kebaktian online

 

G. K. R. I. ‘GOLGOTA’

 

(Rungkut Megah Raya, blok D no 16)

 

Minggu, tgl 1 Januari 2023, pk 09.00

 

Pdt. Budi Asali, M. Div.

 

orang-orang Majus mencari Yesus (2)

 

Matius 2:1-12(2)

 

Mat 2:1-12 - “(1) Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem (2) dan bertanya-tanya: ‘Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintangNya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.’ (3) Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. (4) Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. (5) Mereka berkata kepadanya: ‘Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: (6) Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umatKu Israel.’ (7) Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. (8) Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: ‘Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia.’ (9) Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. (10) Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. (11) Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibuNya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepadaNya, yaitu emas, kemenyan dan mur. (12) Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.”.

 

2) Ketika Herodes terganggu, seluruh Yerusalem juga terganggu bersama dengan dia (ay 3).

Spurgeon mengatakan: mengapa seluruh Yerusalem terganggu bersama Herodes? Karena mereka pikir akan terjadi pertikaian / perang antara Raja yang baru itu dengan Herodes, dan akan ada gangguan / problem terhadap Yerusalem.

Dengan cara yang sama ada orang-orang Kristen yang beranggapan supaya kita jangan menyebarkan Injil / agama Kristen. Nanti yang satu percaya ini, yang lain percaya itu, dan terjadi pertikaian. Akan terjadi perpecahan dalam keluarga kalau kita membawa agama ke dalamnya.

Bahwa kalau Injil / kekristenan masuk ke suatu tempat / keluarga, memang bisa menimbulkan pertikaian / perpecahan (Luk 12:49 bdk Mat 10:34-36). Tetapi kalau Injil / kekristenan tidak masuk ke tempat itu, semua mereka akan masuk neraka!

 

Tetapi Spurgeon menambahkan bahwa biasanya orang-orang terganggu pada saat Injil masuk karena Injil itu mencampuri kehidupan mereka yang berdosa. Mereka kuatir kalau mereka menjadi orang Kristen, maka mereka tidak bisa lagi melakukan kesenangan-kesenangan mereka yang berdosa. Tetapi sebetulnya agama yang benar / Injil justru memberikan kesenangan yang sejati, yang tidak bisa diberikan oleh dunia / dosa!

 

Spurgeon mengakhiri bagian ini dengan mengatakan bahwa betul-betul menyedihkan kalau Injil yang merupakan kabar baik bagi manusia justru mengganggu manusia. Betul-betul menyedihkan kalau kasih karunia yang cuma-cuma ternyata mengganggu mereka. Betul-betul menyedihkan kalau pintu surga yang terbuka lebar ternyata mengganggu mereka. Betul-betul menyedihkan kalau permintaan supaya mereka dibersihkan / dibasuh oleh darah Kristus ternyata mengganggu mereka. Terganggu karena belas kasihan yang tak terbatas! Terganggu oleh kasih yang maha kuasa! Begitulah kebejatan umat manusia sehingga bagi banyak orang yang mendengar Injil setiap hari, itu tetap merupakan gangguan bagi mereka!

 

3) Herodes mengumpulkan para tokoh agama Yahudi dan menanyakan hal itu kepada mereka.

Ay 4: “Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.”.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang sikap Herodes yang ditunjukkan dalam ayat ini:

 

a)  Herodes mau belajar Firman Tuhan dari tokoh-tokoh Yahudi, tetapi:

 

1.  Hanya tentang topik yang dia ingin ketahui.

Ada 2 hal yang perlu saudara ketahui:

a.  Kalau saudara adalah orang yang selalu pilih-pilih topik (hanya ke gereja kalau topiknya menyenangkan / menarik), maka saudara tidak terlalu berbeda dengan Herodes!

b.  Orang yang selalu memilih topik adalah seperti anak yang memilih makanannya sendiri. Pikirkan: apakah itu lebih buruk atau lebih baik dari pada anak yang dipilihkan makanannya oleh orang tuanya?

 

2.  Dengan motivasi / tujuan belajar yang sama sekali salah!

Ia mencari tahu dimana Yesus dilahirkan (ay 4-6), dan belakangan ia juga bertanya kapan Yesus dilahirkan (ay 7), hanya dengan tujuan membunuh Yesus.

 

3.  Di satu sisi Herodes percaya nubuat Firman Tuhan itu, tetapi di sisi lain ia tidak percaya kepada Mesias yang diberitakan oleh Firman Tuhan itu!

 

Pulpit Commentary: “He consults the priests and scribes. We see another strange inconsistency - strange, but very common - belief in the letter of Holy Scripture joined with practical unbelief. ... Mere bibliolatry is little better than unbelief: ‘the letter killeth.’ The Bible is precious exceedingly to the faithful: ‘the Spirit giveth life;’ but to men like Herod, who make use of religion merely for political or selfish purposes, it is a savour of death unto death.” [= Ia menanyakan kepada imam-imam dan ahli-ahli Taurat. Kita melihat ketidak-konsistenan aneh yang lain - aneh, tetapi sangat umum - kepercayaan pada huruf dari Kitab Suci digabungkan dengan ketidak-percayaan praktis. ... Semata-mata bibliolatry / pemberhalaan / pendewaan terhadap Alkitab hanya sedikit lebih baik dari pada ketidak-percayaan: ‘huruf membunuh’. Alkitab itu sangat berharga bagi orang-orang beriman / setia: ‘Roh memberi kehidupan’; tetapi bagi orang-orang seperti Herodes, yang menggunakan agama semata-mata untuk tujuan-tujuan politik dan yang bersifat egois, itu merupakan bau kematian kepada kematian.] - hal 40.

2Kor 3:6 - “Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.”.

KJV: for the letter killeth, but the spirit giveth life. [= karena huruf membunuh, tetapi roh memberi kehidupan].

 

b) Orang-orang Majus bertanya tentang Raja orang Yahudi (ay 2), dan sama sekali tidak berbicara tentang Mesias / Kristus, tetapi Herodes bertanya dimana Mesias / Kristus itu akan dilahirkan (ay 4).

 

Ay 1-4: “(1) Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem (2) dan bertanya-tanya: ‘Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintangNya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.’ (3) Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. (4) Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.”.

 

Mungkin sekali bahwa nubuat tentang Mesias dan bahwa Mesias itu akan menjadi Raja (seperti Maz 2:1-12  Dan 9:25-27), sudah begitu populer di kalangan orang Yahudi sampai Herodespun tahu akan hal itu.

 

4) Jawaban para tokoh agama Yahudi kepada Herodes.

Ay 5-6: “(5) Mereka berkata kepadanya: ‘Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: (6) Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umatKu Israel.’”.

 

a)      Saat ini mereka masih bagus, belakangan mereka berubah.

Calvin mengatakan bahwa pada saat ini ahli-ahli Taurat dan imam-imam menjawab dengan jujur dari Kitab Suci / Perjanjian Lama. Mengapa? Karena Kristus dan InjilNya belum memberikan ketidak-tenangan / ketidak-nyamanan. Tetapi belakangan, pada waktu Kristus dan InjilNya menekan mereka, mereka menyemburkan bisa (venom) pemberontakan mereka. Ini merupakan sesuatu yang biasa terjadi di mana-mana! Banyak orang jahat mau ‘tunduk’ kepada Allah dan FirmanNya selama itu tidak merugikan mereka. Tetapi begitu Kristus datang dan bertentangan dengan ambisi, ketamakan, kesombongan, kemunafikan, penipuan mereka, mereka segera menjadi marah!

 

b) Orang-orang yang mengerti Alkitab, tetapi acuh tak acuh / asing terhadap Yesusnya sendiri.

Orang-orang ini adalah orang-orang yang belajar Kitab Suci mati-matian. Tetapi waktu mereka mendengar bahwa Mesias telah dilahirkan, dan mereka tahu dimana Mesias itu seharusnya dilahirkan, mereka tidak ikut bersama dengan orang-orang Majus itu untuk mencari Mesias itu! Mereka adalah rohaniwan-rohaniwan yang tidak peduli kepada Yesus! Dan jaman sekarang ada banyak rohaniwan yang seperti itu. Mereka bisa adalah pendeta, penginjil, misionaris, dosen theologia, anggota / ketua sinode, majelis, maupun pelayan-pelayan gereja yang lain! Orang-orang seperti ini, sekalipun sepintas lalu kelihatannya adalah orang-orang yang pro Kristus, tetapi sebetulnya adalah musuh-musuh Kristus!

 

The Biblical Illustrator: Near in privilege, far from piety: - Some that are best acquainted with the gospel are practical strangers to it. They are like one who should pore over a map, mastering its geography; marking each sea, lake, river; understanding the position of every range of mountains; learning the names of all the localities indicated, but never visiting them. A living author, describing his journey to the falls of Niagara, says: ‘I met with a gentleman who told me that he had walked from Boston, a distance of seven hundred miles, to see Niagara. When within seven miles, he heard what he thought might be the roar of the torrent, and asked a man who was at work on the road if this was so. The man replied that he didn’t know; it might be, but he had never been there himself. Yet he had lived within sound of it all his life!’ Wonderful stupidity, this! Who does not reprobate such folly? Nevertheless, it is nothing - absolutely nothing - compared with the direr folly which may be witnessed any day that we choose to look around us. Numbers are within sound of ‘the river of the water of life’ without an actual, personal experience of its benefit.” [= Dekat dalam hak yang istimewa, jauh dari kesalehan: - Beberapa / sebagian orang yang paling mengenal injil secara praktis adalah orang-orang asing terhadapnya. Mereka adalah seperti seseorang yang membaca suatu peta dengan rajin, menguasai geografinya; menandai setiap laut, danau, sungai; mengerti posisi dari setiap barisan gunung-gunung; mempelajari nama-nama dari semua lokasi yang ditunjukkan, tetapi tidak pernah mengunjunginya. Seorang pengarang yang masih hidup, menggambarkan perjalanannya ke air terjun Niagara, dan berkata: ‘Saya bertemu dengan seorang laki-laki yang memberitahu saya bahwa ia telah berjalan dari Boston, suatu jarak dari 700 mil, untuk melihat Niagara. Pada waktu ada dalam jarak 7 mil, ia mendengar apa yang ia pikirkan merupakan gemuruh dari aliran air yang deras itu, dan bertanya kepada seseorang yang sedang bekerja di jalan itu apakah itu memang demikian. Orang itu menjawab bahwa ia tidak tahu; itu bisa saja, tetapi ia sendiri tidak pernah berada di sana jika itu memang demikian. Tetapi ia telah hidup dalam bunyi / suaranya seumur hidupnya!’ Ini merupakan ketololan yang mengherankan / luar biasa! Siapa yang tidak mengecam ketololan seperti ini? Tetapi, itu tidak ada apa-apanya - sama sekali tidak ada apa-apanya - dibandingkan dengan ketololan yang menghancurkan / menakutkan yang bisa disaksikan kapanpun pada waktu kita memilih untuk melihat ke sekitar kita. Banyak orang berada di dalam bunyi / suara dari ‘sungai dari air kehidupan’ tanpa suatu pengalaman yang sungguh-sungguh dan bersifat pribadi tentang manfaatnya.].

 

5) Herodes menyelidiki dengan teliti untuk membunuh Yesus.

Ay 7-8: “(7) Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. (8) Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: ‘Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia.’”.

 

a)      Kejahatan yang bertopengkan agama / kesalehan.

 

Matthew Henry: “He privily called the wise men, to talk with them about this matter. ... All this might look suspicious, if he had not covered it with a show of religion: ‘that I may come and worship him also.’ Note, The greatest wickedness often conceals itself under a mask of piety.” [= Ia secara pribadi / diam-diam memanggil orang-orang Majus itu, berbicara dengan mereka tentang persoalan ini. ... Semua ini bisa kelihatan mencurigakan, jika ia tidak menutupinya dengan suatu pertunjukan agama: ‘supaya akupun datang menyembah Dia’. Perhatikan, Kejahatan yang terbesar sering menyembunyikan dirinya di bawah topeng kesalehan.].

 

b)      Kebutaan yang datang dari Allah.

Saudara mungkin bertanya: mengapa Herodes tidak ikut sendiri, atau menyuruh tentaranya ikut, bersama orang-orang Majus itu ke Betlehem (yang jaraknya hanya 5-7 mil dari Yerusalem), dan langsung membunuh Yesus? Jelas bahwa Allah yang menguasai dan mengatur segala sesuatu, membuat Herodes menjadi bodoh / buta, sehingga tidak memikirkan / melakukan hal, yang seandainya dilakukan, akan membunuh Yesus.

 

Matthew Henry: “God can hide from the eyes of the church’s enemies those methods by which they might easily destroy the church;” [= Allah bisa menyembunyikan dari mata dari para musuh gereja metode-metode itu dengan mana mereka dengan mudah menghancurkan gereja;].

 

Bdk. Amsal 21:1 - “Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkanNya ke mana Ia ingini.”.

 

III) Orang-orang Majus menemukan Yesus.

 

1) Orang-orang Majus melanjutkan pencarian mereka, dan mereka mendapatkan petunjuk bintang lagi.

Ay 9-10: “(9) Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. (10) Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka.”.

 

a)      Orang-orang Majus berangkat lagi untuk melanjutkan pencarian mereka.

 

1.  Yang jauh jadi dekat; yang dekat jadi jauh.

 

C. H. Spurgeon: “There is something to look at, something good that is worth gazing upon. Behold it. Here are far-off persons who come very nigh. Wise men from the east come and worship the infant Christ; but there is something to which there is no ‘behold’ put, yet it is sorrowfully worth considering. Here are near ones who are far off, Herod, the inhabitants of Jerusalem, the chief priests, and the scribes. They are as far from Christ as if he had been born in the distant east, while they who lived in the far country came as near to him as if they themselves had dwelt at Bethlehem. So I have these two things to talk about to-night, first, the extraordinary fact that many far-off ones are brought nigh, and the sad but almost equally extraordinary fact that many who are apparently very near never really come nigh to Jesus.” [= Ada sesuatu untuk diperhatikan, sesuatu yang baik yang layak dipandang. Lihatlah itu. Di sini ada orang-orang yang jauh yang datang sangat dekat. Orang-orang bijaksana dari Timur datang dan menyembah bayi Kristus; tetapi ada sesuatu pada mana tidak diletakkan ‘lihatlah’, tetapi itu sesuatu yang secara menyedihkan layak untuk direnungkan / dipertimbangkan. Di sini ada orang-orang dekat yang jauh, Herodes, penduduk Yerusalem, imam-imam kepala, dan ahli-ahli Taurat. Mereka sama jauhnya dari Kristus seakan-akan Ia telah dilahirkan di Timur yang jauh, sementara mereka yang tinggal di negeri dari jauh datang sedekat dengan Dia seakan-akan mereka sendiri tinggal di Betlehem. Jadi saya mempunyai dua hal ini untuk dibicarakan malam ini, pertama, fakta yang luar biasa bahwa banyak orang yang jauh dibawa mendekat, dan fakta menyedihkan yang hampir sama luar biasanya bahwa banyak orang yang kelihatannya sangat dekat, tidak pernah betul-betul datang dekat kepada Yesus.] - ‘Spurgeon’s Expository Encyclopedia’, vol 3, hal 24.

 

2.  Kita harus tetap mencari / mengikut Kristus, sekalipun itu merupakan sesuatu yang membahayakan, atau sekalipun kita sendirian.

 

a.  Membahayakan.

Calvin menduga bahwa tokoh-tokoh Yahudi itu tidak ikut ke Betlehem, mungkin karena takut kepada Herodes.

 

Calvin: They were afraid, perhaps, of Herod’s cruelty: but it displayed wicked ingratitude that, for the sake of the salvation which had been offered to them, they were unwilling to undergo any risk, and cared less about the grace of God than about the frown of a tyrant. [= Mungkin mereka takut pada kekejaman Herodes: tetapi itu menunjukkan rasa tidak tahu terima kasih yang jahat bahwa untuk keselamatan yang telah ditawarkan kepada mereka, mereka tidak mau mengalami resiko apapun, dan kurang mempedulikan kasih karunia Allah dari pada mengkerutnya dahi seorang tiran.].

 

b.      Mencari terus, atau ikut Yesus terus, sekalipun sendirian.

Matthew Henry: “It might have been a discouragement to these wise men to find him whom they sought thus neglected at home. Are we come so far to honour the King of the Jews, and do the Jews themselves put such a slight upon him and us? Yet they persist in their resolution. Note, We must continue our attendance upon Christ, though we be alone in it; whatever others do, we must serve the Lord; if they will not go to heaven with us, yet we must not go to hell with them.” [= Mungkin merupakan sesuatu yang mengecilkan hati bagi orang-orang bijaksana ini untuk mendapati Dia yang mereka cari diabaikan seperti itu di kampung halamanNya sendiri. Apakah kami datang dari jauh untuk menghormati Raja orang Yahudi, dan apakah orang-orang Yahudi sendiri begitu meremehkan Dia dan kami? Tetapi mereka berkeras dalam ketetapan hati mereka. Perhatikan, Kita harus meneruskan perjalanan kita bersama Kristus, sekalipun kita sendirian dalam hal itu; apapun yang orang-orang lain lakukan, kita harus melayani Tuhan; jika mereka tidak mau pergi ke surga bersama kita, kita tidak boleh pergi ke neraka bersama mereka.].

 

b)      Bintang yang mereka lihat di Timur sekarang muncul lagi.

Jadi, tadi bintang itu ‘hilang’ untuk sementara. Mengapa?

 

1.  Calvin mengatakan supaya orang-orang Majus bertanya dan sekaligus memberi informasi tentang kelahiran Mesias kepada orang-orang Yahudi, dan itu menyebabkan mereka tidak punya alasan (excuse) untuk tidak datang kepada Kristus.

 

2.  Matthew Henry memberi alasan yang lain tentang hilangnya bintang itu, dengan mengatakan bahwa pada waktu mereka ada di Timur, Tuhan harus menggunakan mujijat (bintang) untuk mengarahkan mereka kepada Kristus. Tetapi setelah mereka sampai ke Yerusalem, ada cara ‘biasa’ yaitu melalui Firman Tuhan, dan karena itu mujijat itu dihilangkan. Tetapi sekarang, dari Yerusalem ke Betlehem, mereka membutuhkan mujijat itu lagi, dan Tuhan memberikan bintang itu lagi.

 

Matthew Henry: “God would rather create a new thing than leave those at a loss who diligently and faithfully sought him.” [= Allah lebih memilih untuk menciptakan sesuatu yang baru dari pada membiarkan mereka yang dengan rajin dan setia mencariNya menjadi bingung / tak tahu apa yang harus dilakukan.].

 

2) Orang-orang Majus menemukan Yesus, menyembahNya, dan memberikan persembahan mereka.

Ay 11: “Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibuNya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepadaNya, yaitu emas, kemenyan dan mur.”.

 

a)  Orang-orang Majus tidak datang kepada Yesus bersamaan dengan para gembala dalam Luk 2. Para gembala datang dulu, dan baru belakangan orang-orang Majus datang kepada Yesus. Jadi, kedua kelompok ini tidak pernah bertemu.

 

Bible Knowledge Commentary (tentang Mat 2:1-2): “Though not all scholars agree on the timing of the arrival of the Magi from the East, they apparently came some time after the birth of Jesus. Jesus and Mary and Joseph, though still in Bethlehem, were now in a house (v. 11), and Jesus was called a Child (‎paidion‎, vv. 9, 11) rather than a newborn Infant (‎brephos‎, Luke 2:12).” [= Sekalipun tidak semua sarjana setuju tentang saat dari kedatangan orang-orang Majus dari Timur, mereka jelas datang beberapa waktu setelah kelahiran Yesus. Yesus dan Maria dan Yusuf, sekalipun masih di Betlehem, sekarang ada di dalam sebuah rumah (ay 11), dan Yesus disebut seorang Anak (PAIDION, ay 9,11) dan bukannya seorang Bayi yang baru lahir (BREPHOS, Luk 2:12).].

 

Mat 2:9,11 - “(9) Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. ... (11) Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibuNya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepadaNya, yaitu emas, kemenyan dan mur.”.

 

Luk 2:12 - “Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.’”.

 

b)      Mereka menemukan Yesus dan menyembahNya.

 

1.  Penyembahan yang bagaimana?

Kalau hanya dilihat dari kata ‘menyembah’ yang digunakan, maka kata itu bisa digunakan baik untuk penyembahan terhadap Allah maupun terhadap manusia (Clarke).

Tetapi adalah aneh bahwa dalam kontext seperti ini ada orang-orang yang memperdebatkan penyembahan yang bagaimana yang dilakukan oleh orang-orang Majus itu (Matthew Poole), dan bahkan lebih aneh lagi bahwa Calvin menganggap bahwa penyembahan yang mereka lakukan adalah penyembahan terhadap seorang raja yang besar / agung.

 

Saya secara mutlak lebih menyetujui pandangan para penafsir, seperti Matthew Henry, Jamieson, Fausset & Brown, dan Spurgeon, yang menganggap bahwa ini merupakan penyembahan agama / rohani terhadap Allah.

 

Sebagai argumentasi, Jamieson, Fausset & Brown mengatakan bahwa kata yang diterjemahkan ‘mempersembahkan persembahan’ (ay 11) sering digunakan dalam Perjanjian Lama berkenaan dengan persembahan kepada Allah, dan dalam Perjanjian Baru digunakan 7 x dan selalu menunjuk pada persembahan dalam arti agamawi kepada Allah.

 

Sebagai argumentasi lain, Matthew Henry maupun Spurgeon mengatakan: kalau memang mereka menyembah Yesus sebagai seorang raja biasa, mengapa mereka tidak menyembah Herodes? Jadi, baik Matthew Henry maupun Spurgeon menganggap mereka menyembah Yesus sebagai Allah!

 

C. H. Spurgeon: “These wise men were not Unitarian, who disbelieved the deity of Christ. It has been said by some that they only meant that they were come to pay him the homage of a king. Then, why did they not worship Herod, and why did Herod say that he wished to worship him? It will not do, the thought is not to be endured for a single moment. The magi believed that he who was born King of the Jews was more than a human being, and they had come to worship him.” [= Orang-orang bijaksana ini bukanlah Unitarian, yang tidak mempercayai keAllahan Kristus. Telah dikatakan oleh beberapa orang bahwa mereka hanya memaksudkan untuk datang dan memberikan penghormatan dari seorang raja. Lalu, mengapa mereka tidak menyembah Herodes, dan mengapa Herodes berkata bahwa ia ingin menyembahNya? Itu tidak cocok, pemikiran itu tidak boleh ditoleransi / dibiarkan sebentarpun. Orang-orang Majus itu percaya bahwa Ia yang dilahirkan sebagai Raja orang Yahudi adalah lebih dari seorang manusia, dan mereka telah datang untuk menyembahNya.] - ‘Spurgeon’s Expository Encyclopedia’, vol 3, hal 33.

 

2.  Mereka tetap menyembahNya sekalipun keadaan lahiriah dari Yesus tidak seperti keadaan dari seorang raja, apalagi Allah.

Mereka menyembah Yesus sekalipun mereka melihat:

a)      Seorang bayi yang lemah dan tidak berdaya.

Betul-betul membutuhkan iman yang luar biasa untuk mau menyembah seorang bayi seperti itu!

b) Orang tua Yesus miskin, bukan bangsawan / raja, dan bayi itu ada di dalam sebuah rumah (ay 11), bukan istana.

Keadaan Yusuf dan Maria yang miskin dan tidak punya kedudukan apa-apa, dan tempat sederhana yang menjadi tempat tinggal bayi itu, ternyata tidak menjadi halangan bagi orang-orang Majus itu untuk percaya bahwa bayi miskin itu adalah Raja! Ini lagi-lagi menunjukkan iman yang luar biasa!

 

Penampilan lahiriah Yesus ini sesuai dengan nubuat dalam Yes 53:2b - “Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya.”.

 

Tetapi mereka toh mau menyembahNya. Bandingkan dengan Mat 13:53-56 yang menunjukkan bahwa banyak orang tidak percaya kepada Yesus karena  melihat penampilan lahiriahNya.

 

Mat 13:53-56 - “(53) Setelah Yesus selesai menceriterakan perumpamaan-perumpamaan itu, Iapun pergi dari situ. (54) Setibanya di tempat asalNya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: ‘Dari mana diperolehNya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu? (55) Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibuNya bernama Maria dan saudara-saudaraNya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? (56) Dan bukankah saudara-saudaraNya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperolehNya semuanya itu?’”.

 

Penerapan: Jangan menilai agama, buku (warnanya, bentuknya, cetakannya), gereja (besarnya dan indahnya gedungnya), pendeta (gelarnya, gagahnya), orang kristen, berdasarkan penampilan lahiriahnya! Ingat bahwa penampilan lahiriah seringkali menipu!

 

3.  Mereka menyembah Yesus saja, bukan Maria, atau Yesus dan Maria!

Ay 11: “Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibuNya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepadaNya, yaitu emas, kemenyan dan mur.”.

 

Pulpit Commentary: “‘The young Child with Mary his mother, and fell down, and worshipped him’ (ver. 2, note). In this latter clause Mary is not mentioned.” [= Anak yang muda / kecil itu dengan Maria, ibuNya, dan tersungkur, dan menyembahNya (ay 2, catatan). Dalam anak kalimat yang terakhir ini Maria tidak disebutkan.] - hal 34.

 

Pulpit Commentary: “they fell down and worshipped him - him, we mark, not the virgin-mother.” [= mereka jatuh tersungkur dan menyembah Dia - Dia, kami memperhatikan, bukan sang ibu yang perawan.] - hal 41.

 

C. H. Spurgeon: “The old Reformers used to say, "Here is a bone that sticks in the throat of the Romanists, and they can neither get it up nor down, for it does not say, ‘They saw Mary and the young child’, the young child is put first, they came to see him; and it does not say that ‘they fell down and worshipped them’" If ever there was an opportunity for Mariolatry, surely this was the one, when the child was as yet newly-born, and depended so  much upon his mother. Why did not the magi say ‘Ave Maria!’ and commence at once their Mariolatry? Ay, but these were wise men; they were not priests from Rome, else might they have done it.” [= Tokoh-tokoh Reformasi kuno sering berkata: “Ini adalah tulang yang menyangkut di tenggorokan orang Roma (Katolik), dan mereka tidak dapat mengeluarkannya ataupun menelannya, karena ayat itu tidak berkata: ‘Mereka melihat Maria dan bayi itu’, bayi itu disebut lebih dulu, mereka datang untuk melihat Dia; dan ayat itu tidak berkata bahwa ‘mereka tersungkur dan menyembah mereka’”. Kalau ada kesempatan untuk melakukan penyembahan terhadap Maria, maka sebetulnya inilah kesempatannya, dimana bayi itu baru dilahirkan, dan sangat bergantung kepada ibuNya. Mengapa orang-orang Majus itu tidak berkata ‘Salam Maria!’ dan lang­sung memulai penyembahan terhadap Maria? Ah, tetapi mereka ini adalah orang-orang yang bijaksana; mereka bukan pastor-pastor dari Roma, karena kalau demikian mereka mungkin sudah melakukannya.] - ‘Spurgeon’s Expository Encyclopedia’, vol 3, hal 34.

Catatan: dalam terjemahan KJV kata-kata ‘orang-orang majus’ dalam Mat 2:1 diterjemahkan ‘wise men’ [= orang-orang yang bijaksana].

 

c)  Mereka memberikan persembahan, yaitu emas, kemenyan dan mur (ay 11b).

Ada 2 macam penafsiran tentang persembahan mereka ini:

1.  Ada orang-orang yang menganggap bahwa persembahan ini mempunyai arti / makna, dan arti / maknanyapun bisa berbeda-beda.

a.  Ada yang menganggap emas merupakan persembahan untuk seorang raja (Yesus adalah Raja), kemenyan untuk seorang imam (Yesus adalah imam / pengantara), dan mur untuk orang mati (Yesus datang untuk mati).

b.  Ada yang menganggap emas merupakan persembahan untuk seorang raja, kemenyan merupakan persembahan untuk Allah (karena dalam Perjanjian Lama kemenyan dibakar dan asapnya naik kepada Allah), dan mur merupakan persembahan untuk manusia yang harus mati (karena mur dipakai untuk membalsem orang mati).

 

2.  Kebanyakan penafsir hanya menganggap bahwa orang-orang Majus ini memberikan hal-hal terbaik dari tempat asal mereka. Ini merupakan suatu teladan bagi kita untuk juga selalu memberikan yang terbaik bagi Kristus!

 

3) Orang-orang Majus tidak kembali kepada Herodes tetapi pulang melalui jalan yang lain.

Ay 12: “Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.”.

 

a)  Mereka diperingati dalam mimpi (oleh Allah) untuk tidak kembali kepada Herodes, maupun kepada orang-orang Yerusalem, orang-orang yang tidak layak mendapatkan laporan mereka tentang Kristus, yang sebetulnya bisa mereka lihat dengan mata mereka sendiri, tetapi yang mereka tidak mau melihatNya. Mereka pulang melalui jalan lain ke negerinya, untuk memberitakan kabar baik ini kepada orang-orang senegara mereka.

 

b) Kita tidak pernah mendengar apa-apa lagi dalam Alkitab tentang orang-orang Majus ini, tetapi Pulpit Commentary mengatakan bahwa mereka pulang sebagai orang beriman, dan akhirnya mati sebagai orang yang beriman, karena kalau Allah memulai suatu pekerjaan baik, Ia pasti menyelesaikannya.

 

Fil 1:6 - “Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.”.

 

Siapapun yang sudah datang / percaya dengan sungguh-sungguh kepada Kristus, bukan hanya sudah selamat, tetapi juga tidak akan kehilangan keselamatannya. Tetapi persoalannya, sudahkah saudara datang / percaya kepada Kristus? Saudara sudah seringkali merayakan Natal, tetapi sudah pernahkah saudara betul-betul datang / percaya kepada Kristus? Kalau belum, datanglah sekarang juga, dan saudara pasti akan selamat! Kiranya Tuhan memberkati saudara!

 

 

 

-AMIN-

 

Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.

E-mail : buas22@yahoo.com

e-mail us at golgotha_ministry0@yahoo.com

http://golgothaministry.org

Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:

https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ

Channel Live Streaming Youtube :  bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali