(Rungkut Megah
Raya Blok D No 16)
Rabu, tgl 28
Agustus 2013, pk 19.00
Pdt. Budi Asali, M. Div.
[HP: (031)
70641331 / (031) 60501331 / 081945588855]
10)Yoh
6:44-45 - “(44) Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepadaKu, jikalau ia
tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir
zaman. (45) Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan
mereka semua akan diajar oleh Allah.
Dan setiap orang, yang telah mendengar dan
menerima pengajaran dari Bapa, datang kepadaKu.”.
Adam
Clarke (tentang Yoh 6:45):
“‘They
shall be all taught of God.’ This explains the preceding verse. God teaches a
man to know himself, that, finding his need of salvation, he may flee to lay
hold on the hope which his heavenly Father has set before him in the Gospel. God
draws men by his love, and by showing them what his love has done for them.” (= ‘Mereka
semua akan diajar oleh Allah’. Ini
menjelaskan ayat yang mendahuluinya. Allah mengajar orang untuk mengenal diriNya
sendiri, sehingga, mendapati kebutuhannya akan keselamatan, ia bisa lari untuk
berpegang pada pengharapan yang Bapa surgawinya
telah letakkan di hadapannya dalam Injil. Allah menarik manusia oleh kasihNya,
dan dengan menunjukkan kepada mereka apa yang kasihNya telah lakukan bagi
mereka.).
Dengan
penafsiran seperti ini tak terlihat apapun bahwa Allah memberikan iman kepada
orang-orang pilihan / orang-orang percaya. Apa masalahnya dengan penafsiran Adam
Clarke ini? Ia tidak mempedulikan kata-kata ‘mereka semua’ dan ‘setiap
orang’ dalam Yoh 6:45!
Yoh 6:45 - “‘Ada
tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua
akan diajar oleh Allah. Dan
setiap orang, yang telah mendengar dan
menerima pengajaran dari Bapa, datang kepadaKu.”.
Lenski
(tentang Yoh 6:45):
“Jesus
first uses διδόναι,
‘to give,’ in v. 37 and 39, he adds ἑλκύειν,
‘to draw,’ in v. 44. He now takes the next step and makes fully clear how
this giving and drawing to Jesus is effected by the Father. ‘It
has been written in the prophets, And they shall all be people taught of God.
Everyone that did hear from the Father and did learn comes to me.’ ...
All that they hold and believe is God’s own teaching, none of it comes from
themselves or merely from men. Thus we see what it means to be drawn by the
Sender of Jesus, namely to be ‘people taught of God.’” (= Yesus pertama-tama / mula-mula menggunakan
DIDONAI, ‘memberikan’, dalam ay 37 dan 39, Ia menambahkan HELKUEIN,
‘menarik’, dalam ay 44. Sekarang Ia mengambil langkah berikutnya dan membuat
sepenuhnya jelas bagaimana pemberian dan penarikan kepada Yesus ini diadakan /
dijalankan oleh Bapa. ‘Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua
akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima
pengajaran dari Bapa, datang kepadaKu.’ ... Semua yang mereka pegang dan
percayai adalah ajaran Allah sendiri, tak ada darinya yang datang dari diri
mereka sendiri atau semata-mata dari manusia. Maka kita melihat apa artinya
ditarik oleh Pengutus dari Yesus, yaitu menjadi ‘orang-orang yang diajar dari
/ oleh Allah’).
Catatan:
sama seperti Adam Clarke, Lenski juga tidak mempedulikan kata-kata ‘mereka
semua’ dan ‘setiap orang’ dalam Yoh 6:45!
William Hendriksen (tentang Yoh 6:45): “It
is not true that 6:45 cancels or at least weakens 6:44. The expression, ‘It
is written in the prophets, And they shall all be taught of God,’ does
not in any sense whatever place in the hands of men the power
to accept Jesus as Lord. Here is more - much more! - than mere intellectual
advancement. Here, too, is more than that plus moral suasion. Here is the
transformation of the entire personality!” (= Tidaklah benar bahwa 6:45
membatalkan atau setidaknya melemahkan 6:44. Ungkapan,
‘Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh
Allah’, tidak dalam arti apapun meletakkan dalam tangan manusia kuasa untuk
menerima Yesus sebagai Tuhan. Di
sini ada lebih - jauh lebih banyak! - dari pada semata-mata kemajuan
intelektual. Di sini juga, adalah lebih dari itu ditambah bujukan / desakan. Ini
adalah perubahan dari seluruh kepribadian!).
William Hendriksen (tentang Yoh 6:45): “Here
again the divine and the human activities in the work of salvation are
juxtaposed, for immediately after ‘And they shall all be taught of God’
there follows, ‘Everyone who listens
to the Father and learns of him will come to me.’ In this connection, however, it should be emphasized that in showing how
sinners are saved Scripture never merely places side by side the divine and the
human factors, predestination and responsibility, God’s teaching and man’s
listening. On the contrary, it is always definitely
indicated that it is God who takes the initiative and who is in control from
start to finish.
It is God who draws before man comes; it is he that teaches before man can
listen and learn. Unless the Father draws, no one can come. That is the negative
side. The positive is: everyone
who listens to the Father and learns of him will come. Grace always conquers; it
does what it sets out to do. In that sense it is irresistible. The absolute
character of the cooperation between Father and Son, which, in turn, is based
upon unity of essence, is stressed once more as in so many other passages in
this Gospel: he who listens to the
Father (not merely in the outward sense but so that he actually learns of
him) comes to the Son, ‘will
come to me.’ Such a person will embrace Christ by a true and living faith.”
[= Di sini lagi-lagi aktivitas ilahi dan
manusiawi dalam pekerjaan keselamatan diletakkan berdampingan, karena segera
setelah ‘Dan mereka semua akan diajar dari / oleh Bapa’ mengikuti kalimat
‘Dan
setiap orang, yang mendengar kepada Bapa dan
belajar dari Dia, akan datang kepadaKu.’ Tetapi dalam hubungan ini harus
ditekankan bahwa dalam menunjukkan bagaimana orang-orang berdosa diselamatkan,
Kitab Suci tidak pernah semata-mata menempatkan berdampingan faktor-faktor ilahi
dan manusiawi, predestinasi dan tanggung jawab, pengajaran Allah dan pendengaran
manusia. Sebaliknya, selalu secara pasti ditunjukkan
bahwa Allahlah yang mengambil inisiatif dan yang mengendalikan dari awal sampai
akhir.
Allahlah yang menarik sebelum
manusia bisa datang; Ialah yang mengajar sebelum manusia bisa mendengar dan
belajar. Kecuali Bapa menarik, tak seorangpun bisa datang. Itu adalah sisi
negatifnya. Sisi positifnya adalah: setiap
orang yang mendengar kepada Bapa dan belajar dari Dia akan datang.
Kasih karunia selalu menang; kasih karunia melakukan apa yang kasih karunia
maksudkan untuk lakukan. Dalam arti itu kasih karunia tidak dapat ditolak.
Karakter mutlak dari kerja sama antara Bapa dan Anak, yang didasarkan pada
kesatuan hakekat, ditekankan satu kali lagi seperti dalam begitu banyak
text-text dalam Injil ini: ia yang mendengar kepada
Bapa (bukan semata-mata dalam arti lahiriah tetapi sedemikian rupa sehingga ia
betul-betul belajar dari Dia) datang kepada Anak, ‘akan datang kepadaKu’.
Orang seperti itu akan memeluk / percaya kepada Kristus dengan iman yang sejati
/ benar dan hidup.].
Catatan: perhatikan perbedaan
penafsiran antara William Hendriksen di satu pihak dan Adam Clarke dan Lenski di
pihak lain. William Hendriksen menafsirkan kata-kata ‘setiap orang’, tetapi Adam Clarke dan Lenski tidak. Penghindaran seperti ini
dilakukan untuk membuat ayat itu artinya sesuai dengan theologia mereka.
Calvin
(tentang Yoh 6:45):
“the Church cannot be restored in any other way than by God undertaking
the office of a Teacher, and bringing believers to himself. The
way of teaching, of which the prophet speaks, does not consist merely in the
external voice, but likewise in the secret operation of the Holy Spirit. In
short, this teaching of God is the inward illumination of the heart.
‘And they shall be all taught by God.’ As
to the word ‘all,’ it must be limited to the elect, who alone are the true
children of the Church. ... Christ, therefore, justly concludes that men
have not eyes to behold the light of life, until God has opened them.
But at the same time, he fastens on the general phrase, ‘all;’ because he argues from it, that ‘all’ who are ‘taught by God’ are effectually drawn, so as
to come; and to this relates what he immediately adds, Whosoever
therefore hath heard my Father. The amount of what is said is, that all
who do not believe are reprobate and doomed to destruction; because all
the sons of the Church and heirs of life are made by God to be his obedient
disciples. Hence it follows, that there is not one of all the elect of God who
shall not be a partaker of faith in Christ. Again, as Christ formerly affirmed
that men are not fitted for believing, until they have been drawn, so he now
declares that the grace of Christ, by which they are drawn, is efficacious, so
that they necessarily believe. These two clauses utterly overturn the whole
power of free will, of which the Papists dream. For if it be only when the
Father has drawn us that we begin to ‘come to Christ,’ there is not in us
any commencement of faith, or any preparation for it. On the other hand, if all
come whom the Father hath taught, He
gives to them not only the choice of believing, but faith itself. ...
‘Cometh to me.’ He shows the inseparable connection that exists between him
and the Father. For the meaning is, that it is
impossible that any who are God’s disciples shall not obey Christ, and that
they who reject Christ refuse to be ‘taught by God;’ because the only wisdom
that all the elect learn in the school of God is, to come to Christ;
for the Father, who sent him, cannot deny himself.” (= Gereja tidak bisa dipulihkan dengan cara lain apapun dari pada dengan
Allah mengerjakan jabatan dari seorang Guru / Pengajar, dan membawa orang-orang
percaya kepada diriNya sendiri. Cara pengajaran,
tentang mana sang nabi berbicara, tidak terdiri semata-mata dalam suara
lahiriah, tetapi juga dalam pekerjaan / operasi rahasia dari Roh Kudus.
Singkatnya, pengajaran Allah ini adalah pencerahan di dalam dari hati.
‘Dan mereka semua akan diajar oleh Allah’. Berkenaan
dengan kata ‘semua’, itu harus dibatasi pada orang-orang pilihan, karena
hanya mereka yang merupakan anak-anak yang sejati dari Gereja. ...
Karena itu, Kristus secara benar menyimpulkan bahwa manusia
tidak mempunyai mata untuk melihat terang kehidupan, sampai Allah telah membuka
mata mereka. Tetapi pada saat yang sama, Ia
melekatkan pada ungkapan umum, ‘semua’;
karena Ia berargumentasi darinya, bahwa ‘semua’
yang ‘diajar oleh Allah’ ditarik secara efektif, sehingga mereka datang; dan
dengan hal ini berhubungan apa yang Ia segera tambahkan, Karena itu, ‘barang
siapa / setiap orang telah mendengar BapaKu.’ Total dari semua yang
Ia katakan adalah, bahwa semua yang tidak percaya adalah reprobate / orang-orang
non pilihan dan ditentukan pada kebinasaan / kehancuran; karena semua
anak-anak dari Gereja dan ahli-ahli waris dari kehidupan dibuat oleh Allah untuk
menjadi murid-muridNya yang taat. Maka akibatnya adalah bahwa di sana tidak ada
seorangpun dari semua orang-orang pilihan dari Allah yang tidak akan menjadi
seorang pengambil bagian dari iman kepada Kristus. Selanjutnya, sebagaimana
Kristus sebelumnya menegaskan bahwa orang-orang tidak cocok untuk percaya,
sampai mereka telah ditarik, maka sekarang Ia menyatakan bahwa kasih karunia
dari Kristus, dengan mana mereka ditarik, adalah mujarab / pasti berhasil,
sehingga mereka pasti percaya. Dua anak kalimat ini sama sekali membalikkan
seluruh kekuatan dari kehendak bebas, tentang mana para pengikut Paus bermimpi.
Karena jika hanya pada waktu Bapa telah menarik kita maka kita mulai ‘datang
kepada Kristus’, di sana tidak ada di dalam kita pemulaian apapun dari iman,
atau persiapan apapun untuk iman. Di sisi yang lain, jika semua yang telah
diajar Bapa datang, IA MEMBERIKAN KEPADA MEREKA BUKAN
HANYA PEMILIHAN UNTUK PERCAYA, TETAPI IMAN ITU SENDIRI. ... ‘Datang
kepadaKu’. Ia menunjukkan hubungan yang tak terpisahkan yang ada antara Dia
dengan Bapa. Karena artinya adalah, bahwa adalah
tidak mungkin bahwa siapapun yang adalah murid-murid Allah tidak akan mentaati
Kristus, dan bahwa mereka yang menolak Kristus menolak untuk ‘diajar oleh
Allah’; karena satu-satunya hikmat yang dipelajari oleh semua orang-orang
pilihan dalam sekolah Allah adalah, datang kepada Kristus; karena
Bapa, yang mengutusNya, tidak bisa menyangkal diriNya sendiri.).
Lagi-lagi kita melihat
bahwa Calvin, sama seperti William Hendriksen, memperhatikan kata-kata ‘semua’
dan ‘setiap orang / barangsiapa’, yang memang merupakan kata-kata
kunci yang sangat penting dalam ayat ini, tetapi diabaikan / dihindari oleh Adam
Clarke dan Lenski.
Ini beberapa hal penting
yang ditekankan oleh Calvin dalam kutipan di atas:
a)
Ay 45 merupakan kutipan dari Yes 54:13 - “Semua
anakmu akan menjadi murid TUHAN, dan besarlah kesejahteraan mereka”.
b)
Kata ‘semua’ menunjuk kepada elects
(= orang-orang pilihan).
c)
Ini menjelaskan bahwa Allah ‘menarik’ dengan ‘mengajar’.
Tetapi jelas bahwa ‘mengajar’ ini bukanlah
satu-satunya hal yang Allah lakukan untuk menarik seseorang. Ia juga
melahirbarukan (atau ‘membuka mata mereka’), memberikan terang sehingga
orang itu mengerti ajaran yang Ia berikan, dan bahkan Ia juga memberikan iman.
Saya ingin ulangi bagian terpenting dari
kata-kata Calvin di atas.
Calvin
(tentang Yoh 6:45): “He gives to them not only the choice of believing, but
faith itself.” (= Ia memberikan kepada mereka bukan hanya pemilihan, tetapi
iman itu sendiri.).
d)
Orang yang telah mendengar dan menerima ajaran dari Bapa akan datang
kepada Yesus (beriman kepada Yesus).
11)Yoh 6:65
- “Lalu Ia berkata: ‘Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak
ada seorangpun dapat datang kepadaKu, kalau Bapa tidak mengaruniakannya
kepadanya.’”.
Adam
Clarke (tentang Yoh 6:65):
“‘Except
it were given unto him.’ None can come at first, unless he be drawn by the
Father; and none can continue, unless he continue under those sacred influences
which God gives only to those who do not receive his first graces in vain. St.
Augustin himself grants that it was the sole fault of these disciples that they
did not believe, and were saved. ... If I be asked why these could not believe,
I immediately answer, because they WOULD NOT. Aug. Tract. 53, in Joan.” (= ‘Kecuali
itu dikaruniakan kepadanya’. Mula-mula
tak seorangpun bisa datang, kecuali ia ditarik oleh Bapa; dan tak seorangpun
bisa melanjutkan, kecuali ia terus ada di bawah pengaruh-pengaruh kudus itu,
yang Allah berikan hanya kepada mereka yang tidak menerima kasih karuniaNya yang
pertama dengan sia-sia. Santo Agustinus sendiri mengakui bahwa adalah
semata-mata kesalahan dari murid-murid ini bahwa / sehingga mereka tidak percaya
dan diselamatkan. ... Jika saya ditanya mengapa orang-orang ini tidak dapat
percaya, saya segera menjawab, karena mereka TIDAK MAU. Aug. Tract 53, in Joan.).
Catatan:
a)
Kata-kata Clarke pada bagian awal (yang saya garis-bawahi) lagi-lagi
menghindari pembahasan kata-kata dari Yoh 6:65 itu. Kata-katanya boleh
dikatakan tidak ada hubungannya dengan ayat itu. Dari mana ia tahu-tahu bicara
ada kasih karunia yang pertama, yang kelihatannya ia katakan sebagai ‘tarikan
pertama dari Bapa’, yang tidak diterima dengan sia-sia oleh orang itu, dan
lalu orang itu harus terus ada di bawah pengaruh kudus dari kasih karunia itu?
b)
Lalu pada bagian bawah, ia mengutip dari Agustinus, yang mengatakan bahwa
kalau seseorang tidak percaya itu semata-mata adalah kesalahan orang itu, dan
juga bahwa orang tidak percaya itu karena ia tidak mau. Saya tak punya traktat
Agustinus ini, sehingga tak bisa melihat dalam kontext apa Agustinus berbicara
seperti ini. Yang jelas Calvinisme / Augustinianisme memang mempercayai bahwa
kalau seseorang tidak percaya, itu memang kesalahannya sendiri. Dan seseorang
tidak percaya karena ia tidak mau. Ini juga benar. Tetapi
semua ini dari sudut pandang manusia. Dari
sudut pandang Tuhan, orang itu tidak mau karena Bapa tidak mengaruniakan
kepadanya. Ini yang tidak dibahas oleh Clarke. Sekarang kita
bandingkan dengan kata-kata Agustinus yang lain, yang dikutip oleh Calvin.
John
Calvin: “Augustine,
the faithful interpreter of them, exclaims: “Our Savior, to teach us that belief
comes as a gift and not from merit, says: ‘No one comes to me,
unless my Father…draw him’ (John 6:44 p.), and ‘…it be granted him by my
Father’ (John 6:65 p.). It is strange that two hear: one despises, the other
rises up! Let him who
despises impute it to himself; let him who
rises up not arrogate it to himself.”” [= Agustinus, penafsir
yang setia tentang mereka, berseru: “Juruselamat kita, pada waktu mengajar
kita bahwa kepercayaan datang sebagai suatu karunia /
pemberian dan bukan dari jasa, berkata: ‘Tak seorangpun datang
kepadaKu, kecuali BapaKu ... menariknya’ (Yoh 6:44), dan ‘... itu
dikaruniakan kepadanya oleh BapaKu’ (Yoh 6:65). Adalah aneh bahwa dua orang
mendengar: yang satu memandang rendah, yang lain bangkit! Hendaklah dia yang memandang rendah
memperhitungkannya kepada dirinya sendiri; hendaklah
dia yang bangkit tidak mengclaim dengan
sombong hak itu kepada dirinya sendiri.”] - ‘Institutes of
the Christian Religion’, Book III, Chapter 2, no 35.
Apakah Clarke hanya
melihat sebagian tulisan Agustinus dan mengutipnya? Karena yang saya beri garis
bawah ganda itu cocok dengan kata-kata Clarke. Tetapi Calvin mengutip semuanya
sehingga lebih obyektif!
Lenski (tentang Yoh 6:65): “In
v. 44 Jesus had said, ‘No man can come unto me except the Father which sent me
draw him’; and in v. 37,
‘All that the Father gives to
me shall get to me.’ To these two statements Jesus again refers, only changing
the active form into the passive, ‘have been given to him.’ To come to Jesus
is to believe in Jesus; and the ability to come is never without the coming. In
our abstract thinking we must never separate the two and imagine that the Father
grants the ability and that we then may decide whether we will use this ability
or leave it unused.” (= Dalam ay 44 Yesus
telah berkata, ‘Tak seorangpun bisa datang kepadaKu kecuali Bapa yang mengutus
Aku menariknya’; dan dalam ay 37, ‘Semua yang Bapa berikan kepadaKu
akan datang kepadaKu’. Yesus menunjuk pada 2 pernyataan ini lagi, hanya
mengubah bentuk aktif menjadi bentuk pasif, ‘telah diberikan / dikaruniakan
kepadanya’. Datang kepada Yesus adalah percaya
kepada Yesus; dan kemampuan untuk datang tidak pernah tanpa kedatangan itu. Dalam
pemikiran abstrak kita, kita tidak pernah
boleh memisahkan dua hal itu, dan membayangkan bahwa Bapa memberikan kemampuan
dan bahwa lalu kita bisa memutuskan apakah kita akan / mau menggunakan kemampuan
ini atau membiarkannya tidak dipakai.).
Catatan: lagi-lagi aneh, bahwa orang Arminian ini bisa
mengeluarkan komentar ‘Reformed’ seperti ini! Tetapi ada satu bagian yang
tidak saya mengerti, yaitu kata-kata yang saya beri garis bawah ganda ‘dalam
pemikiran abstrak kita’. Apa maksud Lenski dengan kata-kata
‘misterius’ ini?
Sekarang mari kita
perhatikan apa yang Lenski katakan selanjutnya di bawah ini.
Lenski (tentang Yoh 6:65): “The
best commentary on this giving and this drawing is furnished in Concordia
Triglotta 1087, etc.: ‘The Father will not do this without means,
but has ordained for this purpose his Word and Sacraments as ordinary means and
instruments; and it is the will neither of the Father nor of the Son that a man
should not hear or should despise the preaching of his Word and wait for the
drawing of the Father without the Word and Sacraments. For the Father draws,
indeed, by the power of his Holy Ghost, according to his usual order, by the
hearing of his holy, divine Word, as with a net, by which the elect are plucked
from the jaws of the devil. Every poor sinner should therefore repair thereto,
hear it attentively, and not doubt the drawing of the Father. For the Holy Ghost
will be with his Word in his power and work by it; and that is the drawing of
the Father. - But the reason why not all who hear it believe, and some are
therefore condemned the more deeply, is not because God had begrudged them their
salvation; but it is their own fault, as they have heard the Word in such a
manner as not to learn (v. 45) but only to despise, blaspheme, and disgrace it,
and have resisted the Holy Ghost, who through the Word wished to work in
them.’ Where the ability to come and the coming are not given, this is not due
to the will or the effort of the Giver but to the contrary, hostile will and
obdurate, resisting effort of him who should be the recipient, Matt. 23:37,
‘ye would not.’ ‘On this account,’ διὰ
τοῦτο,
refers back to the statement, ‘But there are some of you that do not
believe.’ Faith and coming to Jesus is not theirs and is not given to them
because in their persistent preference of unbelief they are determined not to
receive it. Their lack of faith is not excused by any inactivity on the
Father’s part, for this does not exist; their non-faith is blamed onto them
because they nullify the Father’s activity of giving and drawing.”
[= Tafsiran
yang terbaik tentang tindakan memberi dan menarik ini diberikan dalam Concordia
Triglotta 1087, dst.: ‘Bapa tidak akan melakukan ini tanpa cara-cara,
tetapi telah menentukan untuk tujuan ini Firman dan Sakramen-sakramenNya sebagai
cara-cara dan alat-alat yang umum / biasa; dan bukanlah merupakan kehendak Bapa
ataupun Anak bahwa seseorang harus mendengar dan memandang rendah pemberitaan
Firman dan menunggu tarikan Bapa tanpa Firman dan Sakramen-sakramen. Karena Bapa
memang menarik oleh kuasa dari Roh KudusNya sesuai dengan urut-urutanNya yang
biasa, dengan mendengar FirmanNya yang kudus dan ilahi, seperti dengan suatu
jala, dengan mana orang-orang pilihan diambil dari rahang setan / Iblis. Karena
itu, setiap orang berdosa yang malang harus memperbaiki kearah sana,
mendengarnya dengan penuh perhatian, dan tidak meragukan tarikan dari Bapa.
Karena Roh Kudus akan ada bersama dengan FirmanNya dalam kuasaNya dan bekerja
dengannya; dan itu adalah tarikan dari Bapa. - Tetapi
alasan mengapa tidak semua yang mendengarnya percaya, dan karena itu sebagian
dihukum dengan lebih dalam, bukanlah karena Allah telah memberi mereka dengan
segan keselamatan mereka; tetapi itu adalah kesalahan mereka sendiri, karena
mereka telah mendengar Firman dengan cara sedemikian rupa sehingga mereka tidak
belajar (ay 45) tetapi hanya memandang rendah, menghujat, dan mencemarkannya,
dan telah menolak Roh Kudus, yang melalui Firman ingin bekerja dalam diri mereka.’
Dimana kemampuan untuk datang dan tindakan datang itu
tidak diberikan, ini bukan disebabkan karena kehendak atau usaha dari sang
Pemberi, tetapi sebaliknya, kehendak yang bermusuhan dan keras kepala,
menolak usaha dari Dia yang seharusnya menjadi penerima, Mat 23:37,
‘kamu tidak mau’. ‘Sebab itu’, DIA TOUTO, menunjuk ke belakang pada
pernyataan, ‘Tetapi ada di antara kamu yang tidak percaya’. Iman
dan tindakan datang kepada Yesus bukanlah milik mereka, dan tidak diberikan
kepada mereka, karena dalam pemilihan terus menerus untuk tidak percaya dari
mereka mereka ditentukan untuk tidak menerimanya. Ketiadaan iman mereka tidak dimaafkan oleh
ketidak-aktifan apapun di pihak Bapa, karena ketidak-aktifan ini tidak ada;
ketiadaan iman mereka disalahkan kepada mereka karena mereka meniadakan
aktivitas memberi dan menarik dari Bapa.].
Catatan:
a) Bagaimana
kata-kata Lenski yang di atas dan di bawah bisa harmonis, saya tidak mengerti.
Kedua bagian itu betul-betul bertentangan frontal!
b) Bagian
yang saya beri garis bawah ganda jelas menunjukkan kepercayaan Lenski pada ‘conditional
election’ (= pemilihan bersyarat).
William Hendriksen (tentang Yoh 6:65): “faith
is a gift of God, and it is not given to all men: ‘And he was saying, Therefore said I to you that no one can come to me
unless it is given to him by the Father.’”
(= iman adalah suatu pemberian / karunia dari Allah, dan itu tidak diberikan
kepada semua orang: ‘Dan Ia berkata, Karena itu Aku berkata kepadamu bahwa tak
seorangpun dapat datang kepadaKu kecuali itu dikaruniakan kepadaNya oleh
Bapa’.).
Calvin
(tentang Yoh 6:65):
“He again states that faith is an uncommon and remarkable gift of the
Spirit of God, that we may not be astonished that the Gospel is not received in
every place and by all. ... Christ therefore assigns a reason why there are so
few believers, namely, because no man, whatever may be his acuteness, can arrive
at faith by his own sagacity; for all are blind, until they are illuminated by
the Spirit of God, and therefore they only partake of so great a blessing whom
the Father deigns to make partakers of it. If this grace were bestowed on all
without exception, it would have been unseasonable and inappropriate to have
mentioned it in this passage; for we must understand that it was Christ’s
design to show that not many believe the Gospel, because faith proceeds only
from the secret revelation of the Spirit. ‘Unless it be given him by my
Father.’ He now uses the word ‘give’ instead of the word which he formerly
used, ‘draw;’ by which he means that there is no other reason why God draws,
than because out of free grace he loves us; for what we obtain by the gift and
grace of God, no man procures for himself by his own industry.” (= Ia
menyatakan lagi bahwa iman adalah suatu karunia yang
tidak biasa / tidak umum dan hebat / luar biasa dari Roh Allah,
supaya kita tidak heran bahwa Injil tidak diterima di setiap tempat dan oleh
semua orang. ... Karena itu Kristus memberikan suatu alasan mengapa hanya ada
sedikit orang-orang percaya, yaitu, karena tak
seorangpun, bagaimanapun ketajaman / ketelitiannya, bisa sampai pada iman oleh
kecerdasan / kebijaksanaannya sendiri; karena semua orang adalah buta, sampai
mereka diterangi oleh Roh Allah, dan karena itu mereka hanya mengambil bagian
dari berkat yang begitu besar yang Allah berkenan untuk membuatnya menjadi
pengambil bagian darinya. Jika kasih karunia ini diberikan
kepada semua orang tanpa kecuali, maka akan tidak sesuai dan tidak cocok untuk
menyebutkannya dalam text ini; karena kita harus mengerti bahwa adalah
rancangan Kristus untuk menunjukkan bahwa tidak banyak orang percaya Injil,
karena iman keluar hanya dari wahyu / penyataan rahasia dari Roh.
‘Kecuali itu dikaruniakan kepadanya oleh BapaKu’. Sekarang Ia menggunakan
kata ‘beri’ dan bukannya kata yang sebelumnya Ia gunakan, ‘tarik’;
dengan mana Ia memaksudkan bahwa di sana tidak ada alasan lain mengapa Allah
menarik, dari pada karena dari kasih karunia yang cuma-cuma Ia mengasihi kita;
karena apa yang kita dapatkan oleh karunia dan kasih
karunia Allah, tak seorangpun mendapatkannya bagi dirinya sendiri oleh
kerajinannya sendiri.).
Catatan: perlu dicamkan bahwa Yoh 6:65 ini muncul dalam
kontext yang menceritakan tentang Yesus memberi makan 5000 orang lebih dengan 5
roti dan 2 ikan (Yoh 6:1-14). Jadi mula-mula ada banyak orang, tetapi lalu
hampir semua meninggalkan Dia karena kata-kata kerasNya (Yoh 6:60,66).
-bersambung-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : buas22@yahoo.com
e-mail us at golgotha_ministry0@yahoo.com
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali