(Jl. Dinoyo 19b, lantai 3)
Minggu, tgl 2 Desember 2007, pk 17.00
Pdt. Budi Asali, M. Div.
(8:
7064-1331 / 6050-1331)
Yesus
mengajarkan diriNya sebagai Roti Hidup dengan latar belakang pemberian makan
5000 orang menggunakan 5 roti dan 2 ikan, yang diceritakan dalam Yoh 6:1-15.
Yesus
memang sering melakukan sesuatu yang bersifat jasmani, dengan tujuan mengajarkan
sesuatu yang bersifat rohani tentang diriNya.
Misalnya:
·
Ia
mencelikkan mata orang buta dalam Yoh 9. Tujuannya untuk menunjukkan diriNya
sebagai ‘terang dunia’ (Yoh 9:5).
·
Ia
membangkitkan Lazarus dalam Yoh 11. Tujuannya untuk menunjukkan diriNya
sebagai ‘Kebangkitan dan Hidup’ (Yoh 11:25).
·
Ia
menyembuhkan banyak orang yang sakit secara jasmani (Mat 8:16) untuk
menunjukkan diriNya sebagai penyembuh dari orang yang sakit secara rohani,
sehingga Ia menggenapi Yes 53:4 (Mat 8:17).
Mat 8:16-17
- “(16) Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan
setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan
orang-orang yang menderita sakit. (17) Hal itu terjadi supaya genaplah firman
yang disampaikan oleh nabi Yesaya: ‘Dialah yang memikul kelemahan kita dan
menanggung penyakit kita.’”.
Banyak
orang, berdasarkan text ini, lalu menekankan Yesus sebagai penyembuh dari
penyakit jasmani. Juga kata-kata ‘oleh bilur-bilurNya kita menjadi
sembuh’ (Yes 53:5b) sering diterapkan sedemikian rupa untuk mengatakan
bahwa orang Kristen harus sembuh dari sakit.
Tetapi
ini tidak mungkin karena kontext dari Yes 53 itu jelas merupakan kontext rohani.
Yes 53:4-6 -
“(4) Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan
kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul
dan ditindas Allah. (5) Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan
kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang
mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya
kita menjadi sembuh. (6) Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing
kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan
kita sekalian”.
Jadi, baik
‘penyakit’ maupun ‘sembuh’ dalam text Yes 53 ini harus diartikan secara
rohani.
Demikian juga
pada waktu Petrus mengutip text Yes 53 itu, ia menerapkannya secara rohani.
1Pet 2:22-25
- “(22) Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulutNya. (23)
Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia
menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang
menghakimi dengan adil. (24) Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam
tubuhNya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk
kebenaran. Oleh bilur-bilurNya kamu telah sembuh. (25) Sebab dahulu
kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan
pemelihara jiwamu”.
Lalu bagaimana
mungkin Matius mengutip Yes 53 itu dan menerapkannya secara jasmani?
Satu-satunya penjelasan adalah seperti yang saya katakan di atas. Yesus sering
melakukan sesuatu yang bersifat jasmani, dengan tujuan untuk mengajarkan sesuatu
yang bersifat rohani tentang diriNya sendiri.
Calvin:
“Matthew quotes this prediction,
after having related that Christ cured various diseases; though it is certain
that he was appointed not to cure bodies, but rather to cure souls; for it is of
spiritual disease that the Prophet intends to speak. But in the miracles
which Christ performed in curing bodies, he gave a proof of the salvation which
he brings to our souls. That healing had therefore a more extensive
reference than to bodies, because he was appointed to be the physician of souls;
and accordingly Matthew applies to the outward sign what belonged to the truth
and reality” (= Matius mengutip ramalan ini, setelah menceritakan bahwa
Kristus menyembuhkan bermacam-macam penyakit; sekalipun sudah tentu bahwa Ia
ditetapkan bukan untuk menyembuhkan tubuh, tetapi untuk menyembuhkan jiwa;
karena adalah penyakit rohanilah yang dibicarakan oleh sang nabi. Tetapi
dalam mujijat-mujijat yang dilakukan Kristus dalam menyembuhkan tubuh, Ia
memberi suatu bukti tentang keselamatan yang Ia bawa kepada jiwa kita.
Karena itu kesembuhan itu mempunyai hubungan yang lebih luas dengan jiwa dari
pada tubuh, karena Ia ditetapkan sebagai dokter untuk jiwa; dan sesuai dengan
itu Matius menerapkan pada tanda lahiriah apa yang termasuk pada kebenaran
dan kenyataan) - hal 115.
Sekarang, kembali
pada topik kita tentang Yesus sebagai Roti Hidup. Ia melakukan mujijat dengan
melipat-gandakan 5 roti dan 2 ikan sehingga berlebihan untuk memberi makan 5.000
orang lebih (tanpa menghitung wanita dan anak-anak).
1) Roti.
Kalau
Ia menggunakan 5 roti dan 2 ikan untuk memberi makan 5.000 orang itu, mengapa ia
menyatakan diri sebagai ‘Roti Hidup’ dan bukan sebagai ‘ikan
hidup’? Karena roti di sana sama seperti nasi di sini. Banyak orang
Indonesia merasa belum makan kalau belum makan nasi. Jadi, makan nasi sepertinya
merupakan suatu keharusan / kebutuhan yang mutlak. Demikian juga di sana roti
merupakan kebutuhan mutlak. Itu makanan pokok. Tetapi ikan tidak demikian.
Tentang ikan orang beranggapan, kalau ada baik, tetapi kalau tidak ada ya tidak
apa-apa, karena bisa digantikan dengan yang lain. Karena itu, seandainya Yesus
menyatakan diri sebagai ‘ikan hidup’, maka akan menimbulkan kesan
bahwa Ia bukanlah kebutuhan pokok / kebutuhan mutlak bagi kita. Ada baik, tak
ada ya tidak apa-apa. Ia bisa digantikan dengan yang lain.
Tetapi
dengan Ia menyatakan diri sebagai ‘Roti Hidup’, maka akan timbul
suatu pemikiran bahwa Ia merupakan kebutuhan pokok / kebutuhan mutlak bagi kita!
Kita tidak bisa berpikir, ada Yesus baik, tak ada Yesus ya tidak apa-apa!
Kebutuhan kita terhadap Dia tidak bisa digantikan oleh apapun / siapapun.
Bdk.
Ef 2:12 - “bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk
kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang
dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia”.
Yoh 15:5
- “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal
di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu
tidak dapat berbuat apa-apa”.
KJV: ‘without me ye can do nothing’ (= tanpa Aku kamu tidak
bisa berbuat apa-apa).
RSV/NIV/NASB: ‘apart from Me you can do nothing’ (= terpisah
dari Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa).
Tanpa Yesus, kita adalah:
·
ranting pohon anggur tanpa pokoknya.
Yoh 15:4 - “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama
seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal
pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal
di dalam Aku”.
·
domba tanpa gembala.
Bil 27:17 - “yang mengepalai mereka waktu keluar dan masuk,
dan membawa mereka keluar dan masuk, supaya umat TUHAN jangan hendaknya seperti
domba-domba yang tidak mempunyai gembala.’”.
1Raja 22:17 - “Lalu jawabnya: ‘Telah kulihat seluruh Israel
bercerai-berai di gunung-gunung seperti domba-domba yang tidak mempunyai
gembala, sebab itu TUHAN berfirman: Mereka ini tidak punya tuan; baiklah
masing-masing pulang ke rumahnya dengan selamat.’”.
Yes 13:14 - “Seperti kijang yang dikejar-kejar dan seperti
domba yang tidak digembalakan, demikianlah mereka akan berpaling, masing-masing
kepada bangsanya, dan melarikan diri, masing-masing ke negerinya”.
Mat 9:36 - “Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus
oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti
domba yang tidak bergembala”.
·
orang berdosa tanpa Penebus / Juruselamat.
Ibr 9:22 - “Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum
Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan”.
·
orang tanpa terang.
·
orang sakit tanpa dokter / tabib.
·
murid tanpa guru.
Bdk. Fil 4:13 - “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia
yang memberi kekuatan kepadaku”. Ini terjemahannya kurang tepat.
KJV: ‘I can do all things through Christ which strengtheneth me’
(= Aku bisa melakukan segala sesuatu melalui Kristus yang menguatkan aku).
2) Hidup.
Kata
‘hidup’ ini ditambahkan untuk lebih menunjukkan akibat / hasil yang terjadi
kalau orang memakan roti itu.
Yoh 6:33-35,48-51,58
- “(33) Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang
memberi hidup kepada dunia.’ (34) Maka kata mereka kepadaNya: ‘Tuhan,
berikanlah kami roti itu senantiasa.’ (35) Kata Yesus kepada mereka: ‘Akulah
roti hidup; barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan lapar lagi, dan
barangsiapa percaya kepadaKu, ia tidak akan haus lagi. ... (48) Akulah
roti hidup. (49) Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka
telah mati. (50) Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari
padanya, ia tidak akan mati. (51) Akulah roti hidup yang telah turun dari
sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya,
dan roti yang Kuberikan itu ialah dagingKu, yang akan Kuberikan untuk hidup
dunia.’ ... (58) Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti
yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah
mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.’”.
Yang
saya beri garis bawah tunggal merupakan akibat / hasil yang terjadi kalau
seseorang makan Roti Hidup itu. Orang itu:
a)
‘tidak akan lapar lagi dan tidak akan haus lagi’
(ay 35b).
·
‘tidak akan lapar / haus lagi’ artinya ‘dipuaskan’.
·
Dalam
bahasa Yunaninya, kata-kata ‘tidak akan’ yang muncul 2 x itu
kedua-duanya menggunakan double negatives
(= dua kali kata ‘tidak’), dan ini menunjukkan suatu penekanan.
b) ‘ia akan hidup
selama-lamanya’ (ay 51,58).
Ada
beberapa hal yang akan saya soroti / jelaskan:
1.
Orang yang makan Roti Hidup mendapatkan hidup kekal.
a.
Ada kontras antara mereka yang makan manna dan mereka yang makan Roti
Hidup:
·
Yang
makan manna telah mati.
Perhatikan
bagian yang saya beri garis bawah ganda yang menunjukkan bahwa mereka yang makan
manna semuanya telah mati (ay 49,58a).
·
Yang
makan Roti Hidup akan hidup.
Siapa
yang makan Roti Hidup ini tidak akan mati, tetapi akan hidup selama-lamanya (ay
50,51,58), atau akan mendapatkan hidup kekal!
b. Makan Roti Hidup
berarti percaya kepada Yesus.
Ay 35:
“Kata Yesus kepada mereka: ‘Akulah roti hidup; barangsiapa datang
kepadaKu, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepadaKu,
ia tidak akan haus lagi”.
Jadi,
makan roti hidup itu berarti bahwa kita harus datang dan percaya kepada Kristus.
2
hal ini, yaitu ‘datang’ dan ‘percaya’ kepada Yesus,
sebetulnya tidak perlu dibedakan. ‘Datang kepada Yesus’ sebetulnya
sama saja dengan ‘percaya kepada Yesus’.
Jadi,
siapapun yang datang / percaya kepada Yesus mendapatkan hidup kekal.
c. Janji hidup kekal itu
menunjukkan bahwa keselamatan tidak bisa hilang!
Janji
bahwa orang yang memakan Roti Hidup itu akan mendapat hidup selama-lamanya /
hidup kekal itu, menunjukkan bahwa Yesus / Kitab Suci mempercayai bahwa keselamatan
tidak bisa hilang! Dari mana bisa ditafsirkan demikian? Karena orang yang
makan Roti Hidup, bukan diberi ‘hidup bersyarat’, atau ‘hidup
sementara’, tetapi ‘hidup yang kekal’. Kalau karena dosa atau
godaan setan seseorang yang sudah diselamatkan bisa murtad dan akhirnya
terhilang / binasa (seperti yang diajarkan oleh Arminianisme), maka itu berarti
pada waktu ia percaya, kepada dia hanya diberikan ‘hidup bersyarat /
sementara’, bukan ‘hidup yang kekal’!
Pada
waktu Adam dan Hawa diciptakan, maka mereka memang hanya mempunyai hidup
bersyarat, yaitu: mereka tetap hidup asalkan / selama mereka tidak makan
buah terlarang itu (Kej 2:16-17). Kalau mereka memakan buah itu mereka akan
mati. Jelas bahwa mereka tidak mempunyai ‘hidup kekal’ tetapi hanya
mempunyai ‘hidup bersyarat’. Tetapi kepada kita makan Roti Hidup,
tidak diberikan hidup bersyarat seperti itu, melainkan hidup kekal. Karena itu
jelas bahwa keselamatan itu tidak bisa hilang!
Hal-hal
lain dalam kontext ini yang menunjukkan bahwa keselamatan tidak bisa hilang
adalah apa yang dikatakan Yesus dalam ay 39-40: “(39) Dan inilah
kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah
diberikanNya kepadaKu jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan
pada akhir zaman. (40) Sebab inilah kehendak BapaKu, yaitu supaya setiap
orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal,
dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.’”.
Mula-mula
Yesus menyatakan doktrin ini secara negatif, dimana Ia mengatakan bahwa Bapa
menghendaki supaya orang yang sudah diberikanNya kepada Yesus tidak ada
yang hilang (ay 39). Lalu Yesus menyatakan doktrin ini secara positif,
dimana Ia mengatakan bahwa Bapa menghendaki supaya setiap orang yang percaya
kepada Yesus beroleh hidup yang kekal dan dibangkitkan pada akhir zaman (ay
40).
Catatan: dalam Kitab Suci ada banyak sekali ayat yang
mendukung doktrin keselamatan tidak
bisa hilang ini, seperti:
·
Yoh 10:28-29
- “(28) dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti
tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka
dari tanganKu. (29) BapaKu, yang memberikan mereka kepadaKu, lebih besar
dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan
Bapa”.
·
Ro 5:9-10
- “(9) Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darahNya, kita
pasti akan diselamatkan dari murka
Allah. (10) Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan
Allah oleh kematian AnakNya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah
diperdamaikan, pasti akan
diselamatkan oleh hidupNya!”.
·
Ro 8:29-30
- “(29) Sebab semua orang yang dipilihNya dari semula, mereka
juga ditentukanNya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran AnakNya,
supaya Ia, AnakNya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. (30) Dan mereka
yang ditentukanNya dari semula, mereka itu juga dipanggilNya. Dan mereka
yang dipanggilNya, mereka itu juga dibenarkanNya. Dan mereka yang
dibenarkanNya, mereka itu juga dimuliakanNya”.
·
Ro 8:38-39
- “(38) Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik
malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun
yang akan datang, (39) atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di
bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari
kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita”.
·
1Kor 1:8-9
- “(8) Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga
kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus. (9) Allah, yang
memanggil kamu kepada persekutuan dengan AnakNya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah
setia”.
·
Fil 1:6 -
“Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan
yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari
Kristus Yesus”.
·
1Pet
1:4-5 - “(4) untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang
tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu.
(5) Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu
sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada
zaman akhir”.
·
1Yoh
2:18-19 - “(18) Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan
seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah
bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah
waktu yang terakhir. (19) Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka
tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh
termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi
hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh
termasuk pada kita”.
·
Yudas 24-25
- “(24) Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung
dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan
kemuliaanNya, (25) Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus,
Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum
segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin”.
2.
Iman / kepercayaan kepada Yesus harus berhubungan dengan / mencakup
penebusanNya di kayu salib untuk dosa-dosa kita.
Ay
51,53-56: “(51) Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau
seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang
Kuberikan itu ialah dagingKu, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.’ ...
(53) Maka kata Yesus kepada mereka: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya
jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darahNya, kamu
tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. (54) Barangsiapa makan dagingKu dan
minum darahKu, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia
pada akhir zaman. (55) Sebab dagingKu adalah benar-benar makanan dan darahKu
adalah benar-benar minuman. (56) Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu,
ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia”.
Dalam
ay 51 ini Yesus mengatakan bahwa roti yang Ia berikan adalah dagingNya yang
akan Ia berikan untuk hidup dunia, dan dalam ay 53-56 Ia berbicara
tentang ‘makan dagingNya dan minum darahNya’. Ini jelas merupakan
sesuatu yang bersifat simbolis, bukan hurufiah. Simbol tentang apa? Jelas bahwa
di sini Ia berbicara tentang salib yang akan terjadi, karena pada saat
itulah tubuh / dagingNya dihancurkan dan darahNya dicurahkan untuk menebus
dosa-dosa kita. Dengan cara itulah Ia bisa menjadi Roti Hidup yang memberi hidup
kepada dunia. Dengan kata-kata ini Yesus menunjukkan bahwa kepercayaan kepadaNya
harus berhubungan dengan penebusan di kayu salib, dan kalau tidak itu bukanlah
iman yang sejati.
William
Hendriksen: “To believe in Christ means to
accept him as the Crucified One. Apart from that voluntary sacrifice, Christ
ceases to be bread for us in any sense” (= Percaya kepada Kristus berarti
menerima Dia sebagai Orang yang tersalib. Terpisah dari pengorbanan sukarela
itu, Kristus berhenti menjadi roti bagi kita dalam arti apapun).
Penerapan:
·
Jangan
hanya percaya kepada Yesus sebagai pemberi berkat, pelaku mujijat, penyembuh
penyakit, dsb. Yang terutama saudara harus percaya kepada Dia sebagai
Juruselamat / Penebus dosa yang sudah mati menggantikan saudara.
·
Dalam
penginjilan, khususnya kepada orang yang selalu menekankan Yesus sebagai
pemberi berkat, pelaku mujijat, penyembuh dsb, hal ini harus saudara tekankan!
Desak mereka untuk percaya dan menerima Yesus sebagai Juruselamat, bukan sekedar
sebagai dokter, pelaku mujijat, pemberi kekayaan, dsb.
Bdk.
1Kor 15:19 - “Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan
pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala
manusia”.
3.
Yesus mengajarkan bahwa keselamatan hanya ada di dalam Dia (Yesus adalah
satu-satunya jalan keselamatan).
Hal
ini Ia ajarkan:
a. Secara positif.
Ia
mengatakan bahwa orang yang memakan Dia / memakan roti hidup / memakan dagingNya
dan meminum darahNya, mendapat hidup yang kekal.
Ay 50,51,54,57b,58b:
“(50) Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya,
ia tidak akan mati. (51) Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau
seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang
Kuberikan itu ialah dagingKu, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.’ ... (54)
Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia mempunyai hidup yang kekal
dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. ... (57) Sama seperti Bapa yang
hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang
memakan Aku, akan hidup oleh Aku. (58) Inilah roti yang telah turun dari
sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa
makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.’”.
Ini
menjamin bahwa orang yang percaya kepada Yesus pasti mendapatkan hidup kekal.
b. Secara negatif.
·
Ia
mengatakan bahwa siapa yang tidak makan dagingNya dan minum darahNya tidak
mempunyai hidup yang kekal.
Ay 53:
“Maka kata Yesus kepada mereka: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya
jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darahNya, kamu tidak
mempunyai hidup di dalam dirimu”.
Ini
menjamin bahwa orang yang tidak percaya kepada Yesus pasti binasa / masuk
neraka!
·
Ia
mengatakan bahwa yang makan manna (berarti tidak makan Roti Hidup) telah mati.
Perhatikan
bahwa manna itu bukannya beracun, dan karena itu tidak bisa secara aktif
membunuh mereka. Tetapi karena manna itu tidak bisa memberikan hidup kekal, maka
akhirnya mereka yang memakannya akan mati.
Illustrasi:
kalau ada penyakit yang mematikan yang hanya bisa disembuhkan dengan obat A,
maka orang yang makan apapun yang lain, selain obat A itu, biarpun apa yang ia
makan itu tidak beracun, tetap akan mati.
Penerapan: Apapun yang saudara lakukan, kalau itu tidak
memberikan hidup kekal kepada saudara, pada dasarnya, dan pada akhirnya, itu
akan membunuh saudara. Ini berlaku baik pada waktu saudara:
*
hanya
menekankan hal-hal duniawi / jasmani saja.
*
ikut
agama-agama yang tidak bisa memberikan hidup kekal kepada saudara.
*
ikut
gereja-gereja Kristen yang tidak memberitakan Injil, tetapi hanya mengajarkan
ajaran moral dan etika. Ini sebetulnya tidak berbeda dengan ikut agama-agama
lain.
*
ikut
gereja yang injili tanpa percaya Yesus.
Bdk.
ay 27: “Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa,
melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan
diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah,
dengan meteraiNya.’”.
Penerapan:
Kalau
saudara memberitakan Injil, tidak sukar memberitakan ajaran positifnya, tetapi
apakah saudara juga memberitakan ajaran negatifnya?
1)
Kita bisa memberikan tanggapan negatif, yaitu dengan tidak percaya pada
apa yang Yesus janjikan / katakan.
Perhatikan
reaksi / tanggapan orang-orang Yahudi tentang claim Yesus sebagai Roti Hidup
yang bisa memberikan hidup kekal itu.
Ay 41-42:
“(41) Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah
mengatakan: ‘Akulah roti yang telah turun dari sorga." (42) Kata mereka:
‘Bukankah Ia ini Yesus, anak Yusuf, yang ibu bapanya kita kenal? Bagaimana Ia
dapat berkata: Aku telah turun dari sorga?’”.
Mereka
tidak bisa menerima claim Yesus yang
menyatakan bahwa diriNya bisa memberikan hidup yang kekal, karena mereka
meninjau / melihat Yesus secara jasmani, dan secara jasmani Yesus tidak
mempunyai sesuatu yang istimewa, sebaliknya berasal dari keluarga miskin.
Bdk.
Mat 13:54-57 - “(54) Setibanya di tempat asalNya, Yesus mengajar
orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata:
‘Dari mana diperolehNya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat
itu? (55) Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibuNya bernama Maria dan
saudara-saudaraNya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? (56) Dan bukankah
saudara-saudaraNya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana
diperolehNya semuanya itu?’ (57a) Lalu mereka kecewa dan menolak Dia”.
Ini
menggenapi nubuat firman Tuhan dalam Yes 53:2b-3 - “(2b) Ia tidak
tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun
tidak, sehingga kita menginginkannya. (3) Ia dihina dan dihindari orang, seorang
yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina,
sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk
hitungan”.
Penerapan:
Hati-hatilah supaya saudara tidak menilai gereja, hamba Tuhan, buku rohani,
orang kristen, secara jasmani! Ada banyak gereja, hamba Tuhan, buku rohani,
orang kristen yang penampilan luarnya hebat, tetapi sebetulnya brengsek.
Sebaliknya ada banyak gereja, hamba Tuhan, buku rohani, orang kristen yang
penampilan luarnya jelek, tetapi sebetulnya bagus.
2)
Kita bisa memberikan tanggapan yang positif, yaitu dengan percaya pada
kata-kata Yesus, dan mau ‘memakan Roti Hidup’ itu.
Ay 28-29:
“(28) Lalu kata mereka kepadaNya: ‘Apakah yang harus kami perbuat, supaya
kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?’ (29) Jawab Yesus
kepada mereka: ‘Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu
hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.’”.
a)
Kata ‘pekerjaan’ dalam ay 28 ada dalam bentuk jamak (ERGA
= works), tetapi kata ‘pekerjaan’
dalam ay 29 ada dalam bentuk tunggal (ERGON = work).
Jadi, Yesus memaksudkan: hanya satu hal yang Allah kehendaki untuk kamu
lakukan, yaitu percaya kepada Dia (Yesus)!
b)
Calvin berkata bahwa pada waktu Yesus menyebut iman sebagai work
/ pekerjaan, Ia tidak berbicara dengan akurasi yang ketat. Tentu bukan maksud
Calvin untuk mengatakan bahwa Yesus salah bicara! Maksudnya ia menggunakan kata
itu bukan dalam arti theologis yang ketat.
Alasan
Calvin adalah: Ro 3:27-28 mengatakan bahwa iman tidak termasuk sebagai work
/ pekerjaan.
Ro 3:27-28
- “(27) Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada!
Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman! (28)
Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia
melakukan hukum Taurat”.
Bdk.
Ro 11:6 - “Tetapi
jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan,
sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia”.
Catatan: sebetulnya, dengan membandingkan pertanyaan dalam ay 28
(dimana kata ‘pekerjaan’ menggunakan bentuk jamak) dengan jawaban
dari Yesus dalam ay 29 (dimana untuk kata ‘pekerjaan’ Ia menggunakan
bentuk tunggal, sudah jelas bahwa Yesus membedakan kedua hal itu.
Kekristenan
yang benar sangat menekankan ‘keselamatan karena iman’, dan ini tidak bisa
disamakan dengan ‘keselamatan karena pekerjaan / perbuatan baik’ karena iman
bukan merupakan pekerjaan.
Yesus telah menjadi Roti Hidup dengan mengorbankan
tubuh / daging dan darahNya di kayu salib. Hanya kalau saudara mau percaya
kepada Dia sebagai penebus / Juruselamat saudara, maka saudara mendapatkan hidup
kekal. Kalau tidak, saudara akan masuk ke neraka selama-lamanya. Maukah saudara
percaya dengan sungguh-sungguh kepada Yesus?
-AMIN-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : buas22@yahoo.com
e-mail us at golgotha_ministry0@yahoo.com
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali