(Rungkut
Megah Raya Blok D No 16)
Rabu,
tgl 16 Mei 2012, pk 19.00
Pdt. Budi Asali, M. Div.
(HP:
7064-1331 / 6050-1331)
10)Darah Kristus disebut darah perjanjian baru.
Mat 26:28 / Mark 14:24 / Luk 22:20 menunjukkan bahwa
darah Kristus adalah darah perjanjian (baru).
Mat 26:28
- “Sebab inilah darahKu, darah
perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa”.
Mark
14:24 - “Dan Ia berkata kepada mereka:
‘Inilah darahKu, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak
orang”.
Dalam
Mat 26:28 dan Mark 14:24 ini KJV/NKJV menambahkan kata ‘new’ / ‘baru’ (new
covenant / perjanjian baru), tetapi Kitab Suci Indonesia dan
RSV/NIV/NASB/ASV tidak. Ini dianggap ditambahkan dari ayat paralelnya, yaitu Luk 22:20,
dimana memang semua terjemahan mempunyai kata ‘new’
/ ‘baru’ itu.
Luk
22:20 - “Demikian juga dibuatNya dengan
cawan sesudah makan; Ia berkata: ‘Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darahKu, yang ditumpahkan bagi kamu”.
Bdk.
1Kor 11:25 - “Demikian juga Ia
mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: ‘Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darahKu; perbuatlah ini, setiap kali kamu
meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!’”.
John Owen: “Neither
can any effects thereof be extended beyond the compass of this covenant. But now
this covenant was not made universally with all, but particularly only with
some, and therefore those alone were intended in the benefits of the death of
Christ” (= Tidak bisa ada hasil / akibat apapun dari itu diperluas melampaui
batas dari perjanjian ini. Tetapi perjanjian ini tidak dibuat secara universal
dengan semua orang, tetapi secara khusus hanya dengan sebagian / beberapa orang,
dan karena itu mereka saja yang dimaksudkan dalam manfaat dari kematian Kristus) - ‘The Works of John Owen’, vol 10, hal 236.
1) Ayat-ayat yang
menunjukkan bahwa Kristus mati untuk seluruh dunia / menebus dosa dunia.
Contoh
ayat-ayat yang menunjukkan bahwa Kristus mati untuk seluruh dunia:
a)
Yoh 1:29 - “Pada keesokan harinya
Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: ‘Lihatlah Anak domba
Allah, yang menghapus dosa dunia.”.
Lenski
(tentang Yoh 1:29): “‘World’ means the universe of men
from Adam onward to the last babe born just before the judgment breaks”
(= ‘Dunia’ berarti alam semesta dari manusia dari Adam ke depan sampai
kepada bayi terakhir yang dilahirkan persis sebelum penghakiman mulai).
b)
Yoh 3:16 - “Karena begitu besar
kasih Allah akan dunia
ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang
yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”.
c)
Yoh 4:42 - “dan mereka berkata
kepada perempuan itu: ‘Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang
kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah
benar-benar Juruselamat dunia.’”.
d)
Yoh 6:33 - “Karena roti yang dari
Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia.’”.
e)
Yoh 6:51 - “Akulah roti hidup
yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup
selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah dagingKu, yang akan Kuberikan
untuk hidup dunia.’”.
f)
1Yoh 2:1-2 - “(1) Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu
jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang
pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil. (2) Dan Ia adalah
pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi
juga untuk dosa seluruh dunia”.
g)
1Yoh 4:14 - “Dan kami telah
melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus AnakNya menjadi Juruselamat dunia”.
Jawaban
terhadap argumentasi ini:
a)
Tak ada alasan untuk menafsirkan bahwa ayat-ayat di atas menunjuk pada ‘Universal
Atonement’ (= Penebusan Universal), karena kata ‘dunia’, yang diterjemahkan dari
kata bahasa Yunani KOSMOS, mempunyai
banyak arti dalam Kitab Suci, yaitu:
1.
Seluruh alam semesta.
Kis 17:24
- “Allah yang telah menjadikan bumi dan segala
isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil
buatan tangan manusia”.
Kata yang diterjemahkan ‘bumi’ adalah KOSMOS. NIV/NASB: ‘the world’ (=
dunia).
2.
Bumi.
Yoh 13:1
- “Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa
saatNya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-muridNya
demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya”.
3.
Keduniawian.
a.
Yak 4:4 - “Hai kamu, orang-orang
yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa
hendak menjadi sahabat dunia
ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah”.
b.
1Yoh 2:15 - “Janganlah kamu
mengasihi dunia
dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia,
maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu”.
4.
Semua umat manusia di dunia ini.
Ro 3:19
- “Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam Kitab Taurat
ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat
setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke
bawah hukuman Allah”.
5.
Semua orang yang tidak percaya.
a.
Yoh 15:18 - “Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih
dahulu membenci Aku dari pada kamu”.
b.
1Kor 11:32 - “Tetapi kalau kita menerima hukuman dari Tuhan, kita dididik, supaya kita tidak akan dihukum bersama-sama dengan dunia”.
6.
Semua orang non Yahudi.
Ro 11:12
- “Sebab jika pelanggaran mereka (bangsa
Yahudi) berarti kekayaan bagi dunia, dan kekurangan mereka
kekayaan bagi bangsa-bangsa
lain, terlebih-lebih lagi kesempurnaan mereka”.
Perhatikan bahwa pada bagian yang saya garis bawahi ada 2
kalimat paralel yang artinya sama. Dengan demikian ‘pelanggaran
mereka’ diidentikkan dengan ‘kekurangan
mereka’, dan ‘dunia’
diidentikkan dengan ‘bangsa-bangsa lain’.
7.
Orang-orang Yahudi yang tidak percaya.
Yoh 16:20 - “Aku
berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira;
kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita”.
Adam Clarke memberikan komentar tentang ayat ini dengan
kata-kata sebagai berikut: “It
is very evident that our Lord uses the word ‘world’, in several parts of
this discourse of his, to signify the unbelieving and rebellious Jews” (=
Adalah jelas bahwa Tuhan kita menggunakan kata ‘dunia’, dalam beberapa
bagian dari percakapanNya ini, untuk menunjuk kepada orang-orang Yahudi yang
tidak percaya dan bersifat memberontak) - hal 634.
8.
Semua orang yang percaya / pilihan.
a.
Yoh 3:17 - “Sebab Allah mengutus
AnakNya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya (dunia)
oleh Dia”.
b.
Yoh 6:33 - “Karena roti yang dari
Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia”.
c.
Yoh 6:51 - “Akulah roti hidup
yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup
selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah dagingKu, yang akan Kuberikan
untuk hidup dunia.’”.
d.
2Kor 5:19 - “Sebab Allah
mendamaikan dunia
dengan diriNya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia
telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami”.
Dalam
ayat-ayat ini, kalau ‘dunia’
diartikan ‘semua orang di dunia’,
maka akan menjadi Universalisme (ajaran yang
mengatakan bahwa pada akhirnya semua manusia akan masuk surga), yang jelas
merupakan suatu ajaran sesat. Karena itu, kata ‘dunia’
dalam ayat-ayat ini harus diartikan ‘orang
percaya / pilihan’.
Ayat
lain dimana kata ‘dunia’ harus
diartikan ‘orang pilihan’ adalah
ayat-ayat yang mengatakan bahwa Yesus adalah ‘Juruselamat
dunia’, seperti:
·
Yoh 4:42 - “dan
mereka berkata kepada perempuan itu: ‘Kami percaya, tetapi bukan lagi karena
apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa
Dialah benar-benar Juruselamat dunia.’”.
·
1Yoh 4:14 - “Dan
kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus AnakNya menjadi
Juruselamat dunia”.
Tentang
Yoh 4:42, John Owen memberi komentar: “A
Saviour of men not saved is strange” (= Seorang Juruselamat
dari manusia yang tidak selamat merupakan
sesuatu yang aneh) - ‘The Works of
John Owen’, vol 10, hal 327.
Owen
sendiri mengatakan bahwa Kristus disebut ‘Juruselamat dunia’ karena tidak
ada Juruselamat lain di dunia ini (bdk. Kis 4:12), dan karena Kristus
adalah Juruselamat orang-orang pilihan di seluruh dunia (Owen, vol 10, hal 342).
Tentang Yoh 4:42 ini Calvin memberikan penafsiran yang berbeda.
Calvin (tentang Yoh 4:42):
“Again,
when they affirm that Jesus is ‘the
Christ’ and ‘the Savior of
the world,’ they undoubtedly have learned this from hearing him. ...
Christ testified that the salvation, which he had brought, was
common to the whole world, that they might
understand more fully that it belonged to them also; for he did not call them on
the ground of their being lawful heirs, as the Jews were, but taught that he had
come to admit strangers into the
family of God, and to bring peace to
those who were far off, (Ephesians 2:17.)” [= Lagi, pada waktu mereka menegaskan bahwa Yesus
adalah ‘Kristus’ dan ‘Juruselamat dunia’, tak diragukan mereka
mempelajari hal ini karena mendengarnya dari Dia. ... Kristus menyaksikan bahwa
keselamatan, yang telah Ia bawa, adalah
umum bagi seluruh dunia, supaya mereka bisa mengerti dengan lebih penuh / lengkap bahwa
keselamatan itu kepunyaan mereka (orang-orang
Samaria) juga; karena Ia tidak memanggil mereka
berdasarkan keberadaan mereka
sebagai ahli-ahli waris yang sah, seperti orang-orang
Yahudi, tetapi mengajar bahwa Ia telah datang
untuk menerima orang-orang asing
ke dalam keluarga Allah, dan untuk membawa damai kepada mereka yang jauh (Ef
2:17).].
Ef 2:17
- “Ia datang dan memberitakan damai
sejahtera kepada kamu yang ‘jauh’ dan damai sejahtera kepada mereka yang
‘dekat’”.
b)
Pembahasan 1Yoh 2:1-2.
1Yoh 2:1-2
- “(1) Anak-anakku, hal-hal ini
kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang
berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus,
yang adil. (2) Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan
untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh
dunia”.
Orang
Arminian menafsirkan bahwa:
1.
Kata ‘kita’
menunjuk kepada ‘orang percaya’.
2.
Kata ‘dunia’
menunjuk kepada ‘semua orang’.
Adam
Clarke (tentang 1Yoh 2:2): “‘And
not for ours only.’ It is not for us apostles that he has died, nor
exclusively for the Jewish people, but peri
holou tou kosmou,
for the whole world, Gentiles as well as Jews, all the descendants of Adam. The
apostle does not say that he died for any select part of the inhabitants of the
earth, or for some out of every nation, tribe, or kindred; but for ALL MANKIND:
and the attempt to limit this is a violent outrage against God and his word”
(= ‘Dan bukan untuk dosa kita saja’. Bukan hanya untuk kita rasul-rasul
bahwa Ia telah mati, juga tidak secara exklusif untuk bangsa Yahudi, tetapi peri
holou tou kosmou,
‘untuk seluruh dunia’, non Yahudi maupun Yahudi, semua keturunan Adam. Sang
rasul tidak mengatakan bahwa Ia mati untuk bagian pilihan manapun dari penduduk
bumi, atau untuk sebagian dari setiap bangsa, suku bangsa, atau kaum; tetapi
untuk semua umat manusia: dan
usaha untuk membatasi ini merupakan suatu penghinaan / perkosaan yang hebat
terhadap Allah dan firmanNya).
Lenski:
“We
understand κόσμος
in the light of John 3:16 and think that it includes all men, us among them, ...
see 2 Pet. 2:1: the Lord bought even those who go to hell. ‘The whole world’
includes all men who ever lived or will live”
(= Kita mengerti KOSMOS dalam terang dari Yoh 3:16 dan berpikir / menganggap
bahwa itu mencakup semua manusia, ‘kita’ di antara mereka, ... lihat 2Pet
2:1: Tuhan membeli bahkan mereka yang pergi ke neraka. ‘Seluruh dunia’
mencakup semua manusia yang pernah hidup atau akan hidup).
2Pet
2:1 - “Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat
Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan
memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan
menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan
jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka”.
Catatan:
2Pet 2:1 ini akan dijelaskan di belakang.
Tetapi
orang Calvinist / Reformed menafsirkan bahwa:
1.
Kata ‘kita’
menunjuk kepada ‘orang percaya dari bangsa Yahudi / orang Yahudi Kristen’.
2.
Kata ‘dunia’
menunjuk kepada ‘orang percaya di seluruh dunia (= elect)’.
R.
C. Sproul:
“The
biggest problem with definite or limited atonement is found in the passage that
the Scriptures use concerning Christ’s death ‘for all’ or for the ‘whole
world.’ The world for whom Christ died cannot mean the entire human family. It
must refer to the universality of the elect (people from every tribe and nation)
or the inclusion of Gentiles in addition to the world of the Jews. It was
a Jew who wrote that Jesus did not die merely for our sins but for the sins of
the whole world. Does the word ‘our’ refer to ‘believers’ or to
‘believing Jews’?” [= Problem terbesar dengan penebusan tertentu atau
terbatas ditemukan dalam text yang digunakan Kitab Suci mengenai kematian
Kristus ‘untuk semua orang’ atau untuk ‘seluruh dunia’. ‘Dunia’
untuk siapa Kristus mati tidak bisa berarti ‘seluruh umat manusia’. Itu
harus menunjuk pada ‘keuniversalan dari orang pilihan’ (orang-orang dari
setiap suku dan bangsa) atau pemasukan dari orang-orang non Yahudi sebagai
tambahan kepada dunia orang-orang Yahudi. Adalah seorang Yahudi yang
menulis bahwa Yesus tidak mati semata-mata untuk dosa-dosa kita, tetapi untuk
dosa-dosa seluruh dunia. Apakah kata ‘kita’ menunjuk kepada ‘orang-orang
percaya’ atau ‘orang-orang Yahudi yang percaya’?] - ‘Chosen
by God’, hal 206-207.
Apa
dasarnya untuk mempercayai penafsiran Reformed tentang bagian ini?
1.
Kita perlu tahu kepada siapa surat Yohanes ini ditujukan.
Owen
(hal 331) mengatakan bahwa sekalipun seluruh Kitab Suci ditujukan dan berguna
bagi seluruh gereja, tetapi ada bagian-bagian dari Kitab Suci yang ditujukan
secara khusus kepada orang-orang tertentu atau gereja-gereja tertentu, dan
dengan demikian mempunyai tujuan khusus berkenaan dengan orang-orang atau
gereja-gereja tersebut.
Surat
Yohanes yang pertama ini ditujukan kepada orang Yahudi Kristen.
John
Owen:
“though
we have nothing written expressly denominating them to whom this epistle was
primarily directed, ... by clear and evident deduction, it may be made more than
probable that it was intended to the Jews, or believers of the circumcision”
(= sekalipun kami tidak mempunyai apa-apa yang menyatakan bagi siapa surat ini
terutama ditujukan, ... melalui deduksi yang jelas dan nyata bisa terlihat
dengan jelas bahwa surat ini dimaksudkan untuk orang-orang Yahudi, atau
orang-orang percaya dari golongan orang yang bersunat) - ‘The
Works of John Owen’, vol 10, hal 331.
Alasannya:
a.
Yohanes adalah rasul untuk orang Yahudi.
Gal 2:9
- “Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus,
Kefas (Petrus) dan Yohanes,
yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku (Paulus)
dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang
yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat”.
Karena itu baik Yakobus (Yak 1:1) maupun Petrus (1Pet
1:1) menuliskan suratnya kepada orang-orang Yahudi dalam perantauan / penyebaran
(dispersion); sedangkan Paulus
menuliskan surat-suratnya kepada orang-orang non Yahudi (Gentiles).
Karena itu sangat besar kemungkinannya bahwa rasul Yohanes menuliskan suratnya
dengan orang-orang Yahudi Kristen sebagai tujuan utama.
b.
1Yoh 2:7 - kata-kata ‘perintah lama yang telah ada
padamu dari mulanya’ tidak memungkinkan surat ini untuk non Yahudi, karena
orang non Yahudi tidak mempunyai perintah lama.
Kalau
memang Yohanes menujukan suratnya kepada orang Yahudi Kristen, maka jelas bahwa
kata ‘kita’
dalam 1Yoh 2:2 adalah rasul Yohanes bersama orang-orang Yahudi Kristen tersebut.
1Yoh 2:1-2
- “(1) Anak-anakku, hal-hal ini
kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang
berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus,
yang adil. (2) Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan
untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh
dunia”.
John
Owen:
“The
opposition that the apostle makes between us and the world in this very place is
sufficient to manifest unto whom he wrote. As a Jew, he reckoneth himself with
and among the believing Jews to whom he wrote, and sets himself with them in
opposition to the residue of believers in the world; and this is usual with this
apostle, wherein how he is to be understood, he declares in his Gospel, chap.
11:51,52” (= Pertentangan yang dibuat oleh sang Rasul antara ‘kita’
dan ‘dunia’ di tempat ini adalah cukup untuk
menunjukkan bagi siapa ia menulis. Sebagai seorang Yahudi, ia menganggap dirinya
sendiri bersama dan di antara orang-orang Yahudi yang percaya, kepada siapa ia
menulis, dan mempertentangkan ‘dirinya sendiri
bersama mereka’ dengan ‘sisa orang-orang
percaya di dunia ini’; dan ini merupakan sesuatu yang biasa bagi sang
rasul, dimana ia harus dimengerti sebagaimana yang ia nyatakan dalam Injilnya,
pasal 11:51-52) - ‘The Works of John
Owen’, vol 10, ‘The Death of
Christ’, hal 331-332.
Yoh 11:51-52 - “(51)
Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada
tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu, (52) dan bukan
untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan
mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai”.
John
Owen:
“‘He,’
saith he, ‘is the propitiation for our sins,’ - that is, our sins who are
believers of the Jews; and lest by this assertion they should take occasion to
confirm themselves in their former error, he adds, ‘And not for ours
only, but for the sins of the whole world,’ or, ‘The children of God
scattered abroad,’ as John 11:51-52, of what nation, kindred, tongue, or
language soever they were” (= ‘Ia’, katanya, ‘adalah pendamaian
untuk dosa-dosa kita’, - yaitu, dosa-dosa kita
yang adalah orang-orang percaya dari bangsa Yahudi;
dan supaya penegasan ini tidak menyebabkan mereka meneguhkan diri mereka sendiri
dalam kesalahan mereka yang semula, ia
menambahkan, ‘Dan bukan untuk dosa-dosa kita
saja, tetapi juga untuk dosa-dosa seluruh dunia’,
atau, ‘Anak-anak Allah yang tercerai-berai’ seperti dalam Yoh 11:51-52, dari
bangsa, keluarga / kaum, bahasa apapun mereka itu) - ‘The Works of John Owen’, vol 10, hal 332.
Catatan:
yang dimaksudkan dengan ‘kesalahan
mereka yang semula’, adalah pandangan Yahudi / Yudaisme yang mengatakan
bahwa keselamatan hanyalah untuk bangsa Yahudi saja.
John
Owen:
“So
that we have not here an opposition between the effectual salvation of
all believers and the ineffectual redemption of all others, but an
extending of the same effectual redemption which belonged to the Jewish
believers to all other believers, or children of God throughout the whole
world” (= Dengan demikian di sini kita tidak mempunyai suatu pertentangan
/ kontras antara ‘keselamatan yang efektif dari semua orang percaya’
dan ‘penebusan yang tidak efektif dari semua yang lain’, tetapi suatu
perluasan dari penebusan yang sama-sama efektif yang dimiliki
‘orang-orang Yahudi yang percaya’ kepada ‘semua orang percaya yang
lain’, atau anak-anak Allah di seluruh dunia) - ‘The
Works of John Owen’, vol 10, hal 332.
2.
Tujuan Yohanes dengan bagian ini.
Tujuan
Yohanes dengan 1Yoh 2:2 itu adalah: menghibur orang percaya pada saat
mereka jatuh ke dalam dosa atau gagal dalam mentaati Firman Tuhan. Ini terlihat
dari dari ayat yang persis mendahuluinya yaitu 1Yoh 2:1.
1Yoh 2:1-2
- “(1) Anak-anakku, hal-hal ini
kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang
berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus,
yang adil. (2) Dan Ia adalah pendamaian untuk
segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh
dunia”.
Jadi
adalah aneh kalau Yohanes tahu-tahu mengatakan bahwa Kristus mati untuk menebus
seluruh dunia. Jauh lebih cocok kalau ia berkata bahwa Kristus mati untuk semua
orang pilihan.
Dan
mengingat bahwa dari ‘seluruh dunia’
yang ditebus Kristus itu ternyata ada banyak yang dibinasakan / dihukum, maka
lebih-lebih lagi itu tidak merupakan suatu penghiburan bagi orang-orang kristen
yang jatuh ke dalam dosa itu.
John
Owen:
“the
aim and intention of the apostle in these words, it is to give consolation to
believers against their sins and failings: .... if he should extend that whereof
he speaks, namely, - that Christ was a propitiation to all and every one, - I
cannot conceive how this can possibly make any thing to the end proposed, or the
consolation of believers; for what comfort can arise from hence to them, by
telling them that Christ died for innumerable that shall be damned?” (=
tujuan dan maksud dari sang rasul dengan kata-kata ini adalah untuk memberikan
penghiburan kepada orang-orang percaya terhadap dosa-dosa dan kegagalan /
kejatuhan mereka: ... jika ia memperluas hal tentang mana ia berbicara, yaitu, -
bahwa Kristus merupakan pendamaian bagi semua dan setiap orang, - saya tidak
bisa mengerti bagaimana ini bisa melakukan sesuatu bagi tujuan yang dimaksudkan,
yaitu penghiburan orang-orang percaya; karena penghiburan apa bisa muncul dari
sini bagi mereka, dengan memberitahu mereka bahwa Kristus telah mati untuk
banyak orang yang akan dihukum?) - ‘The
Works of John Owen’, vol 10, hal 332-333.
-bersambung-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : buas22@yahoo.com
e-mail us at golgotha_ministry0@yahoo.com
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali