Golgotha School of Ministry

 

(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)

 

Rabu, tgl 25 April 2012, pk 19.00

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

(HP: 7064-1331 / 6050-1331)

buas22@yahoo.com

http://www.golgothaministry.org

 

Limited Atonement (4)

(Penebusan terbatas)

 

6)  Yoh 17:19 - “dan Aku menguduskan diriKu bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran”.

 

Adam Clarke: There seems to be here an allusion to the entering of the high priest into the holy of holies, when, having offered the sacrifice, he sprinkled the blood before the ark of the covenant. So Jesus entered into the holiest of all by his own blood, in order to obtain everlasting redemption for men: see Heb 9:11-13 (= Kelihatannya di sini ada suatu kiasan pada masuknya imam besar ke dalam Ruang Maha Suci, pada waktu, setelah mempersembahkan korban, ia memercikkan darah di hadapan tabut perjanjian. Demikianlah Yesus masuk ke dalam yang paling suci / kudus dari semua dengan darahNya, untuk mendapatkan penebusan kekal bagi manusia: lihat Ibr 9:11-13).

Ibr 9:11-14 - “(11) Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, - artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, - (12) dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darahNya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal. (13) Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, (14) betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diriNya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup”.

Perhatikan bahwa Adam Clarke mengubah kata-kata ‘bagi mereka menjadi ‘bagi manusia. Padahal kata ‘mereka’ merupakan kata kunci dalam ayat ini, dan jelas menunjuk kepada murid-muridNya yang percaya. Dengan cara ini ayat yang seharusnya menunjuk pada ‘Limited Atonement’ (= Penebusan Terbatas) bisa disulap oleh Clarke menjadi ‘Universal Atonement’ (= Penebusan Universal).

 

Albert Barnes tidak menjelaskan tentang kata ‘mereka’ ini.

 

Calvin: because he consecrated himself to the Father, that his holiness might come to us (= karena Ia menguduskan diriNya sendiri kepada Bapa, maka kekudusan / kesucianNya bisa datang kepada kita).

 

Kalau dilihat kalimatnya, Calvin menganggap ‘kita’ sebagai semua orang Kristen.

William Hendriksen secara explicit mengatakan bahwa kata ‘mereka’ menunjuk kepada murid-murid Yesus.

 

William Hendriksen: It must refer to his self-offering (cf. 1:29), more precisely, to his self-dedication to the sacred task for which he had been set apart by the Father, namely, the task of rendering active and passive obedience, thereby obtaining for his people (and here particularly, for his disciples) complete salvation [= Ini pasti / harus menunjuk pada pengorbanan diriNya sendiri (bdk. Yoh 1:29), secara lebih tepat, pada penyerahan diriNya sendiri pada tugas yang keramat untuk mana Ia telah dipisahkan oleh Bapa, yaitu, tugas untuk memberikan ketaatan aktif dan pasif, dan dengan itu mendapatkan untuk umatNya (dan di sini secara khusus, untuk murid-muridNya) keselamatan yang lengkap / penuh].

 

Saya harus menambahkan bahwa Yudas Iskariot tidak mungkin termasuk dalam ‘murid-murid’ ini, karena Yesus secara explicit mengatakan bahwa Ia berdoa ‘bukan untuk dunia’ (Yoh 17:9), dan Yudas Iskariot tidak bisa tidak, pasti termasuk dalam ‘dunia’.

 

Yoh 17:9 - “Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepadaKu, sebab mereka adalah milikMu”.

 

7)  Kis 20:28 - Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperolehNya dengan darah AnakNya sendiri.

Kata ‘Anak’ seharusnya tidak ada. Dalam RSV juga ada kata ‘Son’, dan ini sama salahnya.

Dalam KJV/NIV/NASB/ASV/NKJV kata itu tidak ada, karena dalam bahasa Yunaninya memang juga tidak ada.

KJV: ‘the church of God, which he hath purchased with his own blood’ (= gereja Allah yang telah dibeliNya dengan darahNya sendiri).

 

Adam Clarke: we have here a proof that the church was purchased by the blood of Christ” (= di sini kita mempunyai suatu bukti bahwa gereja dibeli oleh darah Kristus).

Lalu, mengapa Clarke menolak ‘Limited Atonement’ (= Penebusan Terbatas)?

 

Barnes’ Notes: The word ‘flock’ here refers particularly to the church, and not to the congregation in general, for it is represented to be what was purchased with the blood of the atonement (= Kata ‘kawanan’ di sini menunjuk secara khusus kepada gereja, dan bukan pada jemaat secara umum, karena itu digambarkan sebagai apa yang dibeli dengan darah penebusan).

Betul-betul aneh, bahwa dengan komentar seperti ini Barnes bisa menolak doktrin ‘Limited Atonement’ (= Penebusan Terbatas).

 

Lenski: The church, the sheep, the believers are often mentioned as those who were bought, etc., for the rather obvious reason that among all whom the Lord bought they are the ones, and they alone, who really become his own (= Gereja, domba-domba, orang-orang percaya sering disebutkan sebagai mereka yang telah dibeli dsb., karena alasan yang jelas bahwa di antara semua yang Tuhan beli mereka adalah orang-orang, dan hanya mereka saja, yang betul-betul menjadi milikNya).

 

Ini tidak mematahkan argumentasi dari pihak Calvinisme. Apakah penggunaan istilah itu karena mereka adalah orang-orang pilihan, atau hanya sekedar karena pra pengetahuan Allah, tetapi ayat ini mengatakan bahwa darah Yesus dicurahkan untuk mereka!

 

Calvin (tentang Kis 20:28): the Lord did declare by an evident testimony what account he doth make of the Church, seeing that he hath redeemed it with his blood. ... the Lord hath given no small pledge of his love toward the Church in shedding his own blood for it (= Tuhan menyatakan oleh suatu kesaksian yang jelas harga / nilai yang Ia buat tentang Gereja, mengingat bahwa Ia telah menebusnya dengan darahNya. ... Tuhan telah memberikan janji / jaminan yang tidak kecil tentang kasihNya terhadap Gereja dengan mencurahkan darahNya sendiri baginya).

 

8)  Ro 8:32-35 - “(32) Ia, yang tidak menyayangkan AnakNya sendiri, tetapi yang menyerahkanNya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? (33) Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? (34) Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita? (35) Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?”.

Jelas bahwa kata-kata ‘kita semua’ menunjuk kepada ‘orang-orang pilihan Allah’.

 

Matthew Henry: Thus did he deliver him up for us all, that is, for all the elect; for us all, not only for our good, but in our stead, as a sacrifice of atonement to be a propitiation for sin (= Jadi Ia menyerahkanNya bagi kita semua, yaitu, bagi semua orang-orang pilihan; bagi kita semua, bukan hanya untuk kebaikan kita, tetapi di tempat kita, sebagai suatu korban penebusan untuk menjadi suatu penebusan dosa).

 

Jamieson, Fausset & Brown: “‘For us all’. - i.e., for all believers alike; as nearly every good interpreter admits must be the meaning here” (= ‘Bagi kita semua’. - yaitu, untuk semua orang-orang percaya secara sama; seperti hampir setiap penafsir yang baik mengakui harus menjadi artinya di sini).

 

Barnes’ Notes: “‘For us all.’ For all Christians. The connection requires that this expression should be understood here with this limitation (= ‘Bagi kita semua’. Bagi semua orang-orang Kristen. Hubungannya menuntut / mengharuskan bahwa ungkapan ini harus dimengerti di sini dengan pembatasan ini).

Catatan: saya tak mengerti bagaimana dengan penafsiran seperti ini Albert Barnes tetap bisa menolak doktrin ‘Limited Atonement’ (= Penebusan Terbatas)!

 

Lenski: “‘For us all’ takes in every believer, not one is excepted. Yet the phrase in no way limits the atonement: the Son died for all men alike. When it is said in various connections that he died for the believers, this is due to the fact that so many men reject the atonement, that only in the believers does it become personally, savingly effective, that they thus stand out as a group by themselves (= ‘Bagi kita semua’ mencakup setiap orang percaya, tak seorangpun dikecualikan. Tetapi ungkapan ini sama sekali tidak membatasi penebusan: Anak mati untuk semua manusia secara sama. Pada waktu dikatakan dalam hubungan-hubungan yang bermacam-macam bahwa Ia mati untuk orang-orang percaya, ini disebabkan oleh fakta bahwa begitu banyak orang menolak penebusan, sehingga hanya dalam diri orang-orang percaya penebusan itu menjadi efektif secara pribadi dan menyelamatkan, dan dengan demikian mereka berdiri sebagai suatu kelompok tersendiri).

 

William Hendriksen (tentang Ro 8:32): “‘… for us all.’ In accordance with the immediately preceding context, the apostle must have been thinking of all those who love God (verse 28), who were foreknown and foreordained (verse 29), were (or were going to be) called, justified, and glorified (verse 30). To this can be added the similar expressions contained in the statements which follow; namely, the elect (verse 33), those for whom Christ makes intercession (verse 34), those who are ‘more than conquerors’ (verse 37). It was to these people, to them all, to them alone, that the merits of Christ’s death had been, were being, or were going to be savingly applied [= ‘... bagi kita semua’. Sesuai dengan kontext yang persis mendahuluinya, sang rasul pasti telah berpikir tentang semua yang mengasihi Allah (ayat 28), yang telah diketahui / dikenal dan ditentukan (ayat 29), telah (atau ‘akan’) dipanggil, dibenarkan, dan dimuliakan (ayat 30). Kepada hal ini bisa ditambahkan ungkapan-ungkapan yang serupa yang ada dalam pernyataan-pernyataan yang mengikutinya; yaitu, orang-orang pilihan (ayat 33), mereka untuk siapa Kristus melakukan pengantaraan (ayat 34), mereka yang ‘lebih dari pemenang’ (ayat 37). Adalah bagi orang-orang ini, bagi mereka semua, bagi mereka saja, bahwa jasa kematian Kristus telah, sedang, dan akan, diterapkan secara menyelamatkan].

 

9)  Ef 5:23 - “karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.

KJV: ‘and he is the saviour of the body’ (= dan Ia adalah Juruselamat dari tubuh).

 

Clarke, dalam komentarnya tentang text ini, tak menghubungkannya baik dengan ‘Limited Atonement’ (= Penebusan Terbatas) ataupun dengan ‘Universal Atonement’ (= Penebusan Universal).

 

Barnes’ Notes: Christ gave himself to save his body, the church (= Kristus memberikan / menyerahkan diriNya sendiri untuk menyelamatkan tubuhNya, gereja).

 

Calvin (tentang Ef 5:24): Christ has, no doubt, this peculiar claim, that he is the Savior of the Church (= Kristus, tak diragukan, mempunyai claim yang khusus ini, bahwa Ia adalah Juruselamat dari Gereja).

 

10)Ef 5:25-27 - “(25) Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diriNya baginya (26) untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, (27) supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diriNya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela”.

 

Adam Clarke: “how did Christ love the church? He gave himself for it - he laid down his life for it. ... Christ gave himself for the church to save it” (= bagaimana Kristus mengasihi gereja? Ia memberikan diriNya sendiri untuknya - Ia mengorbankan nyawaNya untuknya. ... Kristus memberikan diriNya sendiri bagi gereja untuk menyelamatkannya).

 

Barnes’ Notes: he gave himself to suffer on the cross to save the church (= Ia memberikan diriNya sendiri untuk menderita di kayu salib untuk menyelamatkan gereja).

 

Lenski: “‘For her’ does not imply a limited atonement, does not cancel from the Scripture all the statements regarding the universality of the atonement. He bought also those who bring swift destruction on themselves, 2 Pet. 2:1. The Scriptures often speak of the atonement for those who receive its full effects (= ‘baginya’ tidak menunjukkan suatu penebusan terbatas, tidak membatalkan dari Kitab Suci semua pernyataan-pernyataan berkenaan dengan ke-universal-an dari penebusan. Ia juga membeli mereka yang membawa kehancuran yang cepat pada diri mereka sendiri, 2Pet 2:1. Kitab Suci sering berbicara tentang penebusan bagi mereka yang menerima hasil / akibatnya yang penuh).

Catatan: tentang 2Pet 2:1 akan saya jelaskan / bahas belakangan.

 

Charles Hodge: Christ loved the church so much that he died for her (= Kristus mengasihi gereja begitu besar sehingga Ia mati untuknya).

 

Calvin (tentang Ef 5:25): Let husbands imitate Christ in this respect, that he scrupled not to die for his church. One peculiar consequence, indeed, which resulted from his death, - that by it he redeemed his church, - is altogether beyond the power of men to imitate (= Hendaklah suami-suami meniru Kristus dalam hal ini, bahwa Ia tidak keberatan untuk mati bagi gerejaNya. Memang ada satu konsekwensi yang khas yang dihasilkan dari kematianNya, - bahwa olehnya Ia menebus gerejaNya, - yang sama sekali melampaui kuasa manusia untuk menirunya).

 

11)Yes 53:8,11-12 - “(8) Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umatKu ia kena tulah. ... (11) Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hambaKu itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul. (12) Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak”.

 

Albert Barnes dalam tafsirannya tentang kata-kata ‘kita sekalian’ dalam Yes 53:6b menekankan Universal Atonement (= Penebusan Universal).

Yes 53:6 - “Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.

 

Barnes’ Notes: This language is that which naturally expresses the idea that he suffered for all people. It is universal in its nature, and naturally conveys the idea that there was no limitation in respect to the number of those for whom he died (= Bahasa / kata-kata ini secara wajar menyatakan gagasan bahwa Ia menderita untuk semua orang. Itu adalah universal dalam sifat dasarnya, dan secara wajar menyampaikan gagasan bahwa di sana tidak ada pembatasan berkenaan dengan jumlah dari mereka untuk siapa Ia telah mati).

Catatan: Adam Clarke juga menafsirkan seperti Barnes tentang Yes 53:6 tetapi penekanannya tidak terlalu kuat.

 

Tetapi, ternyata untuk kata ‘umatKu’ dalam ay 8, baik Barnes maupun Clarke sama sekali tidak memberikan komentar dalam hubungannya dengan penebusan terbatas atau penebusan universal.

 

E. J. Young menekankan kata ‘umatKu’ dalam ay 8, dan mengatakan bahwa: “The stroke fell not on behalf of all men but on behalf of ‘my people’” (= Pukulan itu jatuh bukan demi semua manusia tetapi demi ‘umatKu’) - ‘The Book of Isaiah’, vol 3, hal 352.

Ini jelas menekankan Limited Atonement (= Penebusan Terbatas).

 

12)Wah 5:9-10 - “(9) Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: ‘Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darahMu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. (10) Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi.’”.

Perhatikan kata-kata dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa’ yang menunjuk kepada orang-orang yang ditebus / dibeli oleh Kristus dengan darahNya. Kata yang diterjemahkan ‘dari’ adalah EK, yang artinya adalah ‘from / out of’. Ini menunjuk kepada sebagian dari keseluruhan, dan karena itu ini mendukung doktrin Limited Atonement (= Penebusan terbatas) ini.

 

Lenski: the Lamb bought for God ‘some of every tribe,’ etc. But did he not buy also those who deny him and bring upon themselves swift destruction, 2 Pet. 2:1? Most certainly. The atonement is universal and not limited (Calvin). In many places the reference is made to those who actually appropriate this atonement, ‘the saints’ of v. 8 [= Anak Domba membeli bagi Allah ‘beberapa dari setiap suku’, dsb. Tetapi tidakkah Ia juga membeli mereka yang menyangkalNya dan membawa pada diri mereka sendiri kehancuran yang cepat, 2Pet 2:1? Pasti. Penebusan adalah universal dan tidak dibatasi (Calvin). Dalam banyak tempat referensinya dibuat bagi mereka yang sungguh-sungguh mengambil untuk diri mereka penebusan ini, ‘orang-orang kudus’ dari ay 8].

Wah 5:8 - “Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus.

Catatan: 2Pet 2:1 akan saya jelaskan belakangan.

 

William Hendriksen: “Both the particular and universal aspects of the atonement are beautifully combined. The Lamb did not purchace the salvation of every single individual. No, He paid the price for His elect, that is, for men out of every tribe and tongue, etc. Yet, on the other hand, there is nothing narrow or national about this redemption. It is world-wide in its scope and embraces every group; ethnic (tribe), linguistic (tongue), political (people) and social (nation)” [= Baik aspek khusus dan universal dari penebusan dikombinasikan dengan indah. Sang Anak Domba tidak membeli keselamatan dari setiap individu. Tidak, Ia membayar harga dari orang-orang pilihanNya, yaitu, untuk orang-orang dari setiap suku dan bahasa, dst. Tetapi, di lain pihak, tidak ada apapun yang sempit atau bersifat nasional tentang penebusan ini. Itu meliputi seluruh dunia dalam jangkauannya dan merangkul / memeluk setiap kelompok; bangsa (suku), bahasa (lidah), politik (bangsa) dan sosial (bangsa)] - ‘More Than Conquerors’, hal 91-92.

 

13)Gal 1:4 - “yang telah menyerahkan diriNya karena dosa-dosa kita, untuk melepaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini, menurut kehendak Allah dan Bapa kita.

 

14)Gal 3:13-14 - “(13) Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: ‘Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!’ (14) Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu”.

 

15)Tit 2:14 - “yang telah menyerahkan diriNya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diriNya suatu umat, kepunyaanNya sendiri, yang rajin berbuat baik”.

 

Tentang istilah-istilah ‘umat’, ‘domba’, ‘anak Allah’, ‘jemaat / gereja’, dan ‘orang pilihan’ yang digunakan oleh beberapa ayat-ayat di atas, untuk menunjuk kepada orang-orang bagi siapa Kristus telah mati, perhatikan komentar di bawah ini.

 

Arthur W. Pink: “One may well ask, Why such discrimination of terms if Christ died for all men indiscriminately?” (= Seseorang bisa dengan benar bertanya: Mengapa ada diskriminasi istilah-istilah seperti itu jika Kristus mati untuk semua orang tanpa pandang bulu?) - ‘The Sovereignty of God’, hal 63.

 

-bersambung-

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : buas22@yahoo.com

e-mail us at golgotha_ministry0@yahoo.com

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali