Pemahaman Alkitab
(Rungkut Megah Raya, blok D no 16)
Rabu, tanggal 11 Januari 2012, pk 19.00
Pdt. Budi Asali, M. Div.
Mazmur 2:1-12(1)
Maz 2:1-12 - “(1) Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? (2) Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang diurapiNya: (3) ‘Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuang tali-tali mereka dari pada kita!’ (4) Dia, yang bersemayam di sorga, tertawa; Tuhan mengolok-olok mereka. (5) Maka berkatalah Ia kepada mereka dalam murkaNya dan mengejutkan mereka dalam kehangatan amarahNya: (6) ‘Akulah yang telah melantik rajaKu di Sion, gunungKu yang kudus!’ (7) Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: ‘AnakKu engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini. (8) Mintalah kepadaKu, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu. (9) Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi, memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk.’ (10) Oleh sebab itu, hai raja-raja, bertindaklah bijaksana, terimalah pengajaran, hai para hakim dunia! (11) Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kakiNya dengan gemetar, (12) supaya Ia jangan murka dan kamu binasa di jalan, sebab mudah sekali murkaNya menyala. Berbahagialah semua orang yang berlindung padaNya!”.
Calvin: “David boasts that his kingdom, though assailed by a vast multitude of powerful enemies, would, notwithstanding, be perpetual, because it was upheld by the hand and power of God. He adds, that in spite of his enemies, it would be extended even to the uttermost ends of the earth. And, therefore, he exhorts kings and other rulers to lay aside their pride, and receive, with submissive minds, the yoke laid upon them by God; as it would be vain for them to attempt to shake it off. All this was typical and contains a prophecy concerning the future kingdom of Christ” (= Daud membanggakan / bermegah bahwa kerajaannya, sekalipun diserang oleh orang yang sangat banyak dari musuh-musuh yang kuat, tetapi akan kekal, karena kerajaan itu ditegakkan oleh tangan dan kuasa Allah. Ia menambahkan, bahwa sekalipun ada musuh-musuhnya, kerajaan itu akan diperluas sampai ujung-ujung bumi yang terjauh. Dan karena itu, ia mendesak raja-raja dan penguasa-penguasa / pemerintah-pemerintah yang lain untuk mengesampingkan kesombongan mereka, dan menerima, dengan pikiran yang tunduk, kuk yang diletakkan kepada mereka oleh Allah; karena akan sia-sia bagi mereka untuk berusaha membuangnya. Semua ini bersifat type dan mengandung suatu nubuat berkenaan dengan kerajaan yang akan datang dari Kristus).
Ay 1-3: “(1) Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? (2) Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang diurapiNya: (3) ‘Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuang tali-tali mereka dari pada kita!’”.
1) Terjemahan ay 1.
Ay 1: “Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia?”.
KJV: ‘Why do the heathen rage, and the people imagine a vain thing?’ (= Mengapa orang kafir marah / mengamuk, dan bangsa mengkhayalkan suatu hal yang sia-sia?).
RSV: ‘Why do the nations conspire, and the peoples plot in vain?’ (= Mengapa bangsa-bangsa bersekongkol, dan bangsa-bangsa berkomplot dalam kesia-siaan?).
NIV: ‘Why do the nations conspire and the peoples plot in vain?’ (= Mengapa bangsa-bangsa bersekongkol dan bangsa-bangsa berkomplot dalam kesia-siaan?).
NASB: ‘Why are the nations in an uproar And the peoples devising a vain thing?’ (= Mengapa bangsa-bangsa ada dalam kegemparan / keributan Dan bangsa-bangsa merencanakan suatu hal yang sia-sia?).
2) “Mengapa” (ay 1).
Jamieson, Fausset & Brown: “‘Why’. - expressing indignant astonishment and horror” (= ‘Mengapa’. - menyatakan keheranan yang marah dan kengerian).
3) Musuh-musuh yang dibicarakan (ay 2-3).
a) “Mengapa rusuh bangsa-bangsa”.
KJV: ‘Why do the heathen rage’ (= Mengapa orang kafir marah / mengamuk).
Barnes’ Notes: “‘Why do the heathen rage.’ ‘Why do nations make a noise?’ Prof. Alexander. The word ‘heathen’ here - gowyim - means properly ‘nations,’ with out respect, so far as the word is concerned, to the character of the nations. It was applied by the Hebrews to the surrounding nations, or to all other people than their own; and as those nations were in fact pagans, or idolators, the word came to have this signification. Neh 5:8; Jer 31:10; Ezek 23:30; 30:11; ... The word ‘Gentile’ among the Hebrews (Greek, ethnos) expressed the same thing. Matt 4:15; 6:32; 10:5,18; 12:21” [= ‘Mengapa orang kafir marah / mengamuk?’. ‘Mengapa bangsa-bangsa membuat ribut?’ Prof. Alexander. Kata-kata ‘orang kafir’ di sini - GOYIM - secara tepat berarti ‘bangsa-bangsa’, tanpa mempedulikan, sejauh berkenaan dengan kata itu, karakter dari bangsa-bangsa itu. Itu diterapkan oleh orang-orang Ibrani kepada bangsa-bangsa di sekitar, atau kepada semua bangsa lain dari bangsa mereka sendiri; dan karena bangsa-bangsa itu dalam faktanya adalah orang-orang kafir, atau penyembah-penyembah berhala, maka kata itu akhirnya mempunyai arti ini. Neh 5:8; Yer 31:10; Yeh 23:30; 30:11; ... Kata ‘Gentile’ (= orang non Yahudi) di antara orang-orang Ibrani (bahasa Yunani, ETHNOS) menyatakan hal yang sama. Mat 4:15; 6:32; 10:5,18; 12:21].
Dari ayat-ayat referensi yang diberikan, saya hanya memberikan satu saja.
Neh 5:8 - “Berkatalah aku kepada mereka: ‘Kami selalu berusaha sedapat-dapatnya untuk menebus sesama orang Yahudi yang dijual kepada bangsa-bangsa lain. Tetapi kamu ini justru menjual saudara-saudaramu, supaya mereka dibeli lagi oleh kami!’ Mereka berdiam diri karena tidak dapat membantah”.
KJV: ‘the heathen’ (= orang kafir).
RSV/NASB: ‘the nations’ (= bangsa-bangsa).
NIV: ‘the Gentiles’ (= orang-orang non Yahudi).
Illustrasi: ini mirip dengan orang Jakarta yang kalau membicarakan tentang Surabaya dsb, menggunakan kata ‘Jawa’, padahal Jakarta sendiri juga ada di Jawa.
b) “suku-suku bangsa”.
KJV: ‘the people’ (= bangsa).
RSV/NIV/NASB: ‘peoples’ (= bangsa-bangsa).
Yang lebih benar adalah terjemahan dari RSV/NIV/NASB karena kata Ibraninya ada dalam bentuk jamak.
Jamieson, Fausset & Brown: “‘The people.’ - Hebrew, plural (l°umiym): the Hebrew singular is limited to the elect people, Israel: but in the plural it is used of the mixed multitudes” [= ‘Bangsa’. - Ibrani, jamak (l°umiym): kata Ibrani bentuk tunggalnya dibatasi pada bangsa pilihan, Israel: tetapi dalam bentuk jamak kata itu digunakan tentang orang banyak campuran].
Barnes’ Notes: “‘And the people.’ uwl°umiym. A word expressing substantially the same idea, that of people, or nations, and referring here to the same thing as the word rendered ‘heathen’ - according to the laws of Hebrew parallelism in poetry. It is the people here that are seen in violent agitation: the conduct of the rulers, as associated with them, is referred to in the next verse” (= ‘Dan bangsa’. uwl°umiym. Suatu kata yang pada pokoknya menyatakan gagasan yang sama, yaitu tentang suatu bangsa, atau bangsa-bangsa, dan di sini menunjuk pada hal yang sama seperti kata yang diterjemahkan ‘orang kafir’ - sesuai dengan hukum-hukum paralelisme bahasa Ibrani dalam syair. Adalah ‘bangsa’ yang di sini yang dilihat dalam pergolakan yang hebat: tingkah laku dari penguasa-penguasa / pemerintah-pemerintah, yang dihubungkan dengan mereka, ditunjukkan dalam ayat berikutnya).
c) Bandingkan dengan tafsiran Calvin tentang hal ini.
Calvin (tentang ay 1-3): “It is not certain from the words, whether he speaks only of enemies in his own kingdom, or extends his complaints to foreign invaders. But, since the fact was, that enemies rose up against him in all quarters, and that as soon as he had settled the disturbances among his own people, the neighboring states, in their turn, became hostile to him, I am disposed to think that both classes of enemies are meant, Gentiles as well as Jews. It would be a strange mode of expression to speak of many nations and people when only one nation was meant, and to speak of many kings when he had in eye Saul only. Besides, it agrees better with the completeness of the type to suppose that different kinds of enemies were joined together; for we know that Christ had not only to do with enemies in his own country, but likewise with enemies in other nations; the whole world having entered into a common conspiracy to accomplish his destruction” (= Adalah tidak pasti dari kata-katanya, apakah ia berbicara hanya tentang musuh-musuh dalam kerajaannya sendiri, atau memperluas keluhan / pengaduannya kepada penyerang-penyerang asing. Tetapi, karena faktanya adalah, bahwa musuh-musuh bangkit terhadap dia di semua bagian, dan bahwa begitu ia telah membereskan gangguan-gangguan di antara bangsanya sendiri, negara-negara tetangga, pada giliran mereka, menjadi bermusuhan terhadap dia, saya condong untuk berpikir bahwa kedua golongan / kelompok musuh-musuh itu dimaksudkan, non Yahudi maupun Yahudi. Merupakan suatu cara pernyataan yang aneh untuk berbicara tentang banyak bangsa pada waktu ia hanya mempunyai Saul di dalam pandangannya. Disamping, itu lebih sesuai dengan kelengkapan / penggenapan dari type ini untuk menganggap bahwa jenis-jenis berbeda dari musuh-musuh bergabung bersama-sama; karena kita tahu bahwa Kristus tidak hanya berurusan dengan musuh-musuh dalam negaraNya sendiri, tetapi juga dengan musuh-musuh dalam bangsa-bangsa lain; seluruh dunia telah masuk ke dalam suatu komplotan yang umum untuk menghancurkanNya).
Jadi, kalau dalam beberapa penafsir di atas, dengan memperhatikan kata-kata bahasa Ibraninya, menganggap bahwa yang dimaksudkan oleh si Pemazmur adalah bangsa-bangsa asing / non Yahudi / Israel, maka Calvin menganggap bahwa yang dimaksudkan adalah baik Israel maupun bangsa-bangsa lain. Matthew Henry mempunyai pandangan yang sama dengan Calvin.
Matthew Henry: “As the Philistines and their lords, Saul and his courtiers, the disaffected party and their ringleaders, opposed David’s coming to the crown, so Herod and Pilate, the Gentiles and the Jews, did their utmost against Christ and his interest in men, Acts 4:27” (= Sebagaimana orang-orang Filistin dan raja-raja mereka, Saul dan anggota-anggota istananya, kelompok yang tidak puas dan pemimpin-pemimpin mereka, menentang kedatangan Daud pada makhkota, demikian juga Herodes dan Pilatus, orang-orang non Yahudi dan orang-orang Yahudi, melakukan dengan sekuat tenaga menentang Kristus dan kepentinganNya dalam manusia, Kis 4:27).
Kis 4:27-28 - “(27) Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, HambaMu yang kudus, yang Engkau urapi, (28) untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendakMu”.
Jadi, penerapannya untuk jaman sekarang, jelas bukan hanya menunjuk kepada orang-orang kafir di luar gereja (dari agama-agama lain), tetapi juga sangat memungkinkan untuk menunjuk kepada orang-orang Kristen di dalam gereja!
d) ‘Raja-raja dunia’ dan ‘para pembesar’.
Kata-kata ‘para pembesar’ diterjemahkan ‘the rulers’ (= penguasa-penguasa / pemerintah-pemerintah) oleh KJV/RSV/NIV/NASB.
Barnes’ Notes: “The word ‘kings’ here is a general term, which would be applicable to all rulers - as the kingly government was the only one then known, and the nations were under the control of absolute monarchs. A sufficient fulfillment would be found, however, if any rulers were engaged in doing what is here described” (= Kata ‘raja-raja’ di sini adalah suatu istilah yang umum, yang bisa diterapkan kepada semua pemerintah-pemerintah - karena pemerintahan raja adalah satu-satunya yang dikenal pada saat itu, dan bangsa-bangsa ada di bawah kendali dari raja-raja yang bersifat mutlak. Tetapi suatu penggenapan yang cukup akan ditemukan jika ada penguasa-penguasa / pemerintah-pemerintah manapun yang sibuk dalam melakukan apa yang digambarkan di sini).
Jadi jelas bukan hanya berlaku untuk ‘raja’ tetapi juga untuk presiden, perdana menteri dan sebagainya.
Barnes’ Notes: “‘And the rulers.’ A slight addition to the word ‘kings.’ The sense is, that there was a general combination among all classes of rulers to accomplish what is here specified. It was not confined to any one class” (= ‘Dan pemerintah-pemerintah / penguasa-penguasa’. Suatu penambahan kecil pada kata ‘raja-raja’. Artinya adalah, bahwa di sana ada suatu kombinasi yang umum di antara semua golongan-golongan dari penguasa-penguasa / pemerintah-pemerintah untuk mencapai apa yang disebutkan di sini. Itu tidak dibatasi pada satu golongan manapun).
Jadi, dalam suatu negara bukan hanya kepala negaranya, tetapi juga gubernur, bupati, walikota, camat, lurah dan sebagainya, dicakup oleh istilah ini.
4) Apa yang dilakukan oleh para musuh itu.
a) “mereka-reka perkara yang sia-sia?” (ay 1).
KJV: ‘imagine a vain thing?’ (= membayangkan / mengkhayalkan suatu hal yang sia-sia?).
RSV/NIV: ‘plot in vain?’ (= berkomplot dalam kesia-siaan?).
NASB: ‘devising a vain thing?’ (= merencanakan suatu hal yang sia-sia?).
Ini menunjukkan bahwa mereka memang melakukan perencanaan dan mereka mungkin yakin bahwa mereka akan menang. Tetapi ay 1 ini mengatakan bahwa semua itu sia-sia. Tentang kesia-siaan ini akan saya bahas dengan lebih mendetail di bawah.
b) “bersiap-siap ... bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang diurapiNya” (ay 2).
1. Kata-kata ‘yang diurapiNya’ pertama-tama menunjuk kepada Daud dan semua orang yang diurapi Tuhan menjadi raja, nabi, imam dan sebagainya.
Pada saat menerapkan kata-kata ini kepada dirinya sendiri sebagai raja yang diurapi Tuhan, Daud mengatakan dengan yakin bahwa orang-orang yang menentang / melawan dia, secara sama juga menentang / melawan Tuhan, karena Tuhanlah yang mengurapi dia menjadi raja!
Calvin: “David’s enemies did not, indeed, think they were making a violent attack against God, yea, they would resolutely deny their having any such intention; yet it is not without reason that David places God in opposition to them, and speaks as if they directly levelled their attacks against him, for by seeking to undermine the kingdom which he had erected, they blindly and ferociously waged war against Him” (= Musuh-musuh Daud memang tidak berpikir bahwa mereka sedang melakukan serangan yang hebat terhadap / menentang Allah, bahkan mereka menyangkal dengan tegas bahwa mereka mempunyai maksud apapun yang seperti itu; tetapi bukan tanpa alasan bahwa Daud menempatkan Allah dalam oposisi terhadap mereka, dan berbicara seakan-akan mereka secara langsung menujukan serangan mereka terhadap Dia, karena dengan berusaha untuk merusak / meruntuhkan kerajaan yang Ia dirikan, mereka secara membuta dan buas berperang melawan Dia).
Jelas bukan hanya Daud, tetapi juga semua raja, nabi, imam yang memang diurapi / diangkat oleh Tuhan, boleh mempunyai keyakinan seperti ini! Dan Tuhan memandang bersalah semua orang yang melawan orang-orang yang Ia urapi!
Maz 105:15 - “‘Jangan mengusik orang-orang yang Kuurapi, dan jangan berbuat jahat kepada nabi-nabiKu!’”.
Bdk. Bil 12:1-10 - “(1) Miryam serta Harun mengatai Musa berkenaan dengan perempuan Kush yang diambilnya, sebab memang ia telah mengambil seorang perempuan Kush. (2) Kata mereka: ‘Sungguhkah TUHAN berfirman dengan perantaraan Musa saja? Bukankah dengan perantaraan kita juga Ia berfirman?’ Dan kedengaranlah hal itu kepada TUHAN. (3) Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi. (4) Lalu berfirmanlah TUHAN dengan tiba-tiba kepada Musa, Harun dan Miryam: ‘Keluarlah kamu bertiga ke Kemah Pertemuan.’ Maka keluarlah mereka bertiga. (5) Lalu turunlah TUHAN dalam tiang awan, dan berdiri di pintu kemah itu, lalu memanggil Harun dan Miryam; maka tampillah mereka keduanya. (6) Lalu berfirmanlah Ia: ‘Dengarlah firmanKu ini. Jika di antara kamu ada seorang nabi, maka Aku, TUHAN menyatakan diriKu kepadanya dalam penglihatan, Aku berbicara dengan dia dalam mimpi. (7) Bukan demikian hambaKu Musa, seorang yang setia dalam segenap rumahKu. (8) Berhadap-hadapan Aku berbicara dengan dia, terus terang, bukan dengan teka-teki, dan ia memandang rupa TUHAN. Mengapakah kamu tidak takut mengatai hambaKu Musa?’ (9) Sebab itu bangkitlah murka TUHAN terhadap mereka, lalu pergilah Ia. (10) Dan ketika awan telah naik dari atas kemah, maka tampaklah Miryam kena kusta, putih seperti salju; ketika Harun berpaling kepada Miryam, maka dilihatnya, bahwa dia kena kusta!”.
Pada jaman sekarang, ini pasti juga bisa berlaku untuk pendeta, penginjil dan sebagainya. Karena itu, ini merupakan suatu peringatan bagi orang non Kristen ataupun orang Kristen, yang bersikap buruk terhadap hamba-hamba Tuhan di gereja mereka. Bersikap buruk itu bisa diwujudkan dengan bermacam-macam hal seperti melawan / menentang, bersikap jahat, menyebarkan gosip, memfitnah, berusaha menguasai dan menjadikan pelayan mereka sendiri, dan sebagainya. Tidak peduli orang-orang itu siapa, apakah majelis, atau orang kaya yang menjadi donatur terbesar gereja, dengan melakukan hal-hal itu, mereka sedang melawan Allah sendiri!
Luk 10:16 - “Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.’”.
Ini tidak berarti saudara sebagai orang Kristen tidak boleh mengkritik / menyalahkan hamba Tuhan. Tentu boleh, kalau ia memang salah, tetapi itu harus dilakukan dengan cara yang benar, dengan hormat dan kasih, dan dengan tujuan membangun!
2. Tetapi Calvin memberikan suatu peringatan, untuk tidak secara gegabah mempunyai keyakinan seperti yang dimiliki oleh Daud ini (yaitu, ‘orang yang melawan dia berarti melawan Allah’).
Calvin: “But we ought carefully to mark the ground of such confidence, which was, that he had not thrust himself forward to be king rashly, or of his own accord, but only followed the call of God. From this he concludes, that in his person God was assailed; and God could not but show himself the defender of the kingdom of which he was the founder” (= Tetapi kita harus dengan hati-hati memperhatikan dasar dari keyakinan seperti itu, yang adalah, bahwa ia tidak memaksakan dirinya sendiri ke depan sebagai raja dengan gegabah, atau dari kehendaknya sendiri, tetapi hanya mengikuti panggilan Allah. Dari sini ia menyimpulkan, bahwa dalam dirinya Allah diserang; dan Allah tidak bisa tidak menunjukkan diriNya sebagai pembela dari kerajaan yang didirikanNya sendiri).
Jadi, tentu saja kata-kata / keyakinan Daud ini tidak berlaku untuk orang-orang yang menjadi raja (juga pendeta, penginjil, dsb) karena kehendak mereka sendiri atau karena kehendak orang lain, siapapun juga orang lain itu. Kata-kata Daud ini berlaku hanya kalau mereka memang dipanggil Tuhan untuk jabatan / kedudukan / pelayanan itu!
Jadi, kita bukan hanya boleh, tetapi bahkan harus, menentang semua ‘hamba Tuhan’ yang sebetulnya bukan hamba Tuhan, tetapi nabi palsu! Menghormati mereka sama dengan menghormati setan, mentaati mereka sama dengan mentaati setan!
3. Kata-kata Daud ini secara khusus digenapi dalam diri Kristus (ingat bahwa kata ‘Kristus’ artinya ‘yang diurapi’). Jadi, Kristus merupakan penggenapan / anti type dari semua ini.
Jamieson, Fausset & Brown: “This psalm is quoted as to Messiah in Acts 4:24-25; 13:33; Heb 1:5; 5:5; Rev 2:27; 12:5; 19:15” (= Mazmur ini dikutip berkenaan dengan Mesias dalam Kis 4:24-25; 13:33; Ibr 1:5; 5:5; Wah 2:27; 12:5; 19:15).
Calvin: “I would briefly inform my readers that as David’s temporal kingdom was a kind of earnest to God’s ancient people of the eternal kingdom, which at length was truly established in the person of Christ, those things which David declares concerning himself are not violently, or even allegorically, applied to Christ, but were truly predicted concerning him. If we attentively consider the nature of the kingdom, we will perceive that it would be absurd to overlook the end or scope, and to rest in the mere shadow. That the kingdom of Christ is here described by the spirit of prophecy, is sufficiently attested to us by the apostles, who, seeing the ungodly conspiring against Christ, arm themselves in prayer with this doctrine, (Acts 4:24.) But to place our faith beyond the reach of all cavils, it is plainly made manifest from all the prophets, that those things which David testified concerning his own kingdom are properly applicable to Christ. Let this, therefore, be held as a settled point, that all who do not submit themselves to the authority of Christ make war against God. Since it seems good to God to rule us by the hand of his own Son, those who refuse to obey Christ himself deny the authority of God, and it is in vain for them to profess otherwise” [= Saya akan memberi informasi secara singkat kepada para pembaca saya bahwa sebagaimana kerajaan sementara dari Daud adalah sejenis jaminan bagi umat Allah pada jaman dulu tentang kerajaan yang kekal, yang akhirnya benar-benar ditegakkan dalam diri Kristus, maka hal-hal itu yang Daud nyatakan berkenaan dengan dirinya sendiri bukanlah secara paksa, atau bahkan secara alegori, diterapkan kepada Kristus, tetapi memang sungguh-sungguh diramalkan berkenaan dengan Dia. Jika kita mempertimbangkan dengan penuh perhatian sifat dari kerajaan itu, kita akan mengerti bahwa adalah menggelikan untuk melupakan / mengabaikan tujuan atau jangkauannya, dan berhenti pada semata-mata bayangannya. Bahwa kerajaan Kristus yang di sini digambarkan oleh roh nubuatan, secara cukup ditegaskan oleh rasul-rasul, yang melihat orang-orang jahat berkomplot melawan Kristus, mempersenjatai diri mereka sendiri dalam doa dengan ajaran ini, (Kis 4:24). Tetapi menempatkan iman kita melampaui jangkauan dari semua pertengkaran tentang hal-hal yang kecil / remeh, dinyatakan dengan jelas dari semua nabi-nabi, bahwa hal-hal itu yang Daud saksikan berkenaan dengan kerajaannya sendiri secara tepat bisa diterapkan kepada Kristus. Karena itu, hendaklah hal ini dipegang / dipercayai sebagai suatu hal yang tetap, bahwa semua yang tidak menundukkan diri mereka sendiri kepada otoritas dari Kristus berperang melawan Allah. Karena kelihatan baik bagi Allah untuk memerintah kita oleh tangan AnakNya sendiri, mereka yang menolak untuk mentaati Kristus sendiri menyangkal otoritas Allah, dan adalah sia-sia bagi mereka untuk mengaku yang sebaliknya].
Kis 4:24-28 - “(24) Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: ‘Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. (25) Dan oleh Roh Kudus dengan perantaraan hambaMu Daud, bapa kami, Engkau telah berfirman: Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? (26) Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar berkumpul untuk melawan Tuhan dan Yang DiurapiNya. (27) Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, HambaMu yang kudus, yang Engkau urapi, (28) untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendakMu”.
Perlu diketahui bahwa text ini dilatar-belakangi oleh sidang, dan juga larangan untuk memberitakan Injil disertai ancaman, terhadap Petrus dan Yohanes (Kis 4:1-23). Setelah Petrus dan Yohanes kembali pada saudara-saudara seiman mereka, maka muncullah text di atas ini. Ay 25b-26, yang saya garis-bawahi, jelas merupakan kutipan dari Maz 2:1-2.
Dan dengan demikian, maka semua orang yang melawan Kristus, berarti melawan Allah sendiri!
Calvin: “For it is a true saying, “He that honoureth not the Son, honoureth not the Father which hath sent him,” (John 5:22.) And it is of great importance to hold fast this inseparable connection, that as the majesty of God hath shone forth in his only begotten Son, so the Father will not be feared and worshipped but in his person” [= Karena itu merupakan perkataan yang benar, ‘Ia yang tidak menghormati Anak, tidak menghormati Bapa yang telah mengutus Dia’, (Yoh 5:22). Dan merupakan suatu kepentingan yang besar untuk memegang teguh hubungan yang tidak bisa diputuskan ini, sehingga karena keagungan Allah telah bersinar dalam satu-satunya Anak yang diperanakkan, demikian pula Bapa tidak akan ditakuti dan disembah kecuali dalam diriNya].
Yoh 5:22-23 - “(22) Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, (23) supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia”.
Bdk. Yoh 15:23 - “Barangsiapa membenci Aku, ia membenci juga BapaKu”.
Matthew Henry: “It is certain that all who are enemies to Christ, whatever they pretend, are enemies to God himself; they ‘have hated both me and my Father,’ John 15:24” (= Adalah pasti bahwa semua orang yang adalah musuh-musuh Kristus, bagaimanapun mereka berpura-pura, adalah musuh-musuh dari Allah sendiri; mereka ‘telah membenci baik Aku maupun BapaKu’, Yoh 15:24).
-bersambung-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : buas22@yahoo.com
e-mail us at golgotha_ministry0@yahoo.com
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali