Pemahaman Alkitab
(Rungkut Megah Raya, blok D no 16)
Rabu, tanggal 29 Februari 2012, pk 19.00
Pdt. Budi Asali, M. Div.
Mazmur 3:1-9(1)
Maz 3:1-9 - “[(1) Mazmur Daud, ketika ia lari dari Absalom, anaknya.] (2) Ya TUHAN, betapa banyaknya lawanku! Banyak orang yang bangkit menyerang aku; (3) banyak orang yang berkata tentang aku: ‘Baginya tidak ada pertolongan dari pada Allah.’ Sela (4) Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku. (5) Dengan nyaring aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku dari gunungNya yang kudus. Sela (6) Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab TUHAN menopang aku! (7) Aku tidak takut kepada puluhan ribu orang yang siap mengepung aku. (8) Bangkitlah, TUHAN, tolonglah aku, ya Allahku! Ya, Engkau telah memukul rahang semua musuhku, dan mematahkan gigi orang-orang fasik. (9) Dari TUHAN datang pertolongan. BerkatMu atas umatMu! Sela”.
Ay 1: “[(1) Mazmur Daud, ketika ia lari dari Absalom, anaknya.]”.
1) Bagian ini dalam bahasa Inggris disebut ‘inscription’ (= kata persembahan dalam suatu buku), atau ‘title’ (= judul), dan sebetulnya tidak termasuk dalam Alkitab / Firman Tuhan. Dalam Kitab Suci bahasa Inggris bagian seperti ini diletakkan di atas dari seluruh Mazmur, dan tidak diberi penomoran ayat. Jadi, dalam Maz 3 ini ay 2 dalam Kitab Suci Indonesia merupakan ay 1 dalam Kitab Suci bahasa Inggris.
Editor dari Calvin’s Commentary: “The inscription or title of the psalm refers it to the conspiracy of Absalom, and that the psalm refers to this is evident from the whole tenor of it. ‘But these titles are destitute of authority, as the careful reader of the Psalms will soon remark; they are to be regarded merely as marginal glosses of the Jews, but poor guides to the interpretation of Scripture.’ - Fry’s Translation and Exposition of the Psalms” (= Kata-kata persembahan atau judul dari mazmur ini mengarahkannya pada persekongkolan dari Absalom, dan bahwa mazmur itu menunjuk pada hal ini adalah jelas dari seluruh tujuan / suasana dari mazmur ini. ‘Tetapi judul-judul ini miskin dalam hal otoritas, sebagaimana pembaca yang teliti dari mazmur akan segera melihatnya; kata-kata ini harus dianggap semata-mata sebagai komentar-komentar / keterangan-keterangan dari orang-orang Yahudi, tetapi merupakan pembimbing-pembimbing yang miskin bagi penafsiran dari Kitab Suci’ - Terjemahan dan Exposisi Fry tentang kitab Mazmur) - hal 27 (footnote).
Catatan: saya menganggap bahwa kata-kata Fry yang dikutip oleh Editor dari Calvin’s Commentary ini terlalu keras. Bandingkan dengan kata-kata Spurgeon yang mengutip John Mason Good di bawah ini.
Spurgeon: “‘Title.’ With regard to the authority of the TITLES, it becomes us to speak with diffidence, considering the very opposite opinions which have been offered upon this subject by scholars of equal excellence. In the present day, it is too much the custom to slight or omit them altogether, as though added, nobody knows when or by whom, and as, in many instances, inconsistent with the subject-matter of the Psalm itself: while Augustine, Theodoret, and various other early writers of the Christian church, regard them as a part of the inspired text; and the Jews still continue to make them a part of their chant, and their rabbins to comment upon them. It is certainly unknown who invented or placed them where they are; but it is unquestionable that they have been so placed from time immemorial; they occur in the Septuagint, which contains also in a few instances titles to Psalms that are without any in the Hebrew; and they have been copied after the Septuagint by Jerome. So far as the present writer has been able to penetrate the obscurity that occasionally hangs over them, they are a direct and most valuable key to the general history or subject of the Psalms to which they are prefixed; and, excepting where they have been evidently misunderstood or misinterpreted, he has never met with a single instance in which the drift of the title and its respective Psalm do not exactly coincide. Many of them were, doubtless, composed by Ezra at the time of editing his own collection, at which period some critics suppose the whole to have been written; but the rest appear rather to be coeval, or nearly so, with the respective Psalms themselves, and to have been written about the period of their production. John Mason Good, M.D., F.R.S., 1854” (= ‘Judul’. Berkenaan dengan otoritas dari ‘judul-judul’, adalah pantas bagi kita untuk berbicara dengan tidak yakin / dengan takut-takut, mengingat pandangan-pandangan yang sangat bertentangan yang telah diberikan pada pokok ini oleh sarjana-sarjana dari keulungan yang setara. Pada jaman ini, ada terlalu banyak kebiasaan untuk mengabaikan atau menghapuskan kata-kata ini sama sekali, seakan-akan ditambahkan, tak seorangpun tahu kapan dan oleh siapa, dan seperti, dalam banyak contoh-contoh, tidak konsisten dengan materi pokok dari Mazmur itu sendiri: sementara Agustinus, Theodoret, dan berbagai-bagai penulis-penulis mula-mula yang lain dari gereja Kristen, menganggap kata-kata itu sebagai suatu bagian dari text yang diilhamkan; dan orang-orang Yahudi tetap membuat kata-kata itu sebagai suatu bagian dari nyanyian / lagu gereja mereka, dan rabi-rabi mereka memberi komentar tentang kata-kata ini. Adalah pasti bahwa tidak diketahui siapa yang menciptakan atau meletakkan kata-kata itu dimana mereka ada; tetapi tidak diragukan bahwa kata-kata itu telah ditempatkan begitu dari waktu yang sudah lama sekali / jaman dulu; mereka ada dalam Septuaginta, yang dalam beberapa contoh-contoh mempunyai juga judul-judul Mazmur, yang tidak mempunyainya dalam bahasa Ibraninya; dan kata-kata itu telah disalin sesuai / menurut Septuaginta oleh Jerome. Sejauh penulis ini telah mampu untuk menembus / mengerti kekaburan yang kadang-kadang menggantung di atas kata-kata ini, kata-kata ini merupakan suatu kunci yang langsung dan paling berharga bagi sejarah umum atau pokok dari Mazmur-mazmur pada mana mereka diletakkan di depannya; dan, kecuali dimana mereka secara jelas telah disalah-mengerti atau disalah-tafsirkan, ia belum pernah bertemu dengan satu contohpun dalam mana arah dari judul dan Mazmur yang berhubungan tidak bertepatan secara persis. Banyak dari mereka, tak diragukan, disusun oleh Ezra pada waktu mengedit koleksinya sendiri, pada saat mana beberapa pengkritik menganggap seluruhnya ditulis; tetapi sisanya kelihatannya lebih sejaman, atau hampir sejaman, dengan Mazmur-mazmur yang berhubungan itu sendiri, dan telah ditulis sekitar masa mereka dihasilkan / dibuat. John Mason Good, M.D., F.R.S., 1854).
Catatan: kalau kutipan yang di atas saya anggap terlalu negatif, maka yang ini saya anggap terlalu positif. Dan kalau boleh dikatakan semua penafsir tidak tahu siapa yang membuat judul-judul itu, saya heran dari mana orang ini bisa memastikan Ezra sebagai pembuat judul-judul itu, sekalipun hanya sebagian. Tetapi memang boleh dikatakan semua penafsir, atau hampir semua, dalam memberikan komentar / tafsiran tentang mazmur yang manapun yang mempunyai judul selalu menghubungkannya dengan judul itu, kecuali judul itu boleh dikatakan tidak ada apa-apanya (seperti hanya berbunyi ‘Mazmur Daud’). Misalnya dalam Maz 3 ini boleh dikatakan semua penafsiran memang menghubungkan penafsiran mereka dengan sejarah larinya Daud karena pemberontakan Absalom. Tetapi saya sendiri tetap berpendapat bahwa judul-judul ini bukan termasuk Alkitab / Firman Tuhan. Kata-kata itu bisa benar, tetapi tidak mutlak / pasti benar.
2) Kata ‘mazmur’.
Spurgeon: “Here we have the first use of the word ‘Psalm.’ In Hebrew, Mizmor, which hath the signification of pruning, or cutting off superfluous twigs, and is applied to songs made of short sentences, where many superfluous words are put away. Henry Ainsworth. Upon this note an old writer remarks, ‘Let us learn from this, that in times of sore trouble men will not fetch a compass and use fine words in prayer, but will offer a prayer which is pruned of all luxuriance of wordy speeches.’” [= Di sini kita mempunyai penggunaan pertama dari kata ‘Mazmur’. Dalam bahasa Ibrani, MIZMOR, yang mempunyai arti pemangkasan (tanaman), atau pemotongan ranting-ranting yang berlebihan / tak berguna, dan diterapkan pada lagu-lagu yang dibuat dari kalimat-kalimat pendek, dimana kata-kata yang berlebihan / tak berguna dibuang. Henry Ainsworth. Tentang catatan ini seorang penulis kuno / tua berkata: ‘Hendaklah kita belajar dari sini, bahwa pada masa kesukaran yang berat, orang-orang tidak akan mengambil jalan memutar dan menggunakan kata-kata yang indah dalam doa, tetapi akan menaikkan suatu doa yang dipangkas dari semua kemewahan dari ucapan-ucapan yang terlalu panjang lebar / terlalu banyak kata-kata’.].
Adam Clarke: “The word ‘Psalm,’ mizmowr, comes from zaamar, to cut, whether that means to cut into syllables, for the purpose of its being adapted to musical tones, or whether its being cut on wood, etc., for the direction of the singers; what we would call a Psalm in score. This last opinion, however, seems too technical” [= Kata ‘Mazmur’, MIZMOWR, datang dari ZAAMAR, memotong, apakah itu berarti memotong menjadi suku-suku kata, untuk tujuan menyesuaikan dengan bunyi musik, atau apakah itu berarti pemukulan pada kayu, dsb, untuk pengarahan bagi penyanyi-penyanyi; apa yang kita sebut suatu Mazmur dalam pukulan (?). Tetapi pandangan terakhir ini kelihatannya terlalu bersifat tehnis].
Jamieson, Fausset & Brown: “‘A psalm,’ (mizmowr, from the Piel conjugation of zaamar, to sing). Gesenius explains it ‘a song cut or divided in rhythmical numbers.’ Mendlessohn, ‘a song accompanied by a musical instrument, by which it is divided into portions.’ But Hengstenberg takes the root (zaamar) to mean to decorate, dress, adorn (compare Hebrew, Lev 25:3-4; Isa 5:6, where the word is applied to the dressing of a vineyard): hence, to sing to the Lord in ornate speech and with well-executed music: so the Hebrew is used Judg 5:3” [= ‘Suatu mazmur’ (MIZMOWR, dari konjugasi Piel dari ZAAMAR, menyanyi). Gesenius menjelaskannya ‘suatu lagu yang dipotong atau dibagi dalam bilangan-bilangan / jumlah-jumlah irama’. Mendlessohn, ‘suatu lagu yang disertai dengan alat musik, dengan mana lagu-lagu itu dibagi menjadi bagian-bagian’. Tetapi Hengstenberg menganggap akar kata ZAAMAR artinya adalah mendekorasi, memakaiani / memangkas, menghiasi (bandingkan bahasa Ibrani, Im 25:3-4; Yes 5:6, dimana kata itu diterapkan pada pemangkasan suatu kebun anggur): karena itu, menyanyi bagi Tuhan dalam ucapan yang banyak hiasannya dan dengan musik yang dilaksanakan dengan baik; demikianlah bahasa Ibraninya digunakan dalam Hak 5:3].
Im 25:3-4 - “(3) Enam tahun lamanya engkau harus menaburi ladangmu, dan enam tahun lamanya engkau harus merantingi kebun anggurmu dan mengumpulkan hasil tanah itu, (4) tetapi pada tahun yang ketujuh haruslah ada bagi tanah itu suatu sabat, masa perhentian penuh, suatu sabat bagi TUHAN. Ladangmu janganlah kautaburi dan kebun anggurmu janganlah kaurantingi”.
Yes 5:6 - “Aku akan membuatnya ditumbuhi semak-semak, tidak dirantingi dan tidak disiangi, sehingga tumbuh puteri malu dan rumput; Aku akan memerintahkan awan-awan, supaya jangan diturunkannya hujan ke atasnya”.
Hak 5:3 - “Dengarlah, ya raja-raja! Pasanglah telingamu, ya pemuka-pemuka! Kalau aku, aku mau bernyanyi bagi TUHAN, bermazmur bagi TUHAN, Allah Israel”.
Kesimpulan: sekalipun kata ‘Mazmur’ yang berasal dari kata Ibrani MIZMOR itu artinya adalah ‘lagu pujian’ tetapi bagaimana kata itu bisa sampai pada arti itu, ada bermacam-macam penjelasan yang berbeda.
3) “Mazmur Daud, ketika ia lari dari Absalom, anaknya”.
Adam Clarke: “This is said to be A Psalm of David, when he fled from Absalom his son. See the account, 2 Sam 15:1, etc. And David is supposed to have composed it when obliged to leave Jerusalem, passing by the mount of Olives, weeping, with his clothes rent, and with dust upon his head. This Psalm is suitable enough to these circumstances; and they mutually cast light on each other. If the inscription be correct, this Psalm is a proof that the Psalms are not placed in any chronological order” (= Ini dikatakan sebagai Mazmur Daud, pada waktu ia lari dari Absalom, anaknya. Lihat ceritanya, 2Sam 15:1-dst. Dan Daud dianggap telah menggubahnya pada waktu dipaksa untuk meninggalkan Yerusalem, melewati gunung / bukit Zaitun, sambil menangis, dengan pakaian yang dirobek, dan dengan abu di atas kepalanya. Mazmur ini cukup cocok dengan keadaan-keadaan ini; dan mereka saling memberi terang satu sama lain. Jika kata persembahan ini benar, Mazmur ini adalah suatu bukti bahwa Mazmur-mazmur tidak diletakkan dalam urut-urutan yang khronologis).
Jamieson, Fausset & Brown: “The reason why Absalom is not mentioned by David in the psalm, is partly owing to the great love which, as a father, he bore to Absalom (2 Sam 18:5,12,29,32): chiefly because merely personal particulars were unsuited to the purpose of the Psalms, which are designed for the liturgical service” [= Alasan mengapa Absalom tidak disebutkan oleh Daud dalam mazmur ini, sebagian disebabkan karena cinta yang besar yang, sebagai seorang bapa, ia miliki terhadap Absalom (2Sam 18:5,12,29,32): dan terutama karena semata-mata orang-orang khusus / tertentu tidak cocok dengan tujuan dari Mazmur-mazmur, yang dirancang untuk liturgi ibadah / kebaktian].
2Sam 18:5,12,29,32 - “(5) Dan raja memerintahkan kepada Yoab, Abisai dan Itai, demikian: ‘Perlakukanlah Absalom, orang muda itu dengan lunak karena aku.’ Dan seluruh tentara mendengar, ketika raja memberi perintah itu kepada semua kepala pasukan mengenai Absalom. ... (12) Tetapi orang itu berkata kepada Yoab: ‘Sekalipun aku mendapat seribu syikal perak di telapak tanganku, takkan aku menjamah anak raja itu, sebab di depan telinga kamilah raja memberi perintah kepadamu dan kepada Abisai dan kepada Itai, katanya: Lindungilah Absalom orang muda itu, karena aku. ... (29) Lalu bertanyalah raja: ‘Selamatkah Absalom, orang muda itu?’ Jawab Ahimaas: ‘Aku melihat keributan yang besar, ketika Yoab menyuruh pergi hamba raja, hambamu ini, tetapi aku tidak tahu apa itu.’ ... (32) Tetapi bertanyalah raja kepada orang Etiopia itu: ‘Selamatkah Absalom, orang muda itu?’ Jawab orang Etiopia itu: ‘Biarlah seperti orang muda itu musuh tuanku raja dan semua orang yang bangkit menentang tuanku untuk berbuat jahat.’”.
Ay 2: “Ya TUHAN, betapa banyaknya lawanku! Banyak orang yang bangkit menyerang aku;”.
1) “Ya TUHAN”.
Sebetulnya kata ‘Ya’ itu tidak ada; jadi ay 2 ini dimulai dengan kata ‘TUHAN’ atau YHWH.
The Bible Exposition Commentary: Old Testament: “The prayer begins very abruptly with ‘Lord.’ Like Peter sinking into the sea (Matt 14:30), David didn’t have time to go through a long liturgy, for his own life was at stake and so was the future of the kingdom. David knew that God is a ‘very present help in trouble’ (46:1)” [= Doa ini dimulai dengan sangat mendadak dengan ‘Tuhan’. Seperti Petrus yang sedang tenggelam ke dalam laut (Mat 14:30), Daud tidak mempunyai waktu untuk melewati suatu liturgi yang panjang, karena nyawanya sedang dipertaruhkan dan demikian juga masa depan dari kerajaannya. Daud tahu bahwa Allah adalah ‘pertolongan yang ada saat ini / yang bisa didapatkan dalam kesukaran’ (46:1)].
Mat 14:30 - “Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: ‘Tuhan, tolonglah aku!’”.
Maz 46:2 - “Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti”.
KJV: ‘a very present help in trouble’ (= suatu pertolongan yang ada saat ini / bisa didapatkan dalam kesukaran).
Catatan: saya tak tahu persis bagaimana menterjemahkan kata-kata dari KJV itu. Tetapi kata yang diterjemahkan ‘present’ dalam KJV, yang dalam bahasa Inggris artinya ‘hadir’ atau ‘sekarang’, dalam bahasa Ibraninya bisa berarti ‘mendapatkan’ (Bible Works 7).
2) “betapa banyaknya lawanku”.
KJV: ‘how are they increased that trouble me!’ (= betapa bertambah mereka yang mengganggu / menyusahkan aku!).
RSV/NIV: ‘how many are my foes!’ (= betapa banyak musuh-musuhku!).
NASB: ‘how my adversaries have increased!’ (= betapa lawan-lawanku telah bertambah!).
Menurut Bible Works 7 kata bahasa Ibraninya memang bisa diterjemahkan ‘banyak’ atau ‘menjadi / bertambah banyak’.
Adam Clarke: “We are told that the hearts of all Israel went after Absalom, 2 Sam 15:13; and David is astonished to find such a sudden and general revolt. Not only the common people, but his counselors also, and many of his chief captains” (= Kita diberitahu bahwa hati dari seluruh Israel mengikuti Absalom, 2Sam 15:13; dan Daud heran mendapati suatu pemberontakan yang begitu tiba-tiba dan umum. Bukan hanya orang-orang biasa, tetapi penasehat-penasehatnya juga, dan banyak dari komandan-komandan utamanya).
Tentang banyaknya musuh Daud pada saat pemberontakan Absalom, bisa terlihat dari 2Sam 15:12-13 - “(12) Ketika Absalom hendak mempersembahkan korban, disuruhnya datang Ahitofel, orang Gilo itu, penasihat Daud, dari Gilo, kotanya. Demikianlah persepakatan gelap itu menjadi kuat, dan makin banyaklah rakyat yang memihak Absalom. (13) Lalu datanglah seseorang mengabarkan kepada Daud, katanya: ‘Hati orang Israel telah condong kepada Absalom.’”.
Bdk. 2Sam 17:11 - “Sebab itu kunasihatkan: Suruhlah seluruh Israel dari Dan sampai Bersyeba berkumpul kepadamu, seperti pasir di tepi laut banyaknya dan engkau sendiri juga harus turut bertempur”.
Catatan: ini adalah ‘nasehat’ Husai kepada Absalom, dan diterima oleh Absalom. Nasehat ini tidak mungkin diberikan dan diterima kecuali ‘seluruh Israel’ memang memihak kepada Absalom pada saat itu.
Barnes’ Notes: “‘LORD, how are they increased.’ How are they multiplied; or, how numerous they are. Perhaps the idea is, that at first they seemed to be comparatively few in number, but had now so multiplied as to endanger his crown and life. This is an appropriate expression on the supposition that it refers to Absalom. ... ‘That trouble me.’ literally, my enemies. The allusion is to those who were now enlisted under Absalom, and who were engaged in endeavoring to overthrow the government” (= ‘TUHAN, betapa mereka bertambah banyak’. Betapa mereka bertambah banyak; atau, betapa banyak mereka itu. Mungkin gagasannya adalah, bahwa mula-mula jumlah mereka kelihatannya relatif sedikit, tetapi sekarang telah begitu berlipat ganda sehingga membahayakan mahkota dan nyawanya. Ini adalah suatu ungkapan yang cocok dengan anggapan bahwa itu menunjuk kepada Absalom. ... ‘Yang mempersukar / mengganggu aku.’ secara hurufiah, ‘musuh-musuhku’. Penyebutan tidak langsung ini adalah kepada mereka yang sekarang terdaftar di bawah Absalom, dan yang terlibat dari usaha untuk menggulingkan pemerintahan).
Matthew Henry: “Even good people must not think it strange if the stream be against them and the powers that threaten them grow more and more formidable” (= Bahkan orang-orang baik / saleh tidak boleh menganggap aneh jika aliran / arus melawan mereka dan kuasa-kuasa yang mengancam mereka bertumbuh makin lama makin kuat).
Matthew Henry: “Absalom’s faction, like a snow-ball, strangely gathered in its motion. He speaks of it as one amazed, and well he might, that a people he had so many ways obliged should almost generally revolt from him, rebel against him, and choose for their head such a foolish and giddy young man as Absalom was. How slippery and deceitful are the many! And how little fidelity and constancy are to be found among men! David had had the hearts of his subjects as much as ever any king had, and yet now, of a sudden, he had lost them. As people must not trust too much to princes (Ps 146:3), so princes must not build too much upon their interest in the people. Christ, the Son of David, had many enemies. When a great multitude came to seize him, when the crowd cried, ‘Crucify him, Crucify him,’ how were those then increased that troubled him!” [= Kelompok Absalom, seperti bola salju, secara aneh mengumpulkan dalam gerakannya. Ia berbicara tentangnya seperti seseorang yang terheran-heran, dan ia memang bisa / boleh heran, bahwa suatu bangsa yang telah ia bantu dengan begitu banyak jalan / cara, hampir semuanya memberontak dari dia, dan memilih sebagai kepala / pemimpin mereka seorang muda yang begitu tolol dan ceroboh / sembrono / tidak konsisten seperti Absalom. Betapa licik / licin dan bersifat menipu orang banyak itu! Dan betapa sedikit kesetiaan dan keteguhan bisa ditemukan di antara manusia! Daud telah mendapatkan hati dari bawahan-bawahannya sebanyak yang raja manapun pernah punyai, tetapi sekarang, tiba-tiba ia telah kehilangan hal itu. Sebagaimana orang-orang tidak boleh terlalu percaya kepada pangeran-pangeran / raja-raja (Maz 146:3), demikian juga pangeran-pangeran / raja-raja tidak boleh terlalu banyak membangun kepentingan-kepentingan mereka pada orang-orang. Kristus, Anak Daud, mempunyai banyak musuh. Pada waktu suatu kelompok besar orang banyak datang untuk menangkapNya, pada waktu orang banyak berteriak ‘Salibkan Dia, salibkan Dia’, betapa pada saat itu bertambah banyak orang-orang yang menyusahkan / mempersulit Dia!].
Maz 146:3 - “Janganlah percaya kepada para bangsawan, kepada anak manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan”.
Kata ‘keselamatan’ diterjemahkan ‘help’ (= pertolongan) dalam KJV/RSV. Bisa diartikan ‘keselamatan’ (salvation) atau ‘pembebasan’ (deliverance).
Dan bagaimana Absalom bisa mendapatkan makin lama makin banyak orang untuk berpihak kepadanya dan menentang Daud?
The Bible Exposition Commentary: Old Testament: “Absalom had taken a long time to build up his support for taking over the kingdom and the number increased day by day (2 Sam 15:12-13; 16:7-8; 17:11; 18:7). Absalom was handsome, smooth-spoken, and a gifted liar who knew how to please the people and steal their hearts (2 Sam 15:1-6). British statesman James Callaghan said, ‘A lie can be halfway around the world before the truth has got its boots on.’ There’s something in the heart of mankind that enjoys feeding on lies” [= Absalom telah menggunakan banyak waktu untuk membangun dukungannya untuk mengambil alih kerajaan dan jumlah mereka meningkat hari demi hari (2Sam 15:12-13; 16:7-8; 17:11; 18:7). Absalom tampan, pandai bicara, dan seorang pendusta yang berbakat yang tahu bagaimana cara menyenangkan orang-orang dan mencuri hati mereka (2Sam 15:1-6). Negarawan Inggris James Callaghan berkata, ‘Suatu dusta bisa mengelilingi setengah dunia sebelum kebenaran mengenakan sepatu botnya’. Ada sesuatu di hati umat manusia yang menikmati pada waktu diberi makan dusta].
2Sam 15:1-6,12-13 - “(1) Sesudah itu Absalom menyediakan baginya sebuah kereta serta kuda dan lima puluh orang yang berlari di depannya. (2) Maka setiap pagi berdirilah Absalom di tepi jalan yang menuju pintu gerbang. Setiap orang yang mempunyai perkara dan yang mau masuk menghadap raja untuk diadili perkaranya, orang itu dipanggil Absalom dan ditanyai: ‘Dari kota manakah engkau?’ Apabila ia menjawab: ‘Hambamu ini datang dari suku Israel anu,’ (3) maka berkatalah Absalom kepadanya: ‘Lihat, perkaramu itu baik dan benar, tetapi dari pihak raja tidak ada seorangpun yang mau mendengarkan engkau.’ (4) Lagi kata Absalom: ‘Sekiranya aku diangkat menjadi hakim di negeri ini! Maka setiap orang yang mempunyai perkara atau pertikaian hukum boleh datang kepadaku, dan aku akan menyelesaikan perkaranya dengan adil.’ (5) Apabila seseorang datang mendekat untuk sujud menyembah kepadanya, maka diulurkannyalah tangannya, dipegangnya orang itu dan diciumnya. (6) Cara yang demikianlah diperbuat Absalom kepada semua orang Israel yang mau masuk menghadap untuk diadili perkaranya oleh raja, dan demikianlah Absalom mencuri hati orang-orang Israel. ... (12) Ketika Absalom hendak mempersembahkan korban, disuruhnya datang Ahitofel, orang Gilo itu, penasihat Daud, dari Gilo, kotanya. Demikianlah persepakatan gelap itu menjadi kuat, dan makin banyaklah rakyat yang memihak Absalom. (13) Lalu datanglah seseorang mengabarkan kepada Daud, katanya: ‘Hati orang Israel telah condong kepada Absalom.’”.
Kesaksian: pada waktu membaca komentar terakhir dari Matthew Henry di atas dan juga komentar dari The Bible Exposition Commentary ini, tidak bisa tidak, saya teringat akan ‘kudeta’ yang dilakukan terhadap diri saya di GKRI EXODUS, pada tahun 2004-2005. Saya sama sekali tidak menduga bahwa orang-orang yang saya ajar dan didik selama belasan tahun, ada yang dari nol sama sekali, ada juga yang bertobat karena pelayanan saya, bisa tahu-tahu hampir semuanya, memberontak terhadap saya, hanya gara-gara mulut-mulut yang pandai bicara dan pandai memfitnah, padahal tidak didukung oleh satupun bukti atau saksi! Bagi saya itu betul-betul mengagetkan! Dan kelihatannya semuanya persis sama dengan apa yang terjadi pada diri Daud pada saat pemberontakan Absalom.
-bersambung-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : buas22@yahoo.com
e-mail us at golgotha_ministry0@yahoo.com
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali