua manusia tanpa pembedaan bahwa adalah kehendak Allah bahwa semua manusia harus datang kepadaNya, yang berjerih payah dan berbeban berat dengan dosa, supaya Ia bisa memberi mereka istirahat dan menyelamatkan mereka, Mat 11:28’ (70). Pemilihan orang-orang pilihan harus selalu dipandang seperti ini, dalam hubungan dengan mana 2Tes 2:13 menempatkannya.].

2Pet 1:10 - “Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.”.

Mat 11:28 - “Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”.

 

Tanggapan saya:

Menurut saya, sama seperti Clarke, Lenski bukan menafsirkan ayat ini, tetapi menghindarinya. Ia lari kepada ayat lain, seperti 2Pet 1:10, yang sebenarnya maksudnya hanyalah untuk menunjukkan bahwa pemilihan (predestinasi) bukan alasan untuk menjadi malas / pasif, apalagi hidup seenaknya sendiri, dan bahwa kehidupan yang baik merupakan bukti dari pemilihan dan panggilan Allah.

 

Ia lalu lari pada ‘kekekalan’ untuk menyatakan bahwa pikiran kita yang terbatas tidak bisa mengertinya. Kalau memang demikian, lalu mau diapakan banyak ayat-ayat Alkitab yang jelas-jelas berbicara tentang kekekalan? Dan mengapa Ia sendiri berusaha mengartikan (atau ‘membengkokkan’) hal-hal yang berhubungan dengan kekekalan?

 

Ia lalu mengutip kata-kata seseorang (yang saya tak tahu siapa, tetapi jelas bukan orang yang mempunyai pandangan Calvinisme). Perhatikan bahwa orang itu mengatakan bahwa semua orang harus mencari pemilihan kekal dari Bapa! Mencari dengan cara bagaimana? Kelihatannya dia percaya pada ‘Conditional Election’ (= Pemilihan yang bersyarat). Ajaran omong kosong ini jelas bertentangan dengan ayat-ayat seperti:

a.   2Tim 1:9 - “Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karuniaNya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman.

b.   Ro 9:10-18 - “(10) Tetapi bukan hanya itu saja. Lebih terang lagi ialah Ribka yang mengandung dari satu orang, yaitu dari Ishak, bapa leluhur kita. (11) Sebab waktu anak-anak itu belum dilahirkan dan belum melakukan yang baik atau yang jahat, - supaya rencana Allah tentang pemilihanNya diteguhkan, bukan berdasarkan perbuatan, tetapi berdasarkan panggilanNya -  (12) dikatakan kepada Ribka: ‘Anak yang tua akan menjadi hamba anak yang muda,’ (13) seperti ada tertulis: ‘Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau.’ (14) Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah Allah tidak adil? Mustahil! (15) Sebab Ia berfirman kepada Musa: ‘Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati.’ (16) Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah. (17) Sebab Kitab Suci berkata kepada Firaun: ‘Itulah sebabnya Aku membangkitkan engkau, yaitu supaya Aku memperlihatkan kuasaKu di dalam engkau, dan supaya namaKu dimasyhurkan di seluruh bumi.’ (18) Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendakiNya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendakiNya.”.

 

Text-text  ini jelas menekankan bahwa pemilihan Allah semata-mata tergantung pada kehendak Allah, dan sama sekali tidak tergantung pada usaha manusia, dan jelas bertentangan dengan kata-kata Lenski maupun orang yang ia kutip.

 

Lalu Lenski mengutip orang yang sama yang ‘lari’ pada Mat 11:28 - “Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”.

Ayat ini sama sekali tak bicara tentang orang-orang pilihan atau orang-orang non pilihan! Ayat ini hanya menekankan bahwa semua orang harus datang kepada Kristus, yang merupakan ajaran yang juga dipercaya oleh para Calvinist!

Mengapa ia tidak melihat ayat-ayat sebelum ayat ini? Mari kita perhatikan:

Mat 11:25-27 - “(25) Pada waktu itu berkatalah Yesus: ‘Aku bersyukur kepadaMu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. (26) Ya Bapa, itulah yang berkenan kepadaMu. (27) Semua telah diserahkan kepadaKu oleh BapaKu dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.”.

Ayat ini justru berhubungan dengan pemilihan / predestinasi, tetapi justru tak dibicarakan!

 

Lalu pada bagian akhir, Lenski ‘lari’ pada 2Tes 2:13 tanpa menyebutkan bunyi ayatnya. Mari kita lihat ayatnya.

2Tes 2:13 - “Akan tetapi kami harus selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara, yang dikasihi Tuhan, sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai.”.

Apa hubungan ayat ini dengan penafsiran (atau lebih tepat, ‘pembengkokkan’) Lenki? Tak ada sama sekali!

 

Lenski: No suffering is too great for him if it in any way and to any degree supports this purpose, which includes his own salvation, but oh, also that of so many others. (= Tak ada penderitaan yang terlalu besar bagi dia jika itu dalam jalan / cara apapun, dan pada tingkat apapun, menyokong tujuan ini, yang mencakup keselamatannya sendiri, tetapi oh, juga keselamatan dari begitu banyak orang-orang lain.).

Tanggapan saya: ‘keselamatannya sendiri’??? Aneh dan tolol. Pada saat itu Paulusnya sudah selamat bukan? Lalu apa maksudnya ia sabar menanggung semua itu untuk keselamatannya sendiri?

 

Lenski: Even the severest endurance is brief, but salvation with its accompanying glory is eternal. (= Bahkan ketekunan / ketahanan yang paling keras / berat adalah singkat, tetapi keselamatan dengan kemuliaan yang menyertainya adalah kekal.).

 

Sekarang mari kita memperhatikan komentar-komentar dari Calvin sendiri (dan orang-orang Reformed / non Arminian) tentang 2Tim 2:10 ini.

 

Calvin: “From the elect he shews, that his imprisonment is so far from being a ground of reproach, that it is highly profitable to the elect. When he says that he endures for the sake of the elect, this demonstrates how much more he cares for the edification of the Church than for himself; for he is prepared, not only to die, but even to be reckoned in the number of wicked men, that he may promote the salvation of the Church.” (= Dari orang-orang pilihan ia menunjukkan, bahwa pemenjaraannya adalah begitu jauh dari suatu dasar untuk celaan, bahwa itu sangat berguna untuk orang-orang pilihan. Pada waktu ia berkata bahwa ia menahan demi orang-orang pilihan, ini menunjukkan betapa banyak ia peduli / memperhatikan pendidikan dari Gereja dari pada untuk dirinya sendiri; karena ia siap sedia, bukan hanya untuk mati, tetapi bahkan untuk diperhitungkan / dianggap dalam jumlah orang-orang jahat, supaya ia bisa memajukan keselamatan dari Gereja.).

Catatan: Calvin di sini mengidentikkan ‘orang-orang pilihan’ dengan ‘gereja’. Jelas ia menggunakan istilah ‘gereja’ dalam arti ‘gereja yang sungguh-sungguh / orang Kristen yang sungguh-sungguh.

 

William Hendriksen: But even though for the elect, salvation is certain from all eternity, it must be obtained. ... Hence, the apostle, here as so often combining the divine decree and human responsibility, continues, ‘in order that also they may obtain the salvation (which is) in Christ Jesus with everlasting glory.’ [= Tetapi sekalipun untuk orang-orang pilihan keselamatan adalah pasti dari kekekalan, itu harus didapatkan. ... Karena itu, sang rasul, di sini seperti begitu sering ia lakukan, menggabungkan ketetapan ilahi dengan tanggung jawab manusia, melanjutkan, ‘supaya mereka juga mendapatkan keselamatan (yang ada) dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan kekal’.].

 

Matthew Henry: Observe, (1.) Good ministers may and should encourage themselves in the hardest services and the hardest sufferings, with this, that God will certainly bring good to his church, and benefit to his elect, out of them. - ‘That they may obtain the salvation which is in Christ Jesus.’ Next to the salvation of our own souls we should be willing to do and suffer any thing to promote the salvation of the souls of others. (2.) The elect are designed to obtain salvation: ‘God hath not appointed us to wrath, but to obtain salvation,’ 1 Thess 5:9. [= Perhatikan, (1.) Pendeta-pendeta yang baik / saleh bisa dan harus mendorong diri mereka sendiri dalam pelayanan-pelayanan yang paling berat dan penderitaan-penderitaan yang paling berat, dengan ini, bahwa Allah pasti akan membawa kebaikan bagi gerejaNya, dan manfaat bagi orang-orang pilihan, dari semua itu. - ‘Supaya mereka menerima keselamatan yang ada dalam Kristus Yesus’. Setelah / disamping keselamatan jiwa kita sendiri, kita harus mau melakukan dan menderita apapun untuk memajukan keselamatan dari jiwa-jiwa dari orang-orang lain. (2.) Orang-orang pilihan dirancang untuk mendapatkan keselamatan: ‘Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan,’ 1 Tes 5:9.].

1Tes 5:9 - “Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita,”.

 

Barnes’ Notes: Their salvation, though they, were elected, could not be secured without proper efforts. The meaning of the apostle here is, that he was willing to suffer if he might save others; and any one OUGHT to be willing to suffer in order to secure the salvation of the elect - for it was an object for which the Redeemer was willing to lay down his life. (= Keselamatan mereka, sekalipun mereka dipilih, tidak bisa diperoleh tanpa usaha-usaha yang benar. Arti dari sang rasul di sini adalah, bahwa ia mau menderita jika ia bisa menyelamatkan orang-orang lain; dan siapapun seharusnya mau menderita untuk memperoleh / memastikan keselamatan dari orang-orang pilihan - karena itu merupakan suatu tujuan / obyek untuk mana sang Penebus mau menyerahkan nywaNya).

Catatan: betul-betul aneh bahwa Albert Barnes, yang menolak point ke 3 dari 5 points Calvinisme [‘Limited Atonement’ (= Penebusan Terbatas)], bisa mengucapkan kata-kata bagian akhir, yang saya garis-bawahi itu!

 

John Stott: We notice in passing that the doctrine of election does not dispense with the necessity of preaching. On the contrary, it makes it essential. For Paul preaches and suffers for it (literally) ‘in order that’ they ‘may obtain the salvation in Christ Jesus with its eternal glory’. The elect obtain salvation in Christ not apart from the preaching of Christ but by means of it. [= Kita perhatikan sambil lalu bahwa doktrin tentang pemilihan tidak membuang kebutuhan / keharusan dari pemberitaan / khotbah. Sebaliknya, itu membuatnya hakiki / harus dilakukan. Karena Paulus berkhotbah dan menderita untuknya (secara hurufiah) ‘supaya’ mereka ‘bisa mendapatkan keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan kekal’. Orang-orang pilihan mendapatkan keselamatan dalam Kristus bukan terpisah dari pemberitaan tentang Kristus tetapi dengan cara itu.].

 

The Biblical Illustrator (New Testament): If we were asked what was the object of Christian preaching and instruction, what the office of the Church, considered as the dispenser of the Word of God, I suppose we should not all return the same answer. Perhaps we might say that the object of Revelation was to enlighten and enlarge the mind, or to make us good members of the community. St. Paul gives us a reason in the text different from any of those which I have mentioned. He laboured more than all the apostles; and why? not to civilise the world, not to smooth the face of society, not to facilitate the movements of civil government, not to spread abroad knowledge, not to cultivate the reason, not for any great worldly object, but ‘for the elect’s sake.’ And when St. Paul and St. Barnabas preached at Antioch to the Gentiles, ‘As many as were ordained to eternal life, believed.’ (= Jika kita ditanya apa tujuan dari khotbah / pemberitaan dan pengajaran Kristen, apa tugas dari Gereja, yang dianggap sebagai penyalur dari Firman Allah, sama kira kita semua tidak akan kembali dengan jawaban yang sama. Mungkin kita akan mengatakan bahwa obyek / tujuan dari Wahyu adalah untuk menerangi / mencerahi dan memperluas pikiran, atau untuk membuat kita anggota-anggota yang baik dari masyarakat. Santo Paulus memberi kita suatu alasan dalam text ini berbeda dengan jawaban-jawaban manapun yang telah saya sebutkan. Ia berjerih payah lebih dari semua rasul-rasul; dan mengapa? bukan untuk membuat dunia menjadi beradab, bukan untuk memperhalus wajah dari masyarakat, bukan untuk memfasilitasi gerakan-gerakan dari pemerintahan sipil, bukan untuk menyebarkan pengetahuan, bukan untuk mengolah akal / pertimbangan, bukan untuk tujuan duniawi besar apapun, tetapi ‘demi orang-orang pilihan’. Dan pada waktu Santo Paulus dan Santo Barnabas memberitakan / berkhotbah di Antiokhia kepada orang-orang non Yahudi, ‘Semua yang ditentukan untuk hidup yang kekal, percaya’.).

Kis 13:48 - “Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan firman Tuhan; dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya.”.

Kata-kata yang saya beri garis bawah ganda, salah terjemahan.

KJV/RSV/NIV/NASB: ‘Gentiles’ (= orang-orang non Yahudi).

 

The Bible Exposition Commentary: New Testament: He thinks of the whole army (v. 10). ‘The elect’ are God’s people, chosen by His grace and called by His Spirit (2 Thess 2:13-14). Paul not only suffered for the Lord’s sake, but he also suffered for the sake of the church. There were yet many people to reach with the Gospel, and Paul wanted to help reach them. A soldier who thinks only of himself is disloyal and undependable. [= Ia memikirkan seluruh pasukan (ay 10). ‘Orang-orang pilihan’ adalah umat Allah, dipilih oleh kasih karuniaNya dan dipanggil oleh RohNya (2Tes 2:13-14). Paulus bukan hanya menderita demi Tuhan, tetapi ia juga menderita demi gereja. Di sana masih ada banyak orang yang harus dijangkau dengan Injil, dan Paulus ingin membantu untuk menjangkau mereka. Seorang tentara / prajurit yang memikirkan dirinya sendiri saja adalah tidak setia dan tidak bisa diandalkan.].

2Tes 2:13-14 - “(13) Akan tetapi kami harus selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara, yang dikasihi Tuhan, sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai. (14) Untuk itulah Ia telah memanggil kamu oleh Injil yang kami beritakan, sehingga kamu boleh memperoleh kemuliaan Yesus Kristus, Tuhan kita.”.

 

-bersambung-

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : buas22@yahoo.com

e-mail us at golgotha_ministry0@yahoo.com

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali