(ONLINE)
(Rungkut Megah Raya, blok D no 16)
Minggu, tgl 9 April 2023, pk 09.00
Pdt. Budi Asali, M. Div.
1Kor 15:12-34 -
“(12) Jadi,
bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati,
bagaimana mungkin ada di antara kamu yang
mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati? (13)
Kalau tidak ada kebangkitan orang mati,
maka Kristus juga tidak dibangkitkan. (14) Tetapi andaikata Kristus tidak
dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga
kepercayaan kamu. (15) Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap
Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus
- padahal Ia tidak membangkitkanNya, kalau
andaikata benar, bahwa orang mati tidak dibangkitkan. (16) Sebab
jika benar orang mati tidak dibangkitkan,
maka Kristus juga tidak dibangkitkan. (17) Dan jika Kristus tidak
dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam
dosamu. (18) Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus.
(19) Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada
Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala
manusia. (20) Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari
antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah
meninggal. (21) Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia,
demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. (22)
Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam,
demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan
dengan Kristus. (23) Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus
sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milikNya pada waktu
kedatanganNya. (24) Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia
menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala
pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. (25) Karena Ia harus memegang
pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuhNya di bawah
kakiNya. (26) Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut. (27) Sebab
segala sesuatu telah ditaklukkanNya di bawah kakiNya. Tetapi kalau
dikatakan, bahwa ‘segala sesuatu telah ditaklukkan’, maka teranglah, bahwa
Ia sendiri yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus itu
tidak termasuk di dalamnya. (28) Tetapi kalau segala sesuatu telah
ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan
diriNya di bawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawahNya,
supaya Allah menjadi semua di dalam semua. (29) Jika tidak demikian, apakah
faedahnya perbuatan orang-orang yang dibaptis bagi orang mati?
Kalau orang mati sama sekali tidak dibangkitkan,
mengapa mereka mau dibaptis bagi orang-orang yang telah meninggal? (30) Dan
kami juga - mengapakah kami setiap saat membawa diri kami ke dalam bahaya?
(31) Saudara-saudara, tiap-tiap hari aku berhadapan dengan maut. Demi
kebanggaanku akan kamu dalam Kristus Yesus, Tuhan kita, aku katakan, bahwa
hal ini benar. (32) Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan
manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah
gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak
dibangkitkan, maka ‘marilah kita makan dan minum, sebab besok
kita mati’. (33) Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan
kebiasaan yang baik. (34) Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat
dosa lagi! Ada di antara kamu yang tidak mengenal Allah. Hal ini kukatakan,
supaya kamu merasa malu.”.
Mulai ay 12 ini Paulus mulai menangani problem kesesatan dalam gereja Korintus, yaitu ketidak-percayaan terhadap kebangkitan orang mati.
Ay 12: “Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati?”.
Kalau gereja Korintus yang didirikan dan diajar cukup lama oleh Paulus sendiri (bdk. Kis 18:11 - 18 bulan) bisa sesat seperti itu, maka jelaslah bahwa kita harus menyimpulkan bahwa tidak ada gereja, yang bagaimanapun hebatnya, yang kebal terhadap penyesatan!
Karena itulah kita harus selalu waspada terhadap penyesatan (bdk. Mat 18:7 - “Celakalah dunia dengan segala penyesatannya: memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.”)!
Penerapan: jaga mimbar dari penyesat dan waspadalah terhadap kesesatan.
1) Orang itu akan percaya Kristus hanya untuk hidup yang sekarang ini.
Ay 19: “Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.”.
a) Ayat ini menunjukkan bahwa kalau hanya dinilai dari hidup di dunia ini saja, maka hidup kristen adalah yang paling tidak enak. Karena itulah Paulus menggunakan istilah ‘paling malang dari segala manusia.’.
NIV: “we are to be pitied more than all men” [= kita harus dikasihani lebih dari semua manusia].
Mengapa orang kristen, kalau hanya ditinjau dari hidup ini saja, harus paling dikasihani?
1. Karena pada jaman itu, nama ‘kristen’ adalah menjijikkan dan hina, dimusuhi oleh Yahudi maupun Romawi.
2. Karena orang kristen tidak bisa menikmati dunia, sebaliknya orang kristen harus menguasai diri, menyangkal diri dsb.
Ingat bahwa pada jaman itu hukum tentang pengucilan betul-betul dijalankan! Bdk. Mat 18:15-17 1Kor 5:1-13 2Kor 2:5-8. Karena itu orang yang mengaku sebagai Kristen tidak bisa hidup seenaknya.
3. Karena penghakiman akan dimulai dari orang Kristen (Ibr 12:5-11 1Pet 4:17).
Ibr 12:5-11 - “(5) Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: ‘Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkanNya; (6) karena Tuhan menghajar orang yang dikasihiNya, dan Ia menyesah orang yang diakuiNya sebagai anak.’ (7) Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? (8) Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang. (9) Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup? (10) Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusanNya. (11) Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.”.
1Pet 4:17 - “Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah?”.
Ini menyebabkan orang kristen yang bersalah akan dihajar oleh Tuhan, tetapi kalau orang kafir bersalah, dibiarkan oleh Tuhan.
4. Karena orang kristen akan mendapat serangan setan yang lebih hebat! Bahkan orang kristen KTP, karena kedekatannya dengan orang-orang Kristen asli, bisa ‘kecipratan’ serangan-serangan setan.
Ini merupakan ayat yang penting untuk menghadapi ajaran gereja-gereja tertentu (biasanya dalam kalangan Kharismatik) yang mengajarkan bahwa hidup kristen selalu dipenuhi dengan berkat jasmani / duniawi berlimpah-limpah.
Kalau memang ajaran mereka itu benar, mengapa Paulus mengatakan bahwa hidup kristen, kalau ditinjau dari hidup sekarang ini saja, adalah paling malang dan paling harus dikasihani?
b) Dalam berharap kepada Kristus, kita terutama harus berharap kepada Dia tentang hidup yang akan datang.
Kalau saudara percaya dan ikut Yesus, dan saudara sakit tetapi tidak disembuhkan, saudara miskin sepanjang hidup saudara, saudara punya banyak problem berat yang tidak ada selesainya, tetapi saudara dijamin masuk surga pada saat saudara mati, apakah saudara mau? Bdk. Lazarus dalam Luk 16:19-31.
c) Juga dalam memberitakan Injil, kalau kita mendesak orang untuk mempercayai Yesus, maka kita harus menekankan manfaatnya untuk kekekalan / hidup setelah mati, bukan untuk hidup sekarang ini saja!
1. Jangan meniru pemberitaan Injil dari orang-orang tertentu yang mengatakan bahwa kalau seseorang percaya Yesus maka ia akan menjadi kaya, sembuh dari penyakit, bebas dari problem, dsb.
2. Bahkan kalau kita memberitakan Injil dengan mengatakan: ‘percayalah kepada Yesus, maka kamu akan mendapat damai dan sukacita’, maka kita memberikan Injil yang tidak lengkap. Kita terutama harus menunjukkan apa manfaatnya percaya Yesus untuk kekekalan!
2) Tidak perlu hidup saleh, menderita bagi Kristus, dsb; sebaliknya, kita boleh hidup memuaskan diri (ay 30-32).
Ay 30-32: “(30) Dan kami juga - mengapakah kami setiap saat membawa diri kami ke dalam bahaya? (31) Saudara-saudara, tiap-tiap hari aku berhadapan dengan maut. Demi kebanggaanku akan kamu dalam Kristus Yesus, Tuhan kita, aku katakan, bahwa hal ini benar. (32) Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka ‘marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati’.”.
a) ‘Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja’ (ay 32).
Artinya adalah ‘kalau tidak ada kebangkitan orang mati’ atau ‘kalau tidak memikirkan kebangkitan orang mati’.
b) ‘Aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus’ (ay 32a).
Ada orang yang mengartikan kalimat ini secara hurufiah, tetapi saya lebih setuju dengan orang yang mengartikan kalimat ini secara simbolis / kiasan. Yang dimaksud dengan ‘binatang buas’ adalah musuh-musuh Paulus. Jadi dengan kalimat ini, mungkin sekali Paulus memaksudkan orang-orang yang mengadakan huru hara di Efesus (Kis 19:23-dst).
Penafsiran seperti ini memang mempunyai dasar, karena dalam Kitab Suci, orang yang tidak percaya, apalagi yang memusuhi orang kristen, sering digambarkan sebagai binatang buas / membahayakan (Mat 10:16 2Tim 4:17 2Pet 2:12,22 Maz 22:13,14).
Mat 10:16 - “‘Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.”.
2Tim 4:17 - “tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa.”.
2Pet 2:12,22 - “(12) Tetapi mereka itu sama dengan hewan yang tidak berakal, sama dengan binatang yang hanya dilahirkan untuk ditangkap dan dimusnahkan. Mereka menghujat apa yang tidak mereka ketahui, sehingga oleh perbuatan mereka yang jahat mereka sendiri akan binasa seperti binatang liar, ... (22) Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: ‘Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya.’”.
Maz 22:13-14 - “(13) Banyak lembu jantan mengerumuni aku; banteng-banteng dari Basan mengepung aku; (14) mereka mengangakan mulutnya terhadap aku seperti singa yang menerkam dan mengaum.”.
c) Penekanan bagian ini adalah: kalau memang tidak ada kebangkitan, untuk apa Paulus dan rasul-rasul mau menghadapi bahaya? Lebih baik bersenang-senang, makan dan minum, sementara masih hidup.
Ay 32b: “Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka ‘marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati’.”.
Bdk. Yes 22:12-13 - “(12) Pada waktu itu Tuhan, TUHAN semesta alam menyuruh orang menangis dan meratap dengan menggundul kepala dan melilitkan kain kabung; (13) tetapi lihat, di tengah-tengah mereka ada kegirangan dan sukacita, membantai lembu dan menyembelih domba, makan daging dan minum anggur, sambil berseru: ‘Marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati!’”.
Saat itu orang-orang Israel diancam kebinasaan yang datang dari Allah, yaitu pengepungan oleh Sanherib, raja Asyur. Tetapi mereka bukannya mentaati perintah Tuhan untuk meratap, berkabung, dan bertobat dari dosa mereka (ay 12), tetapi malah bersenang-senang dengan pemikiran besok toh akan mati (ay 13).
Ini juga merupakan pepatah dari golongan Epikuros (Kis 17:18), yang tidak percaya adanya hidup setelah mati, sehingga mereka hidup dalam pelampiasan hawa nafsu secara bebas.
Ini menunjukkan bahwa dokrin tentang kebangkitan orang mati, sekalipun kelihatannya teoritis, tetapi sangat mempengaruhi kehidupan praktis kita! Kalau pengertian doktrinal salah, maka hidupnya juga akan salah!
Leon Morris (Tyndale): “Doctrine leads to conduct, and unsound doctrine in the end must lead to sinful behaviour.” [= Doktrin memimpin pada kelakuan, dan doktrin yang tidak sehat pada akhirnya pasti membawa pada kelakuan yang berdosa.] - hal 221.
Contoh:
1. Orang yang percaya bahwa setan itu bodoh, singa ompong, dsb, tidak akan berhati-hati menghadapi tipu daya setan.
2. Orang yang percaya doktrin Arminianisme akan lebih condong untuk memuji diri sendiri atas keselamatan yang mereka miliki atau atas perbuatan baik yang mereka lakukan.
1) Mula-mula Paulus mengandaikan: apa yang akan terjadi, seandainya Kristus tidak bangkit dari antara orang mati?
Ay 14-18: “(14) Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu. (15) Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus - padahal Ia tidak membangkitkanNya, kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak dibangkitkan. (16) Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. (17) Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu. (18) Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus.”.
Jadi, andaikata Kristus tidak bangkit / dibangkitkan, maka:
a) Sia-sialah pemberitaan Injil / firman oleh Paulus, atau oleh siapapun juga (ay 14b).
b) Sia-sia juga kepercayaan orang Kristen. Ini mencakup bukan hanya orang Kristen Korintus, tetapi juga orang Kristen manapun juga, termasuk kita (ay 14c,17b).
c) Paulus berdusta terhadap Allah (ay 15a).
d) Orang Kristen masih hidup dalam dosanya (ay 17c).
e) Orang-orang mati dalam Kristus binasa / masuk neraka (ay 18)!
2) Lalu Paulus bicara tentang Fakta. Faktanya adalah bahwa Kristus bangkit, dan adanya kebangkitan Kristus itu tidak memungkinkan penyangkalan terhadap kebangkitan orang mati.
a) Ay 12,13,16: “(12) Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati? (13) Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. ... (16) Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.”.
Ini menunjukkan bahwa doktrin yang satu berhubungan dengan doktrin yang lain. Kalau yang satu salah, maka yang lain ikut salah. Kalau yang satu diterima, maka yang lain juga harus diterima. Kalau yang satu ditolak, maka yang lain juga harus ditolak!
Saya akan memberikan beberapa contoh:
1. TULIP atau 5 points Calvinisme saling berhubungan satu dengan yang lain.
2. Doktrin tentang kelahiran Kristus dari seorang perawan berhubungan erat dengan doktrin keilahian Kristus maupun dengan doktrin ketidak-berdosaan Kristus, dan kedua doktrin yang terakhir ini berhubungan erat dengan doktrin penebusan Kristus. Karena itu, menerima yang satu berarti menerima semua, dan menolak yang satu berarti menolak semua!
3. Doktrin tentang kebangkitan Kristus berhubungan dengan doktrin kebangkitan orang mati. Kalau yang satu salah, maka keduanya salah. Dan sebaliknya, kalau yang satu benar, maka keduanya benar. Kalau mau menolak, harus menolak keduanya, dan kalau mau menerima, harus menerima keduanya!
Kebangkitan orang mati memang belum terjadi, tetapi karena kebangkitan Kristus sudah terjadi, maka kebangkitan orang mati PASTI AKAN TERJADI!
b) Dan selanjutnya ia memberikan argumentasi lain, yaitu karena: kebangkitan Kristus adalah pola dari kebangkitan kita.
Ay 20-23:
“(20) Tetapi yang
benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai
yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. (21) Sebab sama
seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang
mati datang karena satu orang manusia. (22) Karena sama seperti semua orang mati
dalam (persekutuan dengan) Adam, demikian pula semua orang akan
dihidupkan kembali dalam (persekutuan dengan) Kristus. (23) Tetapi
tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah
itu mereka yang menjadi milikNya pada waktu kedatanganNya.”.
Catatan: kata-kata ‘persekutuan dengan’ dalam ay 22 (ada 2x) seharusnya tidak ada.
Dalam ay 20,23 terjemahannya sebetulnya bukanlah ‘buah sulung’, tetapi ‘hasil / buah pertama’ (Inggris: first-fruits). Kata bahasa Yunaninya adalah APARCHE.
Calvin: “the rest of the dead will follow him, as the harvest does the first-fruits;” [= sisa dari orang-orang mati akan mengikuti Dia, seperti seluruh panen mengikuti hasil / buah pertama;].
Editor dari Calvin Commentary: dalam Perjanjian Lama, hasil pertama dipersembahkan kepada Tuhan, bukan hanya sebagai ucapan syukur, tetapi juga sebagai jaminan dari seluruh panen.
Karena Kristus bangkit, maka pasti ada kebangkitan orang mati. Dan karena ada kebangkitan orang mati, atau karena ada hidup yang akan datang, maka bodohlah orang yang hidup hanya untuk saat ini saja.
Bandingkan dengan:
Luk 12:13-21 - perumpamaan tentang orang kaya yang bodoh. Ini contoh yang salah / negatif.
Luk 16:1-12 - perumpamaan tentang bendahara yang tidak jujur. Ini contoh yang benar / positif.
Jadi, hiduplah untuk hidup yang akan datang.
1) Yang belum mempunyai Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, cepatlah datang dan percaya kepada Dia. Tanpa Dia, hidup yang akan datang bagi saudara adalah neraka!
2) Yang sudah percaya, hiduplah taat, relalah menderita bagi Tuhan, kuasailah diri saudara dari semua kesenangan yang bersifat dosa, gunakanlah hidup, tenaga, pikiran, uang saudara untuk kemuliaan Tuhan (1Kor 10:31).
Kiranya Tuhan memberkati saudara.
-Amin-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : buas22@yahoo.com
e-mail us at golgotha_ministry0@yahoo.com
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali