(Rungkut
Megah Raya Blok D No 16)
Rabu,
tgl 6 Nopember 2013, pk 19.00
Pdt. Budi Asali, M. Div.
[HP:
(031) 70641331 / (031) 60501331 / 081945588855]
f)
Ro 8:29-30 - “(29)
Sebab semua orang yang dipilihNya dari
semula, mereka juga ditentukanNya dari
semula untuk menjadi serupa dengan gambaran AnakNya, supaya Ia, AnakNya itu,
menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (30) Dan mereka yang ditentukanNya
dari semula, mereka itu juga
dipanggilNya. Dan mereka yang dipanggilNya,
mereka itu juga dibenarkanNya.
Dan mereka yang dibenarkanNya, mereka itu juga dimuliakanNya.”.
Catatan: kata-kata yang saya coret sebetulnya tidak
ada.
Yang
saya tekankan adalah bagian yang saya garis-bawahi saja, yaitu kata-kata “Dan mereka yang dipanggilNya, mereka itu
juga dibenarkanNya.” (ay 30).
Anak kalimat ini menunjukkan bahwa kelompok yang sama, yang dipanggil
itu, juga dibenarkan. Panggilan di sini kontras sekali dengan panggilan dalam
ayat di bawah ini.
Mat 22:14
- “Sebab banyak
yang dipanggil, tetapi sedikit
yang dipilih.’”.
Panggilan dalam Mat 22:14 ini jelas merupakan panggilan
luar (panggilan dengan pemberitaan firman / injil), yang memang tidak
harus mempertobatkan orang yang dipanggil, kecuali orang itu adalah orang
pilihan.
Tetapi panggilan di dalam Ro 8:30 ini tidak mungkin
menunjuk pada panggilan luar / lahiriah,
yang diterima orang yang mendengar Injil, karena bagian
ini mengatakan bahwa ‘mereka
yang dipanggilNya, mereka itu juga dibenarkanNya’.
Jadi, panggilan
dalam Ro 8:30 ini pasti menunjuk pada panggilan dalam / internal call,
dan ini jelas merupakan suatu panggilan yang efektif / tidak mungkin tidak
berhasil.
Adam
Clarke (tentang Ro 8:30): “The
whole of the preceding discourse will show that everything here is conditional,
as far as it relates to the ultimate salvation of any person professing the
Gospel of Christ; for the promises are made to character, and not to
persons, as some have most injudiciously affirmed. The apostle insists upon a character
all along from the beginning of the chapter. Rom 8:1
says: ‘There is no condemnation to them that are in Christ Jesus, who walk not
after the flesh, but after the Spirit.’ Rom 8:13 says: ‘If ye live after the
flesh, ye shall die.’ The
absolute necessity of holiness to salvation is the very subject of his
discourse; this necessity he positively affirms, and establishes by the most
solid arguments. At the very entrance of his argument here, he takes
care to settle the connection between our calling and our love and obedience to
God, on purpose to prevent that mistake into which so
many have fallen, through their great inattention to the scope of his reasoning.
Rom 8:28: ‘All things work together for good’ - To whom? ‘To THEM
that LOVE GOD: to them that are the called according to his purpose.’ To them
that love God, because they are called according to His purpose; for those only
who love God can reap any benefit by this predestination, vocation, or any other
instance of God’s favour.” [= Seluruh
tulisan / percakapan yang mendahului menunjukkan bahwa segala sesuatu di sini adalah
bersyarat, sejauh itu berhubungan dengan keselamatan akhir dari
orang manapun yang mengaku Injil Kristus; karena janji-janji itu dibuat bagi
karakter (orang
tertentu)
dan bukan bagi pribadi-pribadi, seperti sebagian telah tegaskan dengan cara yang
paling tidak bijaksana. Sang rasul berkeras pada seorang karakter
(orang tertentu) dari permulaan pasal ini. Ro 8:1 berbunyi: ‘tidak ada penghukuman
bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus, yang
berjalan bukan menurut daging, tetapi menurut Roh.’. Ro 8:13
berbunyi: ‘jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati.’. Kebutuhan
mutlak tentang kekudusan bagi keselamatan adalah pokok dari pembicaraan /
tulisan ini; kebutuhan ini ia tegaskan secara positif, dan teguhkan dengan
argumentasi-argumentasi yang paling kuat. Pada pintu masuk / bagian
awal dari argumentasinya di sini, ia berhati-hati untuk menentukan hubungan
antara panggilan kita dan kasih dan ketaatan kita kepada Allah, dengan tujuan
untuk mencegah kesalahan itu, ke dalam mana begitu banyak telah jatuh, melalui
kekurang-perhatian mereka yang besar pada jangkauan dari pemikirannya. Ro 8:28:
‘Segala sesuatu bekerja bersama-sama untuk kebaikan’ - Bagi siapa? ‘Bagi
MEREKA yang MENGASIHI ALLAH: bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan
rencanaNya’. Bagi mereka yang mengasihi Allah, karena mereka dipanggil sesuai
dengan rencanaNya; karena hanya mereka yang mengasihi
Allah yang bisa memperoleh manfaat
apapun oleh predestinasi, panggilan, atau contoh lain apapun tentang kebaikan
Allah ini.].
Catatan:
1.
Saya kira kata ‘character’ (= karakter) yang ia gunakan harus diartikan ‘orang-orang
tertentu’ (lihat Merriam Webster).
2.
Kutipan Ro 8:1 diambil KJV. Dalam versi-versi lain kata-kata bagian akhir
itu tidak ada.
Ro
8:1 - “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di
dalam Kristus Yesus.”.
KJV:
‘There is therefore now no condemnation
to them which are in Christ Jesus, who walk not
after the flesh, but after the Spirit.’ (= Karena itu sekarang
di sana tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus, yang
berjalan bukan menurut daging, tetapi menurut Roh.).
RSV:
‘There is therefore now no condemnation
for those who are in Christ Jesus.’ (= Karena itu sekarang di sana tidak
ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus).
NIV:
‘Therefore, there is now no condemnation
for those who are in Christ Jesus,’ (= Karena itu, sekarang di sana tidak
ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus).
NASB:
‘Therefore there is now no condemnation
for those who are in Christ Jesus.’ (= Karena itu sekarang di sana tidak
ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus).
3. Kata-kata yang saya beri garis
bawah ganda jelas berbau keras ‘keselamatan karena perbuatan baik’, yang
adalah doktrin yang sesat!
4.
Tafsiran Clarke ini jelas-jelas merupakan suatu pembelokan. Ia tidak
membahas kata dalam Ro 8:30 itu sendiri, tetapi lari kepada ayat-ayat lain,
untuk bisa menyesuaikan semua ini dengan theologia Arminiannya!
5.
Kalimat terakhir dari kutipan di atas luar biasa konyolnya, karena
predestinasi dan panggilan pasti / harus terjadi lebih dulu, baru orang itu bisa
mengasihi Allah. Lalu bagaimana kasih kepada Allah bisa menjadi syarat supaya
predestinasi dan panggilan itu bisa bermanfaat bagi orang itu?? Kata-kata Clarke
bagian akhir ini jelas bertentangan dengan:
a.
Ro 8:29 - “(29) Sebab semua orang yang dipilihNya dari semula, mereka juga ditentukanNya dari semula untuk menjadi serupa dengan
gambaran AnakNya, supaya Ia, AnakNya itu,
menjadi yang sulung di antara banyak saudara.”.
b. Ef 1:4,5 - “(4) Sebab di
dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya
kita kudus dan tak bercacat di hadapanNya. (5) Dalam kasih Ia telah
menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anakNya,
sesuai dengan kerelaan kehendakNya,”.
c. Kis 13:48 - “Mendengar
itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan
firman Tuhan; dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi
percaya.”.
Ketiga
ayat di atas ini justru menunjukkan bahwa predestinasi merupakan sumber dari
iman dan kekudusan dalam diri orang-orang pilihan.
Ro
8:29-30 (KJV): ‘(29) For whom he did foreknow, he also
did predestinate [to be] conformed to the image of his Son, that he might be the
firstborn among many brethren. (30) Moreover whom he did predestinate, them he
also called: and whom he called, them he also justified: and whom he justified,
them he also glorified.’ (= Karena siapa yang Ia ketahui
lebih dulu, Ia juga
predestinasikan untuk menjadi serupa dengan gambaran AnakNya, supaya Ia bisa
menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Selanjutnya siapa yang Ia
predestinasikan, Mereka juga Ia panggil: dan siapa yang Ia panggil, mereka juga
Ia benarkan: dan siapa Ia benarkan, mereka juga Ia muliakan.).
Lenski
(tentang Ro 8:30): “So greatly is God concerned with
‘these’ that he does the great acts here recorded. If it be asked why God
did not foreknow, foreordain, call, justify the rest, the Biblical answer is
found in Matt. 23:37 and similar passages: God did not exclude them, but despite
all that God could do they
excluded themselves. ‘These he called’ includes the acceptance of the call;
and it in no way excludes the extension of the same call with the same power of
grace to the rest. See Matt. 22:14 and the entire parable regarding the
treatment which the call receives. ‘These he declared righteous’; δικαιοῦν
is sufficiently explained in 3:24, where the passive occurs. ‘Justification is
that act of God by which he, of pure grace, for the sake of the merits of
Christ, pronounces a poor sinner, who truly believes in Christ, free from guilt
and declares him just.’ This is an excellent definition. The act is forensic,
takes place in heaven the instant when the call kindles faith.”
(= Begitu
besar kepedulian Allah dengan ‘ini / orang-orang ini’ sehingga Ia melakukan
tindakan-tindakan besar yang dicatat di sini. Jika
ditanya mengapa Allah tidak mengetahui lebih dulu, menentukan lebih dulu,
memanggil, membenarkan sisanya, jawaban yang Alkitabiah ditemukan dalam Mat
23:37 dan text-text yang serupa: Allah tidak mengeluarkan mereka, tetapi
sekalipun Allah melakukan semua yang bisa Ia lakukan, mereka mengeluarkan diri
mereka sendiri. ‘Ini /
orang-orang ini Ia panggil’ mencakup penerimaan panggilan itu; dan itu
sama sekali tidak membuang perluasan dari panggilan yang sama dengan kuasa yang
sama dari kasih karunia kepada sisanya. Lihat Mat 22:14 dan seluruh perumpamaan
berkenaan dengan perlakuan yang diterima oleh panggilan itu. ‘Ini /
orang-orang ini Ia nyatakan sebagai benar’; δικαιοῦν
/ DIKAIOUN secara cukup dijelaskan dalam 3:24, dimana muncul bentuk pasifnya.
‘Pembenaran adalah tindakan Allah itu, dengan mana Ia, dari kasih karunia yang
murni, demi jasa dalam Kristus, mengumumkan seorang berdosa yang malang, yang
dengan sungguh-sungguh percaya kepada Kristus, bebas dari kesalahan dan
menyatakannya benar’. Ini adalah definisi yang sangat bagus. Tindakan itu
berhubungan dengan pengadilan, terjadi di surga pada saat dimana panggilan itu
membangkitkan iman.).
Mat
23:37 - “‘Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari
dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu
mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di
bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.”.
Mat
22:14 - “Sebab banyak yang dipanggil,
tetapi sedikit yang dipilih.’”.
Ro 3:24
- “dan oleh kasih karunia telah dibenarkan
dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.”.
Catatan:
1. Lenski
jelas mempercayai ‘Conditional Election’ (=
Pemilihan yang bersyarat). Kesalahan pandangan ini sudah kita bahas pada
waktu membahas point ke 2 dari TULIP yaitu ‘Unconditional
Election’ (= Pemilihan yang tidak bersyarat).
2.
Lenski menyamakan semua panggilan, baik dalam Ro 8:30 ini, maupun dalam
Mat 23:37, dan dalam Mat 22:14. Padahal jelas tidak mungkin semua
panggilan itu sama.
3.
Kata-kata Lenski tentang ‘perluasan panggilan kepada semua orang tanpa
kecuali’, bertentangan dengan Ro 8:29-30 yang sedang kita bahas ini, yang
jelas-jelas membatasi panggilan itu kepada orang-orang tertentu / orang-orang
pilihan Allah saja.
Setelah
melihat dan membahas tafsiran dari orang-orang Arminian tentang Ro 8:29-30, mari
kita melihat tafsiran Reformed dan Calvin sendiri tentang text ini.
Matthew Henry (tentang Ro 8:30):
“II.
Whom he did predestinate those he also called, not only with the external call
(so many are called that were not chosen, Matt 20:16;
22:14), but with the internal and effectual call. The former comes to the
ear only, but this to the heart. All that God did from eternity predestinate to
grace and glory he does, in the fulness of time, effectually call. The
call is then effectual when we come at the call; and we then come at the call
when the Spirit draws us, convinces the conscience of guilt and wrath,
enlightens the understanding, bows the will, persuades and enables us to embrace
Christ in the promises, makes us willing in the day of his power”
[= II. Mereka yang Ia predestinasikan, mereka juga Ia panggil, bukan
hanya dengan panggilan luar (demikian juga banyak yang dipanggil yang
tidak dipilih, Mat 20:16; 22:14), tetapi dengan
panggilan dalam dan efektif. Panggilan yang pertama datang hanya pada
telinga, tetapi panggilan yang ini datang kepada hati. Semua
yang Allah memang predestinasikan dari kekekalan kepada kasih karunia dan
kemuliaan, dalam kegenapan waktu, Ia panggil secara efektif. Panggilan
ini efektif pada waktu kita datang atas panggilan itu; dan kita datang atas
panggilan itu pada waktu Roh menarik kita, meyakinkan hati nurani tentang
kesalahan dan murka, menerangi pengertian, menundukkan kehendak, membujuk /
mendesak dan memampukan kita untuk memeluk / percaya kepada Kristus dalam
janji-janji, membuat kita mau pada hari dari
kuasaNya].
Mat 20:16
- “Demikianlah orang yang terakhir akan
menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir.’”.
Ayat ini tidak cocok!
Mat 22:14
- “Sebab banyak yang dipanggil, tetapi
sedikit yang dipilih.’”.
KJV:
‘Thy people
shall be willing in the day of thy power, in the beauties of holiness
from the womb of the morning: thou hast the dew of thy youth.’ (= Umat
/ bangsamu akan mau pada hari kuasamu, dalam keindahan dari kekudusan
dari kandungan pagi: Engkau mempunyai embun keremajaanmu).
Matthew Henry (tentang Ro 8:30):
“Blessed
is the man whose iniquity is thus forgiven. None are
thus justified but those that are effectually called. Those that
stand it out against the gospel call abide under guilt and wrath”
(= Diberkatilah orang yang kesalahannya diampuni seperti itu. Tak
ada yang dibenarkan seperti itu kecuali mereka yang dipanggil secara efektif.
Mereka yang berdiri menentang panggilan
injil tetap berada di bawah kesalahan dan murka).
Catatan: ‘panggilan
injil’ harus dibedakan dari ‘panggilan
efektif’!
Barnes’
Notes (tentang Ro 8:30): “‘Them
he also called.’ Called by his Spirit to become Christians. He called, not
merely by an external invitation, but in such a way as that they in fact were
justified. This cannot refer simply to an external call of the gospel, since
those who are here said to be called are said also to be justified and
glorified. The meaning is, that there is a certain connection between the
predestination and the call, which will be manifested in due time. The
connection is so certain that the one infallibly secures the other. ‘He
justified.’ ... Not that he justified them from eternity, for this was not
true; and if it were, it would also follow that he glorified them from eternity,
which would be an absurdity. It means that there is a regular sequence of events
- the predestination precedes and secures the calling; and the calling precedes
and secures the justification. The one is connected in the purpose of God with
the other; and the one, in fact, does not take place without the other. The
purpose was in eternity. The calling and justifying in time.” (= ‘Mereka
juga Ia panggil’. Dipanggil oleh RohNya untuk menjadi orang-orang Kristen. Ia
memanggil, bukan semata-mata oleh suatu undangan luar / lahiriah, tetapi dengan
suatu cara sehingga mereka dalam faktanya dibenarkan. Ini
tidak bisa sekedar menunjuk pada suatu panggilan luar / lahiriah dari injil,
karena mereka yang di sini dikatakan ‘dipanggil’ juga dikatakan
‘dibenarkan’ dan ‘dimuliakan’. Artinya adalah, bahwa di sana
ada hubungan yang pasti antara predestinasi dan panggilan, yang akan dinyatakan
pada waktunya. Hubungannya adalah begitu pasti
sehingga yang satu secara tak bisa salah memastikan yang lain. ‘Ia benarkan’ (catatan: ini ada dalam
bentuk lampau / past tense). ... Bukan bahwa Ia membenarkan mereka dari
kekekalan, karena ini tidak benar; dan seandainya demikian, konsekwensinya
adalah bahwa Ia memuliakan mereka dari kekekalan, yang akan merupakan suatu
kekonyolan. Itu berarti bahwa di sana ada suatu rangkaian / urutan dari
peristiwa-peristiwa - predestinasi mendahului dan memastikan panggilan; dan panggilan
mendahului dan memastikan pembenaran. Yang satu berhubungan dalam rencana
Allah dengan yang lain; dan dalam faktanya / sebenarnya yang satu tidak terjadi
tanpa yang lain. Rencana itu ada dalam kekekalan. Panggilan dan pembenaran
dalam waktu.).
Calvin (tentang Ro 8:30):
“But this testimony is not only found in the outward preaching of the
gospel, but it has also the power of the Spirit connected with it; for the elect
are there spoken of, whom God not only addresses by the outward word, but whom
he also inwardly draws.” (= Tetapi kesaksian ini bukan
hanya didapatkan dalam pemberitaan luar / lahiriah dari injil, tetapi itu
juga mempunyai kuasa Roh berhubungan dengannya; karena orang-orang
pilihan adalah mereka yang dibicarakan di sana, yang Allah bukan
hanya panggil dengan firman luar / lahiriah, tetapi
yang Ia juga tarik secara batin / dari dalam.).
William Hendriksen (tentang Ro 8:30):
“The
Salvation Chain. When
Paul states that to those who love God and are called according to his purpose
all things work together for good, he is not thinking only of those things that
can be seen round about us now,
or those events that are taking place now;
no, he includes even time and eternity. The chain of salvation he is discussing
reaches back to that which, considered from a human standpoint, could be called
the dim past, ‘the quiet recess of eternity,’ and forward into the boundless
future. One very important fact must be mentioned: every link in this chain of
salvation represents a divine action. To be sure, human responsibility and
action is not thereby ruled out, but here (Rom. 8:29, 30) it is never
specifically mentioned. There are five links in this chain. Note that the
predicate of the first clause becomes the subject of the next one, a
construction called sorities.
... Calling. ‘… and whom he
foreordained, these he also called.’ ... Paul now, by a very logical
transition, enters into the realm of time.
The apostle refers, of course, to the effective call. ... By means of
Spirit-wrought conversion and faith man responds to this call.” [= Rantai Keselamatan. Pada
waktu Paulus menyatakan bahwa bagi mereka yang mengasihi Allah dan dipanggil
sesuai dengan rencanaNya segala sesuatu bekerja bersama-sama untuk kebaikan (Ro
8:28), ia tidak sedang berpikir hanya tentang hal-hal yang bisa dilihat di
sekitar kita sekarang, atau peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi sekarang;
tidak, ia mencakup bahkan waktu dan kekekalan. Rantai
keselamatan yang sedang ia bicarakan menjangkau ke belakang pada apa yang,
dipertimbangkan dari sudut pandang manusia, bisa disebut masa lampau yang kabur,
‘tempat terpencil yang tenang dari kekekalan’, dan maju ke depan ke dalam
masa yang akan datang yang tak terbatas. Satu
fakta yang sangat penting harus disebutkan: setiap mata rantai dalam rantai
keselamatan ini menggambarkan suatu tindakan ilahi. Pastilah, dengan demikian tanggung jawab dan tindakan manusia
bukannya dikesampingkan / disingkirkan, tetapi di sini (Ro 8:29,30) itu tidak
pernah disebutkan secara spesifik.
Ada lima mata rantai dalam rantai ini. Perhatikan
bahwa predikat dari anak kalimat pertama, menjadi subyek dari kelimat
berikutnya, suatu konstruksi yang disebut sorities
(saya
kira seharusnya sorites). ... Panggilan.
‘... dan siapa yang Ia tentukan lebih dulu, orang-orang ini juga Ia
panggil’. ... Sekarang Paulus, dengan suatu transisi yang sangat logis, masuk
ke dalam alam waktu. Sang rasul menunjuk, tentu saja, pada panggilan efektif.
... Dengan cara pertobatan dan iman yang dikerjakan Roh, manusia menanggapi
panggilan ini.].
Louis Berkhof: “The distinction between
external and internal calling is already found in Augustine, was borrowed from
him by Calvin, and thus made prominent in Reformed theology. According to Calvin
the gospel call is not in itself effective, but is made efficacious by the
operation of the Holy Spirit, when He savingly applies the Word to the heart of
man; and it is so applied only in the hearts and lives of the elect. Thus the
salvation of man remains the work of God from the very beginning. God by His
saving grace, not only enables, but causes man to heed the gospel call unto
salvation. The Arminians were not satisfied with this position, but virtually
turned back to the Semi-Pelagianism of the Roman Catholic Church. According to
them the universal proclamation of the gospel is accompanied by a universal
sufficient grace, - ‘gracious assistance actually and universally bestowed,
sufficient to enable all men, if they choose, to attain to the full possession
of spiritual blessings, and ultimately to salvation.’ The work of salvation is
once more made dependent on man.” (= Pembedaan antara
panggilan luar dan dalam sudah ditemukan dalam Agustinus, dipinjam dari dia oleh
Calvin, dan lalu dibuat menonjol dalam theologia Reformed. Menurut
Calvin, panggilan injil, dalam dirinya sendiri, tidaklah efektif, tetapi dibuat
efektif / mujarab oleh operasi / pekerjaan Roh Kudus, pada waktu Ia secara
menyelamatkan, menerapkan Firman kepada hati manusia;
dan itu diterapkan hanya dalam hati dan kehidupan dari orang-orang pilihan.
Maka keselamatan manusia tetap merupakan pekerjaan
Allah dari permulaan / awal. Allah, oleh kasih
karuniaNya yang menyelamatkan, bukan hanya memampukan, tetapi menyebabkan
manusia untuk memperhatikan panggilan injil kepada keselamatan. Orang-orang
Arminian tidak puas dengan posisi ini, tetapi sebenarnya kembali kepada
Semi-Pelagianisme dari Gereja Roma Katolik. Menurut mereka, proklamasi universal dari injil disertai oleh suatu kasih
karunia yang cukup yang bersifat universal, - ‘pertolongan yang murah hati /
bersifat kasih karunia, yang sungguh-sungguh dan secara universal diberikan, cukup
untuk memampukan semua orang, jika mereka memilihnya, untuk mencapai
kepemilikan penuh dari berkat-berkat rohani, dan akhirnya keselamatan’. Pekerjaan keselamatan sekali lagi dibuat
tergantung kepada manusia.) - ‘Systematic
Theology’, hal 459.
Sampai sini rasanya sudah
jelas bahwa, berbeda dengan orang-orang Reformed, yang
membedakan panggilan luar (panggilan injil) yang bisa ditolak, dengan
panggilan dalam / efektif, yang pasti mempertobatkan, maka orang-orang Arminian memukul rata semua panggilan.
Charles Hodge (tentang Ro 8:28): “The word ‘called,’
… is never, in the epistles of the New Testament, applied to those who are the
recipients of the mere external invitation of the gospel. It always means ‘effectually
called,’ i.e., it is always applied to those who are really brought to
accept of the blessings to which they are invited.” (= Kata
‘dipanggil’, ... tidak pernah, dalam surat-surat dari Perjanjian Baru, diterapkan kepada mereka yang adalah
penerima-penerima dari semata-mata undangan luar / lahiriah dari injil. Itu selalu berarti
‘dipanggil secara efektif’, yaitu, itu selalu diterapkan kepada mereka yang secara
sungguh-sungguh dibawa untuk menerima berkat-berkat kepada mana mereka
dipanggil.).
Catatan:
perhatikan bahwa Hodge mengatakan ‘surat-surat
Perjanjian Baru’, bukan seluruh Perjanjian Baru. Jadi,
yang ia maksudkan hanya Roma - Wahyu.
Charles Hodge lalu memberi contoh-contoh di bawah ini:
1Kor 1:1-2
- “(1) Dari Paulus, yang oleh kehendak
Allah dipanggil menjadi rasul Kristus
Yesus, dan dari Sostenes, saudara kita, (2) kepada jemaat Allah di Korintus,
yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil
menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru
kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita.”.
1Kor 1:24
- “tetapi untuk mereka yang dipanggil,
baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan
hikmat Allah.”.
Ro 1:1
- “Dari Paulus, hamba Kristus Yesus,
yang dipanggil menjadi rasul dan
dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah.”.
Ro
1:6 - “Kamu juga termasuk di antara
mereka, kamu yang telah dipanggil menjadi
milik Kristus.”.
Yudas
1 - “Dari Yudas, hamba Yesus Kristus
dan saudara Yakobus, kepada mereka, yang terpanggil,
yang dikasihi dalam Allah Bapa, dan yang dipelihara untuk Yesus Kristus.”.
Saya mengecek kata-kata Hodge ini, dengan melihat dalam konkordansi,
semua ayat-ayat yang menggunakan kata ‘dipanggil’, ‘memangggil’, dan ‘panggilan’, dalam surat-surat Perjanjian Baru, dan memang semuanya menunjuk kepada
panggilan efektif.
Satu-satunya yang agak meragukan adalah ayat ini.
Gal
1:6 - “Aku heran, bahwa kamu begitu
lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil
kamu, dan mengikuti suatu injil lain,”.
KJV:
‘I marvel that ye are
so soon removed from him that called you
into the grace of Christ unto another gospel:’
(= Aku heran bahwa kamu begitu cepat disingkirkan
dari Dia yang telah memanggil kamu ke dalam kasih karunia Kristus kepada injil
yang lain:).
Tetapi
dalam tafsirannya tentang Gal 1:6 ini, Calvin menekankan bahwa jemaat
Galatia belum betul-betul murtad.
Calvin
(tentang Gal 1:6):
“By using the present tense, (‘ye are removed,’) he appears to say
that they were only in the act of falling. As if he had said, ‘I do not yet
say that ye have been removed; for then it would be more difficult to return to
the right path. But now, at the critical moment, do not advance a single step,
but instantly retreat.’” [= Dengan menggunakan present tense, (‘kamu disingkirkan’), ia kelihatannya mengatakan bahwa
mereka hanya ada dalam tindakan jatuh. Seakan-akan ia telah mengatakan, ‘Aku
belum mengatakan bahwa kamu telah disingkirkan; karena kalau demikian akan lebih sukar untuk kembali
kepada jalan yang benar. Tetapi sekarang, pada titik yang kritis, jangan maju
satu langkahpun, tetapi segeralah mundur.’.].
-bersambung-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : buas22@yahoo.com
e-mail us at golgotha_ministry0@yahoo.com
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali