(Jl. Dinoyo 19b, lantai 3)
Minggu, tgl 23 Desember 2007, pk 17.00
Pdt. Budi Asali, M. Div.
(8:
7064-1331 / 6050-1331)
Yos 1:10-18 - “(10)
Lalu Yosua memberi perintah kepada pengatur-pengatur pasukan bangsa itu,
katanya: (11) ‘Jalanilah seluruh perkemahan dan perintahkanlah kepada bangsa
itu, demikian: Sediakanlah bekalmu, sebab dalam tiga hari kamu akan
menyeberangi sungai Yordan ini untuk pergi menduduki negeri yang akan
diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk diduduki.’ (12) Kepada orang Ruben,
kepada orang Gad dan kepada suku Manasye yang setengah itu berkatalah Yosua,
demikian: (13) ‘Ingatlah kepada perkataan yang dipesankan Musa, hamba TUHAN
itu, kepadamu, yakni: TUHAN, Allahmu, mengaruniakan keamanan kepadamu dan
memberikan kepadamu negeri ini; (14) perempuan-perempuan dan anak-anak di
antara kamu dan ternakmu boleh tinggal di negeri yang diberikan Musa kepadamu
di seberang sungai Yordan, tetapi kamu, semua pahlawan yang gagah perkasa,
haruslah menyeberang di depan saudara-saudaramu dengan bersenjata, dan
haruslah menolong mereka, (15) sampai TUHAN mengaruniakan keamanan kepada
saudara-saudaramu seperti kepada kamu juga, dan mereka juga menduduki negeri
yang akan diberikan kepada mereka oleh TUHAN, Allahmu. Kemudian bolehlah kamu
pulang kembali ke negerimu sendiri dan menduduki negeri yang diberikan Musa,
hamba TUHAN itu, kepadamu di seberang sungai Yordan, di sebelah matahari
terbit.’ (16) Lalu mereka menjawab Yosua, katanya: ‘Segala yang
kauperintahkan kepada kami akan kami lakukan dan ke manapun kami akan
kausuruh, kami akan pergi; (17) sama seperti kami mendengarkan perintah Musa,
demikianlah kami akan mendengarkan perintahmu. Hanya, TUHAN, Allahmu, kiranya
menyertai engkau, seperti Ia menyertai Musa. (18) Setiap orang yang menentang
perintahmu dan tidak mendengarkan perkataanmu, apapun yang kauperintahkan
kepadanya, dia akan dihukum mati. Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu!’”.
Yos 2:1-24 - “(1)
Yosua bin Nun dengan diam-diam melepas dari Sitim dua orang pengintai,
katanya: ‘Pergilah, amat-amatilah negeri itu dan kota Yerikho.’ Maka
pergilah mereka dan sampailah mereka ke rumah seorang perempuan sundal, yang
bernama Rahab, lalu tidur di situ. (2) Kemudian diberitahukanlah kepada raja
Yerikho, demikian: ‘Tadi malam ada orang datang ke mari dari orang Israel
untuk menyelidik negeri ini.’ (3) Maka raja Yerikho menyuruh orang kepada
Rahab, mengatakan: ‘Bawalah ke luar orang-orang yang datang kepadamu itu,
yang telah masuk ke dalam rumahmu, sebab mereka datang untuk menyelidik
seluruh negeri ini.’ (4) Tetapi perempuan itu telah membawa dan
menyembunyikan kedua orang itu. Berkatalah ia: ‘Memang, orang-orang itu
telah datang kepadaku, tetapi aku tidak tahu dari mana mereka, (5) dan ketika
pintu gerbang hendak ditutup menjelang malam, maka keluarlah orang-orang itu;
aku tidak tahu, ke mana orang-orang itu pergi. Segeralah kejar mereka,
tentulah kamu dapat menyusul mereka.’ (6) Tetapi perempuan itu telah
menyuruh keduanya naik ke sotoh rumah dan menyembunyikan mereka di bawah
timbunan batang rami, yang ditebarkan di atas sotoh itu. (7) Maka pergilah
orang-orang itu, mengejar mereka ke arah sungai Yordan, ke tempat-tempat
penyeberangan, dan ditutuplah pintu gerbang, segera sesudah pengejar-pengejar
itu keluar. (8) Tetapi sebelum kedua orang itu tidur, naiklah perempuan itu
mendapatkan mereka di atas sotoh (9) dan berkata kepada orang-orang itu:
‘Aku tahu, bahwa TUHAN telah memberikan negeri ini kepada kamu dan bahwa
kengerian terhadap kamu telah menghinggapi kami dan segala penduduk negeri ini
gemetar menghadapi kamu. (10) Sebab kami mendengar, bahwa TUHAN telah
mengeringkan air Laut Teberau di depan kamu, ketika kamu berjalan keluar dari
Mesir, dan apa yang kamu lakukan kepada kedua raja orang Amori yang di
seberang sungai Yordan itu, yakni kepada Sihon dan Og, yang telah kamu tumpas.
(11) Ketika kami mendengar itu, tawarlah hati kami dan jatuhlah semangat
setiap orang menghadapi kamu, sebab TUHAN, Allahmu, ialah Allah di langit di
atas dan di bumi di bawah. (12) Maka sekarang, bersumpahlah kiranya demi
TUHAN, bahwa karena aku telah berlaku ramah terhadapmu, kamu juga akan berlaku
ramah terhadap kaum keluargaku; dan berikanlah kepadaku suatu tanda yang dapat
dipercaya, (13) bahwa kamu akan membiarkan hidup ayah dan ibuku,
saudara-saudaraku yang laki-laki dan yang perempuan dan semua orang-orang
mereka dan bahwa kamu akan menyelamatkan nyawa kami dari maut.’ (14) Lalu
jawab kedua orang itu kepadanya: ‘Nyawa kamilah jaminan bagi kamu, asal
jangan kaukabarkan perkara kami ini; apabila TUHAN nanti memberikan negeri ini
kepada kami, maka kami akan menunjukkan terima kasih dan setia kami
kepadamu.’ (15) Kemudian perempuan itu menurunkan mereka dengan tali melalui
jendela, sebab rumahnya itu letaknya pada tembok kota, jadi pada tembok itulah
ia diam. (16) Berkatalah ia kepada mereka: ‘Pergilah ke pegunungan, supaya
pengejar-pengejar itu jangan menemui kamu, dan bersembunyilah di sana tiga
hari lamanya, sampai pengejar-pengejar itu pulang; kemudian bolehlah kamu
melanjutkan perjalananmu.’ (17) Kedua orang itu berkata kepadanya: ‘Kami
akan bebas dari sumpah kami ini kepadamu, yang telah kausuruh kami ikrarkan -
(18) sesungguhnya, apabila kami memasuki negeri ini, haruslah tali dari benang
kirmizi ini kauikatkan pada jendela tempat engkau menurunkan kami, dan ayahmu
serta ibumu, saudara-saudaramu serta seluruh kaum keluargamu kaukumpulkan di
rumahmu. (19) Setiap orang yang keluar nanti dari pintu rumahmu, harus sendiri
menanggung akibatnya, kalau darahnya tertumpah, dan kami tidak bersalah;
tetapi siapapun juga yang ada di dalam rumahmu, jika ada orang yang
menciderainya, kamilah yang menanggung akibat pertumpahan darahnya. (20)
Tetapi jika engkau mengabarkan perkara kami ini, maka bebaslah kami dari
sumpah kepadamu itu, yang telah kausuruh kami ikrarkan.’ (21) Perempuan
itupun berkata: ‘Seperti yang telah kamu katakan, demikianlah akan
terjadi.’ Sesudah itu dilepasnyalah orang-orang itu pergi, maka berangkatlah
mereka. Kemudian perempuan itu mengikatkan tali kirmizi itu pada jendela. (22)
Merekapun pergilah dan tiba di pegunungan. Mereka tinggal di sana tiga hari
lamanya, sampai pengejar-pengejar itu pulang. Pengejar-pengejar itu telah
mencari di mana-mana sepanjang jalan tanpa menemukan mereka. (23) Maka
pulanglah kedua orang itu, mereka turun dari pegunungan, lalu menyeberang dan
sampai kepada Yosua bin Nun, kemudian mereka ceritakan segala pengalaman
mereka. (24) Kata mereka kepada Yosua: ‘TUHAN telah menyerahkan seluruh
negeri ini ke dalam tangan kita, bahkan seluruh penduduk negeri itu gemetar
menghadapi kita.’”.
Dalam Yos 1:1-9 telah kita pelajari bahwa Yosua mendapat perintah
dari Tuhan untuk menduduki tanah Kanaan. Dan Yosua juga telah menerima janji
Tuhan yang menjamin keberhasilan / kemenangannya. Sekarang, apa yang dilakukan
oleh Yosua?
1)
Dalam 1:10-11 ia menyuruh mempersiapkan seluruh Israel untuk berperang.
Ada 2 hal yang perlu dibahas:
a)
Kita mempunyai persamaan dengan bangsa Israel, yaitu bahwa kita harus
berperang. Tetapi juga ada bedanya, yaitu:
1.
Peperangan mereka adalah peperangan
yang bersifat jasmani / duniawi, sedangkan peperangan kita bersifat
rohani yaitu peperangan melawan setan.
Ef 6:12 - “karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan
daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan
penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara”.
2.
Mereka hanya kadang-kadang perang, tetapi kita, mulai saat kita percaya
kepada Kristus, tidak ada hentinya berperang melawan setan.
Orang kristen yang tidak menyadari bahwa dirinya ada
dalam peperangan rohani melawan setan, akan menjadi orang kristen yang santai.
Misalnya: gampang sekali membolos dari kebaktian, malas melayani Tuhan, tidak /
kurang berdoa, berani bermain-main dengan dosa / keduniawian dsb.
Tetapi orang kristen yang betul-betul menyadari bahwa
dirinya sedang berperang melawan setan, pasti akan menjadi orang kristen yang
serius, yang mengikut Tuhan dengan penuh kewaspadaan.
Renungkan: saudara termasuk orang kristen yang
bagaimana?
b)
Dalam 1:11 Yosua berkata bahwa mereka akan menyeberangi sungai Yordan
dalam 3 hari. Tetapi dari 2:16,22 terlihat bahwa 2 pengintai itu bersembunyi di
pegunungan selama 3 hari, dan dalam 3:2 ada selang waktu 3 hari lagi.
Yos 1:11 - “‘Jalanilah
seluruh perkemahan dan perintahkanlah kepada bangsa itu, demikian: Sediakanlah
bekalmu, sebab dalam tiga hari kamu akan menyeberangi sungai Yordan ini
untuk pergi menduduki negeri yang akan diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk
diduduki.’”.
Yos 2:16,22 - “(16)
Berkatalah ia kepada mereka: ‘Pergilah ke pegunungan, supaya pengejar-pengejar
itu jangan menemui kamu, dan bersembunyilah di sana tiga hari lamanya,
sampai pengejar-pengejar itu pulang; kemudian bolehlah kamu melanjutkan
perjalananmu.’ … (22) Merekapun pergilah dan tiba di pegunungan. Mereka
tinggal di sana tiga hari lamanya, sampai pengejar-pengejar itu pulang.
Pengejar-pengejar itu telah mencari di mana-mana sepanjang jalan tanpa menemukan
mereka”.
Yos 3:2 - “Setelah
lewat tiga hari, para pengatur pasukan
menjalani seluruh perkemahan”.
Pengharmonisan: beberapa penafsir (termasuk Calvin)
menafsirkan bahwa 1:10-11 sebetulnya terjadi setelah Yos 2 (setelah
pengiriman dan kembalinya pengintai).
c)
Adanya janji Tuhan yang menjamin tak ada yang bisa menghadapi Yosua,
tidak membuat Yosua bersikap santai. Sebaliknya, Ia tetap melakukan segala
sesuatu dengan sebaik-baiknya, yaitu:
1.
Mengerahkan seluruh Israel, termasuk suku Ruben, Gad dan ½ suku Manasye,
untuk berperang (Yos 1:10-15).
2. Menyuruh
mereka mempersiapkan bekal (Yos 1:11).
Kata ‘bekal’ dalam KJV diterjemahkan ‘victuals’ (=
makanan-makanan), dan dalam RSV ‘provisions’ (=
persediaan-persediaan).
Ini menyebabkan Matthew Henry menduga bahwa sekalipun
manna baru berhenti pada Yos 5:12, mungkin karena mereka sekarang sudah
berada di daerah yang berpenghuni, sehingga mereka bisa mendapatkan makanan,
manna itu mulai dikurangi oleh Tuhan.
3. Mengirim
2 orang pengintai (Yos 2:1-dst).
Semua ini mengajar kita untuk tetap melakukan hal-hal
yang terbaik sekalipun kita berdoa, mempunyai janji penyertaan Tuhan, mempunyai
jaminan keberhasilan dan sebagainya.
Matthew Henry: “Faith in God’s
promise ought not to supersede but encourage our diligence in the use of proper
means. Joshua is sure he has God with him, and yet sends men before him. We do
not trust God, but tempt him, if our expectations slacken our endeavours” (= Iman pada janji Allah tidak seharusnya
menggantikan, tetapi mendorong, kerajinan kita dalam penggunaan cara-cara yang
benar. Yosua yakin ia mempunyai Allah bersamanya, tetapi ia mengutus orang-orang
di depannya. Kita bukannya mempercayai Allah, tetapi mencobaiNya, jika
pengharapan kita mengendurkan / mengurangi usaha-usaha kita).
2)
Dalam 1:12-18 Yosua mengingatkan suku Ruben, Gad, dan setengah suku
Manasye akan perjanjian mereka dengan Musa (bdk. Bil 32 Ul 3:12-20), supaya mereka mau ikut berperang
bersama-sama dengan seluruh Israel.
Ternyata mereka mau menepati janji mereka, dan dari
jawab mereka dalam 1:16-18 terlihat bahwa mereka memberikan dukungan sepenuhnya
kepada Yosua. Ini pastilah merupakan sesuatu yang membesarkan hati Yosua.
Penerapan:
seorang pendeta / gembala membutuhkan dukungan sepenuhnya dari saudara sebagai
jemaatnya! Tidak ada yang lebih meruntuhkan semangat seorang pendeta / gembala
dari pada kalau jemaatnya tak mau mendukungnya dan lalu membiarkannya menjadi
seorang single fighter (= orang yang berjuang sendirian). Sebaliknya,
tidak ada yang lebih membesarkan hatinya dari pada kalau seluruh jemaatnya mau
mendukungnya dengan sepenuh hati!
Karena itu renungkan hal-hal apa yang sudah / belum
saudara lakukan sebagai manifestasi dukungan saudara kepada pendeta / gembala
saudara:
·
menyatakan dukungan itu
melalui ucapan saudara kepada pendeta saudara.
·
mendukungnya dalam doa
(pribadi maupun persekutuan doa).
·
mendukungnya dengan keuangan
saudara.
·
mendukungnya dengan tenaga,
pikiran, kemampuan / karunia saudara.
·
mendukungnya dengan aktif
mengikuti acara-acara gereja dan sebagainya.
Catatan: tentu saja dukungan ini hanya boleh
saudara berikan kalau pendeta saudara betul-betul adalah seorang hamba
Tuhan yang sejati, yang memang melayani sesuai kehendak Tuhan!
3)
Dalam 2:1 Yosua mengirimkan pengintai untuk mengamat-amati Kanaan dan
Yerikho. Dulu Musa mengirimkan 12 orang pengintai, dan 10 orang diantaranya
adalah orang brengsek, sehingga justru menyebabkan keadaan menjadi kacau
balau. Yosua tidak mau mengulangi kesalahan itu, sehingga sekarang ia
mengirimkan hanya 2 orang saja, tetapi 2 orang itu adalah orang pilihan.
Dari sini kita bisa belajar bahwa ‘makin banyak’
belum tentu ‘makin baik’. Dalam banyak gereja, kepengurusannya (majelis,
komisi dsb) terdiri dari banyak sekali orang sehingga kalau dilihat sepintas
lalu kelihatannya gereja itu hebat dan terorganisir dengan baik. Tetapi kalau
diselidiki lebih jauh, ternyata banyak di antara pengurus gereja itu yang tidak
pernah ikut bekerja / melayani, dan bahkan ada banyak yang tak pernah hadir di
gereja!
Karena itu kalau membuat kepengurusan, lebih baik
sedikit orang, asal semua adalah orang yang sungguh-sungguh.
Dari semua hal yang dilakukan oleh Yosua ini bisalah
kita simpulkan bahwa sekalipun ada perintah dan janji Tuhan yang menjamin
keberhasilan / kemenangannya, tetapi Yosua tetap melakukan usaha secara maximal
untuk merebut Kanaan.
1) Mata-mata
sampai kerumah Rahab (2:1).
a)
Rahab dikatakan sebagai ‘perempuan sundal’ (2:1).
KJV/RSV/NASB/NKJV: ‘harlot’ (= pelacur)
NIV: ‘prostitute’ (= pelacur)
Footnote NIV: ‘innkeeper’ (= pengurus rumah
penginapan).
Seorang penafsir yang bernama Adam Clarke menganggap
bahwa terjemahan ‘pengurus rumah penginapan’ inilah yang benar.
Alasannya:
1.
Mata-mata itu adalah orang pilihan, dan mereka tahu bahwa mereka segera
akan berperang. Ini tidak memungkinkan mereka pergi ke tempat pelacuran yang
jelas dikutuk oleh Allah.
Keberatan:
tempat pelacuran adalah tempat persembunyian yang baik. Mereka memang pergi ke
situ hanya untuk bersembunyi, bukan untuk melacur.
2.
Akhirnya Rahab kawin dengan Salmon (bdk. Mat 1:5), yang menurut Adam
Clarke adalah seorang bangsawan Yahudi. Salmon tidak mungkin mau kawin dengan
Rahab kalau ia seorang ex-pelacur.
3.
Tak mungkin Allah mengatur sedemikian rupa sehingga seorang pelacur masuk
dalam silsilah Yesus dan menjadi salah seorang nenek moyang Yesus (bdk. Mat 1:5).
Keberatan: dalam silsilah Yesus memang ada banyak orang
yang sangat bejad. Contoh: Yehuda dan Tamar (Mat 1:3
bdk. Kej 38).
Pada umumnya para penafsir menganggap bahwa Rahab
memang adalah seorang pelacur. Ini didukung oleh 2 ayat Perjanjian Baru yaitu
Ibr 11:31 dan Yak 2:25 yang mengatakan bahwa Rahab adalah seorang
pelacur / perempuan sundal (Catatan:
kata bahasa Yunani yang digunakan dalam kedua ayat tersebut ialah PORNE. Dari
kata PORNE ini diturunkan kata PORNO).
Adam Clarke mengatakan bahwa kata bahasa Yunani PORNE
yang diterjemahkan ‘pelacur / perempuan
sundal’ dalam kedua ayat tersebut, bisa diterjemahkan secara
berbeda.
Tetapi dalam seluruh Perjanjian Baru kata PORNE itu
muncul 12 x (bdk. Mat 21:31,32 Luk 15:30
1Kor 6:15,16 Ibr 11:31
Yak 2:25 Wah 17:1,5,15,16 Wah 19:2)
dan semuanya diterjemahkan ‘pelacur
/ perempuan sundal’.
Catatan: NIV / NASB menggunakan kata ‘prostitute /
harlot’ (= pelacur) dalam 1Kor 6:15,16.
Dari semua ini haruslah ditarik kesimpulan bahwa Rahab
memang adalah seorang pelacur!
Sebetulnya apa perlunya kita peduli apakah Rahab itu
seorang pelacur atau pengurus losmen? Jawabnya adalah: kalau Rahab adalah
seorang pelacur maka peristiwa ini makin meninggikan hebatnya kasih dan kasih
karunia Allah, karena Allah mau menyelamatkan orang yang begitu bejad.
Penerapan:
·
kalau saudara sendiri adalah
orang yang merasa diri saudara terlalu kotor / berdosa, dan saudara merasa bahwa
saudara tidak layak datang kepada Kristus, atau saudara merasa bahwa Tuhan pasti
tidak akan mau menerima saudara kalau saudara datang kepadaNya, maka renungkan
peristiwa Rahab yang adalah seorang pelacur ini! Kalau Tuhan mau dan bisa
menyelamatkan dia, mungkinkah Dia tidak mau / tidak bisa menyelamatkan saudara?
Karena itu, datanglah kepada Yesus Kristus sekarang juga!
·
pada waktu saudara
memberitakan Injil, jangan mengabaikan orang yang terlalu bejad dengan pemikiran
bahwa mereka toh tidak mungkin bertobat. Kalau Tuhan bisa mempertobatkan dan
menyelamatkan Rahab, maka Tuhan juga bisa mempertobatkan dan menyelamatkan orang
itu. Jadi, tetaplah memberitakan Injil kepada orang-orang yang seperti itu.
b)
Bahwa mata-mata itu bisa sampai ke rumah Rahab, itu jelas bukan barang
kebetulan! Tuhan ada di balik pengiriman mata-mata itu, dan Tuhan juga yang
memimpin kedua mata-mata itu sehingga mereka sampai ke rumah Rahab. Mengapa
demikian? Karena akhirnya Rahab menjadi salah satu nenek moyang Yesus (bdk. Mat 1:5-6)!
Rahab - Salmon
|
Boas - Rut
|
Obed
|
Isai
|
Daud
|
|
|
Yesus
Hal ini pasti sudah direncanakan / ditetapkan oleh
Allah.
Kalau Rahab mati bersama-sama dengan semua orang
Yerikho maka Rencana Allah tentang kedatangan Juruselamat dunia itu akan hancur,
dan ini adalah sesuatu yang tak mungkin terjadi!
Semua ini menunjukkan bahwa Tuhan tahu / bisa
menyelamatkan satu keluarga ditengah-tengah kota yang akan dihancurkan (bdk. Lot
dan keluarganya diselamatkan dari kehancuran Sodom dan Gomora, dan juga Nuh
sekeluarga yang diselamatkan dari air bah).
Ini juga menunjukkan bahwa Tuhan tidak memperhatikan
orang-orang pilihanNya / anak-anakNya secara kolektif, tetapi secara individual!
Saudara tidak mungkin ‘kancrit’ dari perhatian, pemeliharaan, perlindungan
dan kasih Tuhan! Karena itu, janganlah takut dan kuatir menghadapi apapun juga!
2) Pertolongan
Rahab (2:2-7).
a)
Tindakan Rahab pada waktu menyembunyikan mata-mata dan mendustai
tentara Yerikho merupakan suatu tindakan yang berisiko sangat tinggi! Dari 2:2
dimana raja dan tentara Yerikho bisa tahu bahwa ada mata-mata Israel yang masuk
ke Yerikho, jelas terlihat bahwa mereka mempunyai intel yang hebat. Bagaimana
kalau dusta Rahab ketahuan? Tetapi, tindakan beresiko tinggi ini justru
membuktikan iman Rahab.
Ibr 11:31 - “Karena iman maka Rahab, perempuan sundal itu, tidak
turut binasa bersama-sama dengan orang-orang durhaka, karena ia telah menyambut
pengintai-pengintai itu dengan baik”.
Matthew Henry: “Had she said, ‘I
believe God is yours and Canaan yours, but I dare not show you any kindness,’
her faith had been dead and inactive, and would not have justified her. But by
this it appeared to be both alive and lively, that she exposed herself to the
utmost peril, even of life, in obedience to her faith” (= Seandainya ia berkata: ‘Aku percaya Allah
adalah milikmu, dan Kanaan adalah milikmu, tetapi aku tidak berani menunjukkan
kepadamu kebaikan apapun’, maka imannya mati dan tidak aktif, dan tidak akan
membenarkan dia. Tetapi oleh hal ini imannya kelihatan hidup dan bersemangat,
yaitu bahwa ia membuka dirinya sendiri pada bahaya yang paling hebat, bahkan
nyawanya, dalam ketaatan pada imannya).
Penerapan:
apakah iman saudara juga terbukti dalam kehidupan dan tindakan saudara? Kalau
ada suatu tindakan yang berguna untuk Tuhan / gereja, tetapi mungkin bisa
merugikan saudara / pekerjaan saudara, maukah saudara melakukannya? Kalau
saudara tak mau melakukan hal itu, saudara kalah oleh seorang pelacur seperti
Rahab!
b)
Ada 2 hal yang perlu diperhitungkan dosa atau tidaknya dari tindakan
Rahab ini:
1. Ia
mengkhianati negara dan bangsanya; dosakah ini?
Secara umum memang harus dikatakan bahwa orang yang
mengkhianati negara / bangsanya jelas bersalah! Tetapi kalau negara dan bangsa
itu melawan Tuhan dan umat Tuhan, seperti dalam kasus Rahab ini, tentu kita
harus mengutamakan dan berpihak kepada Tuhan / gereja! Betapapun besarnya jasa
negara dan bangsa kita kepada kita, tak akan bisa menandingi jasa Tuhan yang
sudah rela mati untuk menebus dosa kita!
Jadi dalam hal ini Rahab tidak bersalah!
2. Dusta
Rahab; dosakah ini?
Tentu saja ini adalah dosa! Dusta tidak bisa dibenarkan
sekalipun tujuan / maksudnya baik!
Calvin: “As
to the falsehood, we must admit that though it was done for a good purpose, it
was not free from fault. For those who hold what is called a dutiful lie to be
altogether excusable, do not sufficiently consider how precious truth is in the
sight of God. Therefore, although our purpose, be to assist our brethren, to
consult for their safety and relieve them, it never can be lawful to lie,
because that cannot be right which is contrary to the nature of God. And God is
truth” (= Berkenaan dengan kepalsuan / dusta, kita
harus mengakui bahwa sekalipun itu dilakukan dengan tujuan yang baik, itu tidak
bebas dari kesalahan. Karena mereka yang mempercayai bahwa apa yang disebut
dusta karena kewajiban sebagai sepenuhnya bisa dimaafkan, tidak mempertimbangkan
dengan cukup betapa berharganya kebenaran dalam pandangan Allah. Karena itu,
sekalipun tujuan kita adalah menolong saudara-saudara kita, mempertimbangkan
keselamatan mereka dan membantu mereka, dusta tidak pernah bisa diperbolehkan,
karena apa yang bertentangan dengan sifat dasar dari Allah tidak mungkin bisa
benar. Dan Allah adalah kebenaran).
Calvin: “On
the whole, it was the will of God that the spies should be delivered, but he did
not approve of saving their life by falsehood” (= Secara keseluruhan, merupakan kehendak Allah bahwa mata-mata itu
diselamatkan, tetapi Ia tidak menyetujui penyelamatan jiwa mereka dengan
menggunakan kepalsuan / dusta).
Memang dalam Ibr 11:31 dan Yak 2:25 Rahab
dipuji, tetapi yang dipuji adalah imannya dan tindakannya menerima dan menyelamatkan
mata-mata itu, bukan dustanya!
Ibr 11:31 - “Karena iman maka Rahab, perempuan sundal itu, tidak
turut binasa bersama-sama dengan orang-orang durhaka, karena ia telah menyambut
pengintai-pengintai itu dengan baik”.
Yak 2:25 - “Dan bukankah demikian juga Rahab, pelacur itu,
dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia menyembunyikan orang-orang
yang disuruh itu di dalam rumahnya, lalu menolong mereka lolos melalui jalan
yang lain?”.
Tetapi sekalipun tindakan / dusta Rahab ini salah, hal
itu bisa dimengerti karena:
a.
Latar belakang Rahab yang adalah orang kafir, pelacur, dan sama sekali
tak mengerti tentang firman Tuhan.
b.
Tekanan pada saat itu.
Pada saat tentara Yerikho menanyakan tentang mata-mata
Israel itu, Rahab tidak punya waktu untuk berpikir apakah tindakannya benar atau
tidak.
3) Iman
Rahab (2:8-11).
a)
Hal-hal yang menunjukkan iman Rahab.
Tadi kita sudah melihat bahwa Rahab membuktikan imannya
dengan melakukan tindakan yang berisiko tinggi. Sekarang dari kata-katanya
kembali kita bisa melihat bahwa ia adalah orang yang beriman:
1.
Ia berkata ‘Tuhan telah memberikan negeri ini
kepada kamu’ (2:9). Andaikatapun ia
menggunakan bentuk yang akan datang (future tense), itu tetap menunjukkan
imannya. Apalagi dengan menggunakan bentuk lampau (past / perfect tense)
yang menunjukkan sesuatu yang pasti akan terjadi!
Catatan: dalam bahasa Ibrani tidak dibedakan antara past
tense dengan perfect tense, bentuknya sama.
2.
Ia juga berkata bahwa Tuhan, Allah Israel adalah Allah di langit di atas,
dan di bumi di bawah, atau dengan kata lain Tuhan adalah Allah di seluruh alam
semesta.
Yos 2:11 - “Ketika
kami mendengar itu, tawarlah hati kami dan jatuhlah semangat setiap orang
menghadapi kamu, sebab TUHAN, Allahmu, ialah Allah di langit di atas dan di bumi
di bawah”.
Perlu diketahui bahwa pada saat itu pada umumnya orang
mempunyai kepercayaan bahwa tiap allah / dewa mempunyai wilayah kekuasaan
tertentu.
Bdk. 1Raja 20:23,28 - “(23) Pegawai-pegawai raja Aram berkata kepadanya:
‘Allah mereka ialah allah gunung; itulah sebabnya mereka lebih kuat dari pada
kita. Tetapi apabila kita berperang melawan mereka di tanah rata, pastilah kita
lebih kuat dari pada mereka. … (28) Maka tampillah abdi Allah dan berkata
kepada raja Israel: ‘Beginilah firman TUHAN: Oleh karena orang Aram itu telah
berkata: TUHAN ialah allah gunung dan bukan allah dataran, maka Aku akan
menyerahkan seluruh tentara yang besar itu ke dalam tanganmu, supaya kamu tahu,
bahwa Akulah TUHAN.’”.
Tetapi Rahab percaya bahwa Tuhan berkuasa bukan hanya
di daerah tertentu saja, tetapi atas seluruh alam semesta.
b)
Bagaimana Rahab bisa beriman?
1. Ia
mendengar.
Yos 2:10 - “Sebab
kami mendengar, bahwa TUHAN telah mengeringkan air Laut Teberau di depan
kamu, ketika kamu berjalan keluar dari Mesir, dan apa yang kamu lakukan kepada
kedua raja orang Amori yang di seberang sungai Yordan itu, yakni kepada Sihon
dan Og, yang telah kamu tumpas”.
Bdk. Ro 10:14,17 - “(14) Tetapi bagaimana mereka dapat berseru
kepadaNya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat
percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana
mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakanNya? … (17)
Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman
Kristus”.
Kalau saudara mau menjadi orang beriman atau saudara
mau menumbuhkan iman saudara, maka banyaklah mendengar / membaca / belajar
firman Tuhan!
2. Berargumentasi
(2:10-11).
Ia mendengar bahwa Tuhan mengeringkan laut Teberau, dan
ini membuktikan Ia berkuasa atas lautan. Ia mendengar juga bahwa Tuhan
menghancurkan 2 orang raja Amori yaitu Sihon dan Og, dan ini menunjukkan bahwa
Tuhan juga berkuasa atas daratan. Kesimpulannya: Tuhan berkuasa atas seluruh
alam semesta!
3.
Ia tahu hanya sedikit tentang Tuhan, tetapi ia menanggapi yang sedikit
itu dengan cara yang benar! (bdk. orang-orang Majus - Mat 2:1-12).
Sebetulnya orang-orang Yerikhopun mendengar apa yang
didengar oleh Rahab (bdk. 2:10 - ‘kami mendengar’). Mungkin mereka juga berargumentasi seperti Rahab,
sehingga mereka menjadi takut dan putus asa (2:9,11). Tetapi mereka menanggapi
semua itu dengan cara yang salah, yaitu mengeraskan hati mereka. Ini menyebabkan
mereka binasa!
Kalau saudara mendengar Injil / firman Tuhan, tanggapan
yang bagaimana yang saudara berikan? Seperti tanggapan Rahab, atau seperti
tanggapan orang-orang Yerikho?
c)
Rahab vs bangsa Israel.
Rahab hanya mendengar tentang satu atau dua mujijat
yang dilakukan oleh Tuhan, tetapi bangsa Israel melihat dan mengalami banyak
mujijat dari Tuhan.
Rahab hanya tahu sedikit kehendak Tuhan (yaitu bahwa
Kanaan harus menjadi milik Israel), tetapi Israel mendapat banyak firman Tuhan
yang Tuhan berikan kepada mereka melalui Musa.
Tetapi anehnya Rahab mempunyai iman dan ketaatan yang
hebat, sedangkan Israel sering tak beriman dan tak taat!
Dari sini bisa kita simpulkan bahwa sekalipun firman
Tuhan itu sesuatu yang sangat vital bagi kita, tetapi iman / kerohanian yang
tinggi, ketaatan memang tetap adalah berkat yang Tuhan berikan kepada kita.
Karenanya bisa saja orang yang mengerti firman Tuhan hanya sedikit ternyata
mempunyai iman, ketaatan dan kerohanian yang lebih hebat dari orang yang
mempunyai pengetahuan firman Tuhan yang hebat! Karena itu kalau saudara
mempunyai banyak pengetahuan firman Tuhan, jangan sombong dan jangan mengabaikan
orang yang mempunyai pengetahuan firman Tuhan yang hanya sedikit!
Catatan: yang saya maksud dengan orang yang mempunyai
pengetahuan firman yang hanya sedikit, bukanlah orang yang sebetulnya mempunyai
kesempatan belajar, tetapi tak mau belajar. Yang seperti ini sudah jelas adalah
orang yang rohaninya brengsek! Tetapi ada orang yang memang tidak mempunyai
kemungkinan untuk banyak belajar firman Tuhan, seperti orang yang tinggal di
desa yang tidak mempunyai pendeta yang terlalu bagus dalam mengajar. Orang
seperti ini, bisa saja mempunyai iman dan kerohanian yang hebat!
d)
Akibat / hasil dari iman Rahab.
1. Ia
dan keluarganya selamat.
Ini tak berarti bahwa keluarganya diselamatkan oleh
imannya! Bahwa keluarganya mau ada dalam rumahnya, menunjukkan bahwa mereka juga
beriman.
2. Ia
kawin dengan Salmon, dan akhirnya menurunkan Yesus.
3.
Ia menjadi salah satu dari daftar pahlawan iman dalam Ibr 11 dan
juga menjadi teladan dalam perbuatan baik yang membuktikan iman (bdk. Ibr 11:31
Yak 2:25).
Semua ini menunjukkan betapa hebatnya kuasa Allah yang
bisa mengubahkan seorang pelacur sehingga menjadi seperti itu! Maukah saudara
juga diubahkan seperti itu?
4) Permintaan
Rahab (2:12-13).
Hal yang perlu dipertanyakan adalah: mengapa Rahab
tidak ikut saja dengan kedua mata-mata itu? Jawabnya: karena ia tidak egois. Ia
tidak mau selamat sendirian; ia mau menyelamatkan keluarganya.
Penerapan:
apakah saudarapun menginginkan supaya keluarga saudara diselamatkan? Adalah
sesuatu yang bagus kalau saudara menginginkan hal itu, tetapi itu belum cukup!
Apakah tindakan aktif yang saudara lakukan untuk menyelamatkan keluarga saudara?
Sudahkan saudara memberitakan Injil kepada mereka, dan sudahkah saudara mengajak
mereka ke gereja, Kebaktian PI dsb? Sudahkah saudara mendoakan mereka? Apakah
saudara melakukan hal-hal ini dengan tekun?
5) Persyaratan
dari mata-mata (2:14,17-20).
Kedua mata-mata itu menyetujui permintaan Rahab dengan
syarat:
a)
Rahab memasang benang kirmizi di jendela (2:18a).
Banyak orang menganggap bahwa benang kirmizi yang
berwarna merah ini merupakan TYPE dari darah Kristus.
Dasarnya: kirmizi itu dipakai dalam upacara-upacara
dalam Perjanjian Lama yang berhubungan dengan pembersihan dosa (bdk. Im
14:4,6,51 Bil 19:6).
b)
Semua keluarga Rahab harus ada di dalam rumah Rahab (2:18b-19).
c)
Rahab tidak menceritakan hal ini kepada orang lain (2:14,20a).
Rahab menyetujui syarat-syarat ini (2:21).
6)
Kedua mata-mata itu kembali kepada Yosua (2:23-24) dengan laporan yang
menunjukkan iman mereka (2:24).
Sikap mereka dalam menghadapi peperangan itu berbeda
sekali dengan sikap dari orang-orang Yerikho (2:9-11).
Penerapan: bagaimana sikap hati saudara menghadapi peperangan
rohani sekarang ini? Apakah saudara bersikap seperti kedua mata-mata itu, yaitu
beriman dan yakin menang bersama Tuhan? Atau saudara mempunyai sikap seperti
orang-orang Yerikho yang kafir itu, yang takut dan yakin kalah?
Sama seperti pada saat itu, kitapun mempunyai perintah dan janji Tuhan.
Pertanyaannya adalah:
·
apakah dalam peperangan rohani
ini kita sudah berusaha secara maximal seperti Yosua?
·
apakah kita juga beriman dan
yakin menang seperti kedua mata-mata itu?
-AMIN-
Author : Pdt. Budi Asali,M.Div.
E-mail : buas22@yahoo.com
e-mail us at golgotha_ministry0@yahoo.com
Link ke Channel Video Khotbah2 Pdt. Budi Asali di Youtube:
https://www.youtube.com/channel/UCP6lW2Ak1rqIUziNHdgp3HQ
Channel Live Streaming Youtube : bit.ly/livegkrigolgotha / budi asali