Eksposisi
Injil Matius
oleh: Pdt. Budi
Asali MDiv.
1)
Sebelum ay 36, terjadi:
· Yoh
14-17. Ini terlalu panjang untuk dibahas di sini.
· Luk
22:35-38. Ini akan saya bahas di sini.
Luk 22:35-38
a) Dalam Luk 22:35-36a, Yesus dan murid-muridNya
membicarakan:
· Luk
9:1-6 / Mat 10:5-15.
· Luk
10:1-12,17-20.
Saat itu orang-orang yang diutus oleh Yesus tidak kekurangan
apa-apa sekalipun mereka pergi tanpa membawa apa-apa.
b)
Luk 22:35-36 ini menunjukkan bahwa akan terjadi kontras yang sangat besar
antara dulu dan sekarang. Dulu mereka enak, banyak orang mau menerima mereka,
menjamu mereka, dsb. Tetapi sekarang / sebentar lagi, keadaan akan berubah, dan
hidup maupun pelayanan mereka akan menjadi sukar dan berat.
Ada 2 hal yang bisa kita dapatkan dari bagian ini:
· Text-text
seperti Luk 9:1-6 / Mat 10:5-15 / Luk 10:1-12,17-20 tidak boleh
dijadikan dasar untuk mengutus seorang hamba Tuhan / misio-naris tanpa bekal
apa-apa.
Luk 22:35-36 ini menunjukkan secara jelas bahwa Luk 9:1-6
/ Mat 10:5-15 / Luk 10:1-12,17-20 itu berlaku untuk sementara saja!
· Tuhan
tidak selalu mau melakukan mujijat. Kalau misalnya Tuhan itu mau selalu
melakukan mujijat seperti:
* gagak
yang memberi makan Elia.
* 5
roti dan 2 ikan untuk 5000 orang.
maka jelas bahwa murid-murid itu tetap tidak perlu membawa bekal,
uang dsb.!
c)
Luk 22:37 menunjukkan alasan mengapa kontras dulu dan sekarang itu akan
terjadi.
· Luk 22:37
ini merupakan kutipan dari Yes 53:12.
Kristus yang adalah orang benar itu, harus dianggap sebagai
‘pemberontak’ [NIV/NASB: ‘transgressors’ (= pelanggar hukum)]
supaya kita yang adalah pemberontak / pelanggar hukum (bdk. Yes 53:5) bisa
dianggap sebagai orang benar! Bdk. 2Kor 5:21.
· Yesus
mengutip Yes 53:12 ini untuk menunjukkan bahwa Firman Tuhan sudah
menubuatkan bahwa Ia akan dianggap sebagai pemberontak / pelanggar hukum, dan
sebentar lagi nubuat itu akan tergenapi:
* Mat
26:47,55 - Ia ditangkap seperti penyamun.
* Mat 26:65
- Ia dianggap sebagai penghujat.
* Mat 27:63
- Ia dianggap sebagai penyesat [NIV: deceiver (= penipu)].
* Salib
adalah hukuman untuk orang yang sangat jahat dan terkutuk (Gal 3:13 Ul
21:23).
* Ia
mati di antara 2 penjahat (bdk. Yes 53:9,12 Mark 15:27-28).
Karena Ia dianggap sebagai orang jahat, maka jelas murid-muridNya
juga tidak akan diterima seperti dulu! Inilah yang menyebabkan hidup dan
pelayanan murid-murid akan menjadi berat dan sukar.
d) Apa arti ‘pedang’ dalam Luk 22:36?
Adam Clarke:
“I must confess that the matter about
the swords appears to me very obscure. I am afraid I do not understand it, and I
know of none who does” (= Saya harus
mengakui bahwa persoalan tentang pedang ini kelihatan sangat kabur bagi saya.
Saya tidak mengertinya dan saya tidak tahu ada orang yang mengerti hal ini).
Ada bermacam-macam penafsiran tentang kata ‘pedang’ dalam Luk 22:36
ini:
· Kata
ini diallegorikan, dan diartikan sebagai Firman Tuhan (bdk. Ef 6:17). Bahkan ada
orang yang menambahkan bahwa ‘2 pedang’ dalam Luk 22:38 menunjuk pada
Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru!
Keberatan terhadap pandangan ini:
* Tidak
ada alasan yang menyebabkan bagian ini boleh dialegorikan seperti itu. Dan
kalaupun mau dialegorikan, apa dasarnya untuk mengatakan bahwa pedang
melambangkan Firman Tuhan? Bahwa dalam Ef 6:17 pedang menggambarkan Firman
Tuhan, itu tidak berarti bahwa disini juga harus begitu! Disamping itu, kalau
pedang diartikan sebagai Firman Tuhan, lalu apa artinya ‘menjual jubah’ di
sini?
* Saat
itu belum ada Perjanjian Baru!
* Pedang
yang digunakan oleh Petrus dalam Mat 26:51 jelas adalah salah satu dari 2
pedang dalam Luk 22:38! Jadi jelas bahwa itu adalah pedang sungguhan!
· Ada
yang menghurufiahkan kata pedang dalam Luk 22:36 ini. Jadi mereka
mengartikan bahwa Yesus betul-betul menyuruh mereka yang tidak mempunyai pedang
untuk menjual jubahnya dan membeli pedang.
Keberatan terhadap pandangan ini: kalau memang Yesus menyuruh
membeli pedang sungguhan, mengapa waktu Petrus menggunakan pedang itu, Yesus
justru menegurnya? Bdk. Mat 26:51-52.
Jawab terhadap keberatan ini: Yesus memaksudkan pedang itu untuk
melindungi diri mereka sendiri, bukan untuk melindungi Yesus.
Keberatan terhadap jawaban ini:
* bahwa
orang kristen harus menjaga diri dengan pedang pada waktu mengalami masa sukar
dalam pelayanan, adalah sesuatu yang bertentangan dengan seluruh Kitab Suci.
Kekristenan tidak pernah boleh dipertahankan / disebarkan dengan kekerasan.
* setelah
Yesus naik ke surga sekalipun tidak pernah ada murid yang betul-betul membawa
pedang untuk menjaga diri.
· Di
sini Yesus berbicara secara figurative (= dalam arti kiasan).
Ia tidak memaksudkan mereka betul-betul harus menjual jubah untuk
membeli pedang. Seluruh ay 36 hanya menunjukkan bahwa hidup dan pelayanan
akan menjadi sukar dan berat, dan karena itu mereka perlu untuk lebih
berjaga-jaga / berhati-hati.
Ini adalah pandangan dari mayoritas penafsir, dan inilah pandangan
yang saya terima.
e)
Luk 22:38 menunjukkan bahwa murid-murid itu salah mengerti kata-kata Yesus.
Mereka menghurufiahkan kata-kata Yesus itu!
Tetapi, kalau memang mereka salah mengerti, mengapa Yesus lalu
berkata ‘sudah cukup’ (Luk 22:38b)?
Kata-kata ‘sudah cukup’ ini jelas tidak menunjuk pada 2 pedang
yang ditunjukkan oleh murid-murid kepada Yesus, karena:
· Kalau
kata-kata ini memang menunjuk pada 2 pedang itu, maka jelas bahwa ‘pedang’
dalam Luk 22:36 mempunyai arti hurufiah. Tetapi kalau ‘pedang’ dalam
Luk 22:36 itu mempunyai arti hurufiah, maka jelas bahwa 2 pedang itu tidak
mungkin cukup untuk 11 orang. Dengan demikian, kata-kata ‘sudah cukup’ dalam
Luk 22:38 itu akan bertentangan dengan kata-kata ‘dan siapa yang tidak
mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang’ dalam Luk
22:36.
· Terjemahan
hurufiah dari kata-kata itu adalah ‘It is enough’, bukan ‘they
are enough’, sehingga tidak mungkin menunjuk pada dua buah
pedang!
Kalau memang kata-kata ‘sudah cukup’ itu tidak menunjuk pada 2
pedang, lalu menunjuk kepada apa? Jelas menunjuk pada pembicaraan mereka. Jadi,
Yesus menghentikan pembicaraan tentang hal itu, mungkin karena Ia merasa jengkel
dengan kebodohan murid-murid yang selalu tidak mengerti apa yang Ia katakan,
atau karena memang saat itu sudah tidak ada waktu bagiNya untuk menjelaskan hal
itu.
2)
Ay 36, dan juga Mark 14:32 mengatakan bahwa tempat itu adalah Getsemani.
Tetapi Luk 22:39 mengatakan Bukit Zaitun. Ini bukan kontradiksi, karena
Getsemani memang terletak di Bukit Zaitun.
Lukas juga menambahkan kata-kata ‘sebagaimana biasa’ (Luk 22:39),
untuk menunjukkan bahwa Yesus pergi ke sana bukan untuk bersembunyi / melarikan
diri. Ia pergi ke tempat yang sudah biasa Ia datangi bersama murid-muridNya, dan
karena itu Yudaspun tahu akan tempat itu (Yoh 18:1-2).
3)
Perasaan Yesus pada saat itu:
Ay 37: ‘sedih dan gentar’. Ini salah terjemahan!
NIV: ‘to be sorrowful and troubled’ (= sedih dan susah).
NASB: ‘to be grieved and distressed’ (= sedih dan
susah).
Jadi, dari ayat ini hanya terlihat bahwa Yesus sedih, tetapi tidak
terlihat bahwa Ia takut.
Sekarang mari kita perhatikan ayat-ayat paralelnya:
· Luk 22:44:
‘Ia sangat ketakutan’. Ini juga salah terjemahan!
NIV: ‘being in anguish’ (= ada dalam kesedihan).
NASB: ‘being in agony’ (= ada dalam penderitaan).
Jadi dari ayat inipun tak terlihat bahwa Yesus takut.
· Mark 14:33:
‘sangat takut dan gentar’.
NIV/NASB: ‘deeply / very distressed and troubled’ (=
sangat sedih dan susah).
Tetapi di sini terjemahan NIV/NASB juga salah, karena kata yang
diterjemahkan ‘distressed’ (= sedih) itu dalam bahasa Yunaninya
adalah EKTHAMBEISTHAI yang berasal dari kata EKTHAMBEOMAI, yang sebetulnya
berarti ‘be greatly alarmed’ (= sangat takut).
Jadi, dari ayat ini kita bisa melihat bahwa Yesus bukan hanya sedih
tetapi juga takut.
Ada hal-hal lain yang menunjukkan bahwa saat itu Yesus takut:
¨ doa Yesus dalam ay 39 secara implicit menunjukkan bahwa
Ia takut terhadap ‘cawan’ itu.
¨ Luk 22:44b mengatakan bahwa ia mencucurkan peluh seperti
darah. Ada yang menganggap bahwa ini betul-betul adalah darah, dan orang-orang
ini mengatakan bahwa hal seperti ini memang bisa terjadi (dan pernah terjadi)
pada orang yang mengalami ketakutan yang luar biasa.
¨ Ibr 5:7 (KJV): ‘... he had offered up prayers and
supplications with strong crying and tears unto him that was able to save him
from death, and was heard in that he feared‘ (= Ia menaikkan doa
dan permohonan dengan tangisan keras dan air mata kepada Dia yang bisa
melepaskanNya dari maut, dan didengarkan dalam hal yang Ia takuti).
Bahwa Yesus sedih, itu bukan sesuatu yang aneh, karena saat itu Ia
sedang dikhianati oleh Yudas, akan ditinggal oleh murid-muridNya, akan disangkal
oleh Petrus, akan ditolak oleh orang-orang Yahudi, dan akan terpisah dari Allah.
Dan kesedihan itu juga bukan dosa (Fil 4:4 memang tidak boleh
dimutlakkan!).
Sekarang mari kita bahas tentang rasa takut yang dialami oleh
Yesus:
a)
Ia bukan takut pada kematian atau penderitaan, tetapi takut pada murka Allah
yang akan menimpaNya pada saat Ia menanggung hukuman umat manusia.
William Hendriksen, dalam tafsirannya tentang Mark 14:33, berkata:
“Did
he, perhaps, here in Gethsemane see this tidal wave of God's wrath because of
our sin coming?” [= Mungkinkah Ia, di
sini di Getsemani, melihat datangnya gelombang pasang (= tsunami) murka Allah
karena dosa kita?].
Renungkan: bahwa Yesus bisa takut melihat murka Allah itu, menunjukkan
secara jelas betapa hebatnya dan mengerikannya murka Allah atas dosa-dosa kita
itu!
Penerapan:
· untuk
saudara yang belum betul-betul percaya kepada Yesus, sadarilah bahwa saudara
akan ditimpa oleh murka Allah yang mengerikan itu! Karena itu, cepatlah datang
dan percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat / Penebus saudara, supaya saudara
terhindar dari murka Allah itu.
· untuk
saudara yang mempunyai suami / istri / orang tua / anak / saudara / teman yang
belum percaya kepada Yesus, sadarilah bahwa orang-orang yang saudara kasihi itu
akan ditimpa oleh murka Allah yang mengerikan itu! Karena itu doakanlah mereka
dengan tekun dan sunggguh-sungguh, dan beritakanlah Injil kepada mereka, supaya
mereka bisa bertobat dan terhindar dari murka Allah itu!
· untuk
saudara yang seringkali bermain-main dengan dosa, meremehkan dosa dsb, maka
sadarilah bahwa murka Allah terhadap dosa adalah sesuatu yang luar biasa! Karena
itu, berhentilah berbuat dosa!
b) Apakah rasa takut Yesus di sini menunjukkan bahwa Ia
berdosa?
· Kitab
Suci jelas menunjukkan bahwa Yesus tidak pernah berbuat dosa dalam bentuk apapun
(Ibr 4:15 2Kor 5:21).
· 1Yoh 4:18
kelihatannya menujukkan bahwa rasa takut adalah dosa, tetapi kalau saudara baca
mulai 1Yoh 4:17 maka saudara akan melihat bahwa ayat itu mengecam rasa takut
terhadap hukuman Allah pada akhir jaman. Jelas bahwa ini tidak bisa diterapkan
terhadap rasa takut Kristus pada saat ini.
· Calvin
mengatakan:
“In the
present corruption of our nature it is impossible to find ardour of affections
accompanied by moderation, such as existed in Christ; but we ought to give such
honour to the Son of God, as not to judge him by what we find in ourselves”
(= dalam keadaan kita yang berdosa sekarang ini, tidak mungkin untuk mendapatkan
perasaan yang tidak berlebihan, seperti yang ada dalam Kristus; tetapi kita
harus menghormati Anak Allah dengan tidak menghakimiNya dengan apa yang kita
dapatkan dalam diri kita sendiri).
“When
Christ was struck with horror at the divine curse, the feeling of the flesh
affected him in such a manner, that faith still remained firm and unshaken. For
such was the purity of his nature, that he felt, without being wounded by them,
those temptations which pierce us with their stings”
(= ketika Kristus takut pada kutuk ilahi, perasaan dari daging mempengaruhiNya
dengan cara sedemikian rupa sehingga iman tetap teguh dan tidak tergoyahkan.
Karena begitu murninya hakekatnya, sehingga ia merasa tanpa terluka oleh
pencobaan-pencobaan yang akan menusuk kita dengan sengatnya).
Jadi dengan kata-kata ini Calvin memaksudkan bahwa:
* kita
sebagai manusia yang berdosa, sangat berbeda dengan Kristus yang suci murni
itu.
* karena
itu kita tak boleh menghakimi Kristus dengan apa yang ada dalam diri kita,
karena Ia memang beda dengan kita.
* pada
saat Kristus takut, Ia bisa tetap beriman (kita tak bisa seperti ini), dan
karena itu Ia tetap tidak berdosa.
4)
Ay 38: Yesus menceritakan perasaanNya kepada murid-muridNya karena Ia
membutuhkan dukungan dari murid-muridNya.
Ada 2 hal yang bisa kita pelajari:
a)
Mengapa Yesus menginginkan dukungan dari manusia? Bukankah dalam Yoh 2:24-25
dikatakan bahwa Yesus tahu apa yang ada dalam diri manusia, sehingga Ia tidak
mau mempercayakan diriNya kepada manusia? Lalu mengapa sekarang Ia mengharapkan
dukungan manusia?
John White mengatakan:
“We
crave human support because we have never been truly learned to rest in God.
Jesus craved it because divine support was to be taken away”
(= Kita sangat menginginkan dukungan manusia karena kita tak pernah betul-betul
belajar untuk bersandar kepada Allah. Yesus menginginkan dukungan manusia itu,
karena dukungan ilahi akan diambil dari padaNya).
b) Dukungan apa yang Ia harapkan dari murid-muridNya?
Ada 2 hal:
· Kehadiran
mereka bersama Dia (bdk. ay 38b,40b: ‘berjaga-jagalah dengan Aku’).
Penerapan:
Pelayanan dimana kita menemani orang yang sedang sedih, adalah
sesuatu yang penting, khususnya kalau orang itu baru ditinggal mati oleh orang
yang ia cintai, dikhianati oleh pacarnya dsb. Maukah saudara menemani
orang yang sedang sedih?
· Doa
mereka.
Sebetulnya dengan mengharapkan doa dari murid-muridNya,
terlihat dengan jelas bahwa Ia bukannya bersandar kepada manusia, tetapi tetap
kepada Tuhan.
Penerapan:
* kalau
saudara mempunyai kesedihan / penderitaan, beranilah untuk menceritakannya
kepada saudara-saudara seiman saudara, supaya mereka bisa mendukung saudara
dalam doa!
* kalau
ada orang yang menceritakan kesedihannya / penderitaannya kepada saudara, jangan
bersikap acuh tak acuh, atau membuatnya sebagai bahan guyonan, apalagi
membuatnya sebagai gossip! Ini akan membuat orang kapok untuk sharing
kepada saudara! Yang harus saudara lakukan adalah mendoakan orang itu!
5)
Doa Yesus di taman Getsemani:
a) Yesus mau berdoa dan karena itu Ia menyendiri:
· Mula-mula
Ia masih membawa 3 orang murid, yaitu Petrus, Yohanes, dan Yakobus (ay 37a
Mark 14:33).
Mengapa 3 orang ini yang dibawa?
* karena
3 orang ini memang merupakan murid-murid yang paling dekat dengan Yesus (bdk.
Mat 17:1 Mark 5:37).
* Mungkin
Petrus dibawa karena kesombongannya dalam ay 33,35, sedangkan Yohanes dan
Yakobus karena kesombongan mereka dalam Mat 20:20-22 / Mark 10:35-39.
Dengan melihat pergumulan Yesus di taman Getsemani, mereka akan bisa menyadari
bahwa hidup ikut Yesus, apalagi menderita bagi Yesus, tidaklah semudah seperti
yang mereka perkirakan.
· Akhirnya,
3 murid ini juga ditinggal (ay 38-39a bdk. Luk 22:41), sehingga
Yesus betul-betul sendirian.
Mengapa Yesus harus menyendiri?
¨ supaya Ia bisa lebih berkonsentrasi dalam doa. Hal yang sama
terjadi dalam Mark 1:35 dan Luk 6:12.
Penerapan:
Apakah saudara berusaha menyendiri dan mencari tempat yang sunyi
kalau saudara mau berdoa?
¨ kadang-kadang, kalau seseorang mengalami problem yang sangat
berat, ia tidak bisa menceritakan hal itu kepada orang lain. Ia tidak bisa
berdoa tentang hal itu dalam suatu persekutuan doa. Ia harus berdoa secara
pribadi. Inilah yang sedang dialami Yesus, dan karena itulah maka Ia menyendiri
untuk berdoa.
b)
Mula-mula Ia meminta supaya cawan itu lalu dari padaNya, tetapi lalu Ia berkata
‘tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, tetapi seperti yang Engkau
kehendaki’ (ay 39).
· Yang
dimaksud dengan ‘cawan’ jelas adalah murka / hukuman Allah. Penggambaran
murka / hukuman Allah dengan sebuah cawan / piala yang harus diminum, sering
digunakan dalam Kitab Suci (bdk. Maz 11:6 Maz 75:8-9 Yes 51:17,22
Yer 25:15,17,28 Yer 49:12 Hab 2:16 Wah 14:10
Wah 16:19).
· Dalam
doa ini terlihat 2 kehendak dari Yesus, yaitu kehendak ilahi dan kehendak
manusia. Ini jelas bertentangan dengan ajaran sesat yang disebut Monothelitism,
yang mengatakan bahwa Kristus hanya mempunyai 1 kehendak.
· Arah
doa Yesus bisa berubah-ubah. Dalam ay 39 saja kita sudah melihat ada
perubahan arah dalam doa. Lalu dalam ay 42, kita melihat bahwa sekalipun
inti doanya sama dengan pada ay 39, tetapi jelas bahwa ketakutanNya sudah
berkurang sehingga Ia lebih berserah pada kehendak Allah.
Calvin mengatakan bahwa ini merupakan suatu pergumulan dalam doa,
dan dalam hal seperti itu permintaan kita memang tidak selalu menuju ke arah
yang sama.
Misalnya: saya benci kepada seseorang, dan saya lalu berdoa minta
Tuhan membunuh orang itu. Tetapi saya lalu berpikir bahwa Tuhan menyuruh saya
mengasihi dan mendoakan musuh, sehingga saya lalu mengubah arah doa saya dan
berkata ‘Tuhan ampuni kebencian saya, dan sadarkan orang itu dan berkatilah
dia’.
c) Ay 39: ‘Jikalau sekiranya mungkin’.
Luk 22:42 - ‘jikalau Engkau mau’.
Mark 14:36 - ‘tidak ada yang mustahil bagiMu’.
Bagaimana mungkin Yesus berdoa menentang Rencana Allah, bahkan
mengkontraskan kuasa Allah dengan Rencana Allah?
Calvin mengatakan:
· ini
bukan doa yang direnungkan / disusun lebih dulu!
· dalam
doa kita tidak selalu memikirkan Rencana Allah, juga sering tidak memikirkan
apakah doa itu mungkin atau tidak mungkin terjadi. Bandingkan dengan doa Musa
dalam Kel 32:33!
Contoh: kalau kita berdoa untuk pertobatan seluruh dunia, atau
supaya semua gereja bisa menjadi Alkitabiah dan Injili, maka ini jelas merupakan
doa yang tidak sesuai dengan Rencana Allah. Tetapi kita toh menaikkan doa
seperti itu!
· Yesus
bukan mengkontraskan kuasa Allah dengan Rencana Allah, tetapi Ia minta tolong
dengan hanya melihat pada kuasa Allah.
d)
‘Janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau
kehendaki’ (ay 39b).
· Di
sini Yesus berdoa seperti yang Ia ajarkan dalam doa Bapa Kami (Mat 6:10).
· Setiap
kita mempunyai ‘Getsemani’ dimana kehendak Tuhan bertentangan dengan
kehendak kita sendiri. Pada saat seperti itu, kita harus belajar untuk bisa
mempunyai sikap dan berdoa seperti Yesus di sini.
· Jangan
mengucapkan kalimat ini dalam doa dengan sikap apatis / terpaksa, tetapi dengan
penyerahan dan percaya bahwa kehendak Tuhan memang adalah yang terbaik!
e) Yesus berdoa 3 x (ay 39,42,44).
Ay 44 mengatakan ‘doa yang itu juga’ (bdk. Mark 14:39).
Tetapi ini tidak sama dengan doa bertele-tele yang dilarang oleh
Yesus sendiri dalam Mat 6:7. Ini justru adalah doa yang tekun! (bdk. Luk 18:1-7).
Selama saudara mengucapkan doa dengan ketulusan dan kesungguhan,
maka biarpun saudara mengulang-ulang doa saudara, itu jelas bukan doa yang
bertele-tele!
f)
Dalam pergumulan ini Yesus berjuang sendirian. Ia sebetulnya juga menyuruh
murid-muridNya untuk berdoa, tetapi ternyata mereka bukannya berdoa melainkan
tidur. Tetapi sekalipun Ia mendapati mereka tidur, Ia tidak lalu ikut tidur,
tetapi Ia tetap bergumul dalam doa sampai Ia menang!
Penerapan:
Kalau dalam persekutuan doa yang hadir hanya saudara saja, apakah
saudara lalu tidak jadi berdoa dan ‘tidur’ bersama jemaat yang lain? Atau
saudara mau meniru Yesus, yang sekalipun sendirian, tetapi tetap bergumul dalam
doa sampai menang?
g)
Dalam Lukas dikatakan bahwa Allah mengirimkan seorang malaikat untuk menguatkan
Yesus (Luk 22:43).
· jangan
merasa aneh melihat Yesus yang adalah Allah dikuatkan oleh seorang malaikat.
Ingat bahwa Yesus adalah Allah dan manusia!
· ini
menunjukkan bahwa pergumulan Yesus saat itu betul-betul luar biasa, sehingga
Allah merasa perlu untuk menguatkanNya dengan kehadiran seorang malaikat.
· ini
menunjukkan bahwa asal kita mau berdoa dengan tekun, Tuhan pasti akan memberi
kekuatan kepada kita!
h)
Ay 45b-46: Tadi Ia berlutut dalam doa. Tetapi sekarang Ia bangkit berdiri
dan menghadapi para penangkapNya dengan berani!
William Barclay: “Jesus rose from his
knees to go out to the battle of life. That is what prayer is for. In prayer a
man kneels before God that he may stand erect before men. In prayer a man enters
heaven that he may face the battles of earth”
(= Yesus bangkit dari lututNya untuk menghadapi pertempuran kehidupan. Itulah
gunanya doa. Dalam doa seseorang berlutut di hadapan Allah supaya ia bisa
berdiri tegak di depan manusia. Dalam doa seseorang masuk ke surga supaya ia
bisa menghadapi pertempuran bumi).
6)
Murid-murid bukannya berdoa tetapi tidur (ay 40,43).
a)
Dalam ay 43 dikatakan bahwa mata mereka sudah berat, tetapi toh mereka
ditegur oleh Yesus karena mereka tidak berdoa tetapi tidur. Dalam keadaan biasa,
kita memang harus memberikan apa yang dibutuhkan oleh tubuh kita seperti
makanan, minuman, istirahat dsb. Tetapi dalam sikon tertentu, kita harus bisa
mengabaikan kebutuhan jasmani itu!
Illustrasi:
seorang tentara juga perlu makan, minum, dan istirahat. Tetapi ada saat,
dimana ia sedang betul-betul terlibat dalam suatu pertempuran, dimana semua
kebutuhan jasmani itu harus disangkal untuk sementara waktu, dan ia harus
terus berperang!
b) Luk 22:45 mengatakan bahwa mereka tidur karena
dukacita.
Calvin mengatakan hal ini menunjukkan bahwa dalam segala situasi
dan kondisi setan selalu menemukan cara untuk membuat kita melupakan /
mengabaikan Tuhan dengan tidak berdoa. Kalau semua berjalan lancar, maka kita
tidak merasa butuh Tuhan, sehingga kita tidak berdoa. Tetapi kalau problem hebat
muncul, kita merasa begitu putus asa, sehingga kita juga tidak berdoa! Karena
itu, hati-hatilah dengan semua alasan yang menyebabkan saudara tidak berdoa!
7)
Teguran Yesus (ay 40,41).
a)
Kata ‘kamu’ dalam ay 40 ada dalam bentuk jamak, dan karena itu
sebetulnya teguran ini diberikan kepada murid-murid, bukan hanya kepada Petrus
saja. Tetapi dikatakan bahwa Yesus mengatakan ini kepada Petrus (ay 40),
menunjukkan bahwa ini paling ditekankan untuk Petrus, karena ialah yang paling
sombong (ay 33,35).
b)
Ay 41a: ‘jatuh ke dalam pencobaan‘.
NASB/Lit: ‘enter into temptation’ (= masuk ke dalam
pencobaan).
Artinya jelas bahwa mereka harus berdoa supaya tidak jatuh pada
waktu menghadapi pencobaan.
Jadi, perintah ini, dan juga kata-kata ‘janganlah membawa kami ke
dalam pencobaan’ dalam Mat 6:13, tidak berarti bahwa kita harus berdoa
supaya Allah menghindarkan kita dari pencobaan, tetapi supaya Allah menolong
sehingga kita tidak jatuh ke dalam dosa pada waktu dicobai. Ingat bahwa
pencobaan adalah sesuatu yang berguna bagi kita (bdk. Yak 1:2-4 Ro 5:3-4),
sehingga minta pencobaan dibuang dari kehidupan kita adalah sesuatu yang
merugikan. Ini bisa disamakan dengan seorang petinju yang meminta supaya ia
tidak diberi sparring partner!
c) Ay 41b: ‘roh memang penurut, tetapi daging
lemah’.
Arti:
· sekalipun
dalam diri kita sudah ada kemauan untuk berbuat baik, tetapi kita tidak punya
kekuatan untuk melakukan hal itu. Karena itu kita harus berdoa supaya Tuhan
memberikan kekuatan kepada kita untuk melaksanakan kemauan yang baik itu.
· dalam
diri kita ada 2 kekuatan yang tarik menarik (bdk. Gal 5:17 Ro
7:18-20). Kita harus berdoa supaya tarikan ke arah yang baiklah yang menang!
d) Murid-murid tidak bisa menjawah teguran Yesus (Mark 14:40).
Kalau saudara tidak mau berdoa, jangan mengira bahwa saudara akan
bisa menjawab teguran Yesus! Karena itu, berdoalah!
8)
Ay 45-46:
a)
Yesus menyuruh tidur atau menyuruh bangun? Pada ay 45 Ia menyuruh mereka
tidur / beristirahat, tetapi pada ay 46 Ia menyuruh mereka bangun. Lalu
yang mana yang benar? Ada macam-macam penafsiran tentang bagian ini:
· ada
yang menterjemahkan ay 45 dalam bentuk pertanyaan yang bersifat menegur.
RSV/NASB: ‘Are you still sleeping and taking your rest?’
(= apakah engkau masih tidur dan beristirahat?).
NIV/NKJV: ‘Are you still sleeping and resting?’ (=
apakah engkau masih tidur dan beristirahat?).
· ada
yang menterjemahkan ay 45 sebagai perintah.
Catatan:
bahasa Yunaninya memang bisa diterjemahkan sebagai pertanyaan maupun perintah.
KJV/ASV: ‘Sleep on now, and take your rest’ (= tidurlah
sekarang dan beristirahatlah).
Kalau diterjemahkan sebagai perintah, maka ada 2 penafsiran:
* perintah
untuk tidur / beristirahat ini adalah suatu irony / sindiran. Jadi,
sebetulnya Yesus tidak menyuruh mereka tidur / istirahat.
* ini
betul-betul perintah / ijin untuk tidur. Kalau ini adalah arti yang benar, maka
antara ay 45a dan ay 45b-46 ada selang waktu, yang memberikan mereka
kesempatan untuk tidur. Baru setelah itu Yesus berkata: ‘Lihatlah ...
Bangunlah ...’.
Bandingkan juga dengan Mark 14:41 yang mengatakan
‘cukuplah’, yang secara implicit menunjukkan bahwa ada selang waktu
dimana mereka betul-betul tidur.
b) ‘Marilah kita pergi’ (ay 46).
Ini bukan ajakan untuk lari terhadap para penangkap, tetapi justru
untuk mendekati para penangkap.
9)
Kesimpulan dari semua ini:
Ada kontras yang besar antara Yesus dan murid-muridNya:
Yesus:
Murid-murid:
- sedih dan takut.
- berani dan percaya diri
- bergumul dalam doa.
- tidak doa tetapi tidur
- menang.
- kalah / jatuh
Yang mana yang ingin saudara tiru?
-AMIN-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : buas22@yahoo.com
e-mail us at golgotha_ministry0@yahoo.com
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali