(Rungkut Megah Raya, blok D no 16)
Minggu, tgl 25 Desember 2022, pk 09.00
Pdt. Budi Asali, M. Div.
orang-orang Majus mencari Yesus (1)
Matius 2:1-12(1)
Mat 2:1-12 - “(1) Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem (2) dan bertanya-tanya: ‘Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintangNya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.’ (3) Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. (4) Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. (5) Mereka berkata kepadanya: ‘Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: (6) Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umatKu Israel.’ (7) Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. (8) Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: ‘Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia.’ (9) Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. (10) Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. (11) Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibuNya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepadaNya, yaitu emas, kemenyan dan mur. (12) Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.”.
I) Orang Majus mencari Yesus yang baru dilahirkan.
Ay 1-2: “(1) Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem (2) dan bertanya-tanya: ‘Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintangNya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.’”.
1) Saat dan tempat kelahiran Yesus.
a) Saat kelahiran Yesus.
Jelas bahwa Yesus tidak lahir di tahun 1 M., karena dikatakan bahwa Ia lahir ‘pada jaman raja Herodes’ (ay 1). Herodes mati pada tahun 4 S. M. dan karena itu tidak mungkin Yesus lahir pada tahun 1 M., yang terjadi setelah kematian Herodes. Para penafsir berbeda-beda pendapat dalam hal ini, dan perkiraannya adalah bahwa Yesus lahir antara tahun 8-4 S.M.
b) Tempat kelahiran Yesus.
Kita tidak tahu tempat yang tepat dari kelahiran Yesus. Di Israel, di atas tempat yang dinyatakan sebagai tempat kelahiran Kristus, dibangun sebuah gereja, tetapi Albert Barnes menganggapnya sekedar sebagai suatu tradisi yang tidak bisa dipercaya.
Jadi, tentang tempat kelahiran Yesus, yang kita ketahui hanyalah bahwa Ia lahir di Betlehem, sesuai dengan nubuat nabi Mikha dalam Mikha 5:1. Kata ‘Betlehem’ berarti ‘the house of bread’ [= rumah roti], dan banyak penafsir menghubungkannya dengan Yesus sebagai ‘roti hidup’ (Yoh 6:35) dan ‘roti yang telah turun dari sorga’ (Yoh 6:41).
Tidak terlalu jadi soal kalau kita tidak tahu saat dan tempat yang tepat dari kelahiran Yesus. Yang penting memang bukan kedua hal itu. Yang penting adalah fakta bahwa Yesus sudah lahir untuk menjadi Juruselamat / Penebus kita!
2) Orang-orang Majus.
KJV/RSV/ASV/NKJV: ‘wise men’ [= orang-orang bijaksana].
NIV/NASB: ‘magi’ [= orang-orang majus].
Siapa mereka ini (ahli perbintangan, ahli ilmu horoscope, tukang sihir, raja, ahli filsafat dsb), dan dari mana tepatnya mereka berasal, dan bahkan jumlah mereka (bilangan 3 hanyalah tradisi yang berasal dari Katolik), adalah tidak pasti.
Yang pasti adalah bahwa mereka berasal dari Timur, maksudnya sebelah Timur dari Kanaan. Jadi jelas bahwa mereka adalah orang-orang non Yahudi. Dan dari persembahan mereka, kelihatannya mereka orang-orang yang cukup kaya. Jadi, ada kontras antara mereka dengan gembala-gembala (Luk 2:1-dst), yang adalah orang-orang Yahudi dan miskin.
Pulpit Commentary: “Certainly they were men of substance, as they brought with them costly gifts. We think of Christ as the Friend of the poor, but we have no right to narrow our conception of his sympathy to any one class of society. He is equally the friend of the rich, when the rich accept his friendship - e.g. Zacchaeus. Moreover, the rich need Christ as much as the poor. The rich, too, have the privilege of giving to him from their wealth.” [= Pasti mereka adalah orang-orang kaya, karena mereka membawa hadiah / pemberian yang mahal. Kita menganggap Kristus sebagai Sahabat dari orang-orang miskin, tetapi kita tidak mempunyai hak untuk mempersempit konsep / pengertian kita tentang simpatiNya pada satu golongan masyarakat yang manapun. Ia secara setara adalah sahabat dari orang-orang kaya, pada waktu orang-orang kaya itu menerima persahabatanNya - contohnya Zakheus. Selanjutnya, orang-orang kaya membutuhkan Kristus sama seperti orang miskin. Orang-orang kaya, juga mempunyai hak untuk memberi kepadaNya dari kekayaan mereka.].
Matthew Henry: “they were Gentiles, and not belonging to the commonwealth of Israel. The Jews regarded not Christ, but these Gentiles enquired him out. Note, Many times those who are nearest to the means, are furthest from the end. See ch. 8:11,12.” [= mereka adalah orang-orang non Yahudi, dan tidak termasuk dalam Israel. Orang-orang Yahudi tidak mempedulikan Kristus, tetapi orang-orang non Yahudi ini menanyakanNya. Perhatikan, Banyak kali mereka yang terdekat dengan cara / jalannya, adalah yang terjauh dari tujuannya. Lihat pasal 8:11,12.].
Mat 8:11-12 - “(11) Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga, (12) sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.’”.
3) Pimpinan Tuhan melalui bintang.
a) Orang-orang Majus mulai mencari Yesus karena mendapat petunjuk berupa sebuah bintang.
1. Bintang.
Ada pro kontra tentang apakah ‘bintang’ ini sebenarnya. Ada yang menganggap bintang, ada yang menganggap komet dan sebagainya. Tetapi bintang / komet biasa tidak berkelakuan seperti ‘bintang’ ini, karena ‘bintang’ ini tampak di Timur (ay 2), lalu hilang, lalu tampak lagi, dan bahkan mendahului orang-orang Majus itu, dan berhenti di atas rumah tempat Yesus berada (ay 9). Ini jelas merupakan suatu ‘bintang’ yang bersifat mujijat. Dan karena itu, ini sama sekali tidak bisa dijadikan dasar untuk mendukung Astrologi (horoscope).
Catatan: Astronomi [= ilmu perbintangan] betul-betul adalah science / ilmu pengetahuan, dan ini sangat berbeda dengan Astrologi [= ilmu meramal berdasarkan posisi bintang / horoscope].
2. Hanya dengan petunjuk sebuah bintang, orang-orang Majus itu mencari dan akhirnya menemukan Yesus.
The Biblical Illustrator: “These wise men had a little stock of truth to start with, but they made the most of that which had been given them.” [= Orang-orang bijaksana / majus ini mempunyai sedikit persediaan kebenaran untuk memulai, tetapi mereka melakukan yang terbaik dengan apa yang telah diberikan kepada mereka.].
Calvin: “if the sight of a star had so powerful an effect on the Magi, woe to our insensibility, who, now that Christ the King has been revealed to us, are so cold in our inquiries after him!” [= jika pemandangan tentang sebuah bintang mempunyai suatu hasil / akibat yang begitu kuat terhadap orang-orang Majus, celakalah ketidak-pekaan kita, yang, pada waktu sekarang Kristus sang Raja telah dinyatakan kepada kita, begitu dingin dalam pencarian kita terhadap Dia!].
Penerapan: kita punya Alkitab lengkap, dan di gereja ini saudara diajar secara sangat mendalam dan mendetail. Celakalah saudara, kalau ternyata saudara tidak mencari dan menemukan Yesus.
b) Selain menggunakan sebuah bintang, Tuhan pasti juga memberi petunjuk melalui RohNya, karena tanpa itu tidak mungkin orang-orang Majus bisa tahu tentang kelahiran Yesus.
Saya setuju dengan Calvin dan Matthew Poole yang mengatakan bahwa tidak mungkin hanya dengan petunjuk bintang orang-orang Majus itu bisa mengetahui tentang kelahiran Yesus. Pasti ada petunjuk khusus dari Roh Kudus dalam diri mereka.
c) Tuhan menggunakan bermacam-macam cara, bahkan ‘alat kafir’, untuk membimbing orang kepada Yesus!
Matthew Henry mengatakan bahwa Tuhan memberitakan kelahiran Yesus kepada gembala-gembala dengan menggunakan malaikat-malaikat (Luk 2:8-15), tetapi Ia menggunakan sebuah bintang untuk membimbing orang-orang Majus kepada Yesus.
Ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa banyak penyembah berhala yang menyembah bintang (Amos 5:26). Tetapi bintang yang telah disalah-gunakan itu, sekarang digunakan secara benar oleh Tuhan untuk membimbing orang-orang Majus kepada Yesus! Dengan demikian Tuhan menggunakan ‘dewa-dewa orang kafir’ untuk membimbing manusia kepada Yesus!
4) Tujuan pencarian mereka.
Setelah mendapat petunjuk bintang (dan bimbingan khusus dari Roh Kudus) sehingga mereka tahu akan kelahiran Yesus, mereka mencariNya untuk menyembahNya!
Matthew Henry: “Note, Those in whose hearts the day-star is risen, to give them any thing of the knowledge of Christ, must make it their business to worship him. Have we seen Christ’s star? Let us study to give him honour.” [= Perhatikan, Mereka dalam hati siapa bintang pagi itu telah terbit, sehingga memberikan kepada mereka apapun tentang pengetahuan tentang Kristus, harus membuatnya sebagai urusan / kesibukan mereka untuk menyembahNya. Apakah kita telah melihat bintang Kristus? Marilah kita belajar untuk menghormatiNya.].
5) Mereka pergi ke Yerusalem untuk menanyakan hal itu.
Mereka betul-betul melakukan perjalanan yang sangat jauh untuk hal ini. Mereka rela mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, dan uang, untuk mencari Yesus. Bagaimana dengan saudara?
II) Reaksi orang-orang ketika mendengar tentang kelahiran Yesus.
1) Herodes terkejut.
Ay 3: “Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.”.
Terjemahan ‘terkejut’ ini kurang tepat.
KJV/RSV/NASB: ‘he was troubled’ [= ia terganggu].
NIV: ‘he was disturbed’ [= ia terganggu].
Kata Yunaninya juga bisa diartikan ‘gelisah’, ‘tidak tenang’.
Herodes adalah orang Idumea dan sebetulnya ia adalah seorang raja yang hebat, tetapi ia sangat mudah curiga dan kejam luar biasa. Ia bahkan membunuh istrinya sendiri, ibu mertuanya dan 3 anak laki-lakinya karena ia curiga bahwa mereka mau merebut takhtanya. Sampai-sampai saat itu ada kata-kata dari kaisar yang berbunyi: “Lebih baik menjadi babinya Herodes dari pada menjadi anak laki-lakinya.”. Mengapa? Karena Herodes, untuk menyenangkan orang Yahudi, memang tidak makan babi. Jadi kalau menjadi babinya aman. Tetapi menjadi anak laki-lakinya resikonya besar untuk dicurigai dan lalu dibunuh.
Catatan: dalam bahasa Yunani, kata ‘anak laki-laki’ adalah HUIOS, sedangkan kata ‘babi’ adalah HUOS, sehingga dalam bahasa Yunani kata-kata kaisar itu membentuk semacam syair / permainan kata.
Sekarang bagaimana sikap Herodes waktu ia mendengar kelahiran Yesus? Ia menganggap kehadiran Tuhan Yesus ‘mengganggu’ kehidupannya / kedudukannya sehingga ia menentang Tuhan Yesus dan ingin membunuhNya. Perlu diketahui bahwa orang yang memusuhi Yesus belum tentu memusuhi gereja. Herodes membangun Bait Allah (sekalipun motivasinya hanya untuk menyenangkan orang-orang Yahudi), tetapi ia memusuhi Yesus. Jadi, bisa saja saudara kelihatannya pro pada gereja / kekristenan (simpatisan kristen), tetapi saudara memusuhi Yesus!
Yesus datang ke dalam dunia untuk menyelamatkan umat manusia, tetapi Herodes salah sangka terhadap maksud baik Yesus itu, dan ia justru memusuhi Yesus!
Penerapan: Apakah saudara adalah orang yang menolak Tuhan Yesus karena saudara merasa bahwa Tuhan Yesus ‘mengganggu’ hidup saudara? Ada bermacam-macam cara melalui mana saudara bisa merasakan Yesus sebagai gangguan, seperti:
· Mungkin agama saudara bertentangan dengan Yesus, dan karena itu saudara menganggap Yesus sebagai gangguan.
· Mungkin saudara merasa Yesus mengganggu kenikmatan hidup saudara karena Yesus melarang saudara berzinah.
· Mungkin saudara merasa Yesus mengganggu acara piknik saudara pada hari Minggu karena Ia menyuruh saudara untuk berbakti di gereja.
· Mungkin saudara merasa Yesus mengganggu pekerjaan saudara karena Ia melarang saudara berdusta dan menyuruh saudara untuk hidup jujur.
· Mungkin saudara merasa Yesus mengganggu pelajaran sekolah saudara karena ia melarang saudara tidak jujur pada waktu ulangan / ujian.
· Mungkin saudara merasa Yesus mengganggu saudara dalam persoalan pacaran karena Ia melarang saudara berpacaran dengan orang yang tidak seiman.
· Mungkin saudara merasa Yesus mengganggu kehidupan keluarga saudara karena keluarga saudara selalu aktif di gereja sehingga menyebabkan saudara kesepian.
Kalau hal-hal seperti ini menyebabkan saudara lalu menolak Yesus, saudara tidak berbeda dengan Herodes!
Kalau saudara adalah orang seperti Herodes, ingatlah bahwa Yesus datang ke dalam dunia dengan maksud baik, yaitu untuk menyelamatkan dunia dari dosa. Kalau saudara terus membiarkan diri saudara salah paham tentang hal ini, dan terus memusuhi Yesus, maka akhirnya saudara tidak akan diselamatkan, dan saudara akan mengalami hukuman kekal karena dosa-dosa saudara! Karena itu bertobatlah dan datanglah kepada Yesus, dan terimalah Dia sebagai Juruselamat dan Tuhan saudara!
Illustrasi: Ada seorang petani yang mempunyai seekor anjing yang setia. Suatu hari petani itu mempunyai anak, dan pada waktu ia pergi ke sawah untuk bertani, ia meninggalkan bayinya dalam kamar beserta anjingnya. Pada waktu ia pulang dari sawah, anjingnya menyambutnya dengan mulut berlumuran darah. Ia kaget sekali dan menduga bahwa anjing itu telah membunuh bayinya. Ia marah sekali dan lalu memukuli anjing itu sampai mati. Tetapi pada waktu ia masuk ke kamar, ternyata bayi itu ada dalam keadaan sehat, dan di dekatnya ada bangkai seekor ular. Jadi anjing itu membela bayi itu dengan bertarung dengan ular itu dan membunuhnya. Anjing itu melakukan sesuatu yang sangat baik dan mulia, tetapi karena salah sangka, petani itu justru membunuhnya.
Ada banyak orang memusuhi Yesus karena salah sangka seperti ini! Yesus datang ke dalam dunia dengan maksud yang baik / mulia, yaitu untuk mati disalib bagi dosa dunia. Tetapi banyak orang salah sangka dan menganggap Yesus sebagai gangguan.
C. H. Spurgeon: “we read that many were troubled about Christ. He was but newly born, and yet he troubled them. Herod was troubled, and all Jerusalem was troubled with him. It is an unusual thing to hear of a king troubled by a babe. Proud Herod, the fire-eater, troubled by a babe in swaddling bands, lying in a manger? Ah me! how little is the real greatness of wickedness, and how small a power of goodness may bring it grief! Herod was troubled, and all Jerusalem with him. So, when some people hear the gospel, and find that it has power in it, they are troubled.” [= kita membaca bahwa banyak orang terganggu karena Kristus. Ia baru dilahirkan, tetapi Ia mengganggu mereka. Herodes terganggu, dan seluruh Yerusalem terganggu bersama-sama dia. Merupakan sesuatu yang tidak biasa / luar biasa untuk mendengar tentang seorang raja terganggu oleh seorang bayi. Herodes yang sombong, orang yang pemarah / suka bertengkar, terganggu oleh seorang bayi yang dibalut kain lampin dan terbaring di palungan? Ah! betapa kecil kebesaran yang sesungguhnya dari kejahatan, dan betapa kekuatan yang kecil dari kebaikan bisa membawa kesedihan kepadanya! Herodes terganggu, dan seluruh Yerusalem bersama dia. Demikianlah, pada waktu sebagian orang mendengar injil, dan mendapati bahwa injil itu mempunyai kuasa, mereka terganggu.] - ‘Spurgeon’s Expository Encyclopedia’, vol 3, hal 28.
C. H. Spurgeon: “The wise men brought the best news that ever was told, and yet it troubled people. Does the gospel trouble you, my friend? Then I am afraid you must be of Herod’s kith and kin. It is an ill sign of a man’s heart when that which is for the good of all men becomes a trouble to him.” [= Orang-orang Majus / bijaksana itu membawa kabar terbaik yang pernah diceritakan, tetapi itu mengganggu orang-orang. Apakah injil mengganggu engkau, temanku? Maka aku kuatir engkau pasti dari sanak keluarga Herodes. Merupakan suatu pertanda yang buruk tentang hati seseorang pada waktu apa yang adalah untuk kebaikan semua orang menjadi suatu gangguan bagi dia.] - ‘Spurgeon’s Expository Encyclopedia’, vol 3, hal 33.
Pulpit Commentary mengatakan bahwa pada saat ini Herodes sudah tua, sakit, dan dekat dengan kematiannya. Tetapi anehnya, ia masih begitu menjaga makhkotanya, sehingga merasa terganggu dengan kelahiran Raja yang baru ini, dan ingin membunuhNya.
Pulpit Commentary: “Strange that even in the immediate prospect of death, men should so cling to earthly things which must pass away so very soon, and neglect the one thing needful. But it is commonly so; as a man lives, so, as a rule, he will die. The selfish and avaricious in life are selfish and avaricious still, even in the presence of death.” [= Aneh bahwa bahkan dalam prospek yang segera / dekat dari kematian, orang-orang begitu berpegang pada hal-hal duniawi yang harus segera berlalu, dan mengabaikan satu hal yang dibutuhkan. Tetapi biasanya memang demikian; sebagaimana seseorang hidup, biasanya demikianlah ia akan mati. Orang-orang egois dan tamak dalam kehidupan, tetap egois dan tamak, bahkan di hadapan kematian.] - hal 40.
-bersambung-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : buas22@yahoo.com
e-mail us at golgotha_ministry0@yahoo.com
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali