Golgotha
School of Ministry
(Rungkut
Megah Raya Blok D No 16)
Rabu,
tgl 26 September 2012, pk 19.00
Pdt. Budi Asali.
(HP:
7064-1331 / 6050-1331)
Merupakan
sesuatu yang sangat aneh, bahwa dalam persoalan doktrin tentang ‘Limited Atonement’ (= Penebusan Terbatas) ini, Calvin
diperdebatkan oleh banyak orang, dan banyak orang menganggap bahwa Calvin
mempercayai ‘Universal Atonement’
(= Penebusan Universal), dan bukannya ‘Limited
Atonement’ (= Penebusan Terbatas). Kita membahas pro kontra berkenaan
dengan hal ini.
1)
Saya pertama-tama mengetahui hal ini dari sebuah buku yang diterjemahkan
oleh LRII, yang diberi judul ‘Predestinasi dan Kehendak Bebas’. Buku ini memberikan pandangan
dari 4 orang yang berbeda yang saling menyerang satu sama lain. Salah seorang
dari 4 orang itu bernama Norman Geisler, yang dalam buku berjudul ‘Four
Views on Eternal Security’ (Libronix), disebut sebagai seorang
‘Calvinist yang moderat’, tetapi dalam buku yang sama juga dinyatakan bahwa
sebetulnya ia adalah seorang Arminian.
Norman
Geisler berkata:
“Bahkan
John Calvin percaya bahwa Kristus mati untuk dosa semua orang di seluruh dunia (Kol
1:15-16), yang dengan jelas ia maksudkan ‘keselamatan umat manusia.’16
Mengomentari kata ‘banyak’ yang untuknya Kristus mati di dalam Mrk 14:24,
Calvin berkata, ‘Kata itu tidak berarti sebagian dari dunia ini, tetapi
mencakup seluruh umat manusia.’17”
- ‘Predestinasi dan Kehendak Bebas’, hal 101.
Lalu
pada hal 101 bagian bawah diberi catatan kaki sebagai berikut:
16. John Calvin, Institutes of Christian Religion 3.1.1.
17. Calvin,
Calvin’s New Testament Commentaries, 3:139. Lihat juga komentar Calvin tentang
Yoh 1:29; Rom 5:15; 1Yoh 2:2.
Mari
sekarang kita melihat referensi-referensi yang diberikan oleh buku ini.
a) Saya tidak mengerti mengapa ada Kol 1:15-16
sebagai ayat referensi.
1. Dalam ‘Institutes
of Christian Religion’ 3.1.1. tidak ada Kol
1:15-16.
2. Dalam tafsiran Calvin tentang Kol 1:15-16
ia juga tak berbicara apapun tentang penebusan terbatas atau tidak terbatas.
3. Kol 1:15-16 itu
sendiri memang sama sekali tidak berbicara tentang penebusan, tetapi tentang
Kristus sebagai pencipta segala sesuatu.
Kol
1:15-16 - “(15) Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih
utama dari segala yang diciptakan, (16) karena di dalam Dialah telah diciptakan
segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang
tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun
penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia”.
Jadi,
saya kira di sini ada kesalahan cetak dari penerbit LRII, dan mungkin yang
dimaksudkan adalah Kol 1:5-6. Tetapi inipun tidak cocok, karena text ini
berbicara tentang Injil yang sudah disebarkan dan berbuah di seluruh dunia,
bukan tentang ‘Universal Atonement’ (= Penebusan Universal).
Kol 1:5-6
- “(5) oleh karena pengharapan, yang disediakan bagi kamu di sorga.
Tentang pengharapan itu telah lebih dahulu kamu dengar dalam firman kebenaran,
yaitu Injil, (6) yang sudah sampai kepada kamu. Injil itu berbuah dan berkembang
di seluruh dunia, demikian juga di antara kamu sejak waktu kamu mendengarnya dan
mengenal kasih karunia Allah dengan sebenarnya”.
b) Dalam ‘Institutes
of Christian Religion’ 3.1.1. memang ada kalimat yang berbunyi sebagai
berikut: “we must understand that as long as Christ remains outside of us, and
we are separated from him, all that he has suffered
and done for the salvation of the human race
remains useless and of no value for us” (= kita harus mengerti bahwa
selama Kristus tetap berada di luar kita, dan kita terpisah dari Dia, semua
yang Ia telah derita dan lakukan untuk keselamatan dari umat
manusia tetap tidak berguna dan tak ada nilainya bagi kita).
Jawab:
Calvin sering menggunakan istilah ‘human
race’ (= umat manusia) bukan dalam arti betul-betul seluruh umat manusia
tanpa kecuali, tetapi untuk menunjuk kepada orang-orang pilihan di antara
seluruh umat manusia / segala bangsa di dunia. Nanti ini akan terlihat dari
kutipan-kutipan dari buku-buku Calvin yang lain, yang akan saya berikan di
bawah.
c)
Mark 14:24 - “Dan Ia berkata kepada mereka: ‘Inilah darahKu, darah perjanjian,
yang ditumpahkan bagi banyak orang”.
Calvin
(tentang Mark 14:24):
“By
the word ‘many’ he means not a part of the world
only, but the whole human race; for he contrasts many with one; as if
he had said, that he will not be the Redeemer of one man only, but will die in
order to deliver ‘many’ from the condemnation of the curse. It must at the
same time be observed, however, that by the words ‘for you’ - as related by
Luke - Christ directly addresses the disciples, and exhorts every believer to
apply to his own advantage the shedding of blood. Therefore, when we approach to
the holy table, let us not only remember in general that the world has been
redeemed by the blood of Christ, but let every one consider for himself that his
own sins have been expiated” [= Dengan kata ‘banyak’ Ia
memaksudkan bukan suatu bagian dari dunia saja, tetapi seluruh umat manusia;
karena Ia mengkontraskan ‘banyak’ dengan ‘satu’; seakan-akan Ia berkata,
bahwa Ia tidak akan menjadi Penebus dari satu orang saja, tetapi akan mati untuk
membebaskan ‘banyak (orang)’ dari
hukuman dari kutuk. Tetapi, pada saat yang sama harus diperhatikan, bahwa dengan
kata-kata ‘bagi kamu’ - seperti yang
diceritakan oleh Lukas - Kristus secara langsung menujukan kepada
murid-murid, dan mendesak setiap orang percaya untuk menerapkan
pencurahan darah (Kristus) bagi keuntungannya sendiri. Karena itu, pada waktu kita mendekati meja
yang kudus, hendaklah kita bukan hanya mengingat secara umum bahwa dunia
telah ditebus oleh darah Kristus, tetapi hendaklah setiap orang merenungkan
untuk dirinya sendiri bahwa dosa-dosanya sendiri telah ditebus].
Bdk.
Luk 22:19-20 - “(19) Lalu Ia
mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada
mereka, kataNya: ‘Inilah tubuhKu yang diserahkan bagi
kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.’ (20) Demikian
juga dibuatNya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: ‘Cawan ini adalah
perjanjian baru oleh darahKu, yang ditumpahkan bagi
kamu”.
Sekarang
bandingkan kata-kata Calvin di atas dengan tafsirannya tentang Yes 53:12
Mat 20:28 dan Ro 5:15.
1.
Yes 53:12 - “Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai
rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai
ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung
di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak
orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak”.
Calvin (tentang Yes 53:12):
“he
alone bore the punishment of many,
because on him was laid the guilt of the whole world.
It is evident from other passages, and especially from the fifth chapter of the
Epistle to the Romans, that ‘many’ sometimes
denotes ‘all.’” (= Ia sendiri
memikul hukuman dari banyak orang, karena
pada Dia diletakkan kesalahan dari seluruh dunia.
Adalah jelas dari text-text yang lain, dan khususnya dari surat Roma pasal lima,
bahwa ‘banyak orang’ kadang-kadang berarti
‘semua orang’).
2.
Mat 20:28 - “sama seperti Anak
Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk
memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.’”.
Calvin (tentang Mat
20:28): “The
word ‘many’ (pollw~n)
is not put definitely for a fixed number, but for a large number; for he
contrasts himself with all others. And in this sense it is used in
Romans 5:15, where Paul does not speak of any part of men, but embraces the
whole human race” [= Kata ‘banyak’ (POLLON) tidaklah diberikan dengan
pasti untuk suatu jumlah yang tertentu, tetapi untuk suatu jumlah yang besar;
karena ia mengkontraskan dirinya sendiri dengan semua orang-orang lain. Dan
dalam arti ini kata itu digunakan dalam Ro 5:15, dimana Paulus tidak berbicara tentang bagian manapun dari
manusia, tetapi mencakup seluruh umat manusia].
3. Ro 5:15 - “Tetapi
karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena
pelanggaran satu orang semua (banyak)
orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia
Allah dan karuniaNya, yang dilimpahkanNya atas semua (banyak) orang karena satu orang,
yaitu Yesus Kristus”.
Catatan: kata-kata ‘semua orang’ (2x) seharusnya
adalah ‘many’ (= banyak orang).
Calvin
(tentang Ro 5:15): “there
is a greater measure of grace procured by Christ, than of condemnation
introduced by the first man. ... since the fall of Adam had such an effect as to
produce the ruin of many, much more efficacious is the grace of God to the
benefit of many; inasmuch as it is admitted, that Christ
is much more powerful to save, than Adam was to destroy” (= di
sana ada ukuran kasih karunia yang lebih besar yang didapatkan oleh Kristus,
dari pada hukuman yang dimasukkan oleh manusia yang pertama. ... karena
kejatuhan Adam mempunyai akibat seperti itu sehingga menghasilkan kehancuran
dari banyak orang, lebih mujarab / efektif lagi kasih karunia Allah bagi
keuntungan dari banyak orang; karena sebagaimana diakui, bahwa Kristus
jauh lebih berkuasa untuk menyelamatkan, dari pada Adam untuk menghancurkan).
- hal 206
Calvin (tentang Ro 5:15):
“But
observe, that a larger number (plures)
are not here contrasted with many (multis,)
for he speaks not of the number of men: but as the sin of Adam has destroyed
many, he draws this conclusion, - that the righteousness of Christ will be no
less efficacious to save many” (= Tetapi
perhatikan, bahwa di sini bukan dikontraskan ‘suatu jumlah yang lebih besar’
dengan ‘banyak orang’, karena ia berbicara bukan
tentang jumlah orang: tetapi karena dosa Adam telah menghancurkan
banyak orang, ia menarik kesimpulan ini, - bahwa kebenaran Kristus akan tidak
kurang efektif untuk menyelamatkan banyak
orang) - hal 207.
Pada
waktu Calvin berkata bahwa ‘Kristus itu lebih berkuasa dalam menyelamatkan
dari pada Adam dalam menghancurkan’, ia tidak memaksudkannya dalam soal
jumlah, seakan-akan kalau Adam menghancurkan seluruh dunia, Kristus pasti
juga menebus seluruh dunia, bahkan lebih dari seluruh dunia. Ini terlihat lebih
jelas dalam sanggahannya terhadap ajaran Georgius tentang Ro 5 ini (lihat di
bawah).
Calvin:
“Georgius argues thus; - ‘If, therefore, many died
through one; much more must the grace of God abound, that many may reign in
life, by Christ.’ - ... the apostle’s purpose is simply to show, how much
more powerful the grace of Christ is, in the faithful, than the curse which they
derived from Adam”
(= Georgius berargumentasi demikian; - ‘Karena itu, jika banyak orang mati
melalui satu orang; lebih-lebih lagi kasih karunia Allah harus melimpah,
sehingga banyak orang bisa memerintah dalam kehidupan, oleh Kristus’. - ...
tujuan sang rasul hanyalah untuk menunjukkan, betapa lebih berkuasanya kasih
karunia dari Kristus, dalam diri orang-orang percaya, dari pada kutuk yang
mereka dapatkan dari Adam)
- ‘A
Treatise on The Eternal Predestination of God’,
hal 150-151 (Libronix).
Calvin: “Georgius
imagines himself to argue very cleverly, when he says, ‘Christ
is the propitiation for the sins of the whole world. Therefore those who would
exclude the reprobate from a participation in the benefits of Christ, must, of
necessity, place them somewhere out of the world.’ - ... This great
absurdity, by which our monk has procured for himself so much
applause amongst his own fraternity, has no weight
whatever with me. - John does indeed extend the benefits of the
atonement of Christ, which was completed by his death, to all
the elect of God, throughout
what climes of the world soever they may be scattered. ... our
present question is, not what the power or virtue of Christ is, nor what efficacy it
has in itself; but, who those
are, to whom He gives himself to be enjoyed. - Now if the
possession of Christ stands in faith: and if faith flows from the Spirit of
adoption: it follows, that he alone is numbered of God
among his children, who is designed of God to be a partaker of Christ!” (= Georgius mengkhayalkan / membayangkan dirinya sendiri
berargumentasi dengan sangat pandai, pada waktu ia berkata bahwa ‘Kristus
adalah pendamaian untuk dosa-dosa dari seluruh dunia. Karena itu mereka yang mau
mengeluarkan orang-orang reprobate / orang-orang yang ditentukan untuk binasa
dari suatu partisipasi dalam kebaikan / manfaat dari Kristus, harus menempatkan
mereka di suatu tempat di luar dunia’. - ... Hal yang sangat
menggelikan ini, dengan mana biarawan kami telah memperoleh untuk
dirinya sendiri begitu banyak aplaus / tepuk tangan di antara kelompok
persaudaraannya sendiri, tidak mempunyai bobot /
pengaruh dengan / bagi saya. - Yohanes
memang memperluas manfaat dari penebusan Kristus, yang diselesaikan oleh
kematianNya, kepada semua
orang-orang pilihan Allah, di seluruh negara / daerah apapun di dunia dimana
mereka tersebar. ... pertanyaan / persoalan kita sekarang ini,
bukanlah apa kuasa atau kebaikan dari Kristus, juga bukan apa kemujaraban /
keefisienan yang dipunyainya dalam dirinya sendiri; tetapi, siapa mereka itu
bagi siapa Ia menyerahkan diriNya sendiri untuk dinikmati. - Sekarang jika
milik dari Kristus berdiri dalam iman: dan jika iman mengalir dari Roh adopsi:
akibatnya, bahwa hanya ia yang terhitung oleh Allah di
antara anak-anakNya, yang dirancang oleh Allah untuk menjadi pengambil bagian
dari Kristus!)
- ‘A Treatise on The Eternal
Predestination Of God’, hal 150 (Libronix).
Jadi,
dari beberapa kutipan kata-kata Calvin dari tafsirannya tentang beberapa ayat di
atas ini terlihat bahwa pada saat ia menggunakan istilah ‘semua orang’, atau ‘seluruh
umat manusia’, seringkali ia memaksudkan ‘semua
orang-orang pilihan di seluruh dunia’ atau ‘semua
orang-orang pilihan dari antara semua bangsa-bangsa dari umat manusia’.
Roger
Nicole: “It is interesting to note that
conversely Calvin does occasionally state that ‘all’ refers to some parts of
the race rather than the whole of mankind.”
(= Adalah menarik untuk memperhatikan bahwa sebaliknya Calvin kadang-kadang
menyatakan bahwa ‘semua’ menunjuk kepada sebagian dari umat manusia dari
pada seluruh umat manusia) - ‘Standing Forth: Collected Writings of Roger Nicole’,
hal 300 (Libronix).
Ada
beberapa contoh:
1Tim 2:4 - “yang
menghendaki supaya semua
orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan
kebenaran”.
Calvin (tentang
1Tim 2:4): “the
Apostle simply means, that there is no people and no rank in the world that is
excluded from salvation; because God wishes that the gospel should be proclaimed
to all without exception. Now the preaching of the gospel gives life; and hence
he justly concludes that God invites all equally to partake salvation. But
the present discourse relates to classes of men, and not to individual persons;
for his sole object is, to include in this number princes and foreign nations.
That God wishes the doctrine of salvation to be enjoyed by them as well as
others, is evident from the passages already quoted, and from other passages of
a similar nature” (= sang Rasul
hanya memaksudkan, bahwa disana tidak ada bangsa atau rangking / pangkat di
dunia yang dikeluarkan dari keselamatan; karena Allah menginginkan supaya injil
diproklamirkan kepada semua orang tanpa kecuali. Pemberitaan injil memberikan
kehidupan; dan karena itu ia secara benar menyimpulkan bahwa Allah mengundang
semua orang secara sama untuk mengambil bagian dalam keselamatan. Tetapi pembicaraan sekarang ini berhubungan dengan semua
golongan manusia, dan bukan dengan pribadi-pribadi / individu-individu; karena satu-satunya obyeknya adalah, mencakup dalam
bilangan / jumlah ini pangeran-pangeran dan bangsa-bangsa asing. Bahwa Allah ingin doktrin keselamatan untuk dinikmati
oleh mereka maupun oleh orang-orang lain, adalah jelas dari text yang sudah
dikutip, dan dari text-text lain yang sifatnya mirip).
Tit
2:11 - “Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua
manusia sudah nyata”.
Calvin (tentang Tit
2:11): “‘Bringing salvation to all men,’ That it is common to all is expressly
testified by him on account of the slaves of whom he had spoken. Yet
he does not mean individual men, but rather describes individual classes, or
various ranks of life” (= ‘Membawa keselamatan kepada semua orang’, Bahwa itu bersifat umum bagi semua orang disaksikan secara jelas
olehnya karena budak-budak tentang siapa ia telah berbicara. Tetapi ia tidak memaksudkan orang-orang secara individu,
tetapi sebaliknya menggambarkan golongan-golongan individu, atau bermacam-macam
kedudukan dari kehidupan).
Yoh
6:45 - “Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua
akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang
telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepadaKu”.
Calvin (tentang Yoh 6:45):
“As
to the word ‘all,’ it must
be limited to the elect,
who alone are the true children of the Church.”
(= Berkenaan dengan kata ‘semua’, itu harus
dibatasi pada orang-orang pilihan, yang mereka saja adalah anak-anak
yang sejati / benar dari Gereja).
Yoh
12:32 - “dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua
orang datang kepadaKu.’”.
Calvin (tentang Yoh 12:32):
“The
word ‘all,’ which he
employs, must be understood to refer to the children of God, who belong to his
flock”
[= Kata ‘semua (orang)’, yang ia gunakan,
harus dimengerti menunjuk kepada anak-anak Allah yang termasuk kawanan dombaNya].
Yoh
17:9 - “Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk
mereka, yang telah Engkau berikan kepadaKu, sebab mereka adalah milikMu”.
Calvin (tentang Yoh 17:9):
“He openly declares that he ‘does
not pray for the world,’ because he has no solicitude but about his own
flock, which he received from the hand of the Father. But this might be thought
to be absurd; for no better rule of prayer can be found than to follow Christ as
our Guide and Teacher. Now, we are
commanded to pray for all,
(1 Timothy 2:1,) and Christ himself afterwards prayed indiscriminately for all,
‘Father, forgive them; for they know not what they do,’ (Luke 23:34.) I
reply, the
prayers which we offer for all are still limited to the elect of God.
We ought to pray
that this man, and that man, and every man, may be saved, and thus include the
whole human race, because we cannot yet
distinguish the elect from the reprobate; and yet, while we desire the
coming of the kingdom of God, we likewise pray that God may destroy his enemies”
[= Ia secara terbuka menyatakan bahwa Ia ‘tidak berdoa untuk dunia’, karena Ia tidak mempunyai
perhatian kecuali terhadap kawanan dombaNya, yang Ia terima dari tangan Bapa.
Tetapi ini mungkin / bisa dianggap sebagai menggelikan; karena tidak ada
peraturan yang lebih baik tentang doa bisa ditemukan dari pada mengikuti Kristus
sebagai Pembimbing dan Guru kita. Kita diperintahkan
untuk berdoa bagi semua (orang),
(1Tim 2:1), dan Kristus sendiri belakangan berdoa secara tidak membedakan bagi
semua (orang),
‘Bapa, ampunilah mereka; sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat’
(Luk 23:34). Saya menjawab, doa-doa yang kita naikkan
untuk semua (orang)
tetap dibatasi untuk orang-orang pilihan Allah. Kita harus berdoa supaya orang ini, dan orang
itu, dan setiap orang, bisa diselamatkan, dan dengan demikian mencakup seluruh
umat manusia, karena kita tidak dapat
membedakan orang-orang pilihan dari orang-orang reprobate / non pilihan;
tetapi sementara kita menginginkan kedatangan kerajaan Allah, kita juga
berdoa supaya Allah menghancurkan musuh-musuhNya].
Saya
kira kata-kata Calvin yang paling penting berkenaan dengan hal ini adalah
komentarnya tentang 1Tim 2:5 yang saya berikan di bawah ini.
1Tim
2:5 - “Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara
Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus”.
Calvin (tentang 1Tim 2:5): “as
there is one God, the Creator and Father of all, so he says that there is but
one Mediator, through whom we have access to the Father; and that this
Mediator was given, not only to one nation, or to a small
number of persons of some particular rank, but to all; because the fruit of
the sacrifice, by which he made atonement for sins, extends to all.
... The universal term ‘all’ must always be referred to classes of men, and not to
persons; as if he had said, that not only Jews, but Gentiles also, not only
persons of humble rank, but princes also, were redeemed by the death of Christ” [= sebagaimana disana ada satu Allah,
Pencipta dan Bapa dari semua orang, demikian juga ia berkata bahwa disana
hanya ada satu Pengantara, melalui siapa kita mendapatkan jalan masuk kepada
Bapa; dan bahwa Pengantara ini diberikan, bukan hanya bagi satu bangsa, atau bagi sejumlah kecil orang-orang
dari kedudukan tertentu, tetapi bagi semua; karena buah dari korban, dengan mana Ia membuat penebusan untuk
dosa-dosa, diperluas kepada semua. ... Istilah universal ‘semua’ harus selalu dihubungkan dengan
golongan-golongan manusia, dan bukan kepada pribadi-pribadi; seakan-akan ia
telah mengatakan, bahwa bukan hanya orang-orang Yahudi, tetapi juga
orang-orang non Yahudi, bukan hanya orang-orang dari kedudukan rendah, tetapi
juga pangeran-pangeran, ditebus oleh kematian Kristus].
Catatan: perhatikan kata ‘selalu’ yang saya cetak
dengan huruf besar itu!
d) Yoh 1:29 - “Pada
keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata:
‘Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia”.
Calvin
(tentang Yoh 1:29): “And
when he says, the sin of the
World, he extends this favour indiscriminately to the
whole human race; that the Jews might not
think that he had been sent to them alone” (=
Dan ketika ia berkata, ‘dosa dunia’, ia
memperluas kebaikan ini secara tak pandang bulu kepada seluruh
umat manusia; supaya orang-orang
Yahudi tidak berpikir
bahwa Ia telah diutus kepada mereka saja).
Menurut
saya, ini tidak menunjukkan bahwa Calvin memaksudkan bahwa Yesus menghapus /
mengangkut dosa semua manusia di dunia tanpa kecuali (Universal Atonement). Ia
jelas sedang mengkontraskan kata ‘dunia’
itu dengan ‘bangsa
/ orang-orang Yahudi’. Memang orang-orang Yahudi mempunyai
kepercayaan bahwa hanya bangsa mereka yang bisa diselamatkan, sedangkan bangsa
non Yahudi diciptakan oleh Allah untuk menjadi bahan bakar di neraka. Untuk
menghadapi kepercayaan sesat ini maka Yohanes Pembaptis mengatakan bahwa Kristus
menghapus / mengangkut dosa dunia, bukan dosa bangsa Yahudi saja, tetapi
yang ia maksudkan tetap adalah orang-orang pilihan saja.
Bdk. Yoh 11:51-52
- “(51) Hal itu dikatakannya bukan
dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat,
bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu, (52)
dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga
untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah
yang tercerai-berai”.
e) 1Yoh 2:2 - “Dan
Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan
untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa
seluruh dunia”.
Calvin
(tentang 1Yoh 2:2): “‘And not
for ours only.’ He added this for the sake of amplifying, in order that the
faithful might be assured that the expiation made by Christ, extends to all
who by faith embrace the gospel.
Here
a question may be raised, how have the sins of the whole world been expiated? I
pass by the dotages of the fanatics, who under this pretence extend salvation to
all the reprobate, and therefore to Satan himself. Such a monstrous thing
deserves no refutation. They who seek to avoid this absurdity, have said
that Christ suffered sufficiently for the whole world, but efficiently only for
the elect. This solution has commonly prevailed in the schools. Though then I
allow that what has been said is true, yet I deny that it is suitable to this
passage; for the design of John was no other than to make this benefit common
to the whole Church. Then under
the word ‘all’ or whole, he does not include the reprobate, but designates
those who should believe as well as those who were then scattered through
various parts of the world.
For then is really made evident, as it is meet, the grace of Christ, when it is
declared to be the only true salvation of the world.”
(= ‘Dan bukan untuk dosa-dosa kita saja’. Ia menambahkan ini untuk
memperkuat / memperjelas, supaya orang-orang percaya bisa yakin bahwa penebusan
yang dibuat oleh Kristus meluas kepada semua orang yang oleh
iman memeluk / mempercayai injil. Di sini bisa ditanyakan, bagaimana
dosa dari seluruh dunia telah ditebus? Saya
mengabaikan kebodohan dari orang-orang fanatik, yang dengan alasan ini meluaskan
keselamatan kepada semua orang reprobate / orang yang ditentukan untuk binasa,
dan karena itu kepada Setan sendiri. Hal yang mengerikan seperti itu tidak layak
mendapatkan bantahan. Mereka yang berusaha untuk menghindari hal yang
menggelikan ini, telah berkata bahwa Kristus menderita secara cukup untuk
seluruh dunia, tetapi secara efisien hanya untuk orang pilihan. Penyelesaian /
solusi ini telah berlaku secara umum di sekolah-sekolah / aliran-aliran.
Sekalipun saya mengakui bahwa apa yang telah dikatakan itu adalah benar, tetapi
saya menyangkal bahwa itu cocok untuk text ini; karena tujuan Yohanes tidak
lain dari membuat keuntungan / manfaat ini berlaku umum untuk
seluruh Gereja. Jadi dalam
kata ‘semua’ atau ‘seluruh’, ia tidak memasukkan orang-orang reprobate /
orang yang ditentukan untuk binasa, tetapi menunjuk mereka yang percaya dan
mereka yang pada saat itu tersebar di berbagai bagian dunia.
Maka dibuat sungguh-sungguh jelas, seperti yang sepantasnya, kasih karunia
Kristus, pada waktu itu dinyatakan sebagai satu-satunya keselamatan yang benar /
sejati dari dunia)
- hal 173.
Saya
menganggap bahwa dalam tafsirannya tentang 1Yoh 2:2 ini, Calvin justru
secara jelas menunjukkan kepercayaannya pada ‘Limited
Atonement’ (= Penebusan Terbatas) dan ketidak-percayaannya terhadap ‘Universal Atonement’ (= Penebusan Universal).
Kesimpulan
tentang kata-kata Norman Geisler dari buku ‘Predestinasi dan Kehendak
Bebas’ ini: Calvin bukannya mempercayai ‘Universal
Atonement’ (= Penebusan Universal), tetapi ‘Limited Atonement’ (= Penebusan Terbatas). Ini bisa terlihat
dengan jelas kalau kita bukan hanya melihat sebagian saja dari kata-kata
Calvin, tetapi membaca seluruh kontextnya, dan membanding-bandingkan
kata-katanya di satu bagian dengan di bagian-bagian lain.
2) Saya menggunakan buku yang ditulis oleh Roger Nicole (Libronix),
yang berjudul ‘Standing
Forth: Collected Writings of Roger Nicole’,
buku / pasal ke 13, dengan topik ‘John
Calvin’s View of the Extent of the Atonement’.
Roger
Nicole:
“It
is often stated - and with considerable propriety - that Calvin did not write an
explicit treatment concerning the extent of the atonement, in fact did not deal
with this precise issue in the terms to which Reformed theology has been
accustomed. ... a full discussion of the scope of the atonement is not
found in Calvin’s writings, and the assessment of his position in this area
has been varied”
[= Sering dinyatakan - dan dengan kepatutan yang layak dipertimbangkan - bahwa
Calvin tidak menulis suatu pembahasan yang explicit berkenaan dengan luas dari
penebusan, dan sebenarnya tidak menangani persoalan tertentu ini dalam batasan (?) dalam mana teologia Reformed telah terbiasa. ... suatu diskusi yang
penuh dari ruang lingkup dari penebusan tidak ditemukan dalam tulisan-tulisan
Calvin, dan penilaian tentang posisinya dalam daerah ini telah bervariasi] - ‘Standing
Forth: Collected Writings of Roger Nicole’,
hal 283 (Libronix).
Roger
Nicole sendiri mempercayai bahwa Calvin mempercayai doktrin ‘Limited Atonement’ (= Penebusan Terbatas) dan bukannya ‘Universal
Atonement’ (= Penebusan Universal), tetapi ia memberikan pandangan pro
kontra tentang hal ini, dan dasar dari masing-masing pihak berdasarkan tulisan
Calvin.
Saya
hanya akan membahas beberapa saja, karena tidak memungkinkan untuk membahas
semuanya, kecuali nanti suatu waktu Tuhan menghendaki dan mengijinkan saya
untuk menulis suatu tulisan khusus tentang topik ini.
a) Yoh 12:47-48 - “(47)
Dan jikalau seorang mendengar perkataanKu, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak
menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk
menyelamatkannya. (48) Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataanKu,
ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan
menjadi hakimnya pada akhir zaman”.
Calvin
(tentang Yoh 12:47): “After
having spoken concerning his grace, and exhorted his disciples to steady faith,
he now begins to strike the rebellious, though even here he mitigates the
severity due to the wickedness of those who deliberately - as it were - reject
God; for he delays to pronounce judgment
on them, because, on the contrary, he has
come for the salvation of all. In the first place, we ought to
understand that he does not speak here of all unbelievers without distinction,
but of those who, knowingly and willingly, reject the doctrine of the Gospel
which has been exhibited to them. Why then does Christ not choose to condemn
them? It is because he lays aside for a time the office of a judge,
and offers salvation to all without reserve, and stretches out his arms to
embrace all, that all may be the more encouraged to repent. And yet
there is a circumstance of no small moment, by which he points out the
aggravation of the crime, if they reject an
invitation so kind and gracious, for it is as if he had said, ‘Lo,
I am here to invite all, and, forgetting
the character of a judge, I have this as my single object, to
persuade all, and to rescue from destruction those who are already
twice ruined.’”
[= Setelah berbicara tentang kasih karuniaNya, dan mendesak
murid-muridNya pada iman yang kuat / kokoh, sekarang Ia mulai ‘memukul’ para
pemberontak, sekalipun bahkan di sini ia mengurangi kekerasan yang cocok dengan
kejahatan dari mereka yang secara sengaja - seakan-akan - menolak Allah; karena
Ia menunda untuk menyatakan penghakiman terhadap mereka, karena, sebaliknya, Ia
telah datang untuk keselamatan dari semua (orang).
Pertama-tama, kita harus mengerti bahwa Ia tidak berbicara di sini tentang semua
orang-orang yang tidak percaya tanpa pembedaan, tetapi tentang mereka yang,
secara sadar dan sengaja, menolak ajaran dari Injil yang telah ditunjukkan
kepada mereka. Lalu mengapa Kristus tidak memilih untuk menghukum / mengecam
mereka? Itu adalah karena Ia
mengesampingkan untuk sementara waktu jabatan / tugas dari seorang Hakim, dan menawarkan
keselamatan kepada semua orang tanpa kecuali, dan mengulurkan lenganNya untuk
memeluk semua orang, supaya semua orang bisa lebih dikuatkan untuk bertobat.
Tetapi di sana ada suatu keadaan yang bukannya tidak penting (?), dengan mana Ia
menunjuk hal-hal yang memperberat kejahatan mereka, jika mereka menolak suatu
undangan yang begitu baik dan murah hati / bersifat kasih karunia,
karena itu adalah seakan-akan Ia telah berkata, ‘Lihatlah, Aku di sini untuk mengundang semua orang, dan,
melupakan sifat dari seorang Hakim, Aku mempunyai hal ini sebagai tujuan
satu-satunya, untuk
membujuk semua orang, dan untuk menyelamatkan dari kehancuran mereka
yang telah hancur dua kali’.].
Menurut
saya, orang hanya bisa menganggap bahwa dari kutipan ini Calvin mempercayai ‘Universal
Atonement’ (= Penebusan Universal), kalau orang itu hanya melihat sepotong
kecil saja (yang saya beri garis bawah tunggal) dan tidak mempedulikan kontext
pembicaraannya. Kalau kita membaca seluruhnya dengan teliti, kita dengan mudah
bisa melihat bahwa dalam kutipan ini Calvin tidak berbicara tentang penebusan
Kristus, tetapi kedatanganNya kepada orang-orang itu untuk memberitakan Injil
kepada mereka. Perhatikan kata-kata ‘menawarkan
keselamatan’, ‘suatu undangan’,
‘mengundang semua orang’, ‘membujuk
semua orang’ dan sebagainya.
Juga untuk
ayat yang dibahas, akan terlihat lebih jelas dan benar kalau kita membaca mulai
satu ayat sebelumnya.
Yoh
12:46-48 - “(46) Aku
telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya
setiap orang yang percaya kepadaKu, jangan tinggal di dalam kegelapan.
(47) Dan jikalau seorang mendengar perkataanKu, tetapi
tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk
menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. (48) Barangsiapa menolak
Aku, dan tidak menerima perkataanKu, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang
telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman”.
b) Ro 5:18 - “Sebab itu,
sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian
pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup”.
Calvin (tentang Ro 5:18):
“He
does not say the righteousness - dikaiosu>nhn,
but the justification - dikai>wma, of Christ, in order to remind us that
he was not as an individual just for himself, but that the righteousness with
which he was endued reached farther, in order that, by conferring this gift, he
might enrich the faithful. He makes this favor common to all, because it is
propounded to all, and not because it is in reality extended to all; for
though Christ suffered for the sins of the
whole world,
and is offered through God’s benignity indiscriminately to all,
yet all do not receive him”
[= Ia tidak mengatakan ‘righteousness’
(= kebenaran) - DIKAIOSUNEN, tetapi ‘justification’
(= pembenaran) - DIKAIOMA, dari Kristus, untuk mengingatkan kita bahwa Ia
bukanlah seorang individu untuk diriNya sendiri, tetapi supaya kebenaran dengan
mana ia dipakaiani menjangkau lebih jauh, supaya dengan memberikan karunia ini,
ia bisa memperkaya orang-orang percaya. Ia membuat kebaikan ini umum bagi semua (orang), karena itu dikemukakan / diajukan kepada semua (orang),
dan bukan karena hal itu dalam kenyataannya diperluas kepada semua (orang);
karena sekalipun Kristus menderita untuk dosa-dosa
dari seluruh dunia,
dan ditawarkan melalui kebaikan Allah secara tidak pandang bulu kepada semua
(orang), tetapi tidak semua
(orang) menerima Dia.].
Bahkan
dalam tafsiran Calvin tentang ayat ini, pada kalimat yang saya garis-bawahi,
ada catatan kaki dari Editor / translator, yaitu John Owen, yang berkata: “It
appears from this sentence that Calvin
held general redemption”
(= Kelihatannya dari kalimat ini Calvin memegang / mempercayai penebusan umum).
Tetapi
saya sendiri berpendapat bahwa adalah memungkinkan untuk menafsirkan kata-kata
Calvin ini sebagai berikut:
1.
Kata-kata ‘seluruh dunia’ tetap
diartikan sebagai ‘orang-orang pilihan di seluruh dunia’.
2.
Kata ‘semua (orang)’ menunjuk
kepada ‘semua orang / seadanya orang yang bisa dijangkau oleh Injil’.
3)
Ada sangat banyak kata-kata Calvin yang jelas menunjukkan bahwa ia
mempercayai ‘Limited Atonement’ (=
Penebusan Terbatas).
a)
Calvin (tentang Mat 1:21): “‘He
shall save his people from their sins.’ ...
But he is expressly called the Savior of the Church. ... By Christ’s
‘people’ the angel
unquestionably means the Jews, to whom he was appointed as Head and King; but as
the Gentiles were shortly afterwards to be ingrafted into the stock of Abraham,
(Romans 11:17,) this promise of salvation
is extended indiscriminately to all who are incorporated by faith in
the ‘one body’ (1 Corinthians 12:20) of the Church”
[= ‘Ia akan menyelamatkan umatNya dari dosa-dosa mereka’. ...
Tetapi Ia disebut secara explicit / jelas sebagai Juruselamat dari
Gereja.
... Dengan ‘umat Kristus’ sang malaikat dengan tak bisa diragukan memaksudkan orang-orang
Yahudi, bagi siapa Ia ditetapkan sebagai Kepala dan Raja; tetapi karena orang-orang
non Yahudi tak lama setelah itu dimasukkan / dicangkokkan ke dalam keturunan
Abraham, (Ro 11:17), janji keselamatan ini diperluas secara tak membedakan
kepada semua yang dimasukkan / digabungkan oleh iman ke dalam ‘satu tubuh’
(1Kor 12:20) dari Gereja].
Ro 11:17
- “Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas
liar telah dicangkokkan di antaranya dan turut mendapat bagian dalam
akar pohon zaitun yang penuh getah,”.
1Kor
12:20 - “Memang ada banyak anggota,
tetapi hanya satu tubuh”.
b)
Calvin (tentang Kis 20:28): “the
Lord did declare by an evident testimony what account he doth make of the
Church, seeing that he hath redeemed it with his blood. ... the Lord hath
given no small pledge of his love toward the Church in shedding his own blood
for it”
(= Tuhan menyatakan oleh suatu kesaksian yang jelas harga / nilai yang Ia buat
tentang Gereja,
mengingat bahwa Ia telah menebusnya dengan darahNya.
... Tuhan telah memberikan janji / jaminan yang tidak kecil tentang kasihNya
terhadap Gereja
dengan mencurahkan darahNya sendiri baginya).
c)
Calvin (tentang Ef 5:24): “Christ
has, no doubt, this peculiar claim, that he is the Savior of
the Church” (= Kristus, tak diragukan, mempunyai claim yang khusus ini, bahwa Ia
adalah Juruselamat dari Gereja).
d) Calvin
(tentang Ef 5:25): “Let husbands imitate Christ in this respect, that he
scrupled not to die for his church. One
peculiar consequence, indeed, which resulted from his death, - that by it he
redeemed his church, - is altogether beyond
the power of men to imitate” (= Hendaklah suami-suami meniru Kristus dalam hal ini,
bahwa Ia tidak keberatan untuk mati bagi gerejaNya. Memang ada satu
konsekwensi yang khas yang dihasilkan dari kematianNya, - bahwa olehnya Ia
menebus gerejaNya, - yang sama sekali melampaui kuasa manusia untuk
menirunya).
e)
Calvin (tentang Kol 1:20): “Should
any one, on the pretext of the universality of the expression, move a question
in reference to devils, whether Christ be their
peace-maker also? I answer, No, not even of the wicked men: though I
confess that there is a difference, inasmuch as the benefit of redemption is
offered to the latter, but not to the former” (= Jika ada orang, dengan
dalih keuniversalan pernyataan ini, menanyakan pertanyaan berkenaan dengan
setan, apakah Kristus juga adalah pendamai mereka?
Saya menjawab, Tidak, bahkan Kristus bukanlah pendamai orang-orang jahat:
sekalipun saya mengakui bahwa ada perbedaan, karena keuntungan penebusan
ditawarkan kepada orang-orang jahat, tetapi tidak kepada setan).
Catatan:
yang dimaksud dengan ‘wicked men’
(= orang-orang jahat), jelas adalah orang jahat yang tidak percaya, atau ‘reprobate’ (= orang yang ditentukan untuk binasa).
Kol
1:20 - “dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala
sesuatu dengan diriNya, baik yang ada di bumi,
maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah
salib Kristus”.
Catatan:
ayat ini sudah saya jelaskan secara panjang lebar di atas.
f) Calvin
(tentang 1Tim 2:5): “as there is one God, the Creator and Father of all, so he says
that there is but one Mediator, through whom we have access to the Father; and
that this Mediator was given, not only to one nation, or to a small number of
persons of some particular rank, but to all; because the fruit of the
sacrifice, by which he made atonement for sins, extends to all. ... The
universal term ‘all’ must always be referred to classes of men, and not
to persons; as if he had said, that not only Jews,
but Gentiles also, not only persons of humble rank, but princes also, were
redeemed by the death of Christ” [= sebagai disana ada satu Allah, Pencipta dan Bapa dari semua
orang, demikian juga ia berkata bahwa disana hanya ada satu Pengantara, melalui
siapa kita mendapatkan jalan masuk kepada Bapa; dan bahwa Pengantara ini
diberikan, bukan hanya bagi satu bangsa, atau bagi sejumlah kecil orang-orang
dari kedudukan tertentu, tetapi bagi semua; karena buah dari korban, dengan
mana Ia membuat penebusan untuk dosa-dosa, diperluas kepada semua. ... Istilah
universal ‘semua’ harus selalu dihubungkan dengan golongan-golongan
manusia, dan bukan kepada pribadi-pribadi; seakan-akan ia telah mengatakan, bahwa bukan hanya orang-orang
Yahudi, tetapi juga orang-orang non Yahudi, bukan hanya orang-orang dari
kedudukan rendah, tetapi juga pangeran-pangeran, ditebus oleh kematian Kristus].
Catatan: mungkin kata ‘always’
(= selalu) ini menjadi kata kunci untuk mengharmoniskan
komentar-komentar Calvin yang seolah-olah mendukung ‘Universal
Atonement’ (= Penebusan Universal) dengan komentar-komentar Calvin yang
mendukung ‘Limited Atonement’ (= Penebusan Terbatas).
g)
Calvin (tentang 1Yoh 2:2): “Here
a question may be raised, how have the sins of the
whole world been expiated? I pass by the
dotages of the fanatics, who under this pretence extend salvation to all the
reprobate, and therefore to Satan himself. Such a monstrous thing
deserves no refutation. They who seek to avoid this absurdity, have said that
Christ suffered sufficiently for the whole world, but efficiently only for the
elect. This solution has commonly prevailed in the schools. Though then I allow
that what has been said is true, yet I deny that it is suitable to this passage;
for the design of John was no other than to make this
benefit common to the whole Church. Then under the word ‘all’ or whole, he does
not include the reprobate, but designates those who should believe as well as
those who were then scattered through various parts of the world”
(= Di sini bisa ditanyakan, bagaimana dosa dari seluruh
dunia telah ditebus? Saya mengabaikan
kebodohan dari orang-orang fanatik, yang dengan alasan ini meluaskan keselamatan
kepada semua orang reprobate / orang yang ditentukan untuk binasa, dan karena
itu kepada Setan sendiri. Hal yang mengerikan seperti itu tidak layak
mendapatkan bantahan. Mereka yang berusaha untuk menghindari hal yang
menggelikan ini, telah berkata bahwa Kristus menderita secara cukup untuk
seluruh dunia, tetapi secara efisien hanya untuk orang pilihan. Penyelesaian /
solusi ini telah berlaku secara umum di sekolah-sekolah / aliran-aliran.
Sekalipun saya mengakui bahwa apa yang telah dikatakan itu adalah benar, tetapi
saya menyangkal bahwa itu cocok untuk text ini; karena tujuan
Yohanes tidak lain dari membuat keuntungan / manfaat ini berlaku untuk seluruh
Gereja. Jadi
dalam kata ‘semua’ atau ‘seluruh’, ia tidak memasukkan orang-orang
reprobate / orang yang ditentukan untuk binasa, tetapi menunjuk mereka yang
percaya dan mereka yang pada saat itu tersebar di berbagai bagian dunia)
- hal 173.
h)
Calvin: “Georgius
imagines himself to argue very cleverly, when he says, ‘Christ is the
propitiation for the sins of the whole world. Therefore those who would exclude
the reprobate from a participation in the benefits of Christ, must, of
necessity, place them somewhere out of the world.’ - ... This great absurdity,
by which our monk has procured for himself so much applause amongst his own
fraternity, has no weight whatever with me. - John does indeed extend the
benefits of the atonement of Christ, which was completed by his death, to all
the elect of God, throughout
what climes of the world soever they may be scattered. ... our present question
is, not what the power or virtue of Christ is,
nor what efficacy it has in itself;
but, who those are, to whom He
gives himself to be enjoyed. - Now if the possession of Christ stands in faith:
and if faith flows from the Spirit of adoption: it follows, that he alone is
numbered of God among his children, who is designed of God to be a partaker of
Christ!”
(= Georgius
mengkhayalkan / membayangkan dirinya sendiri berargumentasi dengan sangat
pandai, pada waktu ia berkata bahwa ‘Kristus adalah
pendamaian untuk dosa-dosa dari seluruh dunia. Karena itu mereka yang mau
mengeluarkan orang-orang reprobate / orang-orang yang ditentukan untuk binasa
dari suatu partisipasi dalam kebaikan / manfaat dari Kristus, harus menempatkan
mereka di suatu tempat di luar dunia’. - ... Hal yang sangat
menggelikan ini, dengan mana biarawan kami telah memperoleh untuk
dirinya sendiri begitu banyak aplaus / tepuk tangan di antara kelompok
persaudaraannya sendiri, tidak mempunyai bobot /
pengaruh dengan / bagi saya. - Yohanes memang memperluas manfaat dari penebus
Kristus, yang diselesaikan oleh kematianNya, kepada semua orang-orang pilihan Allah, di seluruh
negara / daerah apapun di dunia dimana mereka tersebar. ...
pertanyaan / persoalan kita sekarang ini, bukanlah apa kuasa atau kebaikan dari
Kristus, juga bukan apa kemujaraban / keefisienan yang dipunyainya dalam dirinya
sendiri; tetapi, siapa mereka bagi siapa Ia menyerahkan diriNya sendiri untuk
dinikmati. - Sekarang jika milik dari Kristus berdiri dalam iman: dan
jika iman mengalir dari Roh adopsi: akibatnya, bahwa hanya
ia yang terhitung oleh Allah di antara anak-anakNya, yang dirancang oleh Allah
untuk menjadi pengambil bagian dari Kristus!)
- ‘A Treatise on The Eternal
Predestination Of God’, hal 150 (Libronix).
i)
Roger Nicole: “Calvin’s
statement in response to Heshusius, dealing with the participation of
unbelievers in the Lord’s Supper and quoted above, deserves special attention:
‘I should like to know how the wicked can eat the
flesh of Christ which was not crucified for them, and how they can drink the
blood which was not shed to expiate their sins.’ This
appears to be a categorical denial of universal atonement.”
(= Pernyataan Calvin dalam tanggapannya kepada Heshusius, yang menangani
partisipasi dari orang-orang yang tidak percaya dalam Perjamuan Kudus dan
dikutip di atas, layak mendapatkan perhatian khusus: ‘Aku
ingin tahu bagaimana orang-orang jahat bisa makan daging Kristus yang tidak
disalibkan untuk mereka, dan bagaimana mereka bisa minum darah yang tidak
dicurahkan untuk menebus dosa-dosa mereka’. Ini
kelihatan sebagai suatu penyangkalan yang positif / pasti tentang Penebusan
Universal) - ‘Standing Forth: Collected Writings of Roger Nicole’,
hal 303 (Libronix).
Catatan: Kutipannya diambil dari ‘Selected Works of John Calvin’, ‘Tracts and Letters’, vol 2, hal 527. Dalam software AGES juga
ada tetapi dalam vol 2, hal 476.
-bersambung-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : buas22@yahoo.com
e-mail us at golgotha_ministry0@yahoo.com
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali