(Jl. Dinoyo 19b, lantai 3)
Minggu, tanggal 12 Oktober 2008, pk 17.00
Pdt. Budi Asali, M. Div.
(HP: 7064-1331 / 6050-1331)
Hagai 1:12-2:10
Hagai 1:12-2:10 - “(1:12) Lalu Zerubabel bin Sealtiel dan Yosua bin Yozadak, imam besar, dan selebihnya dari bangsa itu mendengarkan suara TUHAN, Allah mereka, dan juga perkataan nabi Hagai, sesuai dengan apa yang disuruhkan kepadanya oleh TUHAN, Allah mereka; lalu takutlah bangsa itu kepada TUHAN. (1:13) Maka berkatalah Hagai, utusan TUHAN itu, menurut pesan TUHAN kepada bangsa itu, demikian: ‘Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN.’ (1:14) TUHAN menggerakkan semangat Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan semangat Yosua bin Yozadak, imam besar, dan semangat selebihnya dari bangsa itu, maka datanglah mereka, lalu melakukan pekerjaan pembangunan rumah TUHAN semesta alam, Allah mereka, (2:1a) pada hari yang kedua puluh empat dalam bulan yang keenam. (2:1b) Pada tahun yang kedua zaman raja Darius, (2:2) dalam bulan yang ketujuh, pada tanggal dua puluh satu bulan itu, datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai, bunyinya: (2:3) ‘Katakanlah kepada Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan kepada Yosua bin Yozadak, imam besar, dan kepada selebihnya dari bangsa itu, demikian: (2:4) Masih adakah di antara kamu yang telah melihat Rumah ini dalam kemegahannya semula? Dan bagaimanakah kamu lihat keadaannya sekarang? Bukankah keadaannya di matamu seperti tidak ada artinya? (2:5) Tetapi sekarang, kuatkanlah hatimu, hai Zerubabel, demikianlah firman TUHAN; kuatkanlah hatimu, hai Yosua bin Yozadak, imam besar; kuatkanlah hatimu, hai segala rakyat negeri, demikianlah firman TUHAN; bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, (2:6) sesuai dengan janji yang telah Kuikat dengan kamu pada waktu kamu keluar dari Mesir. Dan RohKu tetap tinggal di tengah-tengahmu. Janganlah takut! (2:7) Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat; (2:8) Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam. (2:9) KepunyaanKulah perak dan kepunyaanKulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam. (2:10) Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman TUHAN semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera, demikianlah firman TUHAN semesta alam.’”.
Catatan: Dalam Hag 2 ada beda 1 ayat antara Kitab Suci Indonesia dan Inggris.
KS Indonesia KS Inggris
1:14 1:14
2:1a 1:15
2:1b-2 2:1
2:3 2:2
I) Sikap Israel terhadap teguran & hajaran Tuhan.
1) Zerubabel dan Yosua memberi teladan dengan mentaati Firman Tuhan yang diberitakan oleh Hagai.
Hag 1:12,14 - “(1:12) Lalu Zerubabel bin Sealtiel dan Yosua bin Yozadak, imam besar, dan selebihnya dari bangsa itu mendengarkan suara TUHAN, Allah mereka, dan juga perkataan nabi Hagai, sesuai dengan apa yang disuruhkan kepadanya oleh TUHAN, Allah mereka; lalu takutlah bangsa itu kepada TUHAN. ... (1:14) TUHAN menggerakkan semangat Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan semangat Yosua bin Yozadak, imam besar, dan semangat selebihnya dari bangsa itu, maka datanglah mereka, lalu melakukan pekerjaan pembangunan rumah TUHAN semesta alam, Allah mereka”.
Calvin: “We know what usually happens when a word is adressed indiscriminately to all the people: they wait for one another. But when Joshua and Zerubbabel attended to the commands of the prophet, the others followed them” (= Kita tahu apa yang biasanya terjadi kalau suatu firman ditujukan secara tak pandang bulu kepada semua orang: mereka menunggu satu terhadap yang lain. Tetapi ketika Yosua dan Zerubabel mengikuti perintah dari nabi itu, yang lain mengikuti mereka).
Penerapan:
a) Pemimpin gereja harus beri teladan baik dalam memberi (dengan pengorbanan) maupun dengan bekerja.
b) Kalau mau memberi untuk Tuhan / gereja, jangan tunggu / lihat orang lain (wait and see). Ingat bahwa saudara bertanggung jawab secara pribadi kepada Tuhan!
2) Bangsa Israel menuruti teladan dari Yosua dan Zerubabel.
Hag 1:12,14 - “(1:12) Lalu Zerubabel bin Sealtiel dan Yosua bin Yozadak, imam besar, dan selebihnya dari bangsa itu mendengarkan suara TUHAN, Allah mereka, dan juga perkataan nabi Hagai, sesuai dengan apa yang disuruhkan kepadanya oleh TUHAN, Allah mereka; lalu takutlah bangsa itu kepada TUHAN. ... (1:14) TUHAN menggerakkan semangat Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan semangat Yosua bin Yozadak, imam besar, dan semangat selebihnya dari bangsa itu, maka datanglah mereka, lalu melakukan pekerjaan pembangunan rumah TUHAN semesta alam, Allah mereka”.
a) ‘selebihnya dari bangsa itu’. Ini salah terjemahan.
NIV: ‘the whole remnant of the people’ (= seluruh sisa bangsa itu).
b) Israel yang brengsek ini taat pada teguran Tuhan. Kalau kita tidak menggubris teguran Tuhan, kita lebih brengsek dari mereka.
Mereka bertobat, dan sekarang mereka mau membangun Bait Allah. Bagaimana dengan kita? Adakah di antara saudara yang masih acuh-tak acuh terhadap pembangunan gereja kita?
3) 1:14 - ‘Tuhan menggerakkan semangat’.
Tidak cukup kalau mereka hanya mengerti secara intelektual bahwa mereka harus membangun Bait Allah. Hati / perasaan dan kehendak mereka juga harus terlibat. Karena itu Tuhan membangkitkan semangat mereka.
II) Serangan setan.
1) Takut.
Bahwa mereka memang takut terlihat dari kata-kata ‘jangan takut’ pada akhir dari 2:6.
Pada waktu Israel melihat Kanaan, ada pemngintai-pengintai yang memberikan laporan negatif sehingga Israel takut.
Bil 13:27-33 - “(27) Mereka menceritakan kepadanya: ‘Kami sudah masuk ke negeri, ke mana kausuruh kami, dan memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, dan inilah hasilnya. (28) Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana. (29) Orang Amalek diam di Tanah Negeb, orang Het, orang Yebus dan orang Amori diam di pegunungan, orang Kanaan diam sepanjang laut dan sepanjang tepi sungai Yordan.’ (30) Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: ‘Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!’ (31) Tetapi orang-orang yang pergi ke sana bersama-sama dengan dia berkata: ‘Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat dari pada kita.’ (32) Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: ‘Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya. (33) Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.’”.
Penerapan: memang dalam pembangunan gereja, setan selalu bisa memberikan informasi-informasi yang membuat kita menjadi takut. Misalnya: adanya peraturan 3 menteri, adanya peraturan-peraturan daerah yang mempersulit / membuat mustahil pendirian suatu gereja, dan sebagainya.
2) Kecil hati.
Hag 2:5 - “Tetapi sekarang, kuatkanlah hatimu, hai Zerubabel, demikianlah firman TUHAN; kuatkanlah hatimu, hai Yosua bin Yozadak, imam besar; kuatkanlah hatimu, hai segala rakyat negeri, demikianlah firman TUHAN; bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN semesta alam,”.
Kata-kata ‘kuatkanlah hatimu’ sebanyak 3x dalam 2:5 jelas menunjukkan bahwa mereka kecil hati. Mengapa?
Hag 2:4 - “Masih adakah di antara kamu yang telah melihat Rumah ini dalam kemegahannya semula? Dan bagaimanakah kamu lihat keadaannya sekarang? Bukankah keadaannya di matamu seperti tidak ada artinya?”.
Bait Allah ini tidak berarti dibandingkan dengan kemegahan Bait Allah buatan Salomo.
Bandingkan sikap mereka ini dengan Pkh 7:10 - “Janganlah mengatakan: ‘Mengapa zaman dulu lebih baik dari pada zaman sekarang?’ Karena bukannya berdasarkan hikmat engkau menanyakan hal itu”.
Tetapi perlu dipertanyakan: bagaimana mereka sudah bisa membandingkan Bait Allah mereka dengan Bait Allah Salomo sedangkan pada saat itu mereka baru mulai?
Jawabnya: saat ini mereka baru mulai, tetapi fondasi Bait Allah sudah diletakkan sejak lama, dan dari fondasi itu mereka sudah bisa melihat bahwa ini tidak ada artinya dibandingkan dengan Bait Allah buatan Salomo.
Mereka baru mulai mau membangun, dan setan sudah menyerang dengan berbisik kepada mereka: ‘Apa yang kamu lakukan, tolol? Kamu mau membangun Bait Allah, tetapi Bait Allah macam apa? Begitu jelek dibandingkan dengan Bait Allah yang dahulu. Apa gunanya membangun yang seperti itu?’.
Ini hebatnya setan! Tadinya ia bekerja sehingga orang-orang itu mengabaikan Bait Allah dan sibuk dengan rumahnya sendiri-sendiri. Sekarang setelah orang-orang itu digerakkan oleh Tuhan untuk membangun Bait Suci, ia menggunakan zeal (= semangat) mereka dan membuat mereka begitu menginginkan Bait Allah yang begitu hebat sehingga mereka patah semangat.
Calvin: “We ought always to beware of the intrigues of Satan, when they appear under the cover of truth” (= Kita harus selalu berhati-hati terhadap tipu daya setan pada waktu tipu daya itu muncul berselubungkan kebenaran).
Calvin: “When, therefore, our minds are disposed to piety, Satan is ever to be feared, lest he should stealthily suggest to us what may turn us aside from our duty; for we see that some leave the Church because they require in it the highest perfection” (= Karena itu, pada waktu pikiran kita dicondongkan pada kesalehan, setan harus ditakuti / dikuatirkan, supaya ia tidak secara diam-diam mengusulkan sesuatu yang bisa membelokkan kita dari tugas kita; karena kita melihat adanya orang-orang yang meninggalkan gereja karena mereka menghendaki kesempurnaan yang tertinggi).
Penerapan: Hati-hati dengan sikap perfectionist.
a) Pindah gereja karena adanya kesalahan-kesalahan kecil dalam gereja, baik pada diri pendeta, majelis atau jemaat. Kalau itu adalah hal besar, misalnya ada korupsi terus menerus, atau ada ajaran sesat, atau pendeta / majelis beristri dua, maka pindah gereja bisa dibenarkan. Tetapi kalau itu adalah kesalahan-kesalahan kecil / bukan prinsip, maka perfeksionisme seperti itu tidak bisa dibenarkan!
b) Menginginkan gereja seperti gerejanya Bethany atau seperti mesjid di Arab Saudi bisa membuat kita justru patah semangat.
III) Perintah dan janji Tuhan.
A) Perintah Tuhan.
1) Tuhan memerintahkan mereka supaya tidak takut dan menguatkan hati mereka.
Hag 2:5-6 - “(2:5) Tetapi sekarang, kuatkanlah hatimu, hai Zerubabel, demikianlah firman TUHAN; kuatkanlah hatimu, hai Yosua bin Yozadak, imam besar; kuatkanlah hatimu, hai segala rakyat negeri, demikianlah firman TUHAN; bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, (2:6) sesuai dengan janji yang telah Kuikat dengan kamu pada waktu kamu keluar dari Mesir. Dan RohKu tetap tinggal di tengah-tengahmu. Janganlah takut!”.
Dalam 1Taw 28:10 Daud juga berkata ‘kuatkanlah hatimu’ kepada Salomo dalam membangun Bait Allah.
1Taw 28:10 - “Camkanlah sekarang, sebab TUHAN telah memilih engkau untuk mendirikan sebuah rumah menjadi tempat kudus. Kuatkanlah hatimu dan lakukanlah itu.”.
Juga dalam Yos 1:6,7,9 Tuhan berkata ‘kuatkanlah hatimu’ kepada Yosua pada waktu ia mau masuk ke Kanaan.
Yos 1:6,7,9 - “(6) Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka. (7) Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hambaKu Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi. ... (9) Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.”.
Ini perlu untuk mereka yang ragu-ragu.
2) Tuhan menyuruh mereka untuk bekerja.
Hag 2:5 - “Tetapi sekarang, kuatkanlah hatimu, hai Zerubabel, demikianlah firman TUHAN; kuatkanlah hatimu, hai Yosua bin Yozadak, imam besar; kuatkanlah hatimu, hai segala rakyat negeri, demikianlah firman TUHAN; bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN semesta alam”.
Ini perlu untuk mereka yang malas.
B) Janji Tuhan.
1) Tuhan memberikan janji untuk menyertai mereka.
Hag 1:13 - “Maka berkatalah Hagai, utusan TUHAN itu, menurut pesan TUHAN kepada bangsa itu, demikian: ‘Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN.’”.
Hag 2:5 - “Tetapi sekarang, kuatkanlah hatimu, hai Zerubabel, demikianlah firman TUHAN; kuatkanlah hatimu, hai Yosua bin Yozadak, imam besar; kuatkanlah hatimu, hai segala rakyat negeri, demikianlah firman TUHAN; bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN semesta alam,”.
Semua yang ragu-ragu / tak beriman, renungkan hal ini!
2) Tuhan berjanji akan mengatur sehingga harta segala bangsa akan mengalir ke dalam pembangunan Bait Allah.
Hag 2:8 - “Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam”.
NIV: and the desired of all nations will come (= dan yang diinginkan segala bangsa akan datang).
KJV: the desire (= keinginan).
RSV: the treasures (= harta benda).
NASB: the wealth (= kekayaan).
Calvin: “The Hebrews call whatever is valuable a desire” (= Orang Ibrani menyebut segala sesuatu yang berharga sebagai suatu keinginan).
Jadi: Tuhan akan bekerja sehingga bangsa-bangsa kafir / non Yahudi akan memberikan hartanya.
Bdk. Yes 60:5-7,11,13,17 - “(5) Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu. (6) Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN. (7) Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbahKu sebagai korban yang berkenan kepadaKu, dan Aku akan menyemarakkan rumah keagunganKu. ... (11) Pintu-pintu gerbangmu akan terbuka senantiasa, baik siang maupun malam tidak akan tertutup, supaya orang dapat membawa kekayaan bangsa-bangsa kepadamu, sedang raja-raja mereka ikut digiring sebagai tawanan. ... (13) Kemuliaan Libanon, yaitu pohon sanobar, pohon berangan dan pohon cemara, akan dibawa bersama-sama kepadamu, untuk mempersemarak tempat bait kudusKu, sebab Aku hendak memuliakan tempat kakiKu berjejak. ... (17) Sebagai ganti tembaga Aku akan membawa emas, dan sebagai ganti besi Aku akan membawa perak, sebagai ganti kayu, tembaga, dan sebagai ganti batu, besi; Aku akan memberikan damai sejahtera dan keadilan yang akan melindungi dan mengatur hidupmu”.
Sesuatu yang perlu diperhatikan adalah: Orang kafir perlu digoncangkan oleh Tuhan baru mau memberikan hartanya. Bandingkan dengan orang Mesir pada waktu memberi kepada orang Israel.
Kel 12:35-36 - “(35) Orang Israel melakukan juga seperti kata Musa; mereka meminta dari orang Mesir barang-barang emas dan perak serta kain-kain. (36) Dan TUHAN membuat orang Mesir bermurah hati terhadap bangsa itu, sehingga memenuhi permintaan mereka. Demikianlah mereka merampasi orang Mesir itu”.
Tetapi anak Allah seharusnya memberikan dengan rela, dengan hati yang menyadari cinta Tuhan dan dengan hati yang mencintai Tuhan.
Penerapan: Tuhan memang bisa menggerakkan orang kafir sekalipun untuk menyumbang pembangunan gereja! Tetapi:
a) Ini tidak berarti bahwa kita boleh minta persembahan kepada orang kafir. Ini beda kasusnya dengan orang Israel yang pada waktu keluar dari Mesir meminta emas / perak kepada orang Mesir, karena:
1. Mereka tidak meminta untuk pembangunan tempat ibadah.
2. Itu bisa dianggap sebagai kompensasi atas pekerjaan mereka sebagai budak di Mesir.
b) Ini tidak berarti bahwa kita sendiri tidak perlu mempersembahkan milik kita dan menunggu sampai Tuhan menggerakkan orang luar untuk pembangunan gereja. Tuhan tidak akan memberkati pembangunan gereja kita kalau kita sendiri kikir dalam memberikan milik kita! Tetapi kalau kita sudah memberi habis-habisan dan ternyata belum cukup, maka Tuhan akan bekerja untuk kita!
3) Emas dan perak adalah milik Tuhan.
Hag 2:9 - “KepunyaanKulah perak dan kepunyaanKulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam.”.
a) Secara implicit ini juga adalah suatu janji yang artinya: tidak ada yang menghalangi Allah untuk mengirim emas dan perak dari ‘segala penjuru’.
Lagi-lagi, adanya janji Tuhan di sini, tidak berarti bahwa kita tak perlu memberikan milik kita! Ingat bahwa ‘segala penjuru’ ini juga mencakup ‘kantong / dompet kita’!
b) Ini juga menunjukkan bahwa segala harta kita, termasuk rumah, mobil, perhiasan, deposito, dsb adalah milik Tuhan! Sebenarnya semua ini hanya ‘dititipkan’ kepada kita oleh Tuhan, dan karena itu harus kita gunakan secara bertanggung jawab untuk menyenangkan dan memuliakan Tuhan! Kalau saudara mengaku diri sebagai orang Reformed yang percaya dan menjunjung tinggi kedaulatan Allah, maka saudara juga harus percaya / mengakui kedaulatan Allah atas uang / harta saudara!
Bandingkan dengan:
1. Mat 25:14-30 - uang / harta kita termasuk talenta yang harus kita gunakan untuk Tuhan. Jangan menggunakan uang saudara seperti orang yang menerima 1 talenta itu!
2. Luk 16:1-15 - kita harus mempergunakan uang sedemikian rupa sehingga berguna untuk kekekalan.
3. Luk 12:17,18 - orang kaya yang bodoh ini berkata ‘hasil tanahku’, ‘lumbung-lumbungku’, ‘gandum dan barang-barangku’.
Jadi, orang yang menganggap hartanya sebagai miliknya sendiri adalah orang bodoh di hadapan Tuhan!
4. 1Taw 29:12,14 - “(12) Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari padaMu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tanganMulah kekuatan dan kejayaan; dalam tanganMulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya. ... (14) Sebab siapakah aku ini dan siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini? Sebab dari padaMulah segala-galanya dan dari tanganMu sendirilah persembahan yang kami berikan kepadaMu”.
Setelah Daud mempersiapkan segala sesuatu untuk pembangunan Bait Allah, ia berkata bahwa semua kekayaan dan kemuliaan berasal dari Tuhan, dan semua persembahan yang ia berikan untuk Bait Allah itu asalnya juga dari Tuhan sendiri .
Penerapan: Apa yang saudara mau lakukan dengan uang / harta saudara untuk pembangunan gereja? Harga tanah / gedung berapa? Dan berapa kas gereja untuk pembangunan gedung? Itu membuat kita harus habis-habisan, bukan asal memberi saja, tetapi harus dengan pengorbanan besar-besaran!
Apa yang saudara mau lakukan? Saudara bisa:
a. Beri tanah / rumah.
Dalam Kis 4:34-37 - orang-orang kristen abad I rela menjual tanah / rumah demi tolong saudara seiman yang miskin, apalagi demi membangun gereja! Kalau saudara menganggap ini adalah sesuatu yang extrim, maka perhatikan bahwa cara Lukas menggambarkan Kis 4:34-37 itu jelas menunjukkan dia / Firman Tuhan memuji tindakan orang-orang ini!
Kis 4:34-37 - “(34) Sebab tidak ada seorangpun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa (35) dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya. (36) Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus. (37) Ia menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul”.
Persembahan seperti ini tetap tidak berarti kalau dibandingkan dengan apa yang Kristus berikan untuk saudara!
Bdk lagu PPK no 230 - NyawaKu Kubrikan bagimu, apa yang kaubri padaKu?
b. Berikan mobil saudara (kalau saudara punya lebih dari satu), atau tukar mobil saudara dengan yang lebih murah dan berikan kelebihan uangnya untuk pembangunan gedung gereja.
c. Berikan uang simpanan saudara.
d. Berikan uang yang saudara kumpulkan untuk tujuan tertentu (ke luar negeri, beli sesuatu).
e. Berikan perhiasan saudara (bdk. Kel 35:22,27).
f. Berikan persembahan iman.
g. Buang nonton bioskop, makan berfoya-foya, jajan dsb supaya uangnya bisa dipersembahkan untuk Tuhan!
Illustrasi:
Seorang pendeta mengunjungi jemaatnya yang adalah seorang petani.
Pendeta bertanya: maukah memberi persembahan untuk pembangunan gereja?
Petani menjawab: saya mau, tetapi tak punya apa-apa.
Pendeta: kalau kamu mempunyai uang $ 10.000, maukah mempersembahkan $ 5.000 untuk Tuhan.
Petani: tentu mau tetapi saya tidak punya uang sebanyak itu.
Pendeta: kalau kamu mempunyai sawah 2 hektar, maukah mempersembahkan satu hektar untuk Tuhan?
Petani: tentu mau, tetapi saya tak punya sawah; sawah ini sawah pinjaman.
Pendeta: kalau kamu punya 2 ekor babi, maukah mempersembahkan 1 untuk Tuhan?
Petani menjadi marah, karena ia memang punya 2 ekor babi.
Penekanan dari illustrasi ini: jangan berkhayal untuk mempersembahkan apa yang saudara tidak punya (misalnya dengan berkhayal: andaikata saya jadi konglomerat saya akan memberikan 10 milyar untuk pembangunan gereja). Arahkan pikiran saudara pada apa yang saudara punya. Maukah memberikannya untuk Tuhan?
Kalau saudara masih menganggap bahwa hal-hal ini adalah extrim, ingatlah bahwa hidup ini adalah peperangan (Ef 6:12), dan karenanya kita harus habis-habisan!
Badan misi WEC mempunyai motto: “Karena Yesus Kristus adalah Allah dan telah mati bagiku, maka tidak ada pengorbanan yang terlalu besar untuk kupersembahkan bagiNya!”.
Satu hal yang saudara perlu camkan ialah: orang yang tidak mau melepas harta / uang demi Tuhan pasti akan rugi secara kekal! (bdk. Mat 19:16-26 Luk 14:33)!
4) Kemegahan Bait Allah ini akan lebih besar dari yang terdahulu.
Hag 2:10a - “Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman TUHAN semesta alam”.
Ada 2 terjemahan:
a) “The latter glory of this house shall be greater than the former” (= Kemuliaan belakangan dari Rumah ini akan lebih besar dari yang terdahulu) - LXX/RSV/NASB.
b) “The glory of this latter house shall be greater than of the former” (= Kemuliaan dari Rumah yang belakangan ini akan lebih besar dari yang terdahulu) - KJV/NIV.
Ini digenapi pada jaman Herodes (Mark 13:1), tetapi terutama digenapi secara rohani oleh kehadiran Yesus (bdk. Mat 12:6 Yoh 2:19-22).
5) Tuhan akan memberikan damai sejahtera di sana.
Hag 2:10b - ‘di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera’!
Ada banyak orang yang berkata: Aku senang ke gereja, karena kalau ada di gereja aku merasa damai.
Tentu bukan itu maksud dari janji Tuhan ini. Kalau seseorang merasa damai hanya pada waktu ia ada di dalam gereja, itu justru aneh! Seharusnya orang Kristen merasa damai dimanapun.
Jadi artinya adalah: di rumah Tuhan itu akan diajarkan Firman Tuhan, dan ini menyebabkan orang menjadi beriman dan taat, dan itu yang akan memberikan damai kepadanya dimanapun ia berada.
Kesimpulan / penutup.
Kalau kita mau membangun rumah Tuhan, memang kita harus rela berkorban, dan kita akan menghadapi serangan setan. Tetapi adanya perintah dan janji Tuhan, menunjukkan bahwa Ia berserta dengan kita. Ia memang selalu menyertai kita pada waktu kita mentaati Dia! Dan kalau Ia di pihak kita, siapakah lawan kita (Ro 8:31b)?
-AMIN-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : buas22@yahoo.com
e-mail us at golgotha_ministry0@yahoo.com
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali