Eksposisi
Kitab Kejadian
oleh: Pdt. Budi Asali MDiv.
1)
Kej 1 merupakan fakta sejarah:
Ada orang-orang
(golongan Liberal) yang mengatakan bahwa Kej 1-11 bukanlah fakta sejarah, tetapi
sekedar suatu dongeng, illustrasi, perumpamaan dsb. Ini salah, dan bahkan sesat!
Karena itu hati-hatilah dengan semua pengkhotbah / pendeta / gereja yang
mempunyai pandangan demikian. Perlu diperhatikan bahwa pada awal dari Kej 1
tidak digunakan kata-kata ‘once upon a time / pada suatu waktu’
seperti yang digunakan dalam dongeng-dongeng pada umumnya! Tetapi di sini
digunakan kata-kata ‘in the beginning / pada mulanya’ (Kej 1:1). Ini
jelas menunjukkan bahwa Kej 1 itu bukanlah suatu dongeng atau illustrasi, tetapi
merupakan fakta sejarah. Disamping itu:
a)
Kej 2:1 yang berbunyi: “Demikianlah
diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya”
jelas menunjukkan bahwa Kej 1 adalah fakta sejarah.
b)
Kel 20:11 yang berbunyi: “Sebab
enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan
Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan
menguduskannya”, jelas
juga menunjukkan bahwa Kej 1 merupakan fakta sejarah. Kalau Kej 1 itu hanyalah
dongeng, illustrasi, dsb, maka itu berarti bahwa Allah menetapkan hari ke 7
sebagai hari Sabat berdasarkan suatu dongeng! Ini betul-betul tidak masuk akal.
2)
Alkitab menyatakan Allah.
Pada awal dari
Alkitab, pada Kej 1:1 sudah dikatakan tentang ‘Allah’. Alkitab memang
menyatakan Allah kepada kita. Jadi, pada waktu menghampiri Alkitab, kita
harus mempunyai keinginan untuk mengenal Allah.
Penerapan:
Apakah saudara
mempunyai keinginan untuk mengenal Allah? Dan apakah saudara belajar Firman
Tuhan dengan tujuan supaya mengenal Allah atau lebih mengenal Allah? Kalau
tidak, tidak ada gunanya saudara belajar Alkitab!
3)
Allah adalah pencipta segala sesuatu.
Allah yang
disebut dalam Kej 1:1 itu adalah Pencipta! Ini salah satu bagian Kitab Suci yang
mendasari kalimat pertama dari 12 Pengakuan Iman Rasuli yang berbunyi: “Aku
percaya kepada Allah, Bapa yang mahakuasa, khalik langit dan bumi”.
A)
Allah menciptakan langit dan bumi (Kej 1:1-2).
Ada suatu teori
/ penafsiran yang salah tentang Kej 1:1-2 ini, yang disebut ‘Gap Theory’.
Teori ini mengatakan bahwa di antara Kej 1:1 dan Kej 1:2 terdapat ‘gap’
(= celah / selang waktu) yang lamanya jutaan tahun atau bahkan ratusan juta
tahun. Mereka menganggap bahwa dalam Kej 1:1, langit dan bumi dan segala isinya
sudah sempurna. Lalu terjadilah pemberontakan Iblis (yang sering disebut secara
salah dengan nama Lucifer), sehingga bumi menjadi tidak berbentuk dan
kosong seperti dalam Kej 1:2. Lalu dalam Kej 1:3-dst Allah melakukan penciptaan
ulang.
Dasar dari ‘gap
theory’ ini adalah:
1) Mereka berpendapat bahwa Allah tidak mungkin
mencipta sesuatu yang kacau seperti yang tertulis dalam Kej 1:2 - ‘bumi
belum berbentuk dan kosong, gelap gulita menutupi samudera raya’.
Karena itulah mereka beranggapan bahwa penciptaan dalam Kej 1:1 sudah sempurna,
tetapi lalu menjadi rusak / kacau karena pemberontakan Iblis.
2) Dengan adanya ‘gap’ jutaan tahun ini maka
Alkitab menjadi cocok dengan ilmu Geologia yang mengatakan bahwa umur bumi sudah
jutaan tahun.
3) Kej 1:2 berbunyi: ‘Bumi
belum berbentuk dan kosong’.
NIV
menterjemahkan sebagai berikut: ‘Now
the earth was formless and empty’
(= Bumi adalah tidak berbentuk dan kosong).
Ditinjau dari
sudut bahasa Ibrani, kata ‘HAYETAH’ yang diterjemahkan ‘was
/ adalah’, juga bisa diterjemahkan ‘became
/ menjadi’. Kalau dipilih terjemahan ini, maka Kej 1:2 menjadi: ‘Dan
bumi menjadi tidak berbentuk dan kosong’.
Terjemahan ini cocok dengan ‘gap theory’.
Saya berpendapat
bahwa ‘Gap theory’ ini harus ditolak dengan alasan / penjelasan
sebagai berikut:
a) Kej 1:1-2 tidak berarti bahwa Allah menciptakan
sesuatu yang kacau, tetapi bahwa Ia menciptakan yang baik dan teratur secara
bertahap.
Penganut ‘gap
theory’ tidak mau mempercayai bahwa Allah melakukan penciptaan secara
bertahap, tetapi dalam teori mereka sendiri mereka berpendapat bahwa pada waktu
Allah melakukan ‘penciptaan kembali’ dalam Kej 1:3-dst, maka Allah
melakukannya secara bertahap. Ini menunjukkan ketidak-konsekwenan teori ini.
b) Ilmu Geologia sama sekali tidak mempunyai kepastian
dalam menentukan umur bumi.
Perlu diketahui
bahwa ada banyak metode yang bisa digunakan untuk menentukan umur bumi, dan
ternyata metode-metode ini menghasilkan hasil yang sangat bervariasi. Misalnya
metode pertama menghasilkan bilangan 100 juta tahun, maka metode kedua ternyata
menghasilkan bilangan 20 ribu tahun, dsb. Disamping itu perlu diketahui bahwa
para ahli ilmu pengetahuan itu kebanyakan adalah orang yang bukan kristen,
bahkan anti kristen. Karena itu, kalau dengan metode tertentu mereka menemukan
bahwa umur bumi adalah jutaan tahun, maka hasil itu dipublikasikan, sedangkan
kalau dengan metode yang lain menghasilkan bilangan ribuan atau puluhan ribu
tahun (sehingga cocok dengan Alkitab), maka hasil itu mereka sembunyikan.
Hal lain yang
perlu diketahui adalah bahwa pada waktu Allah menciptakan segala sesuatu dalam
Kej 1, maka semua itu diciptakan dalam keadaan sudah mempunyai umur tertentu
(yang tidak kita ketahui). Misalnya:
·
Pada waktu Adam diciptakan
pada hari ke 6, ia tidak diciptakan sebagai seorang bayi yang baru lahir, tetapi
sebagai manusia dewasa. Karena itu, andaikata pada hari ke 7 seorang ilmuwan
memeriksa Adam, maka mungkin sekali ia mendapatkan bahwa Adam sudah berumur 30
tahun, atau 50 tahun, padahal Adam baru berumur 1 hari!
·
Pada waktu pohon-pohonan
diciptakan oleh Allah pada hari ke 3, mereka tidak diciptakan sebagai tunas yang
baru tumbuh, tetapi sebagai pohon yang sudah besar. Karena itu, andaikata pada
hari ke 4 seorang ilmuwan memeriksa sebuah pohon, maka mungkin sekali ia akan
mendapatkan bahwa pohon itu sudah berumur 100 tahun, padahal sebetulnya baru
berumur 1 hari.
·
Demikian juga pada waktu
Allah menciptakan bumi dengan lapisan batu-batuannya, Allah menciptakannya dalam
keadaan sudah mempunyai umur tertentu. Dan kita tidak tahu berapa umur bumi pada
waktu diciptakan. Bisa saja 1000 tahun, atau satu juta tahun, atau bahkan
ratusan juta tahun!
Karena itu,
kalaupun para ilmuwan jaman sekarang bisa menemukan suatu metode penentu umur
bumi yang betul-betul dapat dipercaya, dan dengan metode itu didapatkan bahwa
umur bumi sudah 5 juta tahun, maka itu tidak menunjukkan bahwa Kitab Sucinya
salah. Siapa tahu bahwa Allah memang menciptakan bumi ini dalam keadaan sudah
berumur mendekati 5 juta tahun?
c) Kalau ‘gap theory’ mau mencocokkan
Alkitab dengan Ilmu Geologia dalam persoalan umur bumi, lalu bagaimana dengan
umur dari tulang-tulang manusia yang jutaan tahun (ini menurut ‘ilmu
pengetahuan’; tetapi inipun tidak bisa dipercaya!)? Apakah mereka mau berkata
bahwa dalam Kej 1:1 itu juga sudah ada manusia (sebelum Adam)?
·
Kalau dikatakan bahwa dalam
Kej 1:1 sudah ada manusia, maka:
*
itu berarti bahwa Adam bukan
manusia pertama, dan ini bertentangan dengan 1Kor 15:45a yang berbunyi: “Seperti
ada tertulis: ‘Manusia pertama, Adam menjadi makhluk hidup’”.
*
perlu dipertanyakan:
bagaimana manusia sebelum Adam itu bisa mati, padahal belum ada dosa?
·
Kalau mereka berkata bahwa
dalam Kej 1:1 itu belum ada manusia, maka mereka tetap tidak bisa mencocokkan
Alkitab dengan ‘ilmu pengetahuan’.
d) Kalaupun di antara Kej 1:1 dan Kej 1:2 ada
pemberontakan setan, mengapa alam semesta harus menjadi kacau / rusak? Iblis
memang kuat, tetapi ia jelas sama sekali bukan tandingan Allah, sehingga
‘pertempuran’ antara Iblis dan Allah sama sekali ‘tidak seru’ dan tidak
perlu sampai menghancurkan alam semesta. Pandangan yang mengatakan bahwa
pertempuran Iblis melawan Allah itu sampai harus menghancurkan ciptaan Allah,
adalah pandangan yang terlalu merendahkan Allah, karena secara tidak langsung
mereka beranggapan bahwa kekuatan Iblis dan Allah itu tidak terlalu berbeda
jauh.
e) ‘Gap theory’ ini muncul bukan sebagai
hasil dari Exegesis terhadap Kej 1:1-2, tetapi sebagai hasil dari Eisegesis
terhadap Kej 1:1-2. Exegesis berarti kita menggali ayat sedemikian rupa sehingga
dari ayat tersebut keluar suatu ajaran. Ini adalah cara yang benar dalam
menangani Kitab Suci. Tetapi Eisegesis berarti kita memasukkan pandangan kita ke
dalam ayat Kitab Suci, dan ini jelas merupakan cara penafsiran yang salah.
B)
Allah melakukan penciptaan selama 6 hari (Kej 1:3-31).
1) Hari pertama (Kej 1:3-5).
a)
Allah menciptakan ‘terang’ (Kej 1:3).
Ada yang
mengatakan ‘terang’ itu sebagai ‘ketertiban dan kemungkinan untuk
hidup’. Penafsiran ini bukan hanya tidak berdasar, tetapi juga tidak sesuai
dengan kontex! Bacalah Kej 1:3-5 yang menghubungkan terang itu dengan gelap,
juga dengan pagi dan petang. Jadi ‘terang’ di sini harus diartikan secara
hurufiah, yaitu betul-betul adalah ‘terang’.
Keberatan yang
sering diajukan terhadap penafsiran hurufiah ini adalah: bagaimana bisa ada
terang, siang dan malam, padahal belum ada matahari?
Jawabnya: Tidak
ada yang mustahil bagi Allah! (Luk 1:37). Memang setelah ada matahari maka Allah
memberikan terang dengan menggunakan matahari, tetapi sebelum ada matahari Allah
bisa memberi terang tanpa matahari.
b) Ada pertanyaan: Mengapa dalam ay 5b ‘night
/ petang / malam’ disebut dulu baru ‘day / pagi / siang’?
Jawab: Yang
menulis Kitab Kejadian adalah Musa yang adalah orang Israel. Berbeda dengan kita
yang mempunyai pergantian hari pada pukul 12 malam, maka orang Israel / Yahudi
mempunyai pergantian hari pada pukul 6 sore. Jadi, bagi mereka suatu hari
dimulai dengan ‘night / petang / malam’ dan baru sesudah itu ‘day
/ pagi / siang’. Karena itu tidak aneh kalau Musa menyebut ‘petang /
malam’ dulu, baru ‘pagi / siang’.
Saudara mungkin
berkata: ‘Tetapi yang melakukan penciptaan adalah Allah, bukan Musa’. Memang
ya, tetapi Tuhan, yang sudah merencanakan untuk mewahyukan hal itu kepada Musa,
menyesuaikan penciptaan dengan pemikiran Musa, supaya tidak membingungkan. Ini
sama saja dengan nama-nama malaikat Gabriel, Mikhael, dsb yang ada dalam bahasa
Ibrani. Mengapa digunakan bahasa Ibrani? Karena itu dinyatakan kepada orang
Israel / Yahudi, maka namanya diberikan dalam bahasa mereka!
c)
Pertanyaan: Apakah 1 hari di sini sama dengan 24 jam?
·
Ada yang mengatakan 1 hari di
sini sama dengan 1 masa yang lamanya jutaan tahun. Penafsiran ini lagi-lagi
ingin menyesuaikan Alkitab dengan ‘ilmu pengetahuan’.
·
Ada yang menganggap bahwa
sebelum ada matahari, 1 hari sama dengan 1 masa, tetapi setelah ada matahari
(hari ke 4), maka 1 hari sama dengan 24 jam.
·
Ada yang menganggap semua
hari dalam Kej 1 adalah 24 jam. Saya setuju dengan pandangan ketiga ini.
Alasannya: dalam Kitab Suci tidak ada ‘hari’ yang berarti ‘masa’. Juga
istilah ‘jadilah petang dan jadilah
pagi’ menunjukkan bahwa
1 hari di sini sama dengan 24 jam.
Catatan:
Perlu juga diketahui bahwa pandangan pertama dan kedua muncul lagi-lagi karena
manusia ingin menyesuaikan Kitab Suci dengan ‘ilmu pengetahuan’, padahal
yang disebut ‘ilmu pengetahuan’ itu belum tentu benar!
2)
Hari kedua (Kej 1:6-8).
Allah
menciptakan cakrawala. Cakrawala adalah segala sesuatu yang terbuka di atas
kita. Jadi cakrawala ini bukannya sesuatu yang tipis, tetapi tebal sekali.
Bandingkan dengan Kej 1:14 yang mengatakan bahwa Allah meletakkan benda-benda
penerang ‘pada cakrawala’. Ini tentu tidak mungkin terjadi kalau cakrawala
itu tipis.
Cakrawala ini
berfungsi untuk memisahkan air di atas dan air di bawah (Kej 1:7). Ada yang
mengatakan bahwa dalam peristiwa banjirnya Nuh, air di atas cakrawala inilah
yang diturunkan ke bumi oleh Tuhan (bdk. Kej 7:11b - ‘terbukalah
tingkap-tingkap di langit’).
Dalam Kej 1:8a
dikatakan bahwa ‘Allah menamai
cakrawala itu langit’,
mungkin karena tidak ada batas antara cakrawala dengan langit.
3)
Hari ketiga (Kej 1:9-13).
Allah memisahkan
antara lautan dengan daratan dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. Perhatikan bahwa
tumbuh-tumbuhan sudah ada sebelum matahari ada! Kita tahu bahwa tumbuh-tumbuhan
membutuhkan matahari untuk bisa hidup. Tetapi sebetulnya matahari bukanlah
sumber hidup tumbuh-tumbuhan! Allahlah yang adalah sumber hidup dari
tumbuh-tumbuhan! Ini Ia buktikan dengan menciptakan tumbuh-tumbuhan sebelum
matahari. Demikian juga dengan terang. Kita selalu menganggap bahwa matahari
sebagai sumber terang. Tetapi sebetulnya Allahlah yang merupakan pemberi terang
dan ini Dia buktikan dengan menciptakan terang lebih dahulu dari pada matahari.
Penerapan:
Kalau Allah
selalu memberi kepada kita melalui sesuatu / seseorang, maka kita lalu punya
kecenderungan untuk menganggap sesuatu / seseorang itu sebagai pemberinya.
Contoh:
·
Saudara biasa menerima uang
dari orang tua / suami / majikan. Apakah saudara selalu menganggap orang-orang
itu sebagai pemberi uang? Kalau hubungan saudara dengan orang-orang itu terputus
karena kematian / gegeran, bagaimana sikap saudara? Takut? Kuatir? Ingat, bahwa
Tuhanlah yang sebetulnya merupakan pemberi uang tersebut. Orang-orang itu hanya
alat belaka dan Tuhan bisa memberi tanpa menggunakan mereka. Kalau Tuhan bisa
memberi terang tanpa matahari, atau menumbuhkan tumbuh-tumbuhan tanpa matahari,
tidak bisakah Ia memberi uang kepada saudara tanpa melalui orang tua / suami /
majikan?
·
Saudara biasanya disembuhkan
dari penyakit oleh obat / dokter tertentu. Jangan lalu beranggapan bahwa obat /
dokter itu adalah sumber pemberi kesembuhan. Mereka hanyalah alat yang dipakai
oleh Tuhan untuk memberikan kesembuhan. Tuhanlah pemberi / sumber kesembuhan!
Saudara tetap boleh memakai obat / dokter, tetapi berharaplah kepada Tuhan!
·
Saudara biasa menerima berkat
rohani (Firman Tuhan) melalui pendeta tertentu. Jangan menganggap pendeta itu
sebagai sumber / pemberi berkat. Ingat, pendeta hanyalah alat Tuhan. Pemberi
berkat rohani itu adalah Tuhan sendiri. Saudara memang harus memilih pengkhotbah
yang baik karena sekalipun Tuhan bisa memberi berkat firmanNya melalui
pengkhotbah yang jelek atau yang sesat sekalipun, tetapi Ia tidak biasanya
melakukan hal itu. Tetapi janganlah saudara berharap dari / kepada
pengkhotbahnya. Berharaplah kepada Tuhan!
4)
Hari keempat (Kej 1:14-19).
a) Tuhan menciptakan matahari, bulan dan
bintang-bintang.
b) Kej 1:16 menyebutkan ‘matahari dan bulan’
sebagai benda penerang yang besar. Ada 2 hal yang perlu dipertanyakan di sini:
·
Bukankah bulan itu bukan
benda penerang? Bulan adalah benda gelap yang hanya memantulkan sinar matahari!
·
Bukankah bintang-bintang jauh
lebih besar dari matahari dan bulan?
Jawab:
Alkitab bukanlah buku ilmu pengetahuan. Alkitab sering menulis dari sudut
pandang manusia. Dari sudut pandang manusia bulan itu bersinar / memberi terang,
dan matahari dan bulan kelihatan lebih besar dari bintang-bintang. Jadi lalu
ditulis demikian. Maz 19:6-7 dan Yos 10:12-13 (cerita tentang Yosua yang
menghentikan matahari) juga ditulis dari sudut pandang manusia, dan karena itu
kita tidak boleh menyimpulkan bahwa Alkitab mengajarkan bahwa matahari
mengelilingi bumi.
William G. T.
Shedd: “The
inspired writers were permitted to employ the astronomy and physics of the
people and age to which they themselves belonged, because the true astronomy and
physics would have been unintelligible. If the account of the miracle of Joshua
had been related in the terms of the Copernican astronomy; if Joshua had said,
‘Earth stand thou still,’ instead of, ‘Sun stand thou still’; it could
not have been understood” (=
Penulis-penulis yang diilhami diijinkan untuk menggunakan ilmu perbintangan dan
fisika dari orang dan jaman mereka sendiri, karena ilmu perbintangan dan fisika
yang benar tidak akan dimengerti pada saat itu. Jika cerita tentang mujijat
Yosua diceritakan dengan istilah-istilah dari ilmu perbintangan Copernicus; jika
Yosua berkata: ‘Bumi berhentilah engkau’, dan bukannya ‘Matahari
berhentilah engkau’; itu tidak bisa dimengerti pada saat itu)
- ‘Shedd’s Dogmatic Theology’, vol I, hal 104.
William G. T.
Shedd lalu menambahkan: “The
modern astronomer himself describes the sun as rising and setting”
(= ahli ilmu perbintangan modern sendiri menggambarkan matahari sebagai terbit
dan terbenam) - ‘Shedd’s Dogmatic Theology’, vol I, hal 104.
William G. T.
Shedd menambahkan lagi: “The
purpose of the scriptures, says Baronius, is ‘to teach man how to go to
heaven, and not how the heavens go.’”
(= Tujuan dari Kitab Suci, kata Baronius, adalah ‘untuk mengajar manusia
tentang jalan ke surga, dan bukannya bagaimana surga / langit berjalan’)
- ‘Shedd’s Dogmatic Theology’, vol I, hal 104.
c) Kej 1:17-18.
Tadi sudah ada
terang tanpa matahari, tetapi sekarang setelah ada matahari dan benda-benda
penerang yang lain maka Allah menggunakan mereka untuk memberikan terang. Jadi
jelas bahwa Allah sebetulnya tidak membutuhkan mereka, tetapi Allah mau
menggunakan mereka.
Calvin: “We
may learn from the order of creation itself, that God acts through the creatures
not as if he needed external help, but because it was his pleasure”
(= Kita bisa belajar dari urut-urutan penciptaan, bahwa Allah bertindak melalui
ciptaanNya bukan seakan-akan Ia membutuhkan pertolongan dari luar, tetapi karena
itu adalah kehendakNya / keinginanNya).
Penerapan:
Allah bisa
menyembuhkan saudara tanpa dokter / obat, tetapi pada umumnya Ia memberikan
kesembuhan melalui obat / dokter. Allah tidak membutuhkan hamba Tuhan untuk
memberikan berkat FirmanNya kepada saudara, tetapi Ia biasanya memberikan berkat
FirmanNya melalui hambaNya. Jadi, gunakanlah apa yang bisa Allah pakai sebagai
saluran! Jangan menjadi orang kristen yang selalu mau menerima langsung dari
Allah!
5)
Hari kelima (Kej 1:20-23).
Allah
menciptakan burung-burung dan ikan-ikan.
6)
Hari keenam (Kej 1:24-31).
Dalam Kej
1:24-25 Allah menciptakan binatang darat, dan dalam Kej 1:26-31 Allah
menciptakan manusia. Jelas bahwa penciptaan binatang darat dan manusia adalah 2
penciptaan yang berbeda / terpisah, tetapi terjadi dalam satu hari! Ini jelas
bertentangan dengan teori evolusi, yang mengatakan bahwa manusia berasal dari
binatang / monyet yang mengalami evolusi / perubahan sedikit demi sedikit
sehingga akhirnya (setelah jutaan tahun) menjadi manusia! Kalau saudara
adalah orang Kristen yang percaya pada kebenaran Alkitab / Firman Tuhan, saudara
harus menolak teori evolusi!
Ingat bahwa
teori evolusi ini hanyalah suatu hipotesa / dugaan, tetapi tidak punya bukti,
dan karenanya sebetulnya tidak bisa disebut sebagai ilmu pengetahuan.
Tetapi dimana-mana, baik dalam siaran TV, majalah, dan bahkan dalam pelajaran
sekolah, teori evolusi diperlakukan seakan-akan teori ini betul-betul merupakan
ilmu pengetahuan.
Dalam Koran
‘Surya’ hari Minggu, tanggal 22 November 1998, ada sebuah artikel yang
berjudul “Coelacanth ‘ikan fosil’
yang masih hidup”.
Dikatakan bahwa di perairan Indonesia (sekitar Manado) ditemukan ikan
Coelacanth (baca: silakan), yang disebutkan sebagai ‘mbahnya komodo’,
dan yang oleh ahli-ahli ilmu pengetahuan dianggap sudah punah pada sekitar 70
atau 80 juta tahun yang lalu. Ternyata pada waktu tulang-tulang dari ikan yang
baru ditangkap itu dibandingkan dengan fosil ikan yang dianggap sudah berumur 80
juta tahun itu, ternyata bahwa: “kita
hampir tidak dapat membedakan kerangka tulang mana yang purba (80 juta tahun
lalu) dengan yang sekarang. Dan ini menimbulkan pertanyaan mengapa? Mengapa
organ ikan ini tetap statis untuk jangka waktu yang demikian lamanya tanpa
mengalami evolusi?”.
Saya berpendapat
pertanyaan ini mudah sekali jawabannya, yaitu: karena evolusi tidak pernah ada!
C)
Allah beristirahat pada hari ketujuh (Kej 2:1-3).
Setelah
melakukan penciptaan selama 6 hari, maka pada hari ke 7 Allah beristirahat (Kej
2:2-3). Ini tidak berarti bahwa Ia nganggur total! Ia hanya beristirahat dari
pekerjaan penciptaan (Kej 2:3), tetapi Ia terus memelihara ciptaanNya itu.
1)
Kasih Allah kepada manusia. Ini terlihat dari:
a) Manusia diistimewakan:
·
Allah berunding dulu sebelum
menciptakan manusia (Kej 1:26-27). Ini adalah perundingan ilahi, karena
dilakukan antar pribadi-pribadi dalam Allah Tritunggal. Ini tidak pernah Ia
lakukan sebelumnya, pada waktu Ia menciptakan ciptaan yang lain.
·
Allah menciptakan manusia
menurut gambar dan rupaNya (Kej 1:26-27).
Apa arti
‘Kita’ dalam Kej 1:26? Ada yang mengartikan ‘Kita’ sebagai ‘Allah +
malaikat’. Tetapi ini tidak mungkin. Mengapa?
*
Tidak mungkin Allah berunding
dengan ciptaanNya / minta nasehat dari ciptaanNya, karena kalau demikian maka
akan bertentangan dengan ayat-ayat di bawah ini.
Yes 40:13-14 - “Siapa
yang dapat mengatur Roh TUHAN atau memberi petunjuk kepadaNya sebagai penasihat?
Kepada siapa TUHAN meminta nasihat untuk mendapat pengertian, dan siapa yang
mengajar TUHAN untuk menjalankan keadilan, atau siapa mengajar Dia pengetahuan
dan memberi Dia petunjuk supaya Ia bertindak dengan pengertian?”
Ro 11:34 - “Sebab,
siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi
penasihatNya?”.
*
Kalau kata ‘Kita’
menunjuk kepada ‘Allah dan malaikat’, maka itu berarti bahwa:
Þ
Allah adalah pencipta / creator
dan malaikat adalah rekan pencipta (co creator).
Þ
Manusia dicipta menurut
gambar dan rupa malaikat.
Kedua kesimpulan
ini jelas tidak alkitabiah.
*
Kej 1:26 mengatakan ‘gambar
dan rupa Kita’;
Kej 1:27 mengatakan ‘gambarNya’ dan ‘gambar Allah’.
Jadi jelas bahwa kata ‘Kita’ dan ‘Nya’ menunjuk kepada Allah sendiri.
Kej 1:26 ini
menjadi salah satu dasar dari doktrin Allah Tritunggal. Karena kita mempunyai
Allah Tritunggal, maka untuk diri Allah bisa digunakan kata ganti orang bentuk
tunggal maupun bentuk jamak.
Apa artinya
manusia dicipta menurut gambar dan rupa Allah?
à
Manusia adalah makhluk
intelek.
à
Manusia adalah makhluk
bermoral. Ini berarti bahwa bagi manusia ada baik atau jahat, suci atau berdosa.
Bagi binatang hal ini tidak ada, karena binatang bukanlah makhluk bermoral.
à
Manusia adalah makhluk kekal.
Manusia memang tidak kekal ke depan, karena ia mempunyai titik awal. Tetapi
manusia mempunyai sifat kekal ke belakang, karena sesudah mati ia akan tetap
ada, atau di surga atau di neraka.
à
Manusia adalah penguasa (Kej
1:26,28).
Penerapan:
Semua ini
menunjukkan bahwa manusia adalah ciptaan yang mulia / tinggi. Karena itu
janganlah menjadi orang yang rendah diri! Saudara adalah makhluk yang istimewa!
b) Allah mencipta / mengatur segala sesuatu untuk manusia, sebelum
manusia diciptakan!
·
Tempat sudah diatur dengan
baik.
Bayangkan andaikata Tuhan
menciptakan manusia sebelum Ia memisahkan air dengan daratan!
·
Makanan yaitu tumbuh-tumbuhan
dan buah-buahan (Kej 1:29), sudah disediakan lebih dulu.
Penerapan:
Banyak orang
hidup dengan penuh ketakutan / kekuatiran, seolah-olah Allah menciptakan manusia
pada hari pertama. Tetapi ini tidak benar! Allah menciptakan manusia pada hari
ke 6 setelah semuanya siap untuk menerima kehadiran manusia. Ini menunjukkan
bahwa Ia sangat memperhatikan kebutuhan hidup manusia. Karena itu, janganlah
kuatir akan kebutuhan hidup saudara, baik rumah, pakaian, maupun makanan (bdk.
Mat 6:25-34). Memang dalam kasus Adam dan Hawa, Allah tidak memberi mereka
pakaian, karena pada saat itu mereka tidak membutuhkannya. Tetapi pada saat
mereka membutuhkannya, Allah memberi mereka pakaian (Kej 3:21).
2) Semua ciptaan Allah itu baik.
Untuk itu perhatikan Kej 1:4,10,12,18,21,25,31.
Memang sekarang
ada banyak hal-hal yang tidak baik seperti perang, bencana alam, kejahatan,
penindasan, dan sebagainya. Melihat hal-hal itu banyak orang lalu menganggap
bahwa Allah itu tidak ada, atau bahwa Allah itu tidak baik. Tetapi hal-hal jelek
itu ada bukan karena salahnya Allah, tetapi karena salahnya manusia sendiri.
Semua itu ada karena dosa manusia. Jadi, jangan menyalahkan Allah kalau ada
hal-hal yang tidak baik yang saudara alami!!
Semuanya ini
seharusnya menyebabkan kita terus bersyukur dan memuji Tuhan!
-AMIN-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : buas22@yahoo.com
e-mail us at golgotha_ministry0@yahoo.com
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali