(Jl. Dinoyo 19b, lantai 3)
Minggu, tgl 16 Mei 2010, pk 17.00
Pdt. Budi Asali, M. Div.
buas22@yahoo.com
Kisah Rasul
1:1-11
Kisah 1:1-11 - “(1) Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang
segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus, (2) sampai pada hari Ia
terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintahNya oleh Roh Kudus kepada
rasul-rasul yang dipilihNya. (3) Kepada mereka Ia menunjukkan diriNya setelah
penderitaanNya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia
hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan
berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah. (4) Pada suatu hari ketika Ia
makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem,
dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang - demikian
kataNya - ‘telah kamu dengar dari padaKu. (5) Sebab Yohanes membaptis dengan
air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.’ (6) Maka
bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: ‘Tuhan, maukah Engkau pada masa
ini memulihkan kerajaan bagi Israel?’ (7) JawabNya: ‘Engkau tidak perlu
mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasaNya. (8)
Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu
akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai
ke ujung bumi.’ (9) Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia
disaksikan oleh mereka, dan awan menutupNya dari pandangan mereka. (10) Ketika
mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua
orang yang berpakaian putih dekat mereka, (11) dan berkata kepada mereka:
‘Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus
ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan
cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.’”.
I) Antara
kebangkitan dan kenaikan.
Yesus
masih ada di dunia selama 40 hari antara kebangkitanNya dan kenaikanNya ke sorga
(ay 3).
1)
TujuanNya adalah untuk membuktikan bahwa Ia betul-betul bangkit dari
antara orang mati, dan betul-betul hidup.
Ay 3:
“Kepada mereka Ia menunjukkan diriNya setelah penderitaanNya selesai, dan dengan
banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari
Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan
Allah”.
NIV:
‘and gave many convincing proofs that he was
alive’ (= dan memberikan
banyak bukti-bukti yang meyakinkan bahwa Ia hidup).
KJV/Lit:
‘To whom also he shewed himself alive after his passion by many
infallible proofs’ (= Kepada siapa Ia juga menunjukkan diriNya sendiri
hidup setelah penderitaanNya oleh banyak bukti-bukti yang tidak bisa salah).
Bible
Knowledge Commentary: “The
word ‘proofs’ (tekmeriois) occurs only here in the New Testament and
looks at demonstrable evidence in contrast with evidence provided by witnesses.
In other words, the Resurrection was proven by touch, sight, and feel (cf. Luke
24:39-40; 1 John 1:1)” [= Kata ‘bukti’
(TEKMERIOIS) muncul hanya di sini dalam Perjanjian Baru dan memandang pada bukti
yang bisa didemonstrasikan sebagai sesuatu yang kontras dengan bukti yang
diberikan oleh saksi-saksi. Dengan kata lain, Kebangkitan dibuktikan oleh
sentuhan, penglihatan, dan perasaan (bdk. Luk 24:39-40; 1Yoh 1:1)].
Charles
Haddon Spurgeon: “Our
Saviour would not go to heaven till he had settled the fact of his resurrection
upon a basis which can never be shaken” (= Juruselamat
kita tidak akan pergi ke sorga sampai Ia telah menetapkan fakta kebangkitanNya
pada dasar yang tidak akan bisa digoyahkan) -
‘Spurgeon’s Expository Encyclopedia’, vol 4, hal 425.
Ini
menunjukkan betapa pentingnya kepercayaan / keyakinan pada kebangkitan Kristus
(bdk. Ro 10:9 1Kor 15:3-4). Sudahkan saudara percaya bahwa Yesus
bangkit dari antara orang mati?
2)
Dalam 40 hari itu ada perbedaan yang besar dalam hidup Yesus dibandingkan
sebelum ia mati, yaitu tidak adanya pencobaan, serangan, dsb, terhadap diriNya
dari tokoh-tokoh Yahudi maupun pemerintah Romawi.
Charles
Haddon Spurgeon: “I
might almost say that those days were the prelude of his glory, a sort of
anticipation of his reign of peace, when he shall stand in the latter day upon
the earth, and wars shall cease unto the end of the earth” (= Saya
hampir bisa mengatakan bahwa hari-hari itu adalah pendahuluan dari kemuliaanNya,
semacam pengharapan tentang pemerintahanNya yang penuh damai, pada waktu Ia akan
berdiri pada hari terakhir di bumi ini, dan peperangan akan berhenti sampai
ujung bumi) - ‘Spurgeon’s
Expository Encyclopedia’, vol 4, hal 425.
Penerapan:
Dalam mengikuti dan melayani Kristus pada saat ini, memang ada banyak serangan
terhadap diri kita / gereja. Tetapi dengan melihat pada kehidupan Kristus di
bumi ini selama 40 hari antara kebangkitanNya dan kenaikanNya ke surga, kita
boleh yakin bahwa ada suatu saat kelak, kitapun akan bebas dari semua serangan
itu! Tetapi sementara semua serangan itu masih ada, bertekunlah dalam mengikut
dan melayani Kristus!
II) Kenaikan ke
surga.
1)
Sifat kenaikan Kristus ke surga.
a)
Kenaikan Kristus ke surga, adalah suatu peristiwa yang sungguh-sungguh
terjadi / bersifat historis, dan bukan sekedar merupakan perumpamaan, illustrasi
dsb.
Lukas
menceritakan kenaikan Kristus ke surga baik dalam Injil Lukas (Luk 24:50-53)
maupun dalam Kisah Rasul (Kis 1:1-11). Karena peristiwa kenaikan Kristus ke
sorga ini ada dalam Kitab Suci / Firman Tuhan, maka tidak percaya pada kenaikan
Kristus ke surga adalah sama dengan tidak percaya pada Kitab Suci / Firman
Tuhan.
Gereja
Roma Katolik percaya bahwa Maria juga naik ke surga dengan tubuh jasmaninya,
tetapi karena hal ini tidak ada dasar Kitab Sucinya, maka tentu saja kita tidak
mempercayainya. Agama lain juga ada yang percaya bahwa tokoh mereka naik ke
surga, tetapi juga tidak ada dalam Kitab Suci kita dan karena itu juga tidak
kita terima / percayai. Tetapi kenaikan Kristus ke surga ada dalam Kitab Suci
dan itu harus kita terima sebagai kebenaran.
b)
Kenaikan Kristus ke surga adalah suatu kenaikan yang bersifat jasmani.
Kebangkitan,
kenaikan ke surga dan kedatangan Kristus keduakalinya semuanya bersifat jasmani.
Jadi, tubuhNya betul-betul naik ke surga, dan karena tubuhNya memang tidak maha
ada, maka sekarang Ia tidak lagi hadir secara jasmani di dunia ini.
Dalam
Mat 26:11 Yesus berkata: “Karena
orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama
kamu”.
Tentu Yesus mengucapkan Mat 26:11 ini
dalam arti jasmani, dan ini secara jelas menunjukkan bahwa Ia tidak lagi bersama
kita secara jasmani!
Bdk.
Kis 3:21 - “Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu
pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan
nabi-nabiNya yang kudus di zaman dahulu”.
Doktrin
Perjamuan Kudus dari orang Roma Katolik maupun Lutheran, yang mempercayai
kehadiran secara jasmani dari Kristus pada Perjamuan Kudus, jelas merupakan
doktrin yang salah!
Charles
Haddon Spurgeon: “It
is a vain idea of carnal-minded men that Christ is corporeally in the sacrament.
He is gone into heaven. ... to say that he is here corporeally, is to deny that
he is gone up into heaven” (= Merupakan gagasan
sia-sia dari orang-orang yang berpikir secara daging bahwa Kristus hadir secara
jasmani dalam sakramen. Ia telah pergi ke surga. ... mengatakan bahwa Ia ada di
sini secara jasmani berarti menyangkal bahwa Ia telah pergi ke surga)
- ‘Spurgeon’s Expository
Encyclopedia’, vol 4, hal 427.
Orang
Reformed percaya bahwa dalam Perjamuan Kudus, Kristus hadir secara rohani!
c)
Kristus naik secara perlahan-lahan ke atas / ke surga.
Ay 9,11:
“(9) Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh
mereka, dan awan menutupNya dari pandangan mereka. ... (11) dan berkata kepada
mereka: ‘Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit?
Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali
dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.’”.
Mengapa
Ia tidak tahu-tahu menghilang begitu saja? Mengapa Ia harus naik perlahan-lahan
ke atas / ke surga? Karena Ia ingin murid-muridNya, dan kita semua, tahu bahwa
Ia memang naik ke surga, bukan sekedar hilang begitu saja.
Dengan
demikian, sekalipun kita tahu bahwa sekarang Ia tidak hadir secara jasmani di
dunia ini, tetapi kita tahu bahwa Ia tetap hidup terus di surga. Kita mempunyai
seorang Juruselamat yang hidup selama-lamanya!
2)
Kenaikan Kristus ke surga tidak ditunjukkan kepada semua orang.
Mengapa?
Calvin menjawab sebagai berikut: “Now
as he did not, after his resurrection, appear indiscriminately to all, so he did
not permit all to be the witnesses of his ascension to heaven; for he intended
that this mystery of faith should be known by the preaching of the gospel rather
than beheld by the eyes” (= Sebagaimana setelah
kebangkitanNya Ia tidak menunjukkan diriNya kepada semua orang, demikian juga Ia
tidak mengijinkan semua orang menjadi saksi-saksi kenaikanNya ke surga; karena
Ia menghendaki bahwa misteri iman ini diketahui melalui pemberitaan Injil dan
bukannya dengan dilihat dengan mata).
Penerapan:
·
Ini menunjukkan bahwa saudara harus
memberitakan Injil / Firman Tuhan.
·
Ini menunjukkan bahwa pemberitaan
Injil / Firman Tuhan jauh lebih penting dari kesaksian siapapun yang mengalami
apapun! Kalau memang pengalaman lebih penting dari pada Firman Tuhan / Injil,
pasti Yesus menunjukkan Kebangkitan dan KenaikanNya ke sorga kepada semua orang!
Karena itu jangan menjadi orang kristen yang lebih senang mendengar khotbah yang
dipenuhi kesaksian, dari pada khotbah yang betul-betul menguraikan Firman Tuhan!
3)
Fungsi / tujuan kenaikan Kristus ke surga.
a)
Untuk menunjukkan bahwa misiNya untuk menebus dosa kita sudah selesai.
Yoh 17:4-5
- “(4) Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan
pekerjaan yang Engkau berikan kepadaKu untuk melakukannya. (5) Oleh sebab
itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku padaMu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki
di hadiratMu sebelum dunia ada”.
Bapa,
yang mengutus Yesus untuk turun ke dunia dan membereskan dosa manusia, pasti
tidak akan mau menerima Yesus kembali di surga, kalau misi Yesus itu belum
selesai. Bahwa Bapa menerima Yesus kembali di surga, menunjukkan bahwa misi
penebusan dosa manusia itu memang sudah selesai. Jadi, sama seperti
kebangkitanNya, maka kenaikan Yesus ke surga juga merupakan fakta / faktor yang
menjamin keselamatan orang percaya.
b)
Untuk menunjukkan bahwa kita yang percaya kepadaNya juga akan naik ke
surga (Yoh 14:2-3 Yoh 17:24
Ef 2:6).
Yoh 14:2-3
- “(2) Di rumah BapaKu banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu
Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat
bagimu. (3) Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat
bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempatKu, supaya di tempat
di mana Aku berada, kamupun berada”.
Yoh 17:24
- “Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada
bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepadaKu, agar
mereka memandang kemuliaanKu yang telah Engkau berikan kepadaKu, sebab Engkau
telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan”.
Ef 2:6
- “dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan
memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga”.
Jadi,
sama seperti kebangkitanNya, kenaikanNya ke surga juga merupakan pola yang akan
diikuti oleh semua orang yang percaya kepadaNya.
Charles Haddon Spurgeon:
·
“If
he was humiliated for us, he is also exalted for us”
(= Jika Ia telah direndahkan untuk kita, Ia juga
ditinggikan untuk kita) - ‘Spurgeon’s
Expository Encyclopedia’, vol 4, hal 423.
·
“It
is not only that he is partaker of our lowliness, but we are partaker of his
exaltation” (= Bukan
hanya bahwa Ia mengambil bagian dalam kerendahan kita, tetapi kita juga
mengambil bagian dalam pemuliaanNya)
‘Spurgeon’s Expository Encyclopedia’,
vol 4, hal 423.
·
“Jesus
is gone there as Pioneer to open the way, as our Friend to prepare a place for
us, and as the Pledge that all who are in him shall come to the same felicity.
If he had not entered, neither could we; but in his person God has given to us a
token that we also shall rise from the dead, and shall enter into heaven”
(= Yesus pergi ke sana sebagai Perintis / Pelopor untuk
membuka jalan, sebagai Teman kita untuk menyiapkan tempat bagi kita, dan sebagai
Jaminan bahwa semua yang ada di dalam Dia akan datang pada kebahagiaan yang
sama. Jika Ia tidak masuk, kita juga tidak bisa masuk; tetapi dalam diri Yesus,
Allah telah memberikan kepada kita suatu tanda bahwa kita juga akan bangkit dari
kematian, dan akan masuk ke sorga)
- ‘Spurgeon’s Expository
Encyclopedia’, vol 4, hal 429.
·
“The
history of the church is to be the history of Christ repeated: she is to be
betrayed, she is to be scourged, she is to be falsely accused and spitted on;
she may have her crucifixion and her death; but she shall rise again. Her Master
rose, and like him she shall rise and receive glory. You can never kill the
church till you can kill Christ; and you can never defeat her till you defeat
the Lord Jesus, who already wears the crown of triumph”
(= Sejarah gereja adalah sejarah Kristus yang terulang:
gereja akan dikhianati, gereja akan disesah, gereja akan difitnah dan diludahi;
gereja mungkin akan disalib dan mati; tetapi gereja akan bangkit kembali.
Tuannya bangkit, dan seperti Dia, gereja akan bangkit dan menerima kemuliaan.
Kamu tidak akan pernah bisa membunuh gereja sampai kamu bisa membunuh Kristus;
dan kamu tidak akan pernah bisa mengalahkan gereja sampai kamu mengalahkan Tuhan
Yesus, yang telah mengenakan mahkota kemenangan)
- ‘Spurgeon’s Expository
Encyclopedia’, vol 4, hal 433.
c)
Supaya Roh Kudus turun.
Yoh 16:7
- “Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu,
jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan
datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu”.
Setelah
Kristus naik ke surga, maka Kristus tidak lagi menyertai orang percaya secara
jasmani (Mat 26:11), tetapi dengan turunnya Roh Kudus, Ia menyertai orang
percaya secara rohani (Yoh 14:16,18,19). Dengan demikian Ia bisa menggenapi
janjiNya dalam ayat-ayat seperti Mat 18:20
Mat 28:20b. Karena itu, perubahan tempat bagi tubuh Yesus dari dunia
ke surga ini, tidak boleh menciptakan jarak antara kita dengan Dia dalam hati
kita, karena Yesus tetap hadir bersama kita secara rohani / melalui Roh
KudusNya.
d)
Salah satu tujuan kenaikan Yesus ke surga adalah supaya kita tidak krasan
di dunia ini, tetapi juga ingin ke surga supaya bisa bersama-sama dengan Dia.
Spurgeon:
“We
are not at home on earth. If he were here we might think this world could be our
abiding place; but it cannot be so now” (= Kita
belum ada di rumah di bumi ini. Andaikata Ia ada di sini, kita mungkin akan
berpikir bahwa dunia ini bisa menjadi tempat tinggal kita yang tetap, tetapi
sekarang hal seperti itu tidak bisa terjadi)
- ‘Spurgeon’s Expository
Encyclopedia’, vol 4, hal 426.
Fil
1:23 - “Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam
bersama-sama dengan Kristus - itu memang jauh lebih baik”.
2Kor
5:2,8 - “(2) Selama kita di dalam kemah ini, kita mengeluh, karena kita
rindu mengenakan tempat kediaman sorgawi di atas tempat kediaman kita yang
sekarang ini, ... (8) tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih
dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan”.
Selingan:
pemutaran lagu ‘This world is not my home’
(= Dunia ini bukanlah rumahku).
4)
Apa yang Yesus lakukan di sorga.
a)
Yesus tetap melakukan tugasNya sebagai Nabi.
Ada
3 periode sehubungan dengan jabatan Yesus sebagai nabi:
1.
Masa di antara kejatuhan Adam sampai baptisan Yesus.
Di
sini Yesus melakukan tugas kenabianNya melalui Theophani (Allah yang menyatakan
diri dalam rupa / bentuk manusia) dan melalui nabi-nabi Perjanjian Lama.
2.
Masa di antara baptisan Yesus sampai Kenaikan Yesus ke surga.
Di
sini Yesus melakukan sendiri tugas kenabianNya.
3.
Masa di antara Kenaikan Yesus ke surga sampai kedatangan Yesus yang
keduakalinya.
Di
sini Yesus melakukan tugas kenabianNya melalui Roh Kudus, rasul-rasulNya,
hamba-hambaNya dan orang-orang kristen (Yoh 14:26
16:12-15 Kis 1:8).
Sekarang
kita lihat ay 1: “Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis
tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus”.
NIV:
‘In my former book, Theophilus, I wrote
about all that Jesus began to do and to teach’ (= Dalam
bukuku yang terdahulu, Theophilus, aku menulis tentang semua yang Yesus mulai
lakukan dan ajarkan).
Dalam
KJV/RSV/NASB kata ‘began’ (= mulai) ini juga ada.
Bible
Knowledge Commentary: “The
verb ‘began’ indicates that Acts continues the account of the ministry and
teaching Christ began on earth. He is still working and teaching through His
people today” (= Kata kerja ‘mulai’
menunjukkan bahwa Kisah Rasul melanjutkan laporan / cerita tentang pelayanan dan
pengajaran yang Kristus mulai di bumi. Ia tetap mengerjakan dan mengajar melalui
umatNya saat ini).
Dalam
buku yang terdahulu / yang pertama (yaitu Injil Lukas), Lukas menceritakan apa
yang mulai dilakukan dan diajarkan oleh Yesus sampai Ia terangkat. Secara
implicit Lukas berkata: Sekarang,
dalam buku yang kedua (yaitu Kisah Rasul), aku akan menceritakan apa yang Yesus
kerjakan dan ajarkan sejak Ia terangkat.
Dan
memang Kisah Rasul menceritakan penyebaran Injil / Firman Tuhan, dan pertumbuhan
gereja.
b)
Yesus juga tetap melakukan tugasNya sebagai Imam (Ibr 4:14 7:24-25 8:1-6
1Yoh 2:1).
Charles
Haddon Spurgeon: “I
delight to think that my Lord is with the Father. Sometimes I cannot get to God,
my access seems blocked by my infirmity; but he is always with God to plead for
me” (= Saya senang memikirkan bahwa Tuhan saya
ada bersama dengan Bapa. Kadang-kadang saya tidak bisa datang kepada Allah,
jalan masuk saya kelihatannya terhalang oleh kelemahan saya; tetapi Ia selalu
bersama dengan Bapa untuk memohon bagi saya)
- ‘Spurgeon’s Expository
Encyclopedia’, vol 4, hal 427.
c)
Yesus mempersiapkan tempat bagi kita di surga (Yoh 14:2).
Tempat
di surga tidak sama rata! Ada perbedaan pahala dan kemuliaan (Luk 19:16-19
1Kor 3:10-15 Mat 5:19
Mat 6:20 Mat 11:11
Mat 20:20-28 1Kor 9:24-27 Wah 22:12).
Memang
masuk surga atau tidak, hanya tergantung pada apakah kita percaya kepada Yesus
sebagai Tuhan dan Juruselamat atau tidak, tetapi tingkat di surga tergantung
kehidupan kita, seperti:
1.
Besarnya iman terhadap janji-janji Tuhan.
2.
Kasih kepada Allah.
3.
Ketaatan / tindakan membuang dosa.
4.
Pelayanan / Pemberitaan Injil.
5.
Persembahan.
6.
Dsb.
III) Tanggung
jawab kita.
1)
Jangan hanya merenungkan surga tetapi tidak melakukan apa-apa.
Ay 10-11:
“(10) Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba
berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, (11) dan berkata kepada
mereka: ‘Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit?
Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan
cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.’”.
Murid-murid
yang terus memandangi langit ditegur oleh malaikat. Kata-kata ‘Hai
orang-orang Galilea’
ini dimaksudkan untuk mengingatkan bahwa
mereka belum waktunya masuk surga, mereka masih orang Galilea, masih orang yang
hidup di dunia.
2)
Kita harus memberitakan Injil.
Ada
banyak perintah Tuhan, tetapi ada satu perintah yang sangat ditekankan. Ini
terbukti dari diberikannya perintah itu persis sebelum Yesus naik ke surga.
Perintah apa itu? Perintah itu adalah perintah untuk memberitakan Injil.
a)
Ay 2: “sampai pada hari
Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintahNya oleh Roh Kudus
kepada rasul-rasul yang dipilihNya”.
Kata
‘perintah’ dalam ay 2
menunjuk pada perintah untuk memberitakan Injil (Mat 28:19-20).
b)
Ay 8: “Tetapi kamu akan
menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi
saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung
bumi”.
1.
Ay 8 yang merupakan thema Kisah Rasul ini, jelas merupakan perintah
Tuhan Yesus untuk memberitakan Injil.
Bible
Knowledge Commentary: “The
Ascension of Christ marked the conclusion of His ministry on earth in His bodily
presence. ... At the same time the Ascension meant that the continuing work of
Christ on earth was now placed in the hands of His disciples (Acts 1:1-2,8)”
[= Kenaikan Kristus menandai akhir dari pelayananNya di
bumi dalam kehadiranNya secara jasmani. ... Pada saat yang sama, Kenaikan itu
berarti bahwa pekerjaan selanjutnya dari Kristus di bumi, sekarang diletakkan
dalam tangan dari murid-muridNya (Kis 1:1-2,8)].
2.
Sebetulnya ay 7-8 menjawab pertanyaan murid-murid dalam ay 6.
a. Ay
6: “Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: ‘Tuhan, maukah Engkau
pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?’”.
Ay
6 menunjukkan 4 hal yang salah dalam pemikiran / pengertian / diri mereka:
·
Mereka mengira bahwa kerajaan Yesus
/ Mesias adalah kerajaan duniawi. Ini terlihat dari kata ‘memulihkan’.
Dulu Israel merdeka, sekarang dijajah, dan mereka ingin Yesus memulihkan
kerajaan Israel itu.
·
Mereka mau mendapatkan kerajaan itu
tanpa berjuang. Mereka mengira bahwa Mesias akan membebaskan mereka tanpa
perjuangan dari pihak mereka. Ini terlihat dari kata-kata ‘maukah Engkau
pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?’.
·
Mereka menganggap kerajaan itu
terbatas untuk Israel. Ini terlihat dari kata-kata ‘bagi Israel’.
·
Mereka ingin tahu apa yang adalah
rahasia Allah.
b.
Jawaban Yesus terhadap pertanyaan murid-murid.
Ay 7-8:
“(7) JawabNya: ‘Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang
ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasaNya. (8) Tetapi
kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu
akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan
sampai ke ujung bumi.’”.
Kata
‘Tetapi’ di awal ay 8 jelas
menunjukkan bahwa perintah memberitakan Injil yang ada dalam ay 8 ini
dikontraskan dengan keingintahuan mereka dalam ay 6. Dalam ay 7 Yesus sudah
mengatakan mereka tak perlu tahu akan apa yang mereka ingin ketahui itu, dan Ia
lalu melanjutkan dengan ay 8, yang menunjukkan apa yang harus mereka lakukan
sebagai ganti keingin-tahuan itu.
The
Bible Exposition Commentary: New Testament:
“God
has not revealed His timetable to us and it is futile for us to speculate. The
important thing is not to be curious about the future but to be busy in the
present, sharing the message of God’s spiritual kingdom” [= Allah
tidak menyatakan jadwalNya kepada kita dan adalah sia-sia bagi kita untuk
berspekulasi (tentang hal itu).
Hal yang penting bukanlah untuk ingin tahu tentang masa yang akan datang, tetapi
untuk sibuk pada masa sekarang, mensharingkan
/ membagikan berita dari kerajaan rohani Allah].
3.
Siapa yang harus memberitakan Injil?
Perintah
untuk memberitakan Injil ini bukan hanya berlaku untuk para murid / rasul,
tetapi berlaku untuk setiap orang kristen.
Bdk.
Mat 28:19-20 - “(19) Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa
muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, (20) dan ajarlah
mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan
ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.’”.
Ingat
bahwa sekalipun Amanat Agung dalam Mat 28:19-20 itu sebetulnya diberikan
hanya kepada 11 rasul, tetapi dalam text itu juga rasul-rasul itu lalu
diperintahkan untuk mengajarkan segala perintah Yesus kepada orang-orang yang
dijadikan murid. Dengan demikian mereka juga harus mengajarkan perintah
Yesus untuk memberitakan Injil.
Bandingkan
juga dengan Kis 8:1,4 yang menunjukkan bahwa jemaat biasa juga memberitakan
Injil.
Kis
8:1b,4 - “(1b) Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap
jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar ke
seluruh daerah Yudea dan Samaria. ... (4) Mereka yang tersebar itu
menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil”.
Karena
Pemberitaan Injil adalah perintah Tuhan bagi kita, maka kalau kita tidak
melakukan Pemberitaan Injil, kita berdosa (dosa pasif). Bdk. Hak 5:23
Yer 48:10 Yeh 3:18-19
Mat 12:30.
The
Bible Exposition Commentary: New Testament:
“the
message of the Gospel involves the truth of the Resurrection (Rom 10:9-10; 1 Cor
15:1-8); and, if Jesus were dead, the church would be speechless” [=
berita Injil melibatkan kebenaran dari Kebangkitan (Ro 10:9-10; 1Kor 15:1-8);
dan, seandainya Yesus (tetap) mati, gereja akan bungkam / tak bisa berbicara
apa-apa].
Jadi,
kalau saudara tidak mau memberitakan Injil, dunia akan mengira bahwa Yesus tidak
bangkit!
4.
Dimana / kepada siapa kita harus memberitakan Injil? Ay 8:
Yerusalem, Yudea, Samaria, ujung bumi.
a. ‘mulai dari Yerusalem’
(bdk. Luk 24:47 - “dan lagi: dalam namaNya berita tentang pertobatan dan
pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem”.).
·
Yerusalem adalah kota dimana
Kristus ditangkap, diadili, difitnah, disiksa dan dibunuh. Tetapi dari kota
inilah Kristus memerintahkan penginjilan dimulai! Inilah kasih yang melampaui
akal kita!
·
Yerusalem bisa diartikan sebagai ‘orang-orang terdekat’.
Karena
itu dalam memberitakan Injil, kita harus mulai dari orang-orang yang terdekat
dengan kita, baru orang-orang yang jauh. Ada banyak orang kristen memberitakan
Injil kepada yang jauh, tetapi melupakan keluarga / anak sendiri! Ini jelas
salah!
Penerapan:
sudahkah saudara memberitakan Injil kepada keluarga saudara?
b. Penginjilan
tidak boleh dilakukan hanya terhadap bangsa tertentu saja, tetapi terhadap semua
orang / bangsa (ay 8 - ‘Samaria’ dan ‘ujung bumi’.
Bdk. Mat 28:19 - ‘semua bangsa’; Luk 24:47 - ‘segala
bangsa’).
Dulu
ada tembok pemisah antara orang Yahudi dan orang non Yahudi, dan karena itu
pemberitaan Injil hanya dilakukan kepada orang Yahudi.
Bdk.
Mat 10:5-7 - “(5) Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan
kepada mereka: ‘Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk
ke dalam kota orang Samaria, (6) melainkan pergilah kepada domba-domba yang
hilang dari umat Israel. (7) Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah
dekat”.
Tetapi
dengan adanya kematian dan kebangkitan Kristus, tembok pemisah itu telah hancur.
Ef 2:14
- “Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak
dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan”.
Dan
karena itu, sekarang pemberitaan Injil harus dilakukan terhadap semua bangsa.
c. Bukan
yang dekat saja, tetapi juga yang jauh.
Tetapi
ay 8 ini tidak berarti bahwa setiap orang kristen harus pergi ke
ujung bumi. Ingat bahwa perintah ini diberikan kepada gereja secara kolektif.
Injil memang harus tersebar kemana-mana, tetapi setiap orang kristen mempunyai
‘ladang’ sendiri-sendiri yang ditentukan oleh Tuhan. Jadi tidak
setiap orang harus menjadi misionaris! Ada yang dipanggil untuk menjadi
misionaris dan memberitakan Injil kepada ‘yang jauh’. Tetapi ada yang
dipanggil untuk memberitakan Injil kepada ‘yang dekat’. Setiap orang kristen
harus berdoa untuk mencari pimpinan Tuhan dalam persoalan ini.
5.
Saksi dan martir.
The
Bible Exposition Commentary: New Testament:
“‘Witness’
is a key word in the Book of Acts and is used twenty-nine times as either a verb
or a noun. A witness is somebody who tells what he has seen and heard (Acts
4:19-20). When you are on the witness stand in court, the judge is not
interested in your ideas or opinions; he only wants to hear what you know. Our
English word ‘martyr’ comes from the Greek word translated ‘witness,’
and many of God’s people have sealed their witness by laying down their
lives” [= ‘Saksi’ adalah suatu kata kunci
dalam kitab Kisah Rasul dan digunakan 29 x sebagai kata kerja atau kata benda.
Seorang saksi adalah seseorang yang menceritakan apa yang telah ia lihat dan
dengar (Kis 4:19-20). Pada waktu engkau berada di tempat saksi di pengadilan,
hakim tidak berminat pada gagasan atau pandanganmu; ia hanya ingin mendengar apa
yang engkau tahu. Kata bahasa Inggris kita ‘martyr’ datang dari kata Yunani
yang diterjemahkan ‘saksi’, dan banyak dari umat Allah telah memeteraikan
kesaksian mereka dengan menyerahkan nyawa mereka].
Kata
‘saksi’ berasal dari kata Yunani
MARTURES, yang berasal dari kata dasar MARTUS atau MARTUR, dan dari kata ini
muncul kata bahasa Inggris ‘martyr’ (= orang yang mati syahid). Dan memang, orang yang mau
memberitakan Injil, khususnya pada abad-abad awal dari kekristenan, sangat
memungkinkan mengalami kematian syahid! Kalau ini membuat saudara merasa lebih
baik tidak memberitakan Injil, maka ingat kata-kata Yesus dalam Mat 16:25 - “Karena
barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi
barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya”.
Penutup /
kesimpulan.
Kalau saudara percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan
Juruselamat saudara, saudara memang pasti akan masuk ke surga. Surga itu memang
enak, menyenangkan, tetapi bagaimanapun juga, jangan hanya merenung tentang
surga. Saudara punya tugas selama saudara belum masuk surga, yaitu Pemberitaan
Injil. Maukah saudara melakukanlah tugas saudara dalam Pemberitaan Injil?
-AMIN-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : buas22@yahoo.com
e-mail us at golgotha_ministry0@yahoo.com
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali