Golgotha School of Ministry

(Rungkut Megah Raya Blok D No 16)

Rabu, tgl 10 Oktober 2012, pk 19.00

Pdt. Budi Asali.

(HP: 7064-1331 / 6050-1331)

buas22@yahoo.com

http://www.golgothaministry.org

 

Limited Atonement (20)

(Penebusan terbatas)

 

VIII) Penerapan yang extrim dari doktrin Limited Atonement.

 

Di Amerika Serikat ada suatu kelompok yang, sekalipun menolak untuk disebut sebagai Calvinist, tetapi percaya 5 points Calvinisme, dan menerapkannya dengan cara yang extrim.

Saya tak tahu dengan pasti nama kelompok ini. Dalam web mereka ada sebutan ‘Heterodoxy’, ‘OUTSIDE THE CAMP’, dan tokohnya bernama Marc D. Carpenter. Saya pernah berdebat dengan kelompok ini, dan perdebatan saya dengan mereka bisa saudara baca dalam web. Dan apa yang saya berikan di sini merupakan ringkasan dari perdebatan mereka dengan saya.

 

Kelompok ini mempunyai suatu pandangan extrim, khususnya berhubungan dengan doktrin ‘Limited Atonement’ (= Penebusan Terbatas).

 

Saya akan memberikan kata-kata dan argumentasi-argumentasi mereka yang sebagian saya kutip dan terjemahkan, tetapi sebagian besar hanya saya beri intinya atau terjemahannya secara bebas.

 

Mereka berkata: Allah berkata dalam Mark 16:16 bahwa mereka yang tidak percaya Injil belum lahir baru / tidak selamat (unregenerate). Dan mereka berkata bahwa dalam 1Kor 15:3 dikatakan bahwa injil mencakup kebenaran ‘bahwa Kristus mati untuk dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci. Jadi, mereka yang tidak percaya kebenaran ‘bahwa Kristus mati untuk dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci belum lahir baru / tidak selamat. Sekarang apa artinya ‘bahwa Kristus mati untuk dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci? Ini berhubungan dengan kebenaran tentang penebusan yang menentukan hidup atau matinya seseorang.

Mark 16:15-16 - “(15) Lalu Ia berkata kepada mereka: ‘Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. (16) Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.”.

1Kor 15:3 - “Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci,”.

 

Mereka berkata bahwa semua agama / sekte mempunyai versinya sendiri-sendiri tentang penebusan. Ini tidak berarti bahwa semua mereka percaya pada satu-satunya penebusan yang sejati / benar dari satu-satunya injil.

Pengakuan tentang kepercayaan seseorang pada suatu penebusan tidak berarti apapun kecuali kita mengetahui apa yang ia maksudkan dengan ‘penebusan’ itu. Tanyalah apa yang orang Islam maksudkan dengan penebusan, maka ia akan menjawab bahwa perbuatan baiknya menebus dosa-dosanya. Tanyalah seorang Arminian apa yang ia maksudkan dengan ‘penebusan’ dan ia akan berkata bahwa ‘yesus kristus’nya menebus dosa-dosa setiap orang tanpa kecuali, tetapi tetap ada orang-orang yang ditebus oleh ‘yesus’ dan pergi ke neraka. Sekalipun Islam tidak datang dalam nama kekristenan seperti Arminianisme, tetapi Arminianisme sebenarnya lebih dekat kepada Islam dan agama-agama lain di dunia, dari pada kepada kekristenan yang benar.

 

Mereka berkata:

“All of the false religions of the world, including religions that profess belief in a ‘jesus christ’ who is both human and divine who died for the sins of everyone without exception, propound a false gospel of salvation conditioned on the sinner in which the efforts of the sinner are what make the ultimate difference between salvation and damnation.” (= Semua agama-agama palsu dari dunia, termasuk agama-agama yang mengaku percaya kepada ‘yesus kristus’ yang adalah baik manusia maupun Allah yang mati untuk dosa-dosa dari setiap orang tanpa kecuali, mengemukakan suatu injil palsu tentang keselamatan yang disyaratkan kepada orang berdosa, dalam mana usaha-usaha dari orang berdosa adalah apa yang membuat perbedaan terakhir antara keselamatan dan penghukuman dalam neraka.) - dari file ‘Heterodoxy2.doc’.

 

Sekarang mereka akan menggambarkan penebusan yang sejati / benar dari Yesus Kristus, penebusan dari satu-satunya injil yang benar dari kekristenan yang benar, dan membandingkannya / mengkontraskannya dengan ‘penebusan palsu’ dari Arminianisme.

 

Mereka berkata:

“We will see that universal atonement is actually NO atonement at all and treats the true cross of Christ as nothing. We will then consider those who say they believe in Gospel Atonement but who believe that at least some universal atonement advocates are true Christians, showing that they, too, do not believe in Gospel Atonement.” [= Kita akan melihat bahwa Penebusan Universal sebetulnya bukan penebusan sama sekali, dan memperlakukan salib Kristus yang benar / sejati sebagai nihil (nothing). Lalu kita akan mempertimbangkan mereka yang mengatakan bahwa mereka yang percaya kepada Penebusan Injil tetapi yang percaya bahwa setidaknya sebagian dari pendukung-pendukung Penebusan Universal adalah orang-orang Kristen yang sejati, menunjukkan bahwa mereka juga tidak percaya kepada Penebusan Injil] - dari file ‘Heterodoxy2.doc’.

Catatan: kata-kata di bagian akhir kutipan ini menunjuk kepada para Calvinist yang percaya bahwa orang-orang Arminian bisa selamat. Orang-orang ini juga dianggap sebagai bukan orang percaya oleh mereka.

 

Mereka melanjutkan: ada dua konsep yang harus dimengerti dari permulaan / awal, yaitu ‘substitution’ (= penggantian) dan ‘imputation’ (= tindakan memperhitungkan).

 

Substitution menunjukkan suatu pertukaran tempat. Yesus Kristus mengambil tempat dari orang-orang berdosa tertentu. Yesus Kristus menderita demi orang-orang berdosa tertentu. Ia mewakili orang-orang berdosa tertentu. Ia menderita sebagai korban pengganti.

Yes 53:5 - “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”.

1Kor 5:7 - “Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.”.

Luk 22:19-20 - “(19) Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kataNya: ‘Inilah tubuhKu yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.’ (20) Demikian juga dibuatNya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: ‘Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darahKu, yang ditumpahkan bagi kamu.”.

1Kor 11:24 - “dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: ‘Inilah tubuhKu, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!’”.

1Pet 2:21 - “Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejakNya.”.

Ro 8:32 - “Ia, yang tidak menyayangkan AnakNya sendiri, tetapi yang menyerahkanNya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?”.

Tit 2:13-14 - “(13) dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus, (14) yang telah menyerahkan diriNya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diriNya suatu umat, kepunyaanNya sendiri, yang rajin berbuat baik.”.

Ibr 9:26 - “Sebab jika demikian Ia harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diriNya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korbanNya.”.

1Pet 3:18 - “Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaanNya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,”.

Ef 5:2 - “dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diriNya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.”.

Gal 2:20 - “namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diriNya untuk aku.”.

Ef 5:25 - “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diriNya baginya.

Yoh 10:11,15 - “(11) Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; ... (15) sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawaKu bagi domba-dombaKu.”.

Ibr 2:9 - “Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.”.

2Kor 5:14 - “Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati.”.

Ro 5:17-19 - “(17) Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus. (18) Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. (19) Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua (banyak) orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua (banyak) orang menjadi orang benar.”.

 

Imputation menunjukkan suatu pembebanan yang bersifat hukum kepada tanggungan seseorang. Semua dosa-dosa dari orang-orang berdosa tertentu, dengan semua kesalahan dan hukumannya, dibebankan kepada Yesus Kristus.

2Kor 5:21 - Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.”.

Gal 3:13 - “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: ‘Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!’”.

Ibr 9:28 - “demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diriNya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diriNya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.”.

1Pet 2:24 - Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuhNya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilurNya kamu telah sembuh.”.

Yes 53:4-12 - “(4) Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. (5) Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. (6) Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. (7) Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. (8) Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umatKu ia kena tulah. (9) Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya. (10) Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya. (11) Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hambaKu itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul. (12) Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.”.

 

Mereka berkata:

“We will see how this universal atonement rips out the very heart of the gospel.” (= Kita akan melihat bagaimana Penebusan Universal ini merobek inti dari injil.) - dari file ‘Heterodoxy2.doc’.

 

Dalam ‘Limited Atonement’ (= Penebusan Terbatas), maka Yesus Kristus mati hanya untuk orang-orang pilihan, dan dosa-dosa mereka diperhitungkan kepadaNya, dan Ia mati untuk itu. Akibatnya semua mereka memang diampuni dan diselamatkan.

 

Tetapi dalam ‘Universal Atonement’ (= Penebusan Universal), Yesus Kristus mati untuk semua orang tanpa kecuali, tetapi tetap banyak dari orang-orang itu yang tetap masuk ne neraka.

 

Ini oleh orang-orang extrim ini dianggap sebagai menunjukkan bahwa penebusan yang Yesus lakukan itu tidak ada artinya sama sekali!

 

Penebusan yang sebenarnya mencapai / mengerjakan secara penuh dan sempurna ‘remission’ (= pengampunan) yang lengkap, mutlak dan sepenuhnya, dari semua dosa-dosa dari semua orang untuk siapa Yesus telah mati.

‘To remit’ berarti ‘to cancel’ (= membatalkan), ‘to forgive’ (= mengampuni), ‘to take out of the way’ (= membuang dari jalan / menyingkirkan).

Yoh 1:29 - “Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: ‘Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.”.

1Yoh 3:5 - “Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diriNya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa.”.

Mat 26:28 - “Sebab inilah darahKu, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.”.

Ibr 1:3 - “Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firmanNya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,”.

Dan 9:24 - “Tujuh puluh kali tujuh masa telah ditetapkan atas bangsamu dan atas kotamu yang kudus, untuk melenyapkan kefasikan, untuk mengakhiri dosa, untuk menghapuskan kesalahan, untuk mendatangkan keadilan yang kekal, untuk menggenapkan penglihatan dan nabi, dan untuk mengurapi yang maha kudus.”.

1Yoh 3:8 - “barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diriNya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.”.

Ibr 2:14 - “Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematianNya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut;”.

Ibr 9:26 - “Sebab jika demikian Ia harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diriNya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korbanNya.”.

Wah 1:5 - “dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darahNya-”.

Kol 2:13-14 - “(13) Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, (14) dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakanNya dengan memakukannya pada kayu salib:”.

1Yoh 1:7 - “Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, AnakNya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.”.

Ef 1:7 - “Sebab di dalam Dia dan oleh darahNya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karuniaNya,”.

Kol 1:14 - “di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.”.

Ibr 9:22 - “Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.”.

Ibr 10:18 - “Jadi apabila untuk semuanya itu ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan korban karena dosa.”.

2Kor 5:19 - “Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diriNya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.”.

Yes 53:5 - “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”.

1Pet 2:24 - “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuhNya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilurNya kamu telah sembuh.”.

 

Lalu mereka mengatakan: Bagaimana dengan ‘kristus’ dari Penebusan Universal? ‘Kristus’ dari Penebusan Universal telah mati untuk setiap orang tanpa kecuali. Apakah kematian ini sungguh-sungguh mengerjakan / mencapai ‘remission’ (= pengampunan), ‘cancellation’ (= pembatalan), ‘pardon’ (= pengampunan), ‘the putting away’ (= penyingkiran) dari dosa setiap orang tanpa kecuali? Tidak sama sekali. Ada orang-orang yang ada di neraka untuk siapa ‘kristus’ ini telah mati, untuk siapa ‘kristus’ ini menebus, yang dosa-dosanya dianggap telah diambil / disingkirkan, diampuni, dan dibayar.

 

Mereka berkata:

“Universal atonement advocates use John 1:29 to try to prove that their ‘christ’ took away the sins of everyone without exception. Yet they also say that there are some who are burning in hell. Were the sins of those who are burning in hell taken away by the blood of their ‘christ’? If so, why are they burning in hell? It is because their ‘christ’ actually accomplished NOTHING on the cross. There are people burning in hell for sins that were not pardoned or taken away. Their god is a liar when he says that this ‘christ’ took away the sins of everyone without exception. The blood of their ‘christ’ is of no effect in and of itself. And they blaspheme the true Jesus Christ by using His Name in their damnable heresy, claiming that the true Jesus Christ of the Bible paid the sin debt for everyone without exception. They hate the true God and the true gospel. They are unregenerate.” (= Para pendukung dari Penebusan Universal menggunakan Yoh 1:29 untuk membuktikan bahwa ‘kristus’ mereka mengangkut dosa-dosa dari setiap orang tanpa kecuali. Tetapi mereka juga mengatakan bahwa di sana ada sebagian yang sedang terbakar di dalam neraka. Apakah dosa-dosa dari mereka yang sedang terbakar di dalam neraka diangkut oleh darah dari ‘kristus’ mereka? Jika demikian, mengapa mereka terbakar di dalam neraka? Itu adalah karena ‘kristus’ mereka sebetulnya tidak mengerjakan / mencapai apapun di salib. Ada orang-orang yang sedang terbakar di neraka untuk dosa-dosa yang tidak diampuni atau diangkut / disingkirkan. Allah mereka adalah seorang pendusta pada waktu ia mengatakan bahwa ‘kristus’ ini mengangkut dosa-dosa dari setiap orang tanpa kecuali. Darah dari ‘kristus’ mereka tidak mempunyai akibat / hasil / pengaruh di dalam dan dari  dirinya sendiri. Dan mereka menghujat Yesus Kristus yang benar dengan menggunakan NamaNya dalam kesesatan terkutuk mereka, dengan mengclaim bahwa Yesus Kristus yang sejati dari Alkitab membayar hutang dosa dari setiap orang tanpa kecuali. Mereka membenci Allah yang benar / sejati dan injil yang benar / sejati. Mereka belum lahir baru / tidak selamat (unregenerate)] - dari file ‘Heterodoxy2.doc’.

 

Penebusan (yang seharusnya) mengerjakan dengan penuh dan dengan sempurna penebusan yang lengkap, mutlak dan sepenuhnya dari semua orang untuk siapa Kristus telah mati.

Menebus berarti membeli, membayar harga tebusan untuk suatu milik sehingga menyelamatkan atau membebaskan milik itu.

1Kor 6:20 - “Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!”.

1Pet 1:18-19 - “(18) Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, (19) melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.”.

Kis 20:28 - “Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperolehNya dengan darah AnakNya sendiri.”.

Ro 5:9 - “Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darahNya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.”.

Ro 3:24 - “dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.”.

Wah 5:9 - “Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: ‘Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darahMu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.”.

Mat 1:21 - “Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umatNya dari dosa mereka.’”.

Ibr 2:15 - “dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.”.

1Tes 1:10 - “dan untuk menantikan kedatangan AnakNya dari sorga, yang telah dibangkitkanNya dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang.”.

1Tim 2:6 - “yang telah menyerahkan diriNya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan.”.

Gal 1:4 - “yang telah menyerahkan diriNya karena dosa-dosa kita, untuk melepaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini, menurut kehendak Allah dan Bapa kita.”.

Tit 2:14 - “yang telah menyerahkan diriNya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diriNya suatu umat, kepunyaanNya sendiri, yang rajin berbuat baik.”.

Gal 3:13 - Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: ‘Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!’”.

Gal 4:5 - Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak”.

Mat 20:28 - “sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.’”.

Mark 10:45 - “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.’”.

Ef 1:7 - “Sebab di dalam Dia dan oleh darahNya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karuniaNya,”.

Kol 1:14 - di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.”.

 

Bagaimana ‘kristus’ dari Penebusan Universal? ‘Kristus’ dari Penebusan Universal telah mati untuk setiap orang tanpa kecuali. Apakah kematian ini sungguh-sungguh menghasilkan penebusan, pembelian, pembebasan dari setiap orang tanpa kecuali? Tidak. Ada orang-orang yang sedang terbakar di dalam neraka untuk siapa ‘kristus’ telah mati, yang dianggap telah dibeli, ditebus, oleh darah dari ‘kristus’ ini.

Para pendukung dari Penebusan Universal menggunakan 1Tim 2:6 untuk membuktikan bahwa ‘kristus’ mereka menyerahkan diriNya sendiri sebagai suatu tebusan untuk setiap orang tanpa kecuali, tetapi mereka juga mengatakan bahwa ada sebagian dari orang-orang itu yang terbakar di dalam neraka.

Apakah ‘kristus’ ini menyerahkan diriNya sendiri sebagai suatu tebusan, membeli dengan darahNya, membayar harga dari mereka yang sedang terbakar di dalam neraka? Jika demikian, mengapa mereka terbakar di dalam neraka? Itu adalah karena ‘kristus’ mereka sesungguhnya tidak mengerjakan / mencapai apapun di salib.

 

Penebusan yang sebenarnya secara penuh dan sempurna mencapai / mengerjakan propitiation dan reconciliation untuk semua orang untuk siapa Kristus telah mati.

·                 ‘To propitiate’ berarti ‘to appease’ (= menenangkan, meredakan, memenuhi tuntutan), ‘to pacify’ (= menenangkan, menenteramkan), ‘to assuage’ (= meredakan, menenangkan).

·                 ‘To reconcile’ berarti ‘to bring back into fellowship with’ (= membawa kembali pada persekutuan dengan), ‘to make peace with’ (= membuat damai dengan).

 

Murka Allah sepenuhnya ditenangkan / diredakan pada waktu Yesus Kristus menjadi dosa untuk umatNya dan menderita hukuman yang adil untuk dosa itu. Darah Kristus membuat damai antara Allah dan semua orang untuk siapa Kristus telah mati.

2Kor 5:18-19 - “(18) Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diriNya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. (19) Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diriNya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.”.

1Yoh 4:10 - “Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus AnakNya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.”.

Ro 3:25 - Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darahNya. Hal ini dibuatNya untuk menunjukkan keadilanNya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaranNya.”.

1Yoh 2:2 - “Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.”.

Ibr 2:17 - “Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudaraNya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.”.

1Pet 3:18 - “Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaanNya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh,”.

Ef 2:14-17 - “(14) Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, (15) sebab dengan matiNya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diriNya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, (16) dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu. (17) Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang ‘jauh’ dan damai sejahtera kepada mereka yang ‘dekat’,”.

Ro 5:10-11 - “(10) Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian AnakNya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidupNya! (11) Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.”.

Kol 1:20-22 - “(20) dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diriNya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus. (21) Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhiNya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, (22) sekarang diperdamaikanNya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematianNya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapanNya.”.

Yes 53:5-12 - “(5) Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. (6) Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. (7) Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. (8) Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umatKu ia kena tulah. (9) Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya. (10) Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya. (11) Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hambaKu itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul. (12) Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.”.

 

Lalu mereka berkata: bagaimana dengan ‘kristus’ dari Penebusan Universal? ‘Kristus’ dari Penebusan Universal telah mati untuk setiap orang tanpa kecuali. Apakah kematian ‘kristus’ ini sungguh-sungguh mengerjakan / mencapai pendamaian antara Allah dan setiap orang tanpa kecuali? Sama sekali tidak. Ada orang-orang di neraka untuk siapa ‘kristus’ ini telah mati, untuk siapa ‘kristus’ ini menebus orang-orang yang dianggap ‘diperdamaikan’ dengan Allah oleh darah dari ‘kristus’ ini, untuk siapa Allah dianggap ‘ditenangkan’, ‘diredakan’, ‘dipenuhi tuntutan’Nya.

Apakah ‘kristus’ ini menenangkan murka Allah bagi mereka yang sedang terbakar di neraka? Apakah darah dari ‘kristus’ ini membuat damai antara Allah dan mereka yang terbakar di neraka? Apakah ‘kristus’ ini memperdamaikan dengan Allah mereka yang sedang terbakar di neraka? Jika ya, mengapa mereka terbakar di neraka?

 

Mereka lalu berkata:

“Universal atonement advocates use 2 Corinthians 5:19 and 1 John 2:2 to try to prove that their ‘christ’ was reconciling everyone without exception to God and that their ‘christ’ was a propitiation for everyone without exception. Yet they also say that there are some who are burning in hell. Did this ‘christ’ appease the wrath of God for those who are burning in hell? Did the blood of this ‘christ’ make peace between God and those who are burning in hell? Did this ‘christ’ reconcile to God those who are burning in hell? If so, why are they burning in hell? It is because their ‘christ’ actually accomplished NOTHING on the cross.” (= Para pendukung Penebusan Universal menggunakan 2Kor 5:19 dan 1Yoh 2:2 untuk membuktikan bahwa ‘kristus’ mereka memperdamaikan setiap orang tanpa kecuali dengan Allah dan bahwa ‘kristus’ mereka merupakan suatu penebusan untuk setiap orang tanpa kecuali. Tetapi mereka juga mengatakan bahwa ada orang-orang sedang terbakar di neraka. Apakah ‘kristus’ ini menenangkan murka Allah bagi mereka yang sedang terbakar di neraka? Apakah darah dari ‘kristus’ ini membuat damai antara Allah dengan mereka yang sedang terbakar di neraka? Apakah ‘kristus’ ini memperdamaikan dengan Allah mereka yang sedang terbakar di neraka? Jika demikian, mengapa mereka sedang terbakar di neraka? Itu disebabkan karena ‘kristus’ mereka sesungguhnya tidak mengerjakan / mencapai apapun di salib) - dari file ‘Heterodoxy2.doc’.

 

Dan mereka berkata:

“At the end of Jesus Christ’s suffering on the cross, He said, ‘It is finished’ (John 19:30). Jesus Christ had finished the work He came to do. All the sins of all His people were imputed to Him, and He suffered as a substitute and representative for His people. His suffering unto death actually accomplished full pardon, redemption, propitiation, and reconciliation for every single person whom He represented on the cross. Christ’s atoning death was absolutely, totally effectual. This, THE Atonement, is the very heart of the gospel. If there is not THIS Atonement, The One True Atonement, there is no gospel. If there were only one person for whom Christ died who ended up in hell, the entire gospel would be meaningless, and the blood of Christ would be of no effect.” [= Pada akhir dari penderitaan Yesus Kristus di salib, Ia berkata, ‘Sudah selesai’ (Yoh 19:30). Yesus Kristus telah menyelesaikan pekerjaan untuk mana Ia datang. Semua dosa-dosa dari semua umatNya diperhitungkan kepadaNya, dan Ia menderita sebagai seorang pengganti dan wakil dari umatNya. PenderitaanNya sampai kematian sungguh-sungguh mengerjakan / mencapai pengampunan, penebusan, peredaan / penenangan, dan pendamaian penuh untuk setiap orang yang Ia wakili di salib. Kematian yang menebus dari Kristus adalah efektif secara mutlak dan total. Ini, Penebusan, adalah inti dari injil. Jika di sana tidak ada Penebusan ini, satu-satunya Penebusan yang sejati, di sana tidak ada injil. Seandainya ada satu saja orang untuk siapa Kristus telah mati yang berakhir di neraka, seluruh injil akan menjadi tidak berarti, dan darah Kristus akan tidak ada hasil / pengaruhnya] - dari file ‘Heterodoxy2.doc’.

 

Mereka lalu berkata:

“Consider the passage that was quoted in the first paragraph of this article. Do universal atonement advocates believe ‘that Christ died for our sins, according to the Scriptures’ (1 Corinthians 15:3)? Not even close. Far from it. Their ‘christ’ died for everyone without exception, not to accomplish salvation but merely to make salvation possible if the sinner would only do his part. This is not the atonement of the gospel. This is blasphemy. Those who believe that Jesus Christ died for those who are burning in hell spit in the face of Christ, trample underfoot the blood of Christ, and treat the blood of Christ as nothing. They do not believe that the blood of Christ was effectual to accomplish anything in and of itself.” [= Pertimbangkan text yang dikutip dalam paragraf pertama dari artikel ini. Apakah para pendukung Penebusan Universal percaya ‘bahwa Kristus mati untuk dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci’ (1Kor 15:3)? Dekatpun tidak. Jauh dari itu. ‘Kristus’ mereka telah mati untuk setiap orang tanpa kecuali, bukan untuk mengerjakan / mencapai keselamatan, tetapi semata-mata untuk membuat keselamatan itu memungkinkan jika saja orang berdosa itu mau melakukan bagiannya. Ini bukanlah penebusan dari injil. Ini adalah penghujatan. Mereka yang percaya bahwa Yesus Kristus telah mati untuk mereka yang sedang terbakar di neraka meludahi wajah Kristus, menginjak-injak darah Kristus, dan memperlakukan darah Kristus sebagai nihil (nothing). Mereka tidak percaya bahwa darah Kristus efektif untuk mengerjakan / mencapai apapun dalam dan dari dirinya sendiri.] - dari file ‘Heterodoxy2.doc’.

 

Mereka melanjutkan:

“The motto of every Christian is this: ‘But may it never be for me to boast, except in the cross of our Lord Jesus Christ, through whom the world has been crucified to me, and I to the world’ (Galatians 6:14). Whoever walks by this rule, this canon, this doctrine, is the one who has peace and mercy on him and is a person to whom all true Christians will speak peace; whoever boasts in anything else does not have peace and mercy on him and is a person to whom all true Christians will not speak peace (Galatians 6:16-17). Whatever one believes makes the difference between salvation and damnation is what one boasts and glories in. The one who believes that it is the work of Jesus Christ alone that makes the only difference between salvation and damnation boasts and glories in the cross of our Lord Jesus Christ and does not boast or glory in self. What of those who believe that Jesus Christ died for everyone without exception? They do not believe that it is the work of Jesus Christ alone that makes the difference between salvation and damnation; instead, they believe that it is the effort of the sinner that makes the ultimate difference between salvation and damnation. They do not boast or glory in the cross of Christ; they boast and glory in themselves. They might say they ‘give all glory to God’ and that it is ‘the cross that makes the difference’ and that it is ‘nothing but the blood of Jesus,’ but if they believe that Jesus Christ died for people who are burning in hell, then they DO NOT believe that it is the work of Christ alone that makes the difference between salvation and damnation. They DO NOT believe that the work of Christ was effectual to secure and ensure the salvation of everyone for whom Christ died. They DO NOT believe the very heart of the gospel. They are unregenerate boasters in self. [= Motto dari setiap orang Kristen adalah ini: ‘Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.’ (Gal 6:14). Siapapun yang berjalan dengan peraturan ini, kanon ini, doktrin ini, adalah orang yang mempunyai damai dan belas kasihan padanya, dan adalah seseorang kepada siapa semua orang-orang Kristen yang sejati akan mengucapkan damai; siapapun membanggakan dalam apapun yang lain tidak mempunyai damai dan belas kasihan padanya, dan adalah seseorang kepada siapa semua orang-orang Kristen yang sejati tidak akan mengucapkan damai (Gal 6:16-17). Apapun yang dipercaya orang membuat perbedaan antara keselamatan dan penghukuman di neraka, merupakan apa yang orang itu banggakan dan dalam mana ia bermegah. Orang yang percaya bahwa adalah pekerjaan / karya dari Yesus Kristus saja yang membuat satu-satunya perbedaan antara keselamatan dan penghukuman di neraka, bangga dan bermegah dalam salib dari Tuhan kita Yesus Kristus, dan tidak bangga atau bermegah dalam dirinya sendiri. Bagaimana tentang mereka yang percaya bahwa Yesus Kristus mati untuk setiap orang tanpa kecuali? Mereka tidak percaya bahwa adalah pekerjaan / karya dari Yesus Kristus saja yang membuat perbedaan antara keselamatan dan penghukuman dalam neraka; alih-alih, mereka percaya bahwa adalah usaha dari orang berdosa yang membuat perbedaan akhir antara keselamatan dan penghukuman akhir di neraka. Mereka tidak bangga atau bermegah dalam salib Kristus; mereka bangga dan bermegah dalam diri mereka sendiri. Mereka bisa mengatakan mereka ‘memberikan semua kemuliaan bagi Allah’ dan bahwa adalah ‘salib yang membuat perbedaan’ dan bahwa ‘bukanlah hal lain apapun kecuali darah Yesus’, tetapi jika mereka percaya bahwa Yesus Kristus telah mati untuk orang-orang yang sedang terbakar di neraka, maka mereka TIDAK percaya bahwa adalah pekerjaan / karya Kristus saja yang membuat perbedaan antara keselamatan dan penghukuman dalam neraka. Mereka TIDAK percaya bahwa pekerjaan / karya Kristus adalah efektif untuk menjamin dan memastikan keselamatan dari setiap orang untuk siapa Kristus telah mati. Mereka TIDAK percaya inti dari injil. Mereka adalah pembangga-pembangga dalam diri sendiri, yang belum lahir baru / belum diselamatkan.] - dari file ‘Heterodoxy2.doc’.

 

Gal 6:14,16-17 - “(14) Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia. ... (16) Dan semua orang, yang memberi dirinya dipimpin oleh patokan ini, turunlah kiranya damai sejahtera dan rahmat atas mereka dan atas Israel milik Allah. (17) Selanjutnya janganlah ada orang yang menyusahkan aku, karena pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus.”.

Catatan: ay 16 yang saya garis-bawahi menunjukkan bahwa Paulus mengucapkan damai hanya kepada orang-orang percaya.

 

Kalau sampai titik ini mereka sudah membahas tentang orang-orang Arminian, dan memvonis orang-orang itu sebagai ‘unregenerate’ (= belum lahir baru / belum selamat), maka sekarang mereka mulai membahas tentang para Calvinist yang percaya bahwa orang-orang Arminian adalah saudara-saudara seiman mereka, bisa selamat, dan sebagainya. Mereka menyebut para Calvinist yang seperti ini dengan singkatan TC [= Tolerant Calvinist (= Calvinist yang toleran)].

 

Mereka berkata:

“Let us assume that TC believes that all regenerate people believe the gospel. ... Consider: (1) TC believes that some who believe universal atonement are saved. (2) TC believes that all saved people believe the gospel. Thus, (3) TC believes that some who believe universal atonement believe the gospel. What does this show about TC’s belief about the gospel? Since TC believes a person can believe the gospel and believe universal atonement at the same time, then he must believe that the gospel does not include the efficacious atonement of Jesus Christ. TC has just denied the very heart of the gospel.” [= Biarlah kami / kita anggap bahwa TC percaya bahwa semua orang yang sudah lahir baru / selamat percaya injil. ... Pertimbangkan: (1) TC percaya bahwa sebagian / beberapa dari orang yang mempercayai Penebusan Universal diselamatkan. (2) TC percaya bahwa semua orang-orang yang diselamatkan percaya injil. Jadi, (3) TC percaya bahwa sebagian / beberapa dari orang-orang yang percaya Penebusan Universal percaya injil. Apa yang ditunjukkan hal ini tentang kepercayaan TC tentang injil? Karena TC percaya seseorang bisa percaya injil dan percaya Penebusan Universal pada saat yang sama, maka ia harus percaya bahwa injil tidak mencakup penebusan yang efektif dari Yesus Kristus. TC baru saja telah menyangkal inti dari injil.] - dari file ‘Heterodoxy2.doc’.

 

Mereka melanjutkan:

“What does this now say about what TC thinks about the gospel? TC believes that the gospel is made up of certain doctrines. TC also believes that some who believe that Christ’s death did not actually accomplish pardon, redemption, propitiation, and reconciliation believe the gospel. Thus, TC does NOT believe that the gospel includes the doctrine that Christ’s death actually accomplished pardon, redemption, propitiation, and reconciliation. TC does NOT believe that the gospel includes the doctrine that Christ’s blood actually atoned. TC denies that The Atonement is part of the gospel. And in doing so, TC denies the very gospel itself. TC shows that he has no idea what the gospel is. He shows that he is just as unregenerate as the universal atonement advocate is.” (= Apa yang sekarang dikatakan oleh hal ini tentang apa yang TC pikirkan tentang injil? TC percaya bahwa injil dibuat / disusun dari doktrin-doktrin tertentu. TC juga percaya bahwa sebagian / beberapa orang yang percaya bahwa kematian Kristus tidak sungguh-sungguh mengerjakan / mencapai pengampunan, penebusan, peredaan / penenangan / pemenuhan tuntutan, dan pendamaian, percaya injil. Maka, TC tidak percaya bahwa injil mencakup doktrin bahwa kematian Kristus sungguh-sungguh mengerjakan pengampunan, penebusan, penenangan / pemenuhan tuntutan, dan pendamaian. TC tidak percaya bahwa injil mencakup doktrin bahwa darah Kristus sungguh-sungguh menebus. TC menyangkal bahwa Penebusan adalah bagian dari injil. Dan dengan melakukan seperti itu, TC menyangkal injil itu sendiri. TC menunjukkan bahwa ia tidak mempunyai gagasan / tidak mengerti apa injil itu. Ia menunjukkan bahwa ia sama unregenerate / belum lahir baru / belum selamatnya seperti para pendukung Penebusan Universal) - dari file ‘Heterodoxy2.doc’.

 

Sekarang mereka memberikan kesimpulan / kata-kata akhir:

 

“Finally, consider the following logic: (1) All who believe a false gospel of salvation conditioned on the sinner are unregenerate. (2) Universal atonement is a false gospel of salvation conditioned on the sinner. Thus, (3) all who believe universal atonement are unregenerate.” [= Akhirnya, pertimbangkan logika berikut ini: (1) Semua orang yang percaya injil keselamatan yang palsu yang disyaratkan / tergantung pada orang berdosa adalah orang yang unregenerate / belum lahir baru / belum selamat. (2) Penebusan Universal adalah suatu injil keselamatan yang palsu yang disyaratkan / tergantung pada orang berdosa. Maka, (3) semua orang yang percaya Penebusan Universal adalah unregenerate / belum lahir baru / belum selamat.] - dari file ‘Heterodoxy2.doc’.

“TC and every person who would consider at least some universal atonement advocates to be regenerate MUST disagree with #3. And the only way people can disagree with #3 is if they disagree with at least one of the first two statements. Consider those who disagree with #1. These are people who believe that at least some who believe a false gospel of salvation conditioned on the sinner are regenerate. Can a true Christian disagree with #1? Of course not. Consider those who disagree with #2. These are people who believe that universal atonement is not a false gospel of salvation conditioned on the sinner. Can a true Christian disagree with #2? Of course not. Thus, all who disagree with #3 (all who consider at least some universal atonement advocates to be saved) are unregenerate.” [= TC dan setiap orang yang menganggap bahwa setidaknya / sedikitnya sebagian dari pendukung-pendukung Penebusan Universal sebagai telah lahir baru / selamat HARUS tidak setuju dengan # 3. Dan satu-satunya jalan orang-orang bisa tidak setuju dengan # 3 adalah jika mereka tidak setuju dengan sedikitnya satu dari dua pernyataan pertama. Pertimbangkan mereka yang tidak setuju dengan # 1. Ini adalah orang-orang yang percaya bahwa setidaknya / sedikitnya sebagian / beberapa dari orang-orang yang percaya injil keselamatan yang palsu yang disyaratkan / tergantung pada orang berdosa adalah orang yang sudah lahir baru / sudah selamat. Bisakah seorang Kristen yang sejati tidak setuju dengan # 1? Tentu saja tidak. Pertimbangkan mereka yang tidak setuju dengan # 2. Ini adalah orang-orang yang percaya bahwa Penebusan Universal bukanlah injil keselamatan yang palsu yang disyaratkan / tergantung pada orang berdosa. Bisakah seorang Kristen yang sejati tidak setuju dengan # 2? Tentu saja tidak. Maka, semua yang tidak setuju dengan # 3 (semua orang yang menganggap bahwa setidaknya / sedikitnya sebagian / beberapa dari para pendukung Penebusan Universal diselamatkan) adalah orang-orang yang unregenerate / belum lahir baru / tidak selamat.] - dari file ‘Heterodoxy2.doc’.

 

“It is no wonder that God says that anyone who speaks peace to a person who brings a false gospel is unregenerate (2 John 11).” [= Tidak heran bahwa Allah mengatakan bahwa siapapun yang mengucapkan damai kepada seorang yang membawa injil palsu adalah unregenerate / belum lahir baru / tidak selamat (2Yoh 11).] - dari file ‘Heterodoxy2.doc’.

2Yoh 10-11 - “(10) Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya. (11) Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat.”.

 

“Those who say that Jesus Christ died for everyone without exception deny that the death of Christ actually pardoned, redeemed, propitiated, and reconciled. They deny that Christ’s blood actually atoned. They deny that it is the work of Christ alone that makes the difference between salvation and damnation. They deny the very heart of the gospel. They boast and glory in themselves. They are God-haters. And those who speak peace to these God-haters, who call them brothers and sisters in Christ, who say that the universal atonement advocates believe the same gospel they do, show that they, too, deny the true gospel. They deny that the atoning, pardoning, redeeming, propitiating, reconciling blood of Christ is an essential part of the gospel. They, too, do not believe the gospel. They, too, are boasters who glory in the sinner. They, too, are God-haters.” (= Mereka yang mengatakan bahwa Yesus Kristus telah mati untuk setiap orang tanpa kecuali menyangkal bahwa kematian Kristus sungguh-sungguh mengampuni, menebus, meredakan / memenuhi tuntutan, dan diperdamaikan. Mereka menyangkal bahwa darah Kristus sungguh-sungguh menebus. Mereka menyangkal bahwa adalah pekerjaan Kristus saja yang membuat perbedaan antara keselamatan dan penghukuman dalam neraka. Mereka menyangkal inti dari injil. Mereka membanggakan dan bermegah dalam diri mereka sendiri. Mereka adalah pembenci-pembenci Allah. Dan mereka yang mengucapkan damai kepada para pembenci Allah ini, yang menyebut mereka saudara-saudara dan saudari-saudari dalam Kristus, yang mengatakan bahwa para pendukung Penebusan Universal percaya kepada injil yang sama dengan yang mereka percayai, menunjukkan bahwa mereka juga menyangkal injil yang sejati. Mereka menyangkal bahwa darah Kristus yang menebus, mengampuni, meredakan / memenuhi tunutan, mendamaikan merupakan suatu bagian yang hakiki dari injil. Mereka, juga, tidak percaya kepada injil. Mereka, juga, adalah pembangga-pembangga yang bermegah dalam orang berdosa. Mereka, juga, adalah pembenci-pembenci Allah) - dari file ‘Heterodoxy2.doc’.

 

THE Atonement whereby Jesus Christ, the God-man mediator, as a representative and substitute for His people, in His bloody death on the cross, accomplished full pardon, full redemption, full propitiation, and full reconciliation for everyone whom He represented, is the very essence, the very heart, the very core, the very foundation, the very cornerstone, the very crux of the gospel. One cannot deny The Atonement by believing in universal atonement and still believe the true gospel. All who deny The Atonement, including all who believe that Jesus Christ died for everyone without exception, are not true Christians. One cannot deny that The Atonement is an essential gospel doctrine by believing that some universal atonement advocates are saved and still believe the gospel. All who deny that The Atonement is an essential gospel doctrine, including all who speak peace to universal atonement advocates, are not true Christians. The cross of Christ is what Christianity is all about. If there is no Atonement, there is no Christianity.” (= Penebusan dengan mana Yesus Kristus, pengantara yang adalah manusia-Allah, sebagai seorang wakil dan pengganti untuk umatNya, dalam kematianNya yang berdarah di salib, mengerjakan / mencapai pengampunan penuh, penebusan penuh, penenangan / pemenuhan tuntutan penuh, dan pendamaian penuh untuk setiap orang yang Ia wakili, adalah hakekat, inti, bagian tengah, dasar / fondasi, batu penjuru, hal yang terpenting dari injil. Seseorang tidak bisa menyangkal Penebusan dengan percaya pada Penebusan Universal, dan tetap percaya injil yang sejati / benar. Semua orang yang menyangkal Penebusan, termasuk semua orang yang percaya bahwa Yesus Kristus telah mati untuk setiap orang tanpa kecuali, bukanlah orang-orang Kristen yang sejati. Seseorang tidak bisa menyangkal bahwa Penebusan merupakan suatu doktrin injil yang hakiki dengan percaya bahwa sebagian / beberapa dari pendukung-pendukung Penebusan Universal diselamatkan, dan tetap percaya injil. Semua orang yang menyangkal bahwa Penebusan merupakan suatu doktrin injil yang hakiki, termasuk semua orang yang mengucapkan damai kepada para pendukung Penebusan Universal, bukanlah orang-orang Kristen yang sejati. Salib Kristus adalah semua tentang Kekristenan. Jika di sana tidak ada Penebusan, di sana tidak ada Kekristenan.) - dari file ‘Heterodoxy2.doc’.

 

 

-bersambung-

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : buas22@yahoo.com

e-mail us at golgotha_ministry0@yahoo.com

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali