Eksposisi Surat
Paulus kepada Jemaat di Efesus
oleh
: Pdt. Budi Asali M.Div.
1)
Bagian ini jelas menunjukkan bahwa hidup ini adalah suatu peperangan!
Jadi,
jangan menjadi Kristen yang santai!!
Contoh
hidup Kristen yang santai: sedikit-sedikit mbolos kebaktian / bible study,
seminar tidak mau ikut, pelayanan enak-enakan, membiarkan dosa-dosa tertentu
dalam hidupnya, tak sungguh-sungguh dalam mencari Firman Tuhan, dll.
2)
Kapan perangnya? Sekarang juga!
Ay
10: ‘Akhirnya’ / ‘finally’.
Terjemahan
hurufiahnya: ‘for the rest’.
John
Stott menterjemahkan: ‘henceforward’
yang diartikan ‘for the remaining
time’. Jadi artinya ‘mulai sekarang dan seterusnya’.
Ay 13:
‘Hari yang jahat itu’. Ini tak menunjuk pada masa kesukaran besar pada akhir
jaman, tetapi menunjuk pada saat setan menyerang setiap kita dan itu bisa
terjadi setiap saat.
3)
Dalam perang ini musuh kita bukan manusia (ay 12).
Ini
perlu kita ingat baik-baik! Saat menulis ini Paulus sedang ada di dalam penjara
(ay 20), tetapi ia tidak marah / benci kepada orang-orang yang
memenjarakannya. Karena apa? Karena ia sadar sepenuhnya bahwa ia perang bukan
melawan manusia. Setan selalu ingin kita perang melawan sesama manusia. Tapi
pada saat kita perang melawan sesama manusia, maka pertahanan kita terbuka dan
setan menyerang kita.
Penerapan:
pada saat saudara mendapat perlakukan yang menjengkelkan dari seseorang, apakah
saudara lalu perang melawan dia / orang itu? Apakah saat ini saudara punya musuh
seorang manusia? Kalau ya, saudara sudah ditipu oleh setan! Bertobatlah!!
4)
Musuh kita adalah setan (ay 12).
Hal-hal
yang perlu diketahui tentang setan:
a)
Setan itu ada banyak. Ay 12: ‘semua’ (bentuk jamak). Bdk. Mark 5:9.
b)
Setan itu kuat. Sebutan ‘pemerintah’, ‘penguasa’, ‘penghulu’
dalam ay 12 menunjukkan kuasanya yang besar.
c)
Setan itu jahat. Kata-kata ‘gelap’ dan ‘roh-roh jahat’ (ay 12)
dan kata-kata ‘si jahat’ (ay 16) jelas menunjukkan hal itu.
Penerapan:
Apakah saudara menganggap dukun yang menyembuhkan dengan kekuatan ‘white
magic’ adalah sesuatu yang baik? Ingat semua setan jahat!!
d)
Setan itu cerdik / lihai. Kata-kata ‘tipu muslihat’ (ay 11) menunjukkan
hal itu.
5)
Menghadapi musuh seperti itu, bisakah kita menang?
Kata-kata
‘dapat bertahan’ (ay 11) dan ‘dapat mengadakan perlawanan dan tetap
berdiri’ secara implicit (tidak langsung) menunjukkan bahwa kita bisa
menang!!
CARA
SUPAYA MENANG:
a)
Kita harus bersandar kepada Tuhan.
Ay
10: ‘Hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan
kuasaNya’.
Jelas
kita bisa menang, bukan dengan kekuatan kita sendiri ataupun kekuatan manusia
lain, tetapi hanya dengan kekuatan Tuhan (bdk. Yoh 15:5).
Hal
ini juga terlihat dari bahasa Yunaninya. Kata bahasa Yunani yang diterjemahkan ‘hendaklah
kamu kuat’
adalah ENDUNAMOUSTHE. Ini adalah bentuk present imperative, jadi perintah ini
harus dilakukan terus-menerus. Disamping itu, kata ini adalah bentuk pasif,
sehingga terjemahan hurufiah dalam bahasa Inggris adalah ‘be ye empowered’. Jadi, sekalipun kita diperintahkan untuk menjadi
kuat, kita tidak bisa menguatkan diri sendiri. Kita harus dikuatkan oleh Tuhan.
b)
Kita harus menggunakan seluruh perlengkapan senjata Allah (ay 11).
Secara
implicit kita bisa melihat bahwa ada senjata yang bukan dari Allah.
Contoh:
·
Menghadapi setan dengan bertapa, mengucilkan diri,
tidak kawin, dsb.
·
Menghadapi serangan setan (santet, dsb) dengan
pertolongan dukun.
·
memberitakan Injil dengan kekuatan manusia (bdk.
2Kor 10:3,4).
Ini
semua bukan dari Allah dan tak boleh dipakai!!
Senjata
Allah yang diajarkan oleh Paulus dilambangkan dengan perlengkapan tentara
Romawi.
1.
Ikat pinggang = kebenaran / truth.
Kebenaran
di sini artinya adalahh kebenaran pikiran / hati (bdk. Maz 51:8).
Jadi,
harus punya pikiran yang benar, harus jujur, tulus, tidak munafik, dsb.
2.
Baju zirah = keadilan.
Inggris:
‘righteousness’ (= kebenaran).
Kebenaran
di sini adalah kehidupan yang benar. Kalau no 1. tadi adalah kebenaran dalam
hati / pikiran, maka sekarang adalah kehidupan (bdk. Ro 13:12).
3.
Kasut = kerelaan memberitakan Injil damai sejahtera. Ini salah
terjemahan!
Terjemahan
hurufiahnya ‘with readiness of the
gospel of peace’. Artinya ada kesiapan untuk memberitakan Injil / setiap
saat siap sedia untuk memberitakan Injil.
Untuk
bisa selalu siap, saudara harus:
·
Punya hubungan baik dengan Tuhan.
·
Punya pengetahuan yang baik tentang Kitab Suci.
·
Hidup tak bercacat cela.
·
Punya hubungan baik dengan sesama.
4.
Perisai = iman.
Iman
di sini maksudnya adalah kepercayaan terhadap janji-janji Tuhan / Firman Tuhan.
Setan sering memberikan tuduhan-tuduhan palsu dan rasa bersalah yang palsu.
Karena itu kita harus beriman pada Firman Tuhan. Ayat-ayat seperti Ro 8:28
1Kor 10:13 Fil 4:13 harus
kita hafalkan dan kita percayai senantiasa!
5.
Ketopong (helmet) = keselamatan.
Arti:
keyakinan keselamatan. bdk. 1Tes 5:8 - ‘pengharapan keselamatan’.
6.
Pedang Roh = Firman Tuhan.
Pedang
adalah satu-satunya senjata yang bisa kita pakai untuk bertahan atau untuk
menyerang. Firman Tuhan memang bisa digunakan untuk bertahan (Mat 4:1-11),
tetapi Firman Tuhan juga bisa digunakan untuk menyerang, misalnya: memberitakan
Injil, mengajarkan Firman Tuhan, dsb.
Firman
Tuhan ini penting, karena tanpa Firman Tuhan, maka saudara tidak akan bisa
memiliki senjata-senjata no. 1-5 di atas. Karena itu saudara harus selalu
berusaha mencari Firman Tuhan!
Penerapan:
Ikutlah Bible Study dengan rajin. Pelayanan sekalipun tak boleh menghalangi
saudara mencari / belajar Firman Tuhan (Luk 10:38-42).
c)
Doa.
Kalau
kita memang bersandar kepada Tuhan, maka kita pasti akan banyak berdoa. Dalam ay
18-20 ada beberapa hal yang dikatakan tentang doa:
·
Doa setiap waktu, tak putus-putusnya (ay 18).
·
Doa di dalam Roh. Ini bukan doa di dalam bahasa roh
/ lidah!! Ini adalah doa yang dipimpin oleh Roh (bdk. Ro 8:26).
·
Doa untuk segala orang kudus (ay 18). Kita
harus berdoa untuk semua orang Kristen (yang masih hidup tentu saja!)
*
Perlu disadari senantiasa bahwa perang ini tak
bersifat individuil!! Kita tak bisa tidak mempedulikan orang Kristen yang
lain. Jadi, kita harus saling mendoakan!
*
Ini tidak berarti kita tidak perlu berdoa untuk
orang yang bukan Kristen!
·
Doa untuk Paulus / hamba Tuhan (ay 18 bdk. Kol 4:3
1Tes 5:25 2Tes 3:1).
Calvin:
“Hence, we infer that there is no man so richly endowed with
gifts as not to need this kind of assistance from his brethren, so long as he
remains in this world” (= ).
Jelas
bahwa hamba Tuhan adalah manusia biasa yang lemah, yang bahkan mendapatkan
banyak serangan setan, sehingga harus selalu didoakan! Apakah saudara berdoa
untuk hamba Tuhan?
Paulus
minta didoakan supaya:
*
Berani.
*
Diberi kata-kata yang benar dari Tuhan.
Dua-dua
penting untuk hamba Tuhan. Ada hamba Tuhan yang berani, tetapi memberitakan yang
salah atau tak jelas. Ada hamba Tuhan yang bisa memberitakan yang benar dengan
jelas, tetapi tak punya keberanian untuk memberitakan. Ini sia-sia! Doakan
supaya hamba Tuhan di gereja saudara mempunyai dua hal itu!
Ay 21-22, Paulus mengutus
Tikhikus untuk menghibur orang Efesus. Saat itu Paulus di penjara, tapi toh ia
ingin menghibur orang Efesus.
Penerapan:
- Kita tak boleh terus minta
dilayani, kita harus melayani!
- Kita tak boleh hanya mau
menerima, kita juga harus mau memberi.
Ay 23-24, berkat.
-AMIN-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : buas22@yahoo.com
e-mail us at golgotha_ministry0@yahoo.com
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali